Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah…

Jadi aku lagi mau nanya kepada sidang pembaca yang terhormat, ada yang sudah baca isi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri terkait dengan Ahmadiyah (atau juga Ahmadiyya)? Kalo ada yang belum aku mau nyombong. Aku sudah baca, lho. Yang pertama aku baca di KOMPAS edisi kemarin, dan yang kedua aku baca versi online-nya di Detik.com, tentu saja.

Secara overall aku cuma bisa berlapang-dada sahaja dengan keputusan pemerintah kita itu. Setidaknya, itu adalah keputusan yang menurutku terbaik dari berbagai tuntutan yang ada saat ini, seperti tuntutan buat membubarkan Ahmadiyah dan mencapnya sebagai aliran sesat. Tapi ya tetap saja, yang namanya overall bukan berarti lantas aku setuju dengan semua poinnya.

Menyinggung sedikit saja tentang sesat-menyesatkan, aku pernah ngomong ke Chiell waktu kami berdua masih jadi orang kere kuli pameran komputer. Aku sempat bilang ke dia, jangan sampai pemerintah kita ataupun MUI mengeluarkan fatwa yang menunjuk bahwa Ahmadiyah adalah sesat. Lebih baik Ahmadiyah dianggap sebagai agama baru saja. Agama yang di luar Islam, seperti Kristen, Katolik, Buddha, atau Hindu, atau apapun itu, kalau Ahmadiyah memang mau dianggap melanggar akidah pokok agama Islam. Asal jangan dibilang aliran sesat saja.

Bukan apa-apa, John. Masalahnya ketika sebuah aliran atau golongan atau organisasi disebut sebagai kaum yang sesat – apalagi ada embel-embel “Islam sesat”-nya -, biasanya pasti bakal ada keributan. Orang-orang tolol sok kuat yang merasa mewakili “kemurnian” ajaran Islam biasanya bakal melakukan “pembantaian” besar-besaran terhadap golongan tersebut. Orang-orang kita, Endonesa ini, belum cukup dewasa untuk menerima perbedaan, yang padahal kalo mau bicara perkara sesat dan menyesatkan dalam konteks Islam, agama yang selain Islam harusnya dicap sebagai agama sesat juga. Toh pemerintah nggak pernah melakukan hal itu, kan? Bisa runyam negara ini kalo fatwa sesat itu dikeluarkan secara resmi di hadapan publik sambil menunjuk seluruh agama yang bukan Islam. Siapa yang mau dikata-katain sebagai manusia sesat?

Dan balik ke Ahmadiyah. Sekarang aku mau ngasih tunjuk 1 poin di mana aku nggak sreg sama pernyataan pemerintah:

2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Yeah, itu. Di situ itu aku agak nggak sregnya.

Okelah, salah 1 ajaran pokok Islam adalah mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir dan tidak ada nabi lagi setelahnya. Dan, dalam benak masyarakat sekarang ini, salah 1 inti ajaran Ahmadiyah adalah mengakui Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Muhammad. Ini yang membuat orang-orang (yang pada ngaku pemeluk) Islam “murni” itu berang. Padahal, apa iya kayak gitu?

Aku ceritakan, Mas Dab, waktu aku pertama kali datang ke Jokja jauh-jauh dari Denpasar numpang bis malam Safari Dharma Raya, tempat pertama yang kudatangi setelah aku turun dari bis adalah sebuah rumah kos-kosan di daerah Demangan Baru. Yang punya rumah itu adalah sepasang eyang yang kemudian kubahasakan sebagai “Eyang Malang” (ini memotong seenaknya dari nama komplit beliau).

Di situ itu sebenarnya kos-kosan untuk putri. Tapi karena 1 dan lain hal, juga berkat keahlianku bermain silat sambil menggunakan lidah, aku diterima sebagai satu-satunya cowok yang ngekos di situ. Betapa menyenangkannya. Dan berkat ilmu silatku itu juga, suatu ketika waktu budheku dari Solo datang buat silaturahmi, eyang putri di situ sempat memberi testimonial tentang aku ke budheku. “Ditto itu anak laki-laki tapi perangainya halus sekali, ya. Persis Raden Arjuno,” kata eyang putri di situ yang membuat budheku nyaris tersedak air teh yang sedang diminumnya.

Perhatikan, sodara-sodara! Anindito Baskoro Satrianto berhasil melakukan penipuan lagi kepada publik, hahaha!

Balik lagi ke perkara tempat kosku itu. Di ruang tamu di situ – tempat aku sering numpang nonton infotainment artis di tivi – aku liat banyak sekali foto-foto yang waktu itu kucurigai sebagai foto-foto ulama. Ciri khasnya jelas: surban dan baju gamis. Eyang Malang berdua ini memang agamis sekali, selain baik sama aku, tentunya. Misalnya aja, aku yang waktu itu sedang persiapan UMPTN selalu dibawakan cemilan tiap malam pas aku sedang (pura-pura) belajar. Kalau pagi, aku dibikinin susu sama kadang-kadang dianterin sarapan. Benar-benar fasilitas yang kayaknya cuma khusus buat aku. Sudah satu-satunya cowok, diistimewakan pula. Mewah, dah, pokoknya.

Eyang Malang juga sering nasehatin aku supaya tiap malam jangan lupa shalat tahajjud, memohon kepada Allah supaya ujian UMPTN-ku diberi kemudahan.

Begitulah, sodaraku. Yang aku tau adalah bahwa Eyang Malang berdua itu seorang pemeluk Islam yang taat, tanpa pernah tau sampai ketika kemudian hari adik perempuanku juga kos di sana, dia mengenali salah 1 foto ulama yang ada di ruang tamu itu sebagai Mirza Ghulam Ahmad!

Eyang ternyata penganut aliran Ahmadiyah.

Tapi apa kemudian itu jadi problem? Buat aku tentu saja tidak. Yang membuat perasaanku memang sedikit agak janggal adalah bahwa eyang putri setiap hari Jumat juga selalu berangkat Jumatan. Apa itu masalah? Nggak, kan? Dalam Islam “murni” sendiri nggak ada larangan kepada perempuan untuk Jumatan, tho? Tapi ya memang cuma agak nggak lazim aja, sih, menurut perasaanku. Di Endonesa ini nggak banyak kaum perempuan yang ikutan Jumatan, soale. Selebihnya, semuanya sama saja. Nabinya eyang yang terakhir setauku juga tetap Muhammad. Eyang juga masih membaca Alqur’an sebagai kitab sucinya. Terus pagi-pagi aku selalu dibangunkan sama suara pengajiannya Zainuddin Zidane, aeh, Zainuddin M.Z. via radio yang disetel sama eyang. Mirza Ghulam Ahmad? Ah, dalam penafsiran mereka, Oom Mirza itu cuma Imam Mahdi yang dijanjikan bakal muncul sendiri oleh Nabi Muhammad pada akhir jaman.

Jadi, sekali lagi, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad itu “cuma” Imam Mahdi. Bukan nabi!

(Cuma, aku sendiri memang sedikit sangsi, sih. Ini perkara personal. Aku meyakini Imam Mahdi bakal muncul di dunia ini kemudian didampingi oleh Nabi Isa. Tapi ke mana sembunyinya Nabi Isa? Padahal Imam Mahdi-nya sudah nongol)

Kalau sudah begini, lalu di mana letak kesesatan Ahmadiyah? Tidak ada ajaran pokok Islam yang dilanggarnya, kok. Semuanya masih sama. Tuhannya sama, nabinya sama, kitab sucinya sama. Kalo ada yang menganggap kitab-apa-itu-namanya-aku-lupa dari Oom Mirza itu sebagai kitab sucinya Ahmadiyah, itu bohong besar kataku. Kitab itu cuma diposisikan sebagai kumpulan catatan-catatannya Oom Mirza yang berisi nasehat-nasehat dalam menjalani hidup saja. Itu thok.

Sekarang, kalo perkara penafsiran terhadap Imam Mahdi, apa itu merupakan pelanggaran terhadap ajaran pokok Islam? Masalahnya, apa di Alqur’an sendiri Allah pernah menyebut ciri-ciri detail Imam Mahdi? Nggak, kan? Kalo sudah begini, apa berarti mereka yang menafsirkan dan mengakui Oom Mirza itu sebagai Imam Mahdi itu lantas berarti bukan pemeluk Islam? Ah, ada-ada aja. Menurutku Ahmadiyah belum melanggar kaidah pokok agama Islam. Lalu kenapa banyak pihak yang mendesak pemerintah supaya Ahmadiyah diberi cap sesat?

Jadi ya begitulah setidaknya yang aku tau. Maka kalo sekarang ada yang mau meralat apa yang aku tau, monggo, silakan saja. Aku bakal senang sekali bisa dapat informasi tentang dunia selebritis di tanah air yang baru.

Facebook comments:

40 Responses to “Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah…”

  • lambrtz says:

    *nonton, pingin ngerti juga*

    eh joe, apa berarti ahmadiyah mirip dengan mormon di kristen?

  • monorawx says:

    ya toleransi sing angel bgt dilakoni

    padahal ya d endonesia yang bhinneka..

    jarene kowe wes tau moco kabeh kitab2 yo joe?

  • Friend says:

    Pertamax neh…

  • mia says:

    Negara2 laen uda berlomba bikin motor hemat energi,bahan bakar alternatif, obat2an canggih utk menolong umat manusia, tapi kok negara kita masih saling tuduh2an penganut aliran sesat?!? Pleiz de….

  • Kroco Geddoe says:

    Kalau menurut saya, ya, mbok coba dibayangkan kalau agama kita itu dicerca habis-habisan. Bayangkan ibu dan ayah kita dianggap sesat. Adik-adik kita diperintahkan taubat oleh orang-orang yang tak jelas asal-usulnya. Pemerintah dituntut membimbing kita supaya mengubah keyakinan kita. Kemudian ada yang membela, tapi sehabis itu babak belur dihajar di Monas. Dan akhirnya, kita tidak diperbolehkan menyebarkan ajaran kita.

    Tidak enak, tho?

    Kalau kata saya ya logika dasar saja. Kalau tidak mau dibegitukan, ya tidak usah membegitukan orang. :P Kalau tidak salah sih, itu yang namanya toleransi. Sudah diajarkan sejak kita belum sunatan. :D

  • Friend says:

    Eh enggak ternyata…
    Hemmm……..saya mbela siapa yah…
    yang jelas mbela agama saya..

  • chiell says:

    Wah, ga setuju aku mas.

    Km posting hanya berdasar apa yang kamu lihat secara sekilas.

    Bisa aja eyangmu itu bukan penganut Ahmadiyah. hanya orang Islam beneran yang menganggap mas Ghulam sebagai guru.

    Aku ga tahu juga sih. Tapi kata orang-orang, dan menurut 12 butir perjanjian Ahmadiyah dan MUI, memang Ahmadiyah memandang Mirza Ghulam sebagai nabi dan punya Kitab Suci sendiri.

    Kita perlu tanya sama penganut Ahmadiyah ini. Ada yang penganut Ahmadiyah di sini??

  • ngene joe..nek setauku yang membuat mereka sesat iku tauhidnya, jadi gini, setauku Islam itu tuh ya “La ilaha ilallah Muhammad Rasulullah” titik! ndak pake ada Mirza Ghulam Ahmad segala, itu hal yang bikin Ahmadiyah beda dengan “Islam pada umumnya” itu..

    Kalo soal peribadatan, setauku mereka sama aja koq, malahan beberapa aliran laen lebih aneh, kaya LDII yang kalo bukan aliranya dianggap najis, dah pernah blom rampungshalat trus dipel? hehehe..ada juga Syi’ah, malahan lebih parah karena mereka tidak mewajibkan jum’atan, tur shalatnya cuma 3 kali sehari..tapi kenapa Syiah dan LDII itu tidak diperangi dan tetap dianggap Islam?ya itu tadi, mereka masih satu Tauhid dengan “Islam pada umumnya”..sedangkan Ahmadiyah membuat kesalahan fatal dengan membuat Nabi baru setelah Rasulullah Muhammad..

    Oia FYI : Ahmadiyah pun ada 2 aliran, yang satu total mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, yang satunya hanya menganggap sebagai Wali/Imam saja..mungkin Eyang Malang itu adalah penganut aliran yang kedua

  • astikirna says:

    Ohh… ngunu to joe… ternyata kw ngekos di demangan baru… nah pesennya eyang Malang (malang karena kena tipu Joe) buat kamu sholat tahajut dijalankan ndak…opo jawabanmu nitip do’a mawon nggih yang…hhooo… apik2…pinter…sekolah adoh2 nek ra pinter yo kebangetan…

    wes ah kok ketok’e commentq mlebu kuping kiri metu kuping kanan’e si Joe…

  • nirwan says:

    kurasa…yg dah sesat…yg punya blog ini ….. hahahahahaha :D

    (sori joe…just kidding)

  • joe..semakin aku baca postinganmu semakin aku pengen diskusi (kalo ada waktu) ttg agama. kalo boleh bisa kirim ke emailku, rada penting. soale aku mau mempersiapkan alasan2/argumentasi logis yang bakal dilontarkan orang2 sekelilingku terhadap ‘kedalaman iman’ suamiku dan aku bakal nyampe di endonesa sabtu ini. matur nuwuwn sanget ya!

  • funkshit says:

    setuju sama nyamuk bingung . . . Eh , si mirza itu klo di ahmadiyah dianggap sebagai nabi atau imam mahdi emangnya ?

  • Nazieb says:

    Hmm.. Jadi do’i itu semacam Habib Rizieq bagi FPI ya mas dab?

  • untuk lebih ilmiah dalam pembahasan masalah Ahmadiyah, bisa teman teman baca di asysyariah[dot]com http://www.asysyariah.com

    Thnks

  • lambrtz:::
    wah, entah, djo, aku belum pernah mendalami kristen mormon. tapi yang aku tau memang ada banyak sekte, kan?

    monorawx:::
    maksudnya agama yang diakui di indonesia, nox?
    wah, belum semua, kok. aku belum pernah baca tripitaka. belum punya akses yang memadai buat ke situ soale. jadinya sementara ini puas2in mbaca komik buddha dulu :D

    Friend:::
    pertamax? sayangnya bukan :lol:
    kalo masalah bela2an, wah, emangnya agama kita (agamamu sama agamaku sama bukan?) lagi diserang sama agama yang mana ya?

    Kroco Geddoe:::
    toleransi dan HAM itu produk barat. kafir keparat kamu, ged! :twisted:

    chiell:::
    lho, kamu sudah baca ahmadiyah.org yang linknya ta’kasih di atas itu belum? kalo belum, ta’kopiin lagi beberapa pokoknya:

    1. Percaya pada semua aqidah dan hukum-hukum yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadits, dan percaya pada semua perkara agama yang telah disetujui oleh para ulama salaf dan ahlus-sunnah wal-jama’ah, dan yakin bahwa Nabi Suci Muhammad saw. adalah nabi yang terakhir.

    2. Nabi Muhammad saw. adalah khatamun-nabiyyin. Sesudah beliau tidak akan datang nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru.

    3. Sesudah Nabi Suci Muhammad saw., malaikat Jibril tidak akan membawa wahyu nubuwat kepada siapa pun.

    4. Apabila malaikat Jibril membawa wahyu nubuwwat (wahyu risalat) satu kata saja kepada seseorang, maka akan bertentangan dengan ayat: walâkin rasûlillâhi wa khâtamun-nabiyyîn (QS 33:40), dan berarti membuka pintu khatamun-nubuwwat.

    5. Sesudah Nabi Muhammad saw. silsilah wahyu nubuwwat telah tertutup, akan tetapi silsilah wahyu walayat tetap terbuka, agar iman dan akhlak umat tetap cerah dan segar.

    6. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw., bahwa di dalam umat ini tetap akan datang auliya Allah, para Mujaddid dan para Muhaddats, akan tetapi tidak akan datang nabi.

    7. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad 14 H. Dan menurut Hadits, mujaddid akan tetap ada. Dan kepercayaan kami bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi, tetapi berkedudukan sebagai mujaddid.

    8. Percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukan bagian dari Rukun Islam dan Rukun Iman, maka dari itu orang yang tidak percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa disebut kafir.

    9. Seorang muslim, apabila mengucapkan kalimah thayyibah, dia tidak boleh disebut kafir. Mungkin dia bisa salah, akan tetapi seseorang dengan sebab berbuat salah dan maksiat, tidak bisa disebut kafir.

    10. Kami berpendapat bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah pelayan dan pengemban misi Nabi Suci Muhammad saw.

    nyamukbingung:::
    info yang bagus, ry. dan malah semakin mempersudut posisi pemerintah kenapa melakukan generalisasi kepada seluruh jemaat ahmadiyah, tanpa memandang yang mana syahadatnya :D

    eh, syiah juga macam2 aliran lho. ndak semuanya kayak yang dibilang di pengajian2 itu bahwa alqurannya mereka beda. beberapa aliran syiah malah sama plek kayak sunni. bedanya mereka memang lebih memposisikan ahlul bait nabi lebih daripada sahabat yang lain

    astikirna:::
    itu kan nasehatnya cuma buat UMPTN aja. skrg UMPTN sudah ndak ada lagi :P

    nirwan:::
    udah kebal, bang. itu sih gelar lama dari jaman waktu masih di id.wordpress.com dulu :mrgreen:

    Mak-nya Naila:::
    ibuuuuuuuuuuu…
    mati dah gua!
    wadow…kapasitas saya belum mumpuni, mbak. iqro’ aja belum tamat. cuma sampai iqro’ 5
    waduh..waduh..waduh..nanti saya jawab sekenanya aja ya :mrgreen:

    the hobbit:::
    ada. bacok2an itu selalu ada. pasti kamu jarang nonton pilem holiwut, win

    tapi ya memang celaka aja kalo budaya bacok2an itu membudaya secara total di indonesia. kalian, makhluk2 murtad dari himakom ndak ada yang bisa selamat. soale kalian menganggap joe satrianto sbg tuhan dan memposisikan didit yudha alfiansyah sebagai nabi (posisi malaikat masih kosong. kemarin radityandaru sempat mencoba melamar tapi terbentur persyaratan tinggi badan) :twisted:

    funkshit:::
    kalo merujuk ke keterangannya oom fachry, memang ada 2 aliran berarti. celakanya, pernyataan pemerintah terkesan berlaku general buat semua awak ahmadiyah. ini yang harus diluruskan, biar massa kita yg brutal itu ndak salah persepsi lagi ;)

    Nazieb:::
    lha, ooo… kalo yang itu saya malah baru tau. ternyata habib rizieq itu imam mahdi ya?

    Ardian Yuli Setyanto:::
    makasih, ar. tapi, di luar perkara mereka yang syahadatnya beda, perkara penafsiran, tiap manusia pun memiliki ijtihadnya sendiri2, kan? tinggal nanti siap2 aja dimintain tanggung jawabnya sama yang Maha Mengerti-hambanya dan Maha Adil

  • the hobbit says:

    aku nontone boliwut jon…

    biasane ga bacok2an…
    tapi pake stik hoki…

    hahaaa

    trus nonton yg jepang2 juga…

    tapi biasane ditetesi lilin karo dipecut2
    tur raiso mbales soale ditaleni neng kasur…diborgol juga :D

  • aphip_uhuy says:

    buat nambah referensi aja joe…
    ni ane ambil dari
    http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1085&Itemid=269

    Ahmad Syafii Maarif :

    Tindakan kekerasan, brutalitas, bahkan peperangan atas nama agama bukan barang baru dalam sejarah peradaban (kebiadaban) manusia. Pelaku tindakan ini merasa paling beriman di muka bumi. Karena menganggap diri sebagai makhluk agung di antara manusia, mereka mengangkat dirinya sebagai orang yang paling dekat dengan Tuhan.

    Karena itu, mereka berhak memonopoli kebenaran. Seakan-akan mereka telah menjadi wakil Tuhan yang sah untuk mengatur dunia ini berdasarkan tafsiran monolitik mereka terhadap teks suci. Perkara pihak lain akan mati, terancam, binasa, dan babak belur akibat perbuatan anarkis mereka, sama sekali tidak menjadi pertimbangan. Inilah jenis manusia yang punya hobi “membuat kebinasaan di muka bumi”, tetapi merasa telah berbuat baik.

    Seorang Presiden, George W. Bush, penganut Kristen puritan fundamentalis telah memakai agama untuk menghancurkan bangsa lain yang tak berdaya dengan seribu dalih. Perkembangan terakhir menunjukkan semakin banyak tentara Amerika yang bunuh diri karena diimpit suasana putus asa: perang di Afghanistan dan Irak tidak kunjung usai. Mereka memilih mati berkalang tanah daripada hidup becermin mayat. Itu belum lagi yang menjadi gila, rusak ingatan akibat perang yang dipaksakan. Bush dan para pendukungnya yang haus darah tidak hirau dengan semuanya ini.

    Sementara itu, di kalangan segelintir Muslim, termasuk di Indonesia yang berkoar anti-Barat, atas nama agama telah membencanai tempat-tempat ibadah, perkantoran, bahkan rumah-rumah mereka yang berbeda agama atau mereka yang dianggap sesat dengan menggunakan fatwa MUI. Para pengrusak ini dari sudut pandang sistem nilai tidak banyak berbeda dengan Bush yang secara lahiriah ditentang oleh mereka. Di sinilah ironi itu berlaku. Dalam retorika politik, mereka seperti bermusuhan. Tetapi, dalam kelakuan, mereka bersahabat. Bedanya, Bush merusak dalam skala besar dengan persenjataan modern, sedangkan mereka dalam skala kecil, seperti dengan memakai pentungan, golok, linggis, dan lain-lain. Sementara itu, aparat seperti tidak mampu menghalangi mereka.

    Dengan mengatakan demikian, anda jangan salah paham bila dikaitkan dengan paham Ahmadiyah yang jadi berita besar sekarang ini. Secara teologis, saya menolak 200 persen pendapat yang mengatakan bahwa ada nabi pasca-Muhammad, sekalipun katanya tidak membawa syariat. Jika memang begitu, mengapa harus dihadirkan nabi baru? Di sinilah saya gagal memahami kehadiran aliran Ahmadiyah. Mengapa tidak kembali saja kepada ajaran Islam semula. Adapun jika Ghulam Ahmad dipercayai sebagai pembaru, mungkin masalahnya tidak menjadi ruwet, sekalipun sebagian besar umat Islam tidak mengakuinya.

    Sepanjang sejarah Islam selama sekian abad, umat yang percaya kepada kemunculan pembaru bukan barang baru, tetapi hanya sebagian tokoh yang memercayainya. Dengan pernyataan ini, posisi saya tentang Ahmadiyah sudah sangat gamblang. Memang dalam beberapa hadis dikatakan tentang akan turunnya nabi Isa sebelum kiamat. Dan katanya, Ghulam Ahmadlah orangnya.

    Saya sungguh berharap agar hadis-hadis serupa ini diteliti kembali, sebab implikasinya sangat dahsyat. Maksud saya, jika Isa masih harus turun kembali, berarti misi Muhammad gagal. Saya tidak percaya bahwa nabi Isa masih hidup, karena dia adalah manusia biasa yang atas dirinya berlaku sepenuhnya hukum alam: lahir, dewasa, tua, dan mati. Tetapi, Alquran membantah bahwa kematian nabi Isa karena disalib. Masalah ini biarlah tidak diperdebatkan panjang-panjang, sebab saudara-saudara Kristen kita memercayai bahwa Isa mati di kayu salib. Kita tidak perlu memasuki teologi mereka.

    Kembali kepada masalah kekerasan atas nama agama. Saya akan membela sepenuhnya posisi Ahmadiyah jika mereka dizalimi, hak milik mereka dirampok, dan keluarga mereka diusir. Ini perbuatan biadab karena pengikut Ahmadiyah itu punya hak yang sama dengan warga negara Indonesia yang lain menurut konstitusi Indonesia. Jika mereka dizalimi, aparat dan kita semua wajib melindungi mereka. Bahkan, seorang warga negara Indonesia penganut ateisme, tetapi patuh kepada UUD, tidak ada hak kita untuk membinasakan mereka. Kita bisa bergaul dengan mereka dalam masalah-masalah keduniaan. Mereka juga punya hak hidup dengan ateismenya.

    Di sinilah pentingnya kita memahami secara jujur diktum Alquran dalam Albaqarah ayat 256, “Tidak ada paksaan dalam agama.” Jika Tuhan tidak mau memaksa hambanya untuk memeluk atau tidak memeluk agama, mengapa kita manusia mau main paksa atas nama Tuhan? Sikap semacam inilah yang bikin kacau masyarakat. Oleh karena itu, Alquran jangan dibawa-bawa untuk menindas orang lain. Kekerasan atas nama agama adalah pengkhianatan yang nyata terhadap hakikat agama itu sendiri.

  • vcrack says:

    sama dengan pikiranku mas joe.. sayang kita blm pernah diskusi, duduk bersama..

  • vcrack says:

    eh.. eh.. kapan2 saia juga mau curhat tentang ini ama mas joe.. hihiiii

  • yang saya tahu, tiap kali diajak ngobrol sama bapak tentang ahmadiyah, yang ada setelah itu saya malah senut2 pusing sendiri. beliau salah satu yang menganggap kalo ahmadiyah itu menyimpang dan mending kalo keyakinannya gak bisa diluruskan, jadi agama sendiri aja. intinya, saya setuju aja dah, mending ahmadiyah tu jadi agama sendiri aja. beres perkara!

  • fertob says:

    Di Kristen, sepengetahuan saya, banyak sekali aliran-aliran. Amat sangat banyak. Yang disebutin the hobbit itu hanya beberapa saja. Tetapi kalau mau ditelusuri, bisa sampai ribuan. Belum lagi kalau ordo-ordo, sarikat-sarikat, perkumpulan2, dll dihitung sebagai aliran tersendiri.

    Yang satu bisa mengatakan yang lain menyimpang. Methodis, misalnya, menganggap Lutheran menyimpang dan sesat. Baptis mengatakan Mormon itu sesat dan menyesatkan. Dan masih banyak lagi. Itu sudah biasa sejak jaman dulu.

    Tapi intinya, mengapa harus ada pemaksaan dan kekerasan dalam berkeyakinan. Itu yang paling tidak saya mengerti. Mau dia jungkir balik atau menyembah pohon sekalipun (courtesy Guh) tetap saja itu keyakinannya, dan itu tidak bisa dilarang, apalagi dilarang dengan menggunakan kekerasan, pemaksaan, dan kekuasaan.

    SKB itu, terus terang, cuma JALAN AMAN supaya pemerintah dianggap “merangkul semua pihak”. Tidak ada prinsip penghormatan terhadap kebebasan berkeyakinan disitu. Intinya, pemerintah menempatkan dirinya sebagai penafsir tunggal kebenaran suatu agama dan membuat penduduknya mengikuti penafsiran tunggal tersebut.

    Lalu, mengapa tidak sekalian kita jadi negara agama ? :lol:

    SKB itu “banci”, cari aman, dan yang saya tahu, alasan pemerintah mengeluarkan SKB itu supaya Munarman menyerahkan diri. Dan terbukti kan ? ;) SKB itu terbit pagi hari, sorenya Munarman menyerahkan diri sambil senyum-senyum kemenangan karena berhasil “mengalahkan” pemerintah.

    Kalau begitu saya juga bisa seperti Munarman. Saya bunuh seorang menteri/pejabat, terus kabur melarikan diri, dan kirim email dengan syarat “saya akan menyerahkan diri jika harga BBM diturunkan”. Hwakakakakak….

    Jadi apa negara kita ?

  • wira says:

    aku no comment deh Joe, karena itu di luar ilmuku, hwhauhuaa

    tapi kalo boleh nitip pesen, buat siapa saja, jgn pakai kekerasan ya.. mbok ya damai gitu, akur… kan sedap dipandang mata :-)

  • [...] gara-gara kemarin aku bikin postingan tentang Ahmadiyah dan nyepam lewat Y!M lagi, aku tiba-tiba langsung mendapat banyak respon – gara-gara pas nyepam aku [...]

  • detnot says:

    mensikapi perbedaaan tanpa kekerasan apa sih susahnya?

    *siyul2

  • hoh, mas joe…bewneeerrr…akhir-akhir ini banyak skali pendukung fpi. padahal diluar ahmadiya masi banyak aliran yang rada aneh lo. di keluargaku aja islamnya macem-macem (walo ga ada yang ahmadiya sih)

    bagi gw sepanjang ahmadiya ga ngeganggu ibadah umat islam lain kenapa kita harus panas sih? doyan banged yak orang2 itu cari ribut.

    lagian coba aja dibalik de, klo ahmadiya itu 80% di indo dan islam cuman 5 % di indo, trus orang tereak2 islam itu sesat rumah ibadah dibakar tanpa ba bi bu, laaa…coba mikir yang kayak gitu bagi yang menghalalkan darah ahmadiya.

    gw sendiri bingung kok ya doyan ngurusin kepercayaan orang lain. bener kata mas joe, alangkah lebih baik kalo ahmadiya dijadikan agama baru, masalah selesai sentosa.

    yang konyol malah orang2 itu menganggap kekerasan terjadi karena ga ada jalan damai lagi bagi ahmadiya. masa sih? kok waktu aad aksi damai di monas mreka langsung dipentungin :lol:

    sesuai pasal 29 uud 1945 setiap orang punya kebebasan untuk memiliki kepercayaan dan keyakinan.

    anda bilang islam anda paling benar belum tentu bagi orang lain anda benar. belajar toleransi dikid laaa…

    n.b:weee…kata anda di sini bukan ditujuiin ke mas joe loooo..tapi orang2 yang menganggap dirinya paling bener itu loooo yang sok2 berhak menghakimi ahmadiya :lol:

  • ghaniarasyid says:

    btw mas joe…
    dari sumber yang aku denger,
    Ahmadiyah itu terbagi dua golongan…
    Ada Qodian sama Lahore.

    Yang mengakui bahwa MGA itu nabi adalah salah satunya (aku lupa yang mana).
    Tapi yang satu lagi nganggep MGA hanya ulama panutan mereka aja…

    Mohon maaf sumbernya nggak jelas, soalnya ingetanku terbatas :mrgreen:

  • Pras says:

    Daripada maen langsung ngecap atau memvonis sesat, kan lebih elegan meng-counter ajaran yang dianggap “melintir” itu dengan ajaran yang bener…berdasarkan Al-Quran & Al-Hadits..

  • asri says:

    waduh, postingannya SARA sih, jd bkin runyam… hohoho
    sy abstain deh, nda ngerti ma ajaran Ahmadiyah soalnya, n nda mw ngerti… mending memperdalam ilmu yg dmiliki pd agama sndiri…
    peace ^^

  • tokek says:

    Hmmm…setau sy siy, yg menyipang dr ahmadiyah itu adalah “pengakuan mereka klo Isa as. di salib”.
    Dalam islam, nabi Isa as. ‘diangkat’ oleh Allah SWT (wallahu’alam skrg d mn).
    Tp hanya ahmadiyah lah yg meyakini klo Isa as. mati di salib.

    wallahu’alam

    silahkan cari2 referensi lain :D

  • Mirja nama online says:

    artikel penulis yang mengatakan ahmadiyah ini tidak sesat dengan mengatakan ahmadiyah tidak sesat adalah sangat lucu karena hanya melihat dari kebiasan Eyang Malang yg sangat alim. Mungkin Eyang malang tersebut kurang faham dan belum menjalankan secara betul ajaran si Mirza Ghulam Ahmad sehingga pelaksanaan ibadahnya masih seperti umat islam pada umumnya, makanya penulis merasa ajaran ahmadiyah tidak sesat. Penulis juga tidak pernah pernah cerita apa pernah diskusi dengan Eyang Malang mengenai apa itu ahmadiyah dan pemahamannya.

    Seharusnya penulis mencari artikel atau lebih banyak membaca mengapa di Pakistan ajaran si Mirza ini dilarang. MUI jelas-jelas melarang.

    Yang sudah terlanjur jadi Ahmadiyah seharusnya disadarkan.

  • the hobbit:::
    boliwut ra seru win. pulisine tekone mesti telat, soale :lol:

    aphip_uhuy:::
    nyahahaha…pancen kader muhammadiyah!

    vcrack:::
    kkn sik, kono!

    afie_yang_memang_maniez:::
    yayaya, beres perkara, fie. sama aja kayak sunni ekstrim nganggap syiah itu gimana, kan? ohohoho…

    fertob:::
    jadi semrawut, bang :lol:

    wira:::
    betul…

    detnot:::
    buat kita mungkin ga repot, masdab. tapi buat orang2 di luar sana itu kayaknya yang macam begituan itu sulit sekali

    pembunuh nyamuk:::
    ahahaha, saya cukup cerdas kok untuk menilai maksud ‘anda’, kakakaka

    ghaniarasyid:::
    yep! itu dia. jadinya kalo ahmadiyah thok yg diberangus, tanpa mandang yang versi mana yang punya nabi selain muhammad, kasian kan sama pemeluk ahmadiyah yang masih menganggap muhammad sebagai nabi terakhir?

    Pras:::
    dari dulu aku memang lebih seneng counter dengan cara elegan kok. ndak suka pukul2an soale

    asri:::
    silakan, mbak

    tokek:::
    wah, kalo yg ini saya malah belum pernah baca. baru tau dari sampeyan

    Mirja nama online:::
    saya malah jadi bingung, yang lucu itu saya atau sampeyan? :lol:
    belum pernah tau kalo ahmadiyah sendiri terbagi jadi 2 aliran besar po, oom?
    jadi, siapa yang seharusnya membaca lebih banyak? :mrgreen:

  • faizal says:

    Nunut ngising John…
    Yak opo kabare Ahmadiyah saiki yo? Ketokane tetep ae…
    Nek Imam Mahdi wes muncul, berarti sing dadi Dajjal’e sopo John?

  • ahmadiyah bukannya memang sebenernya sudah ada di sini sejak indonesia belum merdeka, zal? jadinya kalo skrg tetep2 aja, berarti memang ada yang perlu kita curigai: siapa yang menggunakan isu ahmadiyah untuk memeprkeruh suasana damai selama beberapa tempo kemarin itu, dan apa tujuannya, kenapa baru kemarin2 itu ributnya?

  • ferdi says:

    ASS.WR.WB..MAS JOE..
    LAM KNAL MY NAME IS FERDI..
    KLO BLEH MLURUSKAN SDIKIT…TTNG AHMADYAH,
    AHMADIYAH BUKAN AGAMA BARU,TP HANYA MLURUSKAN SAJA TTNG KEKELIRUAN TRHADAP ISLAMDAN KRISTEN KHUSUSNYA..PERNAH DENGAR IMAM MAHDI?…KAN..DIALAH YG SLAM INI DI TNGGU OLEH ISLAM/NASRANI..DAN DIA DAH DTNG,DAN KDATANGAN DIA BKN ISAPAN JMPOL ATO DNGENG…IMAM MAHDI SENDIRI YAITU ISA ALMASIH YG DITNGGU2 OLH KRISTEN..SGALA SUMBER KABAR GHAIB TTNTG KDATANGANYA HADRAT IMAMA MAHDI AS.SUMBERNYA DARI SABDA NABI MUHAMMAD SAW. ADAPUN TERJADINYA kabar2 ghaib itu.kdang2 secara zahir,dan ada juga yg memerlukan tabir.
    Maka untk memahami arti mksud yg sebenarnya dr nubuawatan/kbar ghaib itu sy jlaskan dibawah ini beberapa praturan bgaimana menlitinya:

    1.setiap hadits tg berisi kabar ghaib dan ternyata sdh sempurna ternyata sdh sempurna trjadi dlm zaman ini,maka hadhits tersebut wajib di percai wlopun ulama mngatakan lemah(dho’if)
    2.Hadits ttng dtngnya Imam Mahdi as.adalah suatu mslh yg tdk dpt di ingikari,hal ini diutarakan oleh Allama Nawab Shidiqhasan khan dlm bukunya hijajul karamah hal 434.
    bgini aja deh…klo mau lngkap buka aja ….ke http://WWW.alislam.org/info@ahmadiyah.or.id..ok?...
    aq bukan orng ahamadiyah …..tp suka sngan ajaranya,yg akan mluruskan yg salah..met malam,ALLaH memberkati..

  • andi vien says:

    tolong anda jangan asal ngomong bahwa ahmadiyah itu sesat …. pelajari dulu dong !!! sekarang saya tanya ada ngga ajaran di ahmadiyah yg mengajarkan kesesatan … kenapa anda tidak mengutuk ajaran2 sesat yang membuat orang menjadi teroris , kenapa para ulama kerjaan nya cuma menghasut umat saja bukan mengajarkan sifat dan kebaikan islam

  • Kang Mitro says:

    Bingung euy, dari dulu yang sesat tenang-tenang saja tapi yang merasa tidak sesat malah mbingungi. Apa jagat sudah terbalik? Biasanya orang yang benar yang tenang dan orang yang salahlah yang berkoar. Jadi kalau pake rumus neh sapa yang salah ya?

  • ken says:

    mbuh kang……ora ngerti blas……! tp saya punya saran….yg tengah2 saja….bagaimana….?

  • rafes says:

    ahmadiah sesat jon,,,,dah beda baca kalimah syahadatnya! ga sah lg kt cr pembenaran ahmadiah dan wak ghulam jelas2 jelmaan mas dajjal almasih.

  • juki says:

    Yang komen disini belajar agama yang lebih tekun yaa!
    Memang orang awam kayak kalian wawasannya sempit.

Leave a Reply

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Almanak
Wangsit Bergambar




SEO Powered By SEOPressor