Derajat Batal Puasa

Nguping.

X: “Iya, Mas, tahun kemarin saya batal puasa 3 kali. Susah kalau pengen puasanya full sebulan.”

Y: “Lho, kenapa?”

X: “Kampus saya, kan, di Unpar. Jadi ya teman-teman saya tetap makan. Itu yang bikin saya nggak tahan. Akhirnya kalau udah nggak kuat, udah aja saya ikutan makan.”

Y: “Yaaah…cuma gara-gara liat orang makan aja sampai batal. Payah, ah. Seenggaknya kalau mau batal puasa itu batalnya yang elit dikitlah, jangan yang pasaran.” Read the rest of this entry »

Nook, Akhirnya

Hello, teman-teman… Masih lapar puasanya? Tentu saja. Tentu saja yang namanya sedang puasa itu pasti lapar. Maka jikalau ada sejawat teman-teman yang ngaku puasa tapi bilangnya nggak lapar, mesti saja dia itu lagi ngibul. Di mana-mana yang namanya menahan lapar dan dahaga itu pastilah dalam kondisi lapar dan dahaga. Lain itu, bualan belaka!

Baiklah, sembari selamat meneruskan ibadah puasanya, dan sembari menunggu beduk maghrib pula, izinkanlah aku yang lagi kepengen cerita ini untuk sedikit cerita-cerita… Read the rest of this entry »

Dolly yang Bukan Temanku

Di udik dulu aku pernah punya teman, teman sepermainan. Namanya Dolly. Tapi walaupun namanya “Dolly”, sungguh mati, anak ini jenis kelaminnya cowok. Apa boleh buat…waktu itu aku ini masih jadi pria pemalu. Aku jarang main cewek, aeh…main sama cewek, soalnya aku takut diejek-ejek, “Pacaran…pacaran…” Maka oleh sebab itulah teman mainku jaman esde sampai esempe itu kebanyakan berjenis kelamin cowok. Dolly ini adalah salah satunya.

Dolly ini rumahnya cuma beda gang sama rumahku. Tapi ini bukan cerita tentang Dolly yang temanku itu. Read the rest of this entry »

Cerita Robbie Fowler di Balik Football Legends

19 Mei kemarin aku dapat pesan via Whatsapp dari Fachry. Isinya tawaran. Tawaran syuting, aeh…tawaran buat ikutan terlibat di tim medianya acara Football Legends Tour 2014. Ditambah dengan iming-iming 1 slot khusus buatku untuk wawancara sama Robert Bernard Fowler, tentu saja tawaran itu sulit untuk kutolak. Ancaman kalau harus terpaksa meninggalkan biro detektifku selama 2 hari, plus 2 hari pas weekend kepakai untuk disibukkan sama acara yang bersangkutan, sama sekali tidak membuatku gentar. Ini Robbie Fowler, Bung! Bekas dewanya Stadion Anfield, mesin gol sekaligus wakilnya Kapten Jamie Redknapp dari pasukan treble winnersnya Liverpool untuk Piala FA, Piala Liga, dan Piala UEFA tahun 2001, yang kemudian berlanjut sebagai jawara Piala Super Eropa. Read the rest of this entry »

Kenapa Tidak Pernah Mengajukan Beasiswa?

Konon, entah makhluk mana yang bilang, aku juga lupa dengernya dari siapa, yang namanya tanggung-jawab orang tua terhadap anaknya itu berlangsung sampai si anak menikah. Ini konon lho ya. Tapi walaupun judulnya konon, konon-kononan yang kayak gini ini ternyata juga bisa jadi perkara. Perkaranya adalah bagaimana kalau si anak jebulnya ndak nikah-nikah? Masak mau sampek tuek si anak tetap saja jadi tanggungan orang tuanya? Anak macam apa itu? Tiada tau diri, bisanya cuma ngerepoti orang tuanya sendiri.

Maka daripada konon-kononan yang kayak di atas itu jadi perkara, kita asumsikan saja hal ini cuma berlaku buat orang tua yang anaknya sudah menikah di usia pertengahan 20-an. Atau kalau ternyata lewat umur 20-an si anak belum juga nikah, kita asumsikan juga si anak pada umur segitu itu sudah kerja, sudah bisa punya duit sendiri, jadi tanggungan orang tua ke si anak cuma berlaku sampai dengan si anak menerima gaji pertamanya. Itu saja. Perkara si anak udah nggak nikah-nikah, nggak kerja pulak, itu sudah lain soal. Nggak perlu kita bahas lagi. Beta menolak membahas persoalan sejenis itu. Itu di luar batasan masalah pada kajian ilmiah kali ini. Read the rest of this entry »

Superman dan Pasar Senen

Jaman ndak enak dulu, waktu masih jadi orang susah, tiap kali ke Jakarta aku mesti naik kereta api kelas ekonomi yang turunnya di Stasiun Pasar Senen. Waktu itu aku belum kayak sekarang yang sudah punya kartu Garuda Frequent Flyer kelas emas dari Garuda Indonesia dengan logo Liverpool FC menghiasi permukaannya. Sekarang, sih, aku sudah kaya. Malah saking kayanya, aku sempat tergumun-gumun ketika mengikuti percakapan di grup Whatsapp almamater kuliahku.

Waktu itu ada wacana tentang kenaikan tarif airport tax di beberapa bandara di Endonesa. Malah ada bandara yang bakal membebankan biaya airport tax sebesar 200 rebu rupiah kepada korban-korbannya. Dan hal itu akhirnya jadi bahasan di grup Whatsapp almamaterku itu. Beberapa mengeluhkan tingginya biaya yang harus mereka keluarkan. Read the rest of this entry »

Budaya Mencontek

Setidaknya: “Jangan mencontek karena tidak bisa. Menconteklah karena malas.” Read the rest of this entry »

Mapan Turu, Nyaman Mlungker

Suatu malam di 7 Eleven dekat UIN Syarif Hidayatullah, aku pernah bilang ke si Bram, “Kalau ditanya aku pengen hidup yang seperti apa, sederhana. Aku cuma pengen balik macam dulu lagi, waktu masih di Jokja, waktu masih bisa cekakak’an atau main PES sampai pagi, tanpa harus mikir besok masih harus masuk kantor jam setengah 8 pagi. Duit yang masuk rekening memang seadanya, mungkin cuma setengah lebih dikit dari yang sekarang, tapi bebas dari kekhawatiran rutin menjelang pagi.”

Iya, sekarang ini aku jadi detektif di Jancukarta. Bukan tanpa alasan aku ada di sini. Kadang dalam hidup kita memang ada hal-hal yang harus kita kompromikan dengan keinginan mereka yang (ngakunya dan seharusnya) kita sayangi dan hormati. Sedikit mengalah, meski agak tak nyaman, kadang memang nyaris tidak mampu ditolak untuk dilakukan (nantilah kapan-kapan kuceritakan kronologisnya). Maka begitulah, di Jancukarta-lah beta. Read the rest of this entry »

Tidak Peduli Atau Iri Atau Saykoji?

Suatu waktu 2 tahun lalu, Pak Bos di kantor, yang detektif kelas kakap itu, pernah bilang ke aku waktu aku baru jadi kadet di kantorku yang sekarang ini. Waktu itu dia bilang, “Saya nggak minta banyak-banyak. Saya cuma minta kamu mikir dikit. Dikit aja. Cuma dikit. Kalau kamu bisa, dan semua orang juga seperti kamu, cukup mikir dikit aja, nggak usah banyak-banyak, negara ini pasti maju.”

Waktu itu batinku, wah, hebat juga Pak Bos ini. Ahli nujum pulak nampaknya dia. Tau dari mana dia kalo kemampuanku ini setara dengan 100 orang commoners? Kok, bisa-bisanya dia tau kalo aku ini selevel dengan Hercule Poirot, yang tanpa beranjak dari tempatnya bersantai kasus di luaran sana bisa terpecahkan dengan gemilangnya? Read the rest of this entry »

Jangan Sombong

“Jangan Sombong!”

Sering dapat gerundelan macam begitu? Aku sering. Penyebabnya, sih, bisa bermacam-macam. Bisa jadi karena akunya memang sombong, tapi bisa jadi pula karena hal macam berikut ini: Read the rest of this entry »

RoboCop 2014

RoboCop

Aku nonton film ini sudah sejak kapan minggu yang lalu sama Novi. Berdua? Tentu tidak. Di dalam gedung bioskopnya ya jelas rame-rame sama penonton lainnya. Tapi berhubung penonton lainnya nggak punya andil mbayarin popcorn-ku, baiklah, nama mereka tiada usahlah kusebut sahaja. Cukuplah hanya kusebut namanya Novi, karena selain popcorn, tiket bioskopku juga dibayarin sama dia. Read the rest of this entry »

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Almanak
Wangsit Bergambar

Xperia G Schutzhülle
Window Cleaning Perth
Toupee Tape



SEO Powered By SEOPressor