5 Mahasiswi Cantik Ilmu Komputer UGM

March 20, 2016 – 3:12 pm

Kadang buru-buru selesai kuliah bikin daku menyesal juga. Betapa tidak, soalnya perkembangan jaman dan teknologi sekarang ini sering membuat daku berpikir, sentul kenyut, jadi mahasiswa jaman sekarang ternyata enak belaka!

Aku kuliah di era teknologi informasi, dan sekarang ternyata sudah era big data, di mana apa-apa rasanya gampang, segampang jempol neken-neken layar sentuh di hape kita masing-masing. Maka sehubungan dengan kemudahan itu, hal yang paling membuat aku iri adalah gampangnya dapet informasi seputaran gadis manis. Kalau saja jaman dulu itu sudah ada Instagram model sekarang, pastilah hobiku ngecengin mahasiswi cantik bisa lebih terealisasikan dengan optimal. Dulu itu aku harus nyari info kiri-kanan, je… Dari angkringan ke angkringan.

Cuma saja kadang-kadang pula aku sakit hati juga. Ada banyak bertebaran informasi tentang gadis manis di Jokja, misalnya dari portal-portal web yang menyebutkan top sekian gadis cantik versi kampus tetangga, baik itu versi UMY, UPN, ISI, UII, atau UTY. Tentu dari kampusku UGM juga ada, tapi sayangnya penghuni kampus pojok yang berdiagonal sama swalayan Mirota Kampus nyaris tak tersentuh. Kesannya kampusku itu isinya makhluk butut semua, padahal ya tidak juga, lha wong 2 dari sekian pacar resmiku dulu adalah juga penghuni kampusku, kok. Masak iya mereka itu nggak cantik? Masak iya aku mau-maunya pacaran sama mahasiswi yang biasa-biasa sahaja? Nggak mungkin, kan?

Jadi demi mengimbangi informasi-informasi yang beredar di luar sana, sekaligus demi menjaga gengsi almamater, berikut ini akika sampaikan bahwa penghuni kampus akika juga bisa dibikinin list gadis manis bin berprestasinya. Berikut ini daftarnya:

5. Septi Adhi Nugroho

Ini satu-satunya gadis yang pernah jadi ketua umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer waktu tahun 2007. Bertubuh semok dan montok. Bahkan ukuran payudaranya sempat membuat rekannya sesama mahasiswi, Mbak Ipeh, nggumun dan bertanya-tanya, “Beh (‘Beibeh’ adalah panggilan sayang dari Mbak Ipeh untuk tokoh kita kali ini), itu kamu apain e, kok, bisa gede begitu? Aku juga mau e.” Demikian komentar Mbak Ipeh sambil sedikit minder.

Tokoh kita ini selain memiliki leadership skill yang tinggi, juga berkali-kali naik panggung pentas musik di seputaran kampus sebagai bas betot, eh, maksudnya sebagai pembetot bas nan susah dibedakan antara mana yang membetot dan mana yang dibetot. Selain aktif di kampus, mahasiswi padat ini juga aktif dalam kegiatan kepemudaan such as ronda malam di kampungnya di Glagahsari sana.

Septo Adhi Nugroho

4. Diwandaru Rose Tia

Gampang sekali membuat gadis asli Perumnas Seturan ini ceria, karena tertawa adalah hobinya. Cukup ceritakan kisah yang sedikit sahaja unsur lucunya, bisa dipastikan yang bersangkutan bakal langsung tertawa terbahak-bahak sampai ndangak-ndangak. “Hahaha…hahahaha… Hahaha…uhuk…uhuk…uhuk…” demikianlah bunyi tawanya yang biasanya diakhiri dengan terbatuk-batuk sampai ndingkluk-ndingkluk, sehubungan dengan hobinya yang selalu merokok (tanpa pilih-pilih apa mereknya. Pokoknya semua jenis rokok bisa dihisapnya. Hmmm, cangkem asbak!) tanpa terputus di luar jam kuliah.

Mengenai batuknya sendiri, seorang sejawat dari lakon kita ini pernah menasehatinya, “Oalah, Tia… Tia… Kowe ki wis maghrib. Akeh-akeho ndungo, ben sesuk mlebu surgo.”

Diwandaru Rousstia

3. Jun Matsumoto

Ditengarai sempat mengambil kerja sambilan sebagai suster di RS Grhasia di Pakem sana demi membiayai kuliahnya, membuat protagonista kita ini disegani (atau dihindari?) oleh tiap mahasiswa baru di kampusnya. Hobinya teriak-teriak di lobi kampus (katanya sekalian latihan vokal sehubungan gadis manis van Denpasar ini juga dikenal sebagai vokalis homeband kampusnya sekaligus kapten timnas futsal putri pula), setelah itu bisa langsung cengengas-cengenges begitu ada akhwat manis yang lewat.

Tapi di luar perilakunya tersebut, Mbak Jun dikenal royal dan suka berfoya-foya, dengan catatan manusia yang bakal ditraktirnya harus nurut kalau disuruh beli Bintang Buana Filter sebungkus dulu.

Anindito Baskoro Satrianto

2. Eny Abdullah

Sodorkan lipstik dan bedak lalu sekop dan pacul, niscaya kelompok barang nomer 2-lah yang bakal disambar oleh gadis asli Prambanan ini. Bahkan dicurigai bahwa figur yang 1 ini pulalah yang menjabat sebagai kepala tukang sewaktu mengerjakan orderan dari PT. Bandung Bandawasa, Tbk. untuk pembangunan Candi Sewu di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.

Mahasiswi ini memang ngetop di kampusnya sehubungan dengan kehandalannya dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga kuda, dicambuk dan didera, misalnya masang batako, nyemen tembok, instalasi listrik, pasang tegel, baik tegel keramik maupun non keramik, sampai juga babad alas dalam rangka mencari jalan untuk peserta outbond pada acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di kampusnya. Asal ada sebungkus Sampoerna A Mild warna merah, apapun akan dikerjakannya.

Beny Abdullah

1. D. Yuna Setiawan

Peringkat pertama jatuh pada kembang dusun Pogung Lor ini. Terkenal feminin, gemulai, lemah lembut, dan kenes, tapi bisa berubah jadi ganas serta intimidatif ketika memegang stik Playstation di tangannya, terutama untuk jenis seri game Pro Evolution Soccer. Memiliki kesebelasan andalan yang kurang umum untuk dimainkan, yakni timnas Turki.

Aksi-aksi panggungnya sebagai pemeran utama wanita dalam pelbagai pentas drama di kampusnya selalu mampu menciptakan histeria massa dari kalangan penggemarnya. Selama bertahun-tahun pula tidak ada homo sapiens lain yang bisa menggeser posisi pemeran utama wanita darinya berkat kemujaraban dan kenaturalan aktingnya. Dari sekian gadis-gadis di atas, memang figur yang 1 inilah yang paling mempesona.

Didit Yudha Setiawan

Nah, demikianlah daftar 5 bidadari tercantik jurusan Ilmu Komputer UGM. Situ punya jagoan cantik lainnya? Silakan tinggalkan kesan dan pesan sampeyan di kolom komentar. Huhuy!


Facebook comments:

  1. 2 Responses to “5 Mahasiswi Cantik Ilmu Komputer UGM”

  2. Masjoe, kenalin sama septi dong ????

    By garisg on Mar 20, 2016

  3. kamu mau apa e, bul? mau minta resep penggede payudara jugakah? 😆

    By Yang Punya Diary on Mar 22, 2016

Post a Comment