Petunjuk untuk Generasi Nunduk
Tentu, setiap orang biasanya berpendapat bahwa generasinya adalah yang terhebat. Sindrom macam beginian jamak terjadi di mana-mana. Di kampusku, misalnya, juga sering kejadian beberapa sejawat ngeluh tentang kinerja adik kelasnya di organisasi mahasiswa yang digelutinya. Dalam beberapa kesempatan di sebuah warung kopi nan romantis (tapi buluk) aku sering sekali dapat curhat dari mereka, “Wah, Mas, cah-cah angkatan 20XX ini gimana ya cara ngasih taunya? Kerjaan, kok, banyak nggak becusnya. Nggak kayak jaman saya dulu.” Read the rest of this entry »
Al Islam dan Jurnalisme Sampah
Waktu esema dulu aku sempat ikut macam-macam ekstra kurikuler yang untuk lebih singkatnya ta’sebut sebagai ekskul aja. Yah, namanya saja anak muda yang saat itu sedang menderita approval junkie, akunya ikut macam-macam ekskul itu – apa boleh buat – hanya gara-gara 1 macam alasan dominan saja: biar ngetop di sekolah, karena ngetop di sekolah kupikir bakal banyak untungnya.
Salah satu keuntungan yang kuincar adalah kekebalan diplomatik. Dengan aktif di berbagai ekskul dan kesempatan mewakili sekolah di ajang lomba-lombaan, baik tingkat kodya ataupun propinsi, aku bebas dari omelan guru-guruku di sekolah. Mau datang ke sekolah tidak saat bel masuk berbunyi pun akunya dalam posisi aman-aman saja. Misalnya saja, aku tidak jarang baru datang ke sekolah jam 07.30 (aslinya, sih, jam 07.00 akunya sudah harus ada di kelas) yang tentu saja dihadang guru piket di dekat gerbang sekolah. “Anindito, kenapa kamu baru datang jam segini?” tanya Pak Loper yang wakil kepsek urusan kesiswaan yang kebetulan dapat jatah piket hari itu. Read the rest of this entry »
Oalah, Endon…
100 tahun ke depan pun aku pesimis Endonesa bakal jadi negara maju…
Pemimpinnya nggak bisa mimpin, nggak tegas, dan selalu ngeluh. Sementara yang harusnya dipimpin juga nggak mau diatur.

Mental model beginian ini pula yang bikin orang-orang pinter, disiplin, dan baik hati lebih milih pindah ke luar negeri. Negeri ini terlalu biadab buat mereka, soalnya. Seperti yang bolak-balik kubilang kalo lagi nggosip sama anak-anak sambil (sok) mikirin negara, “Yang di atas banyak yang brengsek secara sadar, sementara yang di bawah banyak yang goblok secara nggak sadar.” Read the rest of this entry »
Fasilitas: Ilmu(?)
Kadangkala aku bingung sama panitia-panitia – terutama dari seksi tukang bikin poster – seminar-seminaran dan workshop-workshopan di luar sana…
Si Ganteng Menurut Primbon
Weekend yang tidak terlalu sibuk. Sembari menunggu Adis Gembrot menraktir masnya ini makan-makan nanti malam – berhubung kemarin tanggal 15 dia ultah – iseng-iseng aku mbuka-mbuka primbon seputar watak dan peruntungan hidup buat si ganteng ini.
Berikut adalah hasilnya: Read the rest of this entry »
Kalau Cuma Buat Kalah, Mending Kami Saja!
Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, dan buburnya sendiri sudah terlanjur terlalu encer untuk disebut sebagai bubur (sup mungkin malah lebih tepat). Diganyang 10 gol tanpa balas sama Bahrain tentu saja memalukan. Tapi ya mau bagaimana lagi? Wong timnas sepakbola Endonesa dalam kondisi terbatas gara-gara kisruh mawut ala PSSI, kok. Jadi ya apa boleh buat…maju dengan pasukan seadanya dan jadi bulan-bulanan kesebelasan lawan tentu adalah konsekuensinya. Read the rest of this entry »
Logika Valentine

Valentine buatku memang selalu rame. Rame? Yeah, rame. Rame perdebatan yang keliatan tak berujung-pangkal, meskipun buatku sendiri ujung-pangkalnya sangat jelas. Rame perdebatan tentang halal-haramnya, walaupun buatku halal-haramnya juga sangat kelihatan. Tapi ya itu memang buatku. Standarku nggak bisa disamakan dengan orang lain, begitu juga isi otakku, begitu juga level pemahamanku, semuanya tidak bisa disamakan dengan milik orang lain.
The Sorcerer and the White Snake: Jet Li yang Kasihan
Sejak jumpa Jet Li pertama ku langsung jatuh cinta, waktu itu Jet Li masih anak muda, dan film yang pertama kali kutonton itu judulnya adalah “The Legend of Fong Sai Yuk”. Tentu jaman awal tahun 90-an waktu itu siapapun tiada bakal menemukan film berjudul macam itu di Endonesa. Karena apa? Karena, eh, karena di Endonesa film itu beredar dengan merek “King of Kungfu”. Read the rest of this entry »
Farnborough dan Garuda
Sudah jadi kebiasaan kalo mainan Football Manager (FM) aku selalu megang tim-tim dari kasta terbawah, terutama sejak edisi beberapa tahun terakhir ini. Alasannya sederhana, kalo megang klub-klub besar buatku nggak ada tantangannya. Apalagi kalo ditambah model dolanan yang tiap kalah bertanding habis itu ngeload save-save-an game sebelumnya, diulang, diulang, diulang, begitu terus berkali-kali sampe menang. Yang begitu itu, beh…buatku cuma pantas dilakukan sama gamer hina-dina sahaja
Read the rest of this entry »
Sherlock Holmes Jadi 2

Minggu kemarin akhirnya aku kesampean juga nonton sekuelnya Sherlock Holmes yang “A Game of Shadow” di bioskop. Aslinya ini sudah telat banget mengingat si Holmes sudah ditayangin di bioskop dari tahun kemarin. Alhasil pas nonton di bioskop kemarin itu aku nggak bisa nonton rame-rame barengan sama anak-anak tukang nyambangin bioskop lainnya berhubung mereka sudah pada nonton duluan. Read the rest of this entry »
Lho, Ternyata…
…ternyata akika melewatkan bulan Desember 2011 tanpa postingan sebiji pun, cyiiin~ Dan sekarang ternyata sudah Januari 2012.
Ya sudah, selamat tahun baru 2012 saja, semuanya. Simak terus blog akika dan dapatkan wangsit-wangsit tiada bermutu di sepanjang 2012 ini nanti.
Salam dari akika, merdeka, cyiiin~!
| http://www.agvp.com | フレンズプロビデント | www.acaibestbuy.com |


