Berjuang Mencari Rezeki yang Halal Demi Kemaslahatan Umat

Sudah lewat lebih dari 0,5 tahun sejak aku meninggalkan blogku yang lama di WordPress sana. Tapi, oh, tapi… Ternyata traffic blogku yang itu masih (lumayan) kenceng-kenceng juga. Blogku yang ini malah kalah jauh. Maka dari itu aku jadi herman, aeh, heran.

Kemudian aku berpikir keras. Keras sekali. Sekeras batu karang. Tegar menantang ombak (aku ini ngomong apaan, tho?). Saking kerasnya maka turunlah pangsit wangsit: sebaiknya blogku yang di sana itu aku amankan aja. Siapa tau nanti terjadi huru-hara.

Iya, siapa tau aja WordPress bangkrut dan akunku otomatis lenyap dari muka bumi. Celaka itu! Tulisan-tulisan lamaku pasti bakal ndak bisa dinikmati lagi kalo itu sampe terjadi. Pergeseran levelku dari seorang blogger yang hobi kopi-peist tulisan orang sampai akhirnya jadi blogger yang suka nyari duit (ngakunya) profesional jadi tidak bisa dinapak-tilasi sama generasi penerus bangsa ini, nanti kalo misalnya akunku bener-bener ilang.

Maka dari itu aku berpikir keras. Keras sekali. Sekeras batu karang. Tegar menantang ombak. Hasilnya, tindakan pengamanan harus segera dilakukan! Tulisan-tulisanku harus segera diback-up. Untuk kemudian kutampilkan ulang di tempat tersendiri: http://log.satchdesign.com.

(Sekali lagi: http://log.satchdesign.com!)

Selain untuk mencegah efek yang ditimbulkan dari kekacauan yang mungkin terjadi di WordPress kelak, ini juga sebenernya untuk nyari duit (bahkan argumenku lebih berat ke yang terakhir ini). Mumpung traffic blogku di situ lumayan kenceng, bukannya lebih baik kalo orang-orang nyasar yang nyampe ke blogku – yang dikarenakan keyword-keyword di dalam tulisanku di sana – itu disasarkan ke akun mandiriku aja yang nggak di bawah naungan WordPress?

Di situ nanti, kan, aku bisa majang javascript dari Gugel Atsens (meskipun sampai sejauh aku ngetik ini belum kupasang) demi mengeruk hartanya Sergey Brin dan Larry Page untuk kemaslahatan umat (bohong, ding! Itu sebenernya untuk aku sendiri yang lagi kepengen punya sepeda BMX). Tentunya hal tersebut akan lebih bermangpa’at, kan? Setidaknya kalo aku sudah kaya beneran gara-gara Gugel Atsens, aku jadi bisa nraktir siapapun yang minta ditraktir (dengan catatan pada waktu itu aku lagi kesambet malaikat). Dan seperti biasa, gadis berparas manis yang jam malam kos-kosannya tidak ketat bakal lebih mendapat prioritas! :mrgreen:

Jadi tunggu apalagi? Mulailah sebarkan berita gembira ini ke orang-orang terdekat Anda, bahwa Si Tampan dari MIPA Selatan ini sedang bercita-cita menjadi orang kaya. Besok aku mau beli Liverpool. Biar aku bisa main jadi kaptennya. Hore!

  • Share/Bookmark

Baca juga:

  1. The Ballad of Pengguna Internet yang Kampret
  2. Setengah Mati Demi Skripsi
  3. Buatku, yang Begitu Itu yang Paling Menarik
  4. Ini Semua Demi Kamu, Di!
  5. Satir yang Menyindir

Ssst! Yang nyasar dari Google ke sini biasanya gara-gara kata kunci:
rejeki yang halal - rezeki yang halal - mencari rezeki yang halal - mencari rezeki halal - mencari rezeki - Rejeki halal - kemaslahatan umat - rezki yg halal - rezeki yg halal - ya allahcarikan rezki yang halal - kemaslahatan - cari rejeki halal - mencari rejeki yang halal - MENCARI REJEKI HALAL - mencari yg halal - rezeki rejeki yang halal - Mencari Rezeki yang Halal - rezeki halal - ngendikan jow - kemasylahatan umat -



24 Responses to “Berjuang Mencari Rezeki yang Halal Demi Kemaslahatan Umat”

Leave a Reply


Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.
Google
Almanak
Shoutout!
Name :
Web URL :
Message :
Wangsit Singkat
Wangsit Bergambar

Switch to our mobile site