Bukan Lulusan Ilkomp UGM

Tadi sore, sekitar jam 2-an, aku cabut dari kantor setelah 2 hari non-stop terperangkap di dalamnya (benar-benar terperangkap. 2 hari naas kemarin itu berarti aku melewati sesi mandi tanpa berganti cawet ataupun singlet. Jadinya, kalau seharusnya aku sudah bisa ganti 3 stel pakaian dalam, gara-gara terperangkap kemarin aku terpaksa bertahan dengan 1 dalaman aja). Kemudian aku langsung ngacir ke kampusku tercinta dan menemukan Septo, Gentho, Saber, juga Yang Terkasih(an) Madek Widodo, seorang perjaka malang asal Wonosobo, di dalam ruang Himakom.

(Sebenernya ada si Riko juga. Tapi berhubung dia suka norak, jadi lebih baik dia ndak usah kuikut-sertakan dalam penulisan kali ini :mrgreen: )

Dan apalagi yang bisa dilakukan di dalam ruang Himakom selain berbagi bualan? Coding jelas nggak mungkin. Ruang Himakom itu nggak kondusif buat belajar. Enaknya malah buat nggosip. Mulai dari nggosipin Erika atau Ayu, sampai dengan nggosipin seorang bapak yang dicurigai bukan lulusan Ilkomp UGM seperti yang diceritakan ulang sama Gentho.

Jadi Gentho cerita, kapan hari itu dia lagi nyervisin motornya. Sambil dia nunggu sang mekanik selesai menggagahi motornya, dia duduk di sebelah bapak-bapak yang lagi ngobrol sama manusia lainnya. Sependengaran Gentho, si bapak itu tiba-tiba ngobrolin masalah BBM. Dia nyeletuk, “Subsidi BBM itu yang nikmatin ya orang-orang yang punya mobil mewah. Kalo tukang becak di depan itu, mana mungkin dia nikmatin. Orang dia nggak punya mobil, kok. Jadi ya sebenarnya nggak masalah kalo harga BBM itu naik.”

Gentho melanjutkan ceritanya. Dia laporan sama anak-anak yang waktu itu ada di ruang Himakom. “Wah, pikirku, bapaknya itu pasti nggak bisa mikir. Apa kalo tukang becak yang nggak punya mobil itu berarti nggak menikmati subsidi BBM? Apa dipikirnya hasil bumi itu diangkut pake becak juga? Lha, wong sekarang kalo misalnya mau ngangkut minyak goreng dari Sumatera ke Jawa itu masih tetap pake mobil, masih tetap pake truk, kok. Apa dikiranya kalo nggak punya mobil itu berarti otomatis nggak nikmatin subsidi BBM?” tanya Gentho dengan nada retoris ke anak-anak.

“Njuk kowe nyauti piye, Tho?” tanyaku
“Ora. Aku mung meneng wae. Cuma diam sama mbatin aja,” jawabnya.

Kemudian Saber nimpalin, “Mesti bapak’e kuwi ora koyo awak’e dhewe. Bapaknya itu pasti bukan lulusan Ilkomp UGM. Kayaknya dia perlu kuliah di sini dulu biar bisa mikir dikit.”

(Ini hiperbola dan kenarsisan terhadap almamater aja, sesungguhnya. Di Ilkomp UGM masih banyak yang nggak bisa mikir, kok. Sung. Yakin!)

Aku bilang lagi ke Gentho, “Kamu diam aja itu sudah benar, Tho. Tapi mestinya kamu diam sambil nyerahin kertas yang ada tulisannya ‘http://diary.satchdesign.com’ ke dia.”

Sebenernya, sejujurnya, seharusnya sedih juga, sih, ngeliat masih banyak orang yang berpikir pendek tanpa mempertimbangkan efek-efek domino dari macam-macam hal, misalnya yang di atas itu. Tapi lumayan, kan, buat nambah-nambahin pengunjung? Yah, siapa tau aja si bapak itu ngerti internet dikit-dikit πŸ˜‰


Facebook comments:

12 Comments

  • punk |

    β€œMesti bapak’e kuwi ora koyo awak’e dhewe. Bapaknya itu pasti bukan lulusan Ilkomp UGM. Kayaknya dia perlu kuliah di sini dulu biar bisa mikir dikit.” –> kaya’nya perlu dibenerin dikit, kuliah di kampus kita tu bukan diajari mikir, tapi diajari nglawak :mrgreen:

    Tu maksud bapaknya tu mau nglawak πŸ˜†

  • chiell |

    Dengaren saya bisa nomor dua….

    Komputer nganggo bensin juga tho??
    Komputerku kok ora yo??

  • Yang Punya Diary |

    punk:::
    ente tidak tepat, punk. di ilkomp kita juga diajari mikir, kok. tapi cuma dikit. ya kayak katanya saber: “biar bisa MIKIR DIKIT.”
    yang banyak itu ya ngelawaknya. ohoho, si gendut ngejak manggung meneh pas makrab maba sesuk. jarene nek perlu bakal mbolos kantor. kowe meh melu ra? 😈

    chiell:::
    mbok pikir, numpak motor seko pameran karo nggawa2 peripheral, ra nganggo bensin? πŸ˜›

    wira:::
    oke. nanti saya sampein ke gentho πŸ˜€

  • emyou |

    “(benar-benar terperangkap. 2 hari naas kemarin itu berarti aku melewati sesi mandi tanpa berganti cawet ataupun singlet. Jadinya, kalau seharusnya aku sudah bisa ganti 3 stel pakaian dalam, gara-gara terperangkap kemarin aku terpaksa bertahan dengan 1 dalaman aja).”

    Kemproh!!

  • mutje |

    β€œ(benar-benar terperangkap. 2 hari naas kemarin itu berarti aku melewati sesi mandi tanpa berganti cawet ataupun singlet. Jadinya, kalau seharusnya aku sudah bisa ganti 3 stel pakaian dalam, gara-gara terperangkap kemarin aku terpaksa bertahan dengan 1 dalaman aja).”

    wah trend berbusana 2010 tuh..

So, what do you think?