Anak Kecil yang Kepengen Menang

Suatu malam, aku sedang di kantor, melamunkan Dian Sastrowardoyo, bergantian dengan Zaskia Mecca. Waktu berlalu dengan cepatnya. Tanpa sadar entah bagaimana mulanya, tau-tau aku sudah terjebak obrolan dengan Kimi yang anak Psikologi UI itu via Yahoo! Messenger.

Kami ngobrol ngalor-ngidul, sampe akhirnya Kimi cerita tentang seorang anak (yang dicurigai sebagai anak esempe) yang suka nyolot.

Kimi cerita kalo pada suatu hari ketika dia nyasar-nyasar di blognya sang bocah – yang menurut shohibul hikayat di blognya dia sendiri bernama lengkap Ragil Cahya Maulana – dan kemudian membaca-baca 1 tulisannya, Kimi menemukan kejanggalan dengan penyebutan Kristen sebagai etnis alih-alih agama.

Tentu saja Kimi jadi iseng. Dia ngasih komen di blognya Ragil yang isinya mempertanyakan penyebutan Kristen sebagai etnis itu. Begini komentarnya:

hanya ingin meralat tulisan kamu.

*membaca paragraf pertama kalimat ketiga*

ehm… Kristen ituh bukan agama ya? Sejak kapan menjadi etnis?

Eee… Ragil nanggapin komentarnya Kimi. Tapi anehnya, Ragil nggak nanggepin langsung di blognya dia sendiri. Malahan dia nanggapinnya di blognya Kimi yang hasilnya komentar dari Ragil malah terkesan nggak nyambung dengan isi postingannya Kimi. Kata Ragil:

lalu, kenapa di cina ada “etnik muslim”?? trus di rusia ada paham komunis??

tau g, kalo yg bersifat minoritas itu bakalan disebut etnis?? meskipun itu agama.

Aduh… :mrgreen:

Dari sini, kok, aku jadi mulai menilai kalo caranya Ragil berkomentar itu penuh arogansi, ya? :D

Kimi jadi nggak enak. Dia mbales lagi ngasih komentar ke blognya Ragil:

Ehem… gue ga paham dengan soal yang beginian. Karena menurut gue dan yang gue tau Kristen itu adalah agama dan bukannya etnis, setidaknya belum berubah menjadi etnis. Yah, mungkin pengetahuan gue aja yang cetek. Sorry for that.

Tapi Ragil juga masih nggak tinggal diam. Komentar pun berbalas komentar, yang anehnya dengan saling mengunjungi blog masing-masing dan meninggalkan jejak tulisan di sana. Aku yang berniat mengikuti perkembangan dialog pun jadi agak kerepotan. Tapi, ah, biarlah. Kayaknya seru juga ngikutinnya, soale. Jadi mari kita kembali ke komentar Ragil:

gw tanya balik: knapa mayoriti bisa disebut paham?? KENA LO!

Hah? Definisi dari mana itu? Sumpah! Mungkin aja memang aku yang bego. Tapi yang jelas aku baru sekali itu tau ada definisi macam itu :twisted:

Balik ke blognya Ragil, aku nemu tulisan lagi yang mencoba menjelaskan definisi “etnis” dan “agama” buat Ragil dari seseorang yang nggak pengen ketauan jati dirinya:

melihat komentar dari bloggerbercerita dan komen yang anda tinggalkan disana, saya mau menambahkan sedikit. nah, sebelum membicarakan tentang etnis dan agama, sebaiknya kita tahu dulu dong apa definisinya..

apa sih etnis itu?
An ethnic group is a group of human beings whose members identify with each other, usually on the basis of a presumed common genealogy or ancestry.[1] Ethnic identity is also marked by the recognition from others of a group’s distinctiveness[2] and by common cultural, linguistic, religious, behavioral or biological traits.
[http://en.wikipedia.org/wiki/Ethnic_group]

kalau mau lihat contoh2 etnis bisa dilihat di : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ethnic_groups

lalu apa sih agama itu?
religion is a set of beliefs and practices, often centered upon specific supernatural and moral claims about reality, the cosmos, and human nature, and often codified as prayer, ritual, or religious law. Religion also encompasses ancestral or cultural traditions, writings, history, and mythology, as well as personal faith and religious experience. The term “religion” refers to both the personal practices related to communal faith and to group rituals and communication stemming from shared conviction.
[http://en.wikipedia.org/wiki/Religion]

nah klo mau lihat ttg populasi negara2 berdasarkan agama : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_religious_populations
disana anda bisa lihat berbagai macam agama dan dimana mereka bermukim.

setelah membaca tulisan diatas seharusnya anda bisa membedakan kan apa itu agama dan etnis. o ya, ketika anda berdebat dengan seserang usahakan mengunakan argumen yang sah (valid, dan jelas bisa dilihat dimana sumbernya) dan tetap memperhatikan etika penulisan..

terimakasih

cmiiw

terimakasih

Ragil masih tetap ogah kalah. Setidaknya yang ta’tangkap, dia nggak mau berada di posisi yang salah sendirian. Komentarnya di blognya sendiri pun mulai makan korban; guru sosiologinya jadi sasaran:

ADUH.. ADUH.. INI MANA YG BENER SIH?? Agama itu apa?? Etnis itu apa?? Hanya guru sosiologi gw yg tau.

senin kemaren, dia ngajar gw dan bilang, “Etnis adalah sesuatu yg bersifat minoriti.. bla.. bla”. Lalu gw menuliskannya disini. Jadi skarang, SIAPA YG BEGO?? Gw? Kimi? Guru sosiologi gw? atau tingki wingki?

SALAM (pi)PIS!

Aku jadi semakin geli. Nggak tahan cuma jadi penonton, aku minta ijin ke Kimi buat ikutan nyumbang suara di postingannya Kimi yang dijadiin arena “diskusi” sama Ragil:

@ ragil cahya

kalo ngasi komen mbok tolong yang relevan sama isi postingan. kalo mau ngelanjutin debat ttg etnis yang diawali di blog sampeyan, ya tolong dilanjutin di blog sampeyan aja, kekekeke…

oh ya, yang bilang majority itu adalah sebuah paham itu siapa? tolong banyak-banyak baca literatur lagi ya, dik. kalo sudah pinter, nanti bolehlah masuk UGM. jangan masuk UI kayak mbak yang punya blog ini, gyahahahaha :) )

Kimi ngamuk! Dia protes ke aku. Nggak terima almamaternya direndahkan, kakakaka!

Adegan pariwara cukup sampai di situ. Kita kembali ke aksi Ragil yang ngasih komentar di postingannya Kimi:

jangan merasa kalah dulu! baca dulu wikipedia atau kamus bahasa.. baru kita tau siapa yg bego. *hsil akhir adalah pasti*

Lalu kita berlanjut ke komentar dari orang yang nggak mau disebut namanya tadi itu, kembali di blognya Ragil:

definisi yang ditaro di wikipedia adalah definisi yang umum.

ADUH.. ADUH.. INI MANA YG BENER SIH?? Agama itu apa?? Etnis itu apa??

udah dibaca belom tulisan yang diatas? menurut gw itu semua udah sangat jelas dalam menerangkan definisi tentang agama dan etnis..

Hanya guru sosiologi gw yg tau

jaman sekarang yang namanya informasi udah terbuka lebar. kamu bisa dapet info dari manapun. apalagi HANYA untuk mencari definisi ttg agama dan etnis. itu bisa diliat di buku sosiologi, kamus ato sumber2 lain. come on, jangan males baca dan nyari bahan.

senin kemaren, dia ngajar gw dan bilang, “Etnis adalah sesuatu yg bersifat minoriti.. bla.. bla”. Lalu gw menuliskannya disini. Jadi skarang, SIAPA YG BEGO?? Gw? Kimi? Guru sosiologi gw? atau tingki wingki?

yang “bodoh” (maaf, kata bego bagi saya terlalu kasar) adalah orang yang tidak tahu dan TIDAK BERUSAHA mencari tahu..

Aku nggak mau ketinggalan. Di bawah komentar itu aku ikutan nimbrung lagi. Timbrungannya adalah sebagai ber…aeh, sebelumnya aku sempat ngasih komentar lagi di tempatnya Kimi, ding:

@ ragil cahya

kok saya ndak nemu literatur di wikipedia seperti yang adik sebutkan ya? atau jgn2 adik kurang fasih berbahasa inggris? atau malah adik menggunakan wikipedia bajakan?

oh ya, kok saya ndak ngeliat ada yang ngerasa kalah ya? yang saya liat malah orang yang kepengen banget dicap sebagai pemenang padahal argumennya nggak valid, kekekeke.

oh ya, selanjutnya kita lanjutin diskusi kita di blog adik aja ya…

Dan timbrunganku di tempatnya Ragil:

sini, dik, guru sosiologinya saya ajarin bahasa inggris dulu, biar dia bisa baca2 wikipedia, kekeke.

jgn terlalu naiflah dengan menganggap cuma guru sosiologi adik aja yang maha paham tentang definisi etnis dan agama. boleh jadi saya malah lebih pinter dari dia, lho, hohoho!

Gyahahaha! Kayaknya aku terlalu kejam sama adik kita yang masih esempe itu, ya?

Kimi jadi nggak enak hati. Pamungkasnya, dia komentar lagi untuk kesekian-kalinya di tempatnya Ragil:

Maaf, Ragil… Ini kenapa tiba2 jadi ngomongin “bego”? Apa kamu merasa terserang dengan komentar saya sebelumnya? Saya tidak bermaksud apa-apa selain mengkoreksi kalimat kamu, tapi ternyata kamu menanggapinya lain. Dan kalopun saya salah dalam komentar saya mohon ditanggapi dengan baik2 dan mari kita berdiskusi baik-baik. Sambil nonton The Dark Knight mungkin? Hehehe…

Ah, sudahlah. Ini sudah keluar dari topik tulisan kamu. Tetap menulis dan terbukalah menerima kritikan. Terima kasih.

Dilanjut juga sama orang misterius sebelumnya, di tempatnya Kimi:

ada yang menyarankan untuk membaca wikipedia atau kamus bahasa. sementara dirinya sendiri masih bingung dengan definisi etnis dan agama, padahal sudah disediakan artikel dari wikipedia..

ah diskusi selanjutnya sebaiknya dilanjutkan di blog saudara ragil saja. mengingat postingan ini tidak ada hubungannya dengan diskusi ini.

buat yang punya blog. maaf OOT..

Akhirnya, blogku juga kena getahnya. Masih dengan kebiasaannya Ragil yang ngasih komentar tidak sesuai dengan isi postingan, Ragil angkat suara:

salam damai untuk segala etnis dan agama!

1st. kalo mo berdebat di blog sndiri, siapa yg mo baca?? saya? setan? tingki wingki? jangan sok ngertos blog orang deh..

2nd. dg bangga & sgnap rasa malu, saya mengakui kalo etnis itu bukan agama. maafkan saya yg khilaf dan asal ngetik ini. smoga Allah tidak mengutuk saya jadi etnis kodok *tolong di-Aminkan y!* wah, keren banget saya y.. udah bego, berjiwa besar lagi..

3rd. saya g tertarik msk UI, UGM, atau IPDN. saya cuma mo masuk ITS, biar g jadi anak gaptek. Coba aja saya masuk UI ato UGM. Kluar” jadi politisi. hobinya slalu korupsi. akhirnya ditangkap polisi. hehehe..

SALAM DEBAT!

:lol: Generalisasi tentang lulusan UI dan UGM? Ah, sebelum bicara tentang definisi “generalisasi”, kuputuskan pura-pura innocent aja. Nggak enak aja diskusi sama orang yang tipe diskusinya berputar-putar dan nggak straight to the point, wong definisi tentang “etnis” dan “agama” aja belum selesai, kok. Akhirnya aku cuma mbalas:

ini ngomongin apa ya? kok isi komennya ga relevan sama isi postingan saya? :mrgreen:

salah tempat komen ya, oom?

Ragil mulai ngaku salah – dengan menyeret-nyeret guru sosiologinya, tapinya:

guru sosiologi saya itu ortodoks dan gaptek. saya sendiri ga punya minat sama sosiologi. jadi smua info dari dia langsung saya masukkan kuping kanan.. kluar lewat pantat.

klo mau yg relevan dan signifikan.. bayar dulu! hehehe…

Ragil juga menanggapi di blognya dia sendiri. Yang pertama:

satu pertanyaan simpel untuk menormalkan timing kiamat *yg saat ini keknya maju 100 tahun cahaya*: HARUSKAH DAKU MENGEDIT POSTINGAN INI??

Dari awal gw nulis postingan ini, gw berarap bakalan ada orang Batak dan Kristen yg mendamprat gw habis”an. Dan gw akan berikan indahnya arti perbedaan buat mereka. Tapi gw malah diserang sekelompok intelek yg sangat teliti dan… GW KO!

Oke. Gw mengakui gw itu bego, ngasal, ga intelek, ga teliti, dan tingki wingki itu bukan junkies.

Bagi segenap pembaca dan personel teletubies, please… jangan berhenti baca blog gw. Gw janji bakal berubah. PLEASE!

Yang kedua:

@ anonim: saya baru pertama kali ini berdebat sama arwahnya Soe-hok Gie. Maap, apakah anda benar renkarnasi daripada Gie? Kalo boleh saya tau alamat blog anda?

untuk anda ketahui, minat saya terhadap sosiologi, litarut, atu apalah.. sama saja dengan minat anda kepada tulisan saya barang kali. saya hanya ingin ada ST di belakang nama saya!!

Sebagai penutup, Kang Gery dan Kimi urun rembug di postinganku.

Versi Kang Gery:

ha ha ha ha si agil salah makan, gara2 di komenin si kimi ha ha ha ha susah emang klo jadi blogger ABG

Versi Kimi:

Waduh, Mas Joe… Kita senasib… :(

Setidaknya, sampai aku selesai mengetik postingan ini, sejauh ini begitulah pertempuran yang terjadi, yang diprakarsai sama sebatang mahasiswi UI dan sebiji siswa esempe. Dan jika jalannya pertandingan terlihat terlalu njomplang, ya apa boleh buat. Mungkin ini gara-gara jam terbang kehidupannya makhluk-makhluk yang ngeroyok Ragil, hohoho!

Facebook comments:

46 Responses to “Anak Kecil yang Kepengen Menang”

  • KiMi says:

    Gyahahahahaha… What a night! Benar2 deh malam ini. “Memeras otak” menghadapi blogger yang penuh emosi. Tidak mudah memang… Fiiuhh… *melap keringat di jidat*

  • Kroco Geddoe says:

    Walah, bener-bener stereotipe anak SMP, ini mah… :lol:

    Ilmu ga beres, ngomong nggak nyambung, dan cengengesan (dikit-dikit tingki-wingki). :mrgreen:

  • danalingga says:

    *ngebayangin geddoe pas smp*

    Ya udah joe, diajarin aja. Sepertinya emang dia belon tahu etika diskusi di blog. Mosok loncat-loncat ke blog yang memberi komentar.

  • wahahaha… untung muka saya aja yg di cap masi esempe. pyuh..

  • ered says:

    btw, eniway, busway…
    yang menang antara pertandingan kimi melawan ragil sapa mas????

  • agiek says:

    *abg mode on*

    apaan tuh, senior ko beraninya maen keroyokan :mrgreen:

    *abg mode off*

    hehehe tapi masih mending kan joe, ketimbang pas waktu debat ama mas a*to sa**f*i itu :D

  • savic says:

    aku etnis opo yo

  • wira says:

    hmmmm,kayaknya seru ya.. tapi saya paling seneng jadi penonton, hehehe

  • detnot says:

    whoaaaaaaaaaaaaem
    ngladeni bocah ajar ngeblog
    *marai ngantuk ae joe

  • agi says:

    OH GOD! Bagus. skarang gw lebih ngetop dari Sumanto. moga” aja ga ada dosen ITS baca postingan ini. ntar masa depan gw bisa gelap. GELAP!

    kedua, saya masih SMP. sharusnya mbak memberi tahu apa yg seharusnya saya ketahui.

    hikmah dari kejadian bego ini: kalo gaji guru lo cuma 50 ribu/bulan, JANGAN PERCAYAI PELAJARANNYA! dijamin menyesatkan. mendingan percaya aja sama anak UI yg uang jajannya 50 ribu/hari. dijamin nggak malu”in.

  • chriz says:

    *moco komen nang ndhuwur*

    nek mbok sambung karo generalisasi sisan piye mas? hahahaha… koyo ra ono gawean liyo wae.

  • itikkecil says:

    *serius mode on*
    sebagai tetua bloger *halah* dirimu itu harusnya memberikan bimbingan kepada bloger muda agar tahu cara yang baik untuk berdebat
    *serius mode off*

    apakah dirimu berminat jadi politikus joe?
    *ditabok*

  • dnial says:

    Arrghhh!!!
    Kalau masih kayak gitu, JANGAN SAMPAI DIA MASUK ITS!!!!

    Eh… gpp ding, paling seminggu udah minta pindah… Itu atau seniornya di-DO gara2 kelewat emosi ngehadapin dia :D

    Politikus muda kita, Joe, tampaknya sedang menggaet massa anak2 SMP. :D

  • agil says:

    maap sudah menyebut anda “MBAK”. abisan, blognya serba pink sih. maap.

  • Nazieb says:

    Masaolo…
    Sama anak-anak jangan terlalu keras, Mas. Kan habis Hari Anak Nasional..
    :lol:

    Betewe sekarang di SMP uda ada sosiologi yah?
    Dulu saya adanya cuma Sejarah, Geografi sama Ekonomi

  • Pras says:

    Wah…wah… Ini anak eS-eM-Pe lagi dalam masa puber yak? Menggebu-gebu banget buat ngajak debat sama anak UI dan anak UGM meski caranya agak nyeleneh… Huehehehe….
    Jadi inget sama yang ini. Apa kabarnya ya sekarang..???

  • Kroco Geddoe says:

    Kepada Dik Agil, kakak sarankan untuk ngeblog dengan nama baru saja. :)

    *kabur*

  • ebuset, sejak kapan ethnic=minority?

    *buka2 Dictionary.com*
    Sepertinya gurunya ngajarin kurang detail. Maksudnya, agama memang bisa menjadi identitas suatu etnis (seperti Arab kebanyakan Islam) tapi bukan berarti Islam itu adalah etnis. Diperlukan suatu penanda geografis dan kebudayaan yang berbeda untuk mendefinisikan suatu kelompok sebagai etnis.

    http://dictionary.reference.com/search?q=ethnic&x=0&y=0

    Apa ini artinya pendidikan di Indonesia memang sudah gawat sekali?

  • jensen99 says:

    Di kampungku ada pepatah tua: “biar kalah perkara, asal jangan kalah bicara” :mrgreen:

    @ ragil
    santai saja. saat km (suxes) tembus ITS, dah gak ada yang inget bahwa kehebohan ini pernah terjadi ;)

    @ joe & Kimi
    Kalian nih…! Cara ngasi pencerahannya salah jurus tuh! :mrgreen:

  • KiMi:::
    anggaplah ini ujian sebelum anda menjadi psikolog beneran..ran..ran..ran..

    Kroco Geddoe:::
    sangat disayangkan dipsy, laalaa, dan po-nya ga disebut :D

    danalingga:::
    biarkan pengalaman yang mengajari dia, mas :lol:

    mybrainsgowell:::
    bukan cuma muka, tapi badanmu juga, git :mrgreen:

    ered:::
    ngakunya ragil sih dia ngaku salah :D

    agiek:::
    hahaha, iya. kalo yang ini sih bisa dimaklumi

    savic:::
    londo pekalongan! :lol:

    wira:::
    memang. jadi penonton bisa misuhin wasit soale, kekekeke…
    *jadi inget waktu masih suka nonton gelora dewata*

    detnot:::
    saya ndak ngajari kok, mas dab. saya cuma mengomentari, hohohoho. nanti kalo dianya minta diajari barulah saya beraksi

    agil:::

    OH GOD! Bagus. skarang gw lebih ngetop dari Sumanto. moga” aja ga ada dosen ITS baca postingan ini. ntar masa depan gw bisa gelap. GELAP!

    sayangna salah seorang calon senior adik di ITS sudah menolak kedatangan adik, lho, huehehe. coba liat komentarnya mas dnial, deh

    kedua, saya masih SMP. sharusnya mbak memberi tahu apa yg seharusnya saya ketahui.

    tapi mau janji dulu, nggak? nggak boleh ngeyel sama abang ya, dik?

    hikmah dari kejadian bego ini: kalo gaji guru lo cuma 50 ribu/bulan, JANGAN PERCAYAI PELAJARANNYA! dijamin menyesatkan. mendingan percaya aja sama anak UI yg uang jajannya 50 ribu/hari. dijamin nggak malu”in.

    dan mulailah pelajaran pertama dari abang hari ini: ati2 kalo nulis komentar kayak di atas itu. itu bisa termasuk kategori “fitnah” dan “generalisasi”, lho :D

    maap sudah menyebut anda “MBAK”. abisan, blognya serba pink sih. maap.

    pelajaran kedua: sebelum nulis komentar, sebaiknya pelajari dulu fakta2 yang ada, jgn terburu nafsu. tapi ndak pa-pa. untuk kali ini sudah abang maapkan kok :mrgreen:

    chriz:::
    bukane blogger kuwi pancen wong2 sing ra ono gawean? kekekeke

    itikkecil:::
    iya. saya mau bikin partai, judulnya PSUU, Partai Satrianto untuk Ummat :twisted:

    dnial:::
    mumpung masih abg, mas dab. siapa tau aja bener2 bisa dikader buat aset partai saya besok, kekekeke

    Nazieb:::
    iya. saya juga sosiologinya baru dapet pas esema

    Pras:::
    ahahahaha, kalo yang “itu” sih aku sudah berlepas tangan :lol:

  • Kroco Geddoe:::
    kakakakaka! :lol:

    Nenda Fadhilah:::
    karena itulah makanya saya kepengen jadi guru :D

    jensen99:::
    si kimi yang salah. saya kan cuma ikut2an dia.
    kok jadi mirip “nyalah2in guru sosiologi” ya? :mrgreen:

  • wib says:

    huahaha…
    goblok…
    cah cilik diladeni…
    goblok…

    tapi gak harus disalahin juga, yang namanya perbedaan umur segono mah wajar, mikirnya juga pasti beda, yah baru mo nyari bentuk pandangannya sendiri…

  • kang gery says:

    asik ikut tenar, dah dibilangin ama kimi, ini saatnya aplikasi ilmu psikologinya … ah gimana sih, nonton rafa mulu sih he he he he

  • kudzi says:

    kasi permen aja joe.. biar dia gak esmosi…

  • sora9n says:

    @ danalingga

    *ngebayangin geddoe pas smp*

    ……… :lol: :lol: :lol:

    Iya. Kayak gimana ya? :P

  • imcw says:

    Wikipedia juga tidak bisa dijadikan nara sumber valid karena siapapun bisa menyunting dengan berbagai kepentingan.

    Btw, indahnya dunia blog, kita bisa berdebat dengan memanfaatkannya. :)

  • KiMi says:

    Gyakakakaka… pengalaman… pengalaman… dan mau donk kalo uang jajannya 50ribu/hari? ihihihihihi… *langsung pulang kampung ngerayu Papa*

  • lambrtz says:

    aaah…
    kenapa urusan selalu selesai sebelum aku datang….
    sial….

    @joe
    kowe ra promosikke kampusku?

  • idham says:

    itu karena kebiasaan ngasih testi* di prenster kan klo komen di prenster orang balesnya di prenster yg ngasih testi* makanya saya gak suka prenster *Halah OOT*

    ya kita do’a kan saja semoga kelak si Ragil beneran masuk ITS dan wawasannya tentang Web , Blog serta etika didalamnya berkembang dan mudah2an dia gak jadi mahasiswa “Abadi” di ITS yang KTM nya dah ke Cap penuh 14 kotak hohohoho

  • agil says:

    ammmiiinn….

  • Ojat says:

    ah, ternyata seru juga :D

  • Nindya says:

    Wakaka, aduh Joe… Anak kecil kok kamu ganyang gitu, kasian masa depannya. Ga jadi masuk ITS ntar, hahaha.

    Yah, anak kecil emang ga mau kalah kok Joe :D Namanya juga masih kecil, belum tau apa-apa ya ga? Refernya masih ke pak guru, padahal dunia lebih luas dari daun kelor :D

  • wib:::
    ngeladeni cah gede nek wonge koyo si komeng yo malah luwih angel maning, tho

    kang gery:::
    padahal dia juga sudah ta’bilangin lho kalo wynne prakusya lebih cantik :P

    kudzi:::
    saya ndak jual permen ji. jualannya kaos :D

    sora9n:::
    wah, saya ndak tau. saya ndak seesempe sama geddoe soale

    imcw:::
    iya, oom. makanya ditempat saya, wikipedia ga boleh dijadiin rujukan buat skripsi lagi.

    tapi ya kalo ta’pikir – walopun bisa diubah2 isinya – tetap ada ketentuan khusus buat ngerubah2 isinya wiki. jadinya ya ga asal2an juga sih

    KiMi:::
    50 ribu dikaliin 30 jadi berapa, kim? :twisted:

    lambrtz:::
    nanti kalo ada mahasiswa nanyang yg diajak debat, kampusmu ta’promosiin, djo

    idham:::
    siyal! aku nyaris lho. cuma sisa 2 kotak lagi

    agil:::
    ya robbal alamin

    Ojat:::
    hahaha, kelingan jaman enom yo, kang?

    Nindya:::
    ndak kuganyang kok. aku cuma menyampaikan laporan pandangan mata :lol:

  • Ealah jon,,, sempat2 e ngurusi koyo ngono, kekekekeke….

    Salam Debat.. eh Salam debus maksude, hahahaha

  • Wew….

    Tahun 2006 saya “nyang masih bau kencur” itu baru bisa apa, ya… :mrgreen:

  • maruria says:

    Rgail : blogger cilik yang baru belajar tentang dunia.
    Tuntunlah dia,joe. Wakakakaakakakak…

  • Fortynine says:

    Joe, kok kayanya etnis di blognya sudah jadi agama?

    Apa aku yang salah baca?

  • rama says:

    wow… rame yah.. hehehe :-D

  • dodo says:

    biasanya anak kecil tuh nurutnya sama orang yag dikaguminya. Makannya suruh aja dia liat2 di blog2nya anak ITS :mrgreen:

    *cepet2 bunuh diri*

  • inung says:

    hehe, jadi inget sama adikku. Namanya Agil, barusan lulus SMP.
    Berarti si Ragil ini masih kecil banget ya? dia yg kecil apa kitanya yg dah tuwirr :p

  • siHITAM says:

    walah..walah..

    wes pernah nonton ‘shoot em up’..?
    pimpinan penjahat dipilem itu ditanya sama anak buahnya :
    “kenapa banyak orang kita yg mati tapi kamu tidak pernah marah?”

    “aku adalah orang cerdas. jika seseorang marah, tubuh akan mengeluarkan suatu enzim dimana enzim ini dalam beberapa waktu yang singkat bisa menurunkan IQ seseorang.”, jawab si boss.

    Terbukti kan Joe..?!?!

    mangkane wong sing marah iso kalap..
    lah wes ‘jongkok’ .. muahahaha…

  • Zulfi says:

    Wah, memang berat kalau hrs diskusi dg orang yg belum paham,tp mengaku paham, apalagi ditambah sikap keras kepala. Wajar,kalau bwt emosi. Tapi, wajar pula kalau memang masih anak-anak. Semoga terus2an aja “kebodohan” kayak gini.

  • awik says:

    joe joe… kasian joe… mbok dik agil mimik cucu aja ya, daripada dik agil malu sendiri.. apa sih susahnya bilang maaf, sesulit membelah samudra ya?? kekeke…

  • reekoheek says:

    pisss… sesama penggemar zaskia dan distro :)

  • Alfa Lubis says:

    Assalamu alaikum.
    Tidak menyangka “berdiskusi” dengan anak es-em-pe bisa cukup seru, hehehe……

    Anak es-em-pe mampu memancing abang-kakaknya untuk sedikit responsif???
    :)

  • dion ruh says:

    hahahaha……….lumayan buat kasih senyum-senyum di pagi hari hujan begini. :)

Leave a Reply

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Almanak
Wangsit Bergambar




SEO Powered By SEOPressor