Jacko dan Keluh-kesah Umat Muslim, Eh, Eramuslim, Ding

June 27, 2009 – 10:40 am

Berita yang ta’cantumin di bawah ini tentu sahaja ta’dapatin dari situsnya Eramuslim:

Ironi di Balik Kematian Michael Jackson dan Fathi Yakan

Bulan Juni 2009 diisi dengan dua berita kematian tokoh dunia yang berbeda: Michael Jackson dan Fathi Yakan. Keduanya dikenal banyak orang, namun faktanya, banyak orang Islam lebih banyak meratapi kepergian Michael Jackson daripada kehilangan seorang ulama besarnya.

Michael Jackson, dikenal dengan sebutan “King of Pop” diberitakan meninggal karena serangan jantung di rumah sakit UCLA Medical Center di Los Angeles. Ia meninggal di usia 50 tahun. Sampai saat ini, penyebab kematiannya sendiri masih sedikit simpang siur. Ketika dibawa oleh petugas kesehatan pemadam kebakaran Los Angeles, ia diberitakan sudah tidak bernafas.

Kematian Michael Jackson membawa akhir tragis si Raja Musik Pop ini. Pada tahun 1980an, ia sangat terkenal dan mendominasi bisnis musik dunia. Albumnya yang berjudul “Thriller” pada tahun 1982 terjual sebanyak 50 juta kopi di seluruh dunia dan menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Pada awal 90an, ia mengganti rupa dan bentuk tubuhnya, dari seorang kulit hitam menjadi kulit putih, lewat operasi plastik. Pada pertengahan 90an, ia sudah hampir kehilangan popularitas karena serbuan musik alternatif (grunge) dan albumnya yang disiapkan dengan biaya besar (Dangerous) jeblok di pasaran.

Kehidupan Jackson dipenuhi dengan berbagai peristiwa aneh dan kontroversial. Setelah mengganti tubuhnya, dan ia menjadi ayu laksana perempuan, Jacko—panggilannya—juga terlibat kawin cerai, diberitakan melakukan pelecehan seksual, aksi pembahayaan kepada anaknya sendiri, dan sebagainya. Pada tahun 2003, ia diberitakan masuk Islam mengikuti jejak abang kandungnya yang telah lebih dahulu memeluk Islam. Namun berita seputar Jacko dalam menjalankan Islam minim sekali. Tahun 2009, ia diberitakan akan melakukan aksi come-back, namun ajal keburu menghampirinya, seperti yang diberitakan oleh MSNBC.

Berita kematian Michael Jackson langsung disambut gegap-gempita oleh masyarakat seluruh dunia. Termasuk juga orang-orang Islam. Mereka mengaku berbela sungkawa. Mereka menulis status yang mendalam di facebook milik mereka dan menyatakan sangat kehilangan Jacko.

Sementara pada Sabtu pekan kemarin, seorang ulama besar Islam pun wafat. Ia adalah Fathi Yakan. Fathi Yakan adalah tokoh pergerakan Islam yang buku-bukunya banyak dibaca dan menjadi referensi para aktivis pergerakan Islam Indonesia diawal-awal tahun 80-90an.

Syaikh Fathi Yakan seorang ulama Islam lahir pada tahun 1933 di Tripoli. Dia pernah menjabat sebagai anggota parlemen di Libanon pada tahun 1992. Ia terlibat dalam kerja-kerja dakwah di Libanon pada pertengahan tahun 1950 an dan merupakan pelopor pembentukan gerakan Islam disana. Syaikh Fathi Yakan juga tidak terlepas dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir.

Salah satu bukunya yang cukup fenomenal yang terbit pada tahun 90an adalah Aids Haraky – sebuah buku yang banyak menyindir dan mengkritik gerakan-gerakan Islam yang terlalu banyak berbicara politik daripada Islam itu sendiri.

Sebaliknya, berita kematian Fathi Yakan ini mendapat tanggapan yang sepi dari dunia Islam. Banyak umat Islam yang tidak mengetahui kematian beliau. Bahkan ketika ditanya, banyak pula yang menjawab, “Fathi Yakan? Fathi Yakan siapa?”. Fathi Yakan, didoakan oleh seantero dunia Islam. Jacko, ditangisi oleh penggemarnya. (sa/msnbc/ermsl)

Errr… Habis mbaca tulisan itu aku malah jadi mikir, ternyata hobi sebagian orang Islam masih sama aja dari jaman aku masuk kuliah sampai jadi sarjana: mengeluhkan keadaan.

Ironi? Apanya yang ironi, coba? Kalo kita mau jujur-jujuran melihat bagaimana 2 orang tersebut di atas mengemas personal branding-nya, ya wajar kalo akhirnya berita kemeninggalan Jacko jadi lebih heboh, tho?

Lagi-lagi kita mengeluhkan sesuatu yang sebenarnya adalah salah kita sendiri. Lagi-lagi kita cuma bisa iri ngeliat “kesuksesan” orang lain. Justru habis membandingkan Jacko dan Fathi Yakan itu harusnya kita semua sadar, ini saatnya kita belajar banyak. Belajar bagaimana meningkatkan branding, belajar gimana supaya bisa diterima sama manusia sedunia, belajar populer, dan bukannya cuma diam saja sambil nggak ngapa-ngapain tapi habis itu kalo ada orang lain yang posisinya “mengungguli” kita, eee…kitanya malah menyalahkan keadaan.

Coba, sapa yang nyuruh umat Muslim untuk diam saja? Ada ndak ceritanya Michael Jackson nggak melakukan apa-apa tapi tau-tau dia bisa ngetop? Jujur, aku juga iri sama Jacko. Aku pengen, kalo aku besok mampus, seluruh dunia juga bakal merasakan kehilangan pahlawannya ini 😈 Tapi untuk sampai ke tahap itu, aku harus melakukan sesuatu. Nggak bisa cuma duduk-duduk sambil Y!M-an di depan komputer :mrgreen:


Facebook comments:

  1. 59 Responses to “Jacko dan Keluh-kesah Umat Muslim, Eh, Eramuslim, Ding”

  2. oia, waktu Pak W.S. Rendra juga gtu,
    saya bingung ngeliat tv yang memberitakan wafatnya beliau,

    “kira-in uda dari dulu… oh jadi selama ini tuh masih hidup”

    pokoknya malu-malu-in deh…
    🙂

    Tapi sekarang sih saya uda mulai cari tau soal orang2 yang sudah seharusnya saya tau,
    kayak Ibu N.H. Dini, beliau sekarang berdomisili di Semarang,
    saya inget sama beliau soalnya pernah baca “Sukreni Gadis Bali”.

    eia, salam kenal
    🙂

    By etikush on May 7, 2010

  3. ‘sukreni gadis bali’ bukannya karangannya a.a. pandji tisna? :mrgreen:

    By Yang Punya Diary on May 8, 2010

  4. nah, tulisan kamu soal :

    “belajar bagaimana meningkatkan branding, belajar gimana supaya bisa diterima sama manusia sedunia, belajar populer,”

    kayaknya harus diajarkan pada pak a.a. pandji tisna juga kali yach…

    By etikush on May 13, 2010

  5. ahaha, perasaan saya, di pelajaran bahasa endonesa jaman esempe selalu dijelaskan kok kalo sukreni gadis bali itu karangannya a.a. pandji tisna. biasanya ini ada dalam bagian pelajaran yang membahas sastrawan angkatan berapa dan apa karya besarnya. yang pernah melewati masa esempe seharusnya tau. jadi kalo yang terjadi adalah hal yang ternyata tidak umum, siapa yang harus disalahkan? hohoho… 😈

    just kidding :mrgreen:

    By Yang Punya Diary on May 13, 2010

  6. terkadang sebagai manusia kita tak bisa melakukan hal yang bijak dalam memandang segala gejala yang terjadi, kita selalu mencoba untuk mengkritisi orang lain, keadaan bahkan lingkungan, cuma kita ngga’ pernah nyoba jadi pengubah keadaan yang semakin genting ini? katanya untuk menjadi seseorang yang berkualita kita harus berfikir kualits juga, output kita sesuai dengan input kita…kan githu tho..?yuuk perbaiki bareng2 pa yang seharusnya diperbaiki. mulai diri sendiri, dari yang kecil dan mulai sekarang…do you agree?

    By masruur on Jun 14, 2010

  7. agree

    By Yang Punya Diary on Jun 14, 2010

  8. memang terkadang manusia lupa pada hakikat diri sendiri setelah mengenal dunia, jangankan mengenal para pejuang ALLAH swt,,,,untuk mengenal ALLAH lebih dekat saja sulit..bahkan malaz….nah yang masih suka malaz2an yuk …. mulai sekarang kita perbaiki….klo bisa kita lanjutkan perjuangan para pejuang ALLAH terdahulu…karena dengan diam tidak akan menghasilkan apa2…Great for Islam…ALLAHU AKBAR…..

    By euis kurniawati on Jun 16, 2010

  9. SIPAHIT LIDAH BISANYA JELEKIN YG BAIK2.ITULAH AKIBAT BERKIBLAT PD MEDIA BARAT-Y….. +LO MEMBUMBU KIBUL .LO2 PADE BSNYA CM NULIS GA KARUX GA TAU YG DIOMONGIN,OMDO.LU DAH DIDAFTARIN TO GRUP TONGKOS 🙁 narko dah parkir tu.

    HES MJ NOT J

    By Win on Aug 13, 2010

  10. Sip lah

    By Eric Pratama on Feb 12, 2011

Post a Comment