Nona dan Nyonya, Mohon Maaf, Jangan Manja

Meskipun tidak terlalu suka dengan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, yang sampai dengan hari ini masih setia memblok akun Twitter-ku, harus kuakui bahwa prediksinya soal blog itu hanyalah tren sesaat (di Endonesa) sungguhlah terbukti benar di kemudian hari. Aktivitas ngeblog tidaklah sekencang sekitar tahun 2006-2009 dahulu, sedikit blogger-blogger yang kondang pada masa itu masih rutin menulis sampai sekarang, dan celakanya banyak blogger yang akhirnya juga ditengarai lupa sama password akun Blogspot atau WordPress-nya masing-masing, yang dengan demikian maka komplitlah sudah runtuhnya kejayaan para blogger yang sedikit-banyak juga diakibatkan oleh lebih populernya aplikasi microblogging sebangsa Twitter dan social media semodel Facebook sampai dengan Instagram. Continue reading

Copot Jilbab, Pakai Jilbab, Lepas Jilbab, Pasang Jilbab, Sampai Gawuk Sarang Manuk

Aku ini punya kebiasaan buruk yang berkaitan dengan kegiatan mandi-memandi. Dari kecil sampai sekarang, aku hobi banget mandi cuma sangu cawet dan kaos singlet buat ditaruh di gantungan pakaian di dalam kamar mandi. Handuk biasanya sudah tersedia di situ duluan sehubungan memang di dalam kamar mandilah tempatku naruh handuk. Dengan kondisi yang demikian, saban selesai mandi aku selalu mletas keluar dari kamar mandi – dengan body yang cuma ketutupan pakaian dalam itu tadi – untuk kemudian ngacir terburu-buru ke kamarku. Dan berhubung antara kamarku dan kamar mandi dipisahkan sama ruang tamu, aku terhitung beruntung kalau pada waktu itu rumahku pas nggak kedatangan tamu. Tapi kalau pas ada tamu, ya maka mau nggak mau aku terpaksa berteriak-teriak dari dalam kamar mandi, memohon pertolongan kepada mamakku, “Maaaaakkk…ambilin aku kaos dong!” Continue reading

Kucingnya Kana di Antara Para Kawula dan Ksatria

Kucingnya Kana, keponakanku, nggak pulang 2 biji. Untungnya sekarang kucing-kucing kampung di sekitaran rumah pada hobi nongkrong di terasku berhubung Kana sering banget bersodaqoh makanan kucing ke mereka tanpa membeda-bedakan. Jadi Kana nggak nyadar kalau 2 kucingnya nggak pernah balik. Tapi dari 5 kucing aslinya yang dirawat sejak kecil, sekarang kucingnya Kana cuma sisa 3 ekor. Yang seekor hobinya memang nomaden, kadang pulang ke rumah, kadang nongkrong di warung depan kompleks rumah sampai berhari-hari sambil main gaple. Continue reading

Mbak Mantan, Cita-cita, Nilai Cara, dan Akhirnya

Kapan hari kemarin aku terlibat obrolan semi-serius sama Ocha, teman ngerokok dan ngebirku yang sekarang sudah tobat. Beneran, kok, beliaunya tobat. Yang bersangkutan sekarang sudah pakai jilbab panjang dan beberapa waktu ke depan bakal kawin.

Aslinya awal obrolan kami ini sama sekali nggak serius, cuma ledek-ledekan biasa aja sambil mengenang masa kejayaan kami di Jokja selayaknya bekas mahasiswa Jokja yang sesekali tempo ngumpul dengan sesamanya kemudian bernostalgia. Hugo’s Cafe, Liquid, dan Boshe tentu saja tidak luput dari pembahasan, sampai akhirnya omong-omong kami nyangkut ke soal romansa yang diawali dengan celetukan ngasalku, “Lho, kamu nggak ngerasa tho kalau kamu itu salah satu pacarku?” Continue reading

Menyiasati Hambatan Kuliah di Luar Negeri (Studi Kasus: Si Tampan Mas Joe)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Joesatch (@masditto) on

Setiap ketemu teman lama yang tahu gelar akademis terakhirku, aku pasti ditanya bagaimana rasanya kuliah di level Woxbridge (oh yeah, tentu sahaja boleh jadi ini cuma guyonan. Ada yang bilang bahwa, kami maksa mensejajarkan diri dengan Oxford dan Cambridge padahal kami-kami ini gagal buat masuk ke sana. Bahasa gampangnya, kampus buanganlah)? Jadi daripada aku terus-terusan ngulang cerita yang sama, kupikir ada baiknya kalau aku nulis saja di sini, supaya besok-besok kalau ada yang nanya lagi, biar orangnya langsung kusuruh baca tulisan di blogku ini sahaja. Continue reading