Pilih Salah 2

[VACANCY]

Bukalapak is looking for promising GSDP members. What is GSDP? GSDP is Growth Specialist Development Program, a program to create and develop young talents who have high logical and analytical thinking to be parts of BLteam.

*Offered positions*: Data scientist, market researcher, digital marketing, and others.

*Requirements*: Bachelor degree (S1) majoring Engineering/Natural Science/Statistics, IPK > 3.25, High Communication Skill, good analytical thinking, Fresh grads & experienced are welcomed to apply, Max. Age of 25 yo.

Meet the requirements above? Please send your CV to recruitment@bukalapak.com with email subject: GSDP_your name before June 30, 2016

Tatkala jaman kuliah dahulu kala, seorang sejawat bernama Bowo pernah bersabda, “Money, woman, education. Take any two.” Dan memang begitulah keadaannya. Misalnya si Azwar, temenku yang dulu hobinya dugem dan mroyek jual-beli apapun yang bisa diperjual-belikan. Waktu kuliah ceweknya gonta-ganti, duitnya juga banyak, cuma ya itu…kuliahnya baru rampung pas babak perpanjangan waktu nyaris habis. Read the rest of this entry »

Soal Buku dan Membaca

Aku ini, sungguh mati, sangat jarang diwawancarai, apalagi wawancara tertulis. Heran juga, sih, padahal aku ini lak termasuk jajaran orang top ke sekian di Endonesa. Bahkan kalau aku lagi mandi, aku ini adalah orang paling top se-kamar mandi. Tapi ya sudahlah, mungkin wartawati-wartawati itu aja yang belum terbuka mata hatinya, makanya belum tergerak untuk mendokumentasikan hikmah demi hikmah yang bisa mereka dapatkan dariku.

Hanya saja akhirnya beberapa hari kemarin tau-tau si Kimi bilang ke aku. Katanya, dia pengen nanya-nanya ke aku soal hobi membacaku, draft pertanyaannya bakal dikirimin ke imelku. Kuiyain aja, soalnya aku juga seneng bisa dapat kesempatan berceramah yang bakal disimak oleh khalayak ramai ๐Ÿ˜Ž Bagaimana isi wawan jaran wawancaranya, silakan simak lebih lanjut sahaja, deh. Read the rest of this entry ยป

Tidak Baik Jadi Pendendam

Balas dendam itu tidak baik. Konon, sih, begitu. Tapi meskipun sudah dikasih tau kalau itu nggak baik, aku ini tetap saja seorang natural born pendendam. Susah ngilanginnya. Parahnya lagi, aku ini termasuk jenis pendendam yang suka membalas dengan bunganya sekaligus. Kadang bunganya bisa cuma 0,09%, atau kutambahi 100%, atau bahkan kuikhlasin 400%. Nggak ada pedoman pasti untuk itu. Yang jelas rasanya hepi aja kalau ngeliat orang yang berlaku sompret sama aku lalu merangkak-merangkak penuh derita.

Jahat ya?

Lha, salahnya juga dia jahat duluan sama aku ๐Ÿ˜› Read the rest of this entry »

Perkara Dosa

Haji Wiwid bilang, aku ini tiada bosannya bergaul (bergumul, kalo istilahnya dia) dengan gadis yang aneh-aneh. Ya mungkin beliau memang bener bahwasanya aku ini seperti itu. Beberapa dari temen-temenku yang cewek, kalo diliat dari kacamata remaja masjid, memang agak sodrun, sih, seperti yang baru terjadi kemarinan ini.

Kemarin aku entah kenapa terjebak obrolan sama Vina (sebut saja demikian. Perkara mau dianggap nama asli atau nama palsu, kali ini sahaya putuskan penilaiannya kepada sidang pembaca yang terhormat sahaja). Read the rest of this entry »

Kusembelih

Hubunganku sama mbak-mbak mantan pacar pada umumnya sehat-sehat sahaja. Meskipun lebih seringnya adalah beta yang ditinggal nikah duluan, tapi kalau untuk repot-repot sakit hati dan merasa terkhianati, aku seringnya nggak punya waktu untuk itu. Ditinggal pacar itu simpel. Buatku, kalau aku sampai ditinggal gadis, berarti kesalahan ada padaku. Aku yang nggak bisa menjaga kadar kemenarikanku di matanya. Aku juga yang nggak bisa membuatnya yakin kalau aku adalah manusia yang sungguh rugi untuk dilepas begitu sahaja. Jadinya ya kayak ngadu jualan barang. Kalau calon konsumen akhirnya beralih ke produk lain alih-alih produk daganganku, konsumen nggak bisa disalahkan. Akulah yang gagal menjawab ekspektasi pasar.

Dari situ biasanya aku dapat feedback, tentang apa-apa yang harus diperbaiki pada produksi seri berikutnya. Siapa tahu besok konsumen yang kemarin batal beli daganganku akhirnya insyaf, terus kemudian beralih lagi kembali mencicipiku barangku (errr…barangku? Kok kesannya jadi agak gimana ya?). Read the rest of this entry »

Pak Gendut, Orang Tengah, dan Penjajah Ide

Pak Gendut sedang dalam gejala stress. Tugas Akhir program magisternya nggak selesai-selesai, sementara di kantornya banyak tenaga – yang menurutnya – handal yang resign karena tawaran gaji dan fasilitas yang lebih menggiurkan dari kantor sebelah. Alhasil kalau biasanya kerjaan dari kantornya bisa di-handle sama Pak Gendut cukup di-remote dari rumah, sekarang beliau harus rajin sowan ke kantor buat nyelesaiin langsung problematika-problematika yang dihadapi perusahaannya. “Semua-mua sekarang jadi tanggungan saya,” keluh Pak Gendut, “tapi ya beginilah resikonya seorang fantasista,” lanjutnya sambil tidak lupa untuk jumawa.

Tentu saja karena adanya seorang kawan yang mau stress, aku dan Yosepin tidak bisa untuk tinggal diam. Melihat betapa menderitanya Pak Gendut yang beberapa hari terakhir ini ketambahan terserang insomnia, tidak bisa tidak, aku sama Yosepin merasa harus ke rumahnya, bertindak, dan ambil bagian. Ambil bagian buat meledeknya, tentu saja. Read the rest of this entry »

Nggak Percaya

Kita bisa nggak percaya sama sesuatu biasanya karena 2 hal: kita tidak mengalaminya atau kita pernah mencoba buat mengalaminya tapi gagal.

Biasanya, sih, gitu. Read the rest of this entry »

Kirain

“Lho, kan, dulu aku sudah pernah bilang kalo aku suka kamu, tapi habis itu kamunya nggak ngerespon. Malah jual mahal.”

Kirain kamu cuma main-main, Mas.”

“Makanya tanya.”

“Lagian kamu, kan, punya pacar, Mas.”

“Kata siapa?”

“Kataku barusan.”

“Sekarang? Sekarang, sih, iya. Waktu itu ya enggak.”

“Habisnya fotomu banyak yang berduaan sama cewek, Mas. Kirain…”

“Makanya tanya.” Read the rest of this entry »

Tidak Mau Tapi Tidak Mau

Kalau nggak sedang dalam setelan nyebahi, Septri sebenarnya adalah lawan ngobrol yang asyik. Ditambah pengetahuan serta pengalamannya dalam bidang klenik dan kejawen, Septri seaslinya adalah narasumber yang pas untuk bicara persoalan gho’ib, proyeksi astral, spektrum cahaya, neuroscience, sampai dengan fisika kuantum. Pernah suatu kali dia nunjukin notes berisi coret-coretan tangannya tentang beberapa konsep persamaan kuantum hasil olah-pikirnya sendiri. Tapi ya sayangnya gara-gara rumusan itu dibikin sama Septri, lebih amannya kalau itung-itungan tersebut tidak langsung kita percayai. Lebih sayangnya lagi, Septri ini lebih sering berada dalam mode nyebahi. Untung saja anaknya nrimo kalau diejek-ejek, jadinya kami-kami ini masih sudi menemani. Lumayan…ada bahan ledekan.

Pernah dulu anak-anak membuat sebuah permufakatan jahat kepada Septri yang kala itu masih terhitung sebagai mahasiswa baru di jurusan kami. “Hayo, kamu pilih mana, kita nggak bakal ngeledek kamu lagi tapi kamu kita kucilkan atau boleh berteman tapi kita jadikan bahan ejekan?” tanya senior-seniornya di kampus. Read the rest of this entry »

Delusi Mantan Pacar

Temenku dari jaman esempe, Ngurah Bikul, pernah berteori. Katanya, selain kampung halamannya, orang biasanya bakal betah sama tempat di mana dia menghabiskan masa remajanya. Maka walaupun belum di-peer review, teori van Bikul tersebut akhirnya menjawab keherananku, kenapa kok ada orang yang bukan asli Jakarta tapi betah sama Jakarta. Rupa-rupanya itu sama saja dengan betahku sama Jokja; mereka berdua adalah mantan pacar yang tidak bisa dilupakan oleh masing-masing kami.

Tapi ada juga manusia yang kadar delusinya akut, menganggap mantan pacarnya masihlah pacarnya yang memang seharusnya seperti itu. Saking memang-seharusnya-seperti-itulah akhirnya semuanya malah jadi biasa-biasa aja, seperti kalo sampeyan sudah jalan lebih dari 2 tahun sama pacar sampeyan. Hari-hari rasanya ya biasa-biasa belaka, tapi kalo kemudian bubar rasanya bingung, gamang, ada yang hilang. Semprul!
Read the rest of this entry »

Silvi dan Sombong

Silvi, temen seangkatanku di kampus dulu tapi beda program studi meskipun 1 jurusan, dalam sebuah kesempatan makan-makan pernah bilang kalau sombong adalah kesan-kesan awalnya terhadapku pas jaman dulu itu. Makanya waktu awal-awal kuliah kami nggak akrab. Sombongku luar biasa, begitu sungutnya, apalagi untuk ukuran pria kecil tapi dengan gestur tubuh yang selalu berjalan dengan kepala sedikit ndangak ๐Ÿ˜†

(Eh, “ndangak” itu apa, sih, bahasa Indonesia-nya? Ah, ya, “menengadah”) Read the rest of this entry »

Kitab Wangsit
SUDAH TERBIT!
Kitab wangsit karangan Mas Joe, idola masa kini para remaja putri. Mumpung bakulnya masih buka, mari segera dikonsumsi!

Cocok untuk dibaca sambil ngemil kuaci ataupun sebagai teman semedi di kamar mandi.

Minatkah?

Kalau minat, bolehlah klik di SINI untuk segera membeli. Buruan! Minggu depan harga naik tiada karuan.

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto

Detektif Negeri Sipil | Penonton James Bond | Pembaca Hercule Poirot | Liverpudlian | Rockstar | Errr... Thirtysomething Player

Iklan Layanan Masyarakat
Almanak
Wangsit Bergambar

how to take garcinia cambogia pills
http://www.aleximparrucchieri.com
Buy iHigh White,


๏ปฟ
SEO Powered By SEOPressor