Kebodohan Atas Nama Ejaan

“Lebih baik saya disebut Joseph tapi berhati Yusuf, daripada dipanggil Yusuf tapi berhati Joseph.”

Hello, John, apa kabar? Sudah baca kalimat di atas? Aku sudah, lho. Setidaknya, walaupun dengan redaksional yang tidak sama persis, aku pernah baca kalimat kayak di atas itu, entah di blognya siapa aku lupa. Pokoknya blog dengan tema agama (Islam).

Dan seperti biasa 😈 aku menganggap itu adalah sebuah kebodohan. Lebih solidnya, kebodohan atas nama ejaan.

Kenapa? Apa karena “Joseph” itu identik dengan penyebutan ala orang-orang barat yang notabene mayoritas non Muslim? Seperti halnya “Moses” atau “Solomon” atau juga “Abraham”?

Geblek betul!

Itu sama aja tau. Sama-sama merujuk pada orang yang kita anggap (sebagai pengaku pemeluk agama yang konon bermuasal dari agama Ibrahim ataupun Abraham) sebagai orang yang sama. Yang membedakan cuma ejaan dan dialeknya, tau!

Mau contoh? Mau bukti? Aku pernah baca buku cerita tentang nabi yang diterbitin sama Lembaga Alkitab Indonesia. Dan, di situ ya tertulis kalo Yusuf itu ya “Yusuf”.

Mau yang lain? Huh, orang barat pun kalau mengeja Muhammad ya banyak yang tertulis jadi “Mohammed”, contohnya ya Mohammed Kallon yang dulu pernah jadi strikernya Internazionale Milan itu (eh, Kallon itu bukan orang barat, ding. Doi makhluk Afrika). Kalo gitu, apa lantas Mohammed yang dimaksud sama mereka itu beda dengan Muhammad yang dimaksud sama orang Indonesia? Wah, kalo begitu salah besar, dong, kalo ada oknum orang Islam yang menamai anaknya dengan “Mohammad”, “Muchammad”, atau juga “Mochammad”. Kan berarti nama-nama itu nggak merujuk ke Nabi Muhammad, iya nggak? Kan beda ejaan berarti beda orang, iya tho?

Terus, apa kalo misalnya aku ini lahir di Liverpool, Muslim, sering nongkrong di Anfield Stadium, dan kebetulan lebih terbiasa dengan dialek ala barat, sesuai dengan kampung halamanku, maka aku bakal tetap dianggap sebagai kaum tersesat dalam versi agama Islam?

Sekali lagi, ini masalah ejaan, bukan esensi. Jadi menurutku, kalimat macam di atas tadi itu nggak bisa dipertanggung-jawabkan kevalidannya, cacat maksud, dan nggak nyambung. Mau protes? Ah, setauku Tuhan itu nggak bakal mengalami kendala bahasa, kok. Dia itu maha tau maksud manusia, malahan.

Facebook comments:

41 thoughts on “Kebodohan Atas Nama Ejaan

  1. ^_^ hahaha… nice post…! Walaupun begitu, dimana bumi dipijak disitulah langit di junjung. Mungkin peribahasa itu bisa melengkapi postingan Anda ini. heheh.. salam kenal

  2. Kalo namamu dijadikan ejaan barat jadinya apa joe ? apakah tetap memiliki arti yang sama ?
    kqkqkqkkq… Piss dab..

  3. Ah, cuma perbedaan pengucapan sesuai bahasa masing2 aja kok diributin…
    Kita kan diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal…
    [nyambung gak sih?]

  4. huhuhu…jadi inget baca dimana, nama “muhammad”, “mochammad” dan yang mirip-mirip itu merupakan nama yang terbanyak di dunia. πŸ™„

  5. kimbul:::
    nikmati keberuntungan anda :mrgreen:

    KiMi:::
    ada bacaan yg harus diselesaiin soale πŸ˜›

    insansains:::
    salam kenal juga πŸ˜€

    itikkecil:::
    ooo…dai sejuta umat itu? zinedine mz kan? πŸ˜†

    kudzi:::
    bukannya namaku memang ejaan barat? piye e ji?
    justru kalo dibaca pake ejaan bahasa endonesa jaman dulu malah jadi “yu” πŸ˜›

    vcrack:::
    iki jenenge postingan. piye, wis paham?

    Pras:::
    ya, dianggap nyambung aja

    cK:::
    banyak yg salah juga juga ya berarti, chik? wah, pada terancam neraka mereka itu πŸ˜†

    danalingga:::
    hahaha!

  6. wah nek ngono luwih bingung maneh aku..

    jeneng apik2, SEPTO,

    oleh paraban kok YOSEP..

    ora YUSUF ora JOSEPH

    piluuuuuuuuuu……
    hehehe

  7. betuuull…!! kok ya mau2nya mbuang waktu hanya gara2 beda pengejaan. aku suka bilang sama suamiku yang mualaf untuk tidak takut berdoa dengan memaki bahasanya sendiri..karena bahwa Gusti Allah itu gak pernah perlu dictionary atas dasar sifatNya yang Maha Mengetahui bahasa apapun.

  8. Mas Joe,
    skedar buat nambah pengetahuan Anda saja, bahwa nek neng ndeso (ndesoku yang kucintaaa…), nek nganggo jeneng aneh-aneh ki bakal merepotkan para orang-orang sepuh. Bahkan bisa jadi kita berdosa pada para kakek-nenek…
    Kenapa???
    Pasalnya, orang tua angkatan baueleha itu sangat asing sekali dengan nama-nama asing. Tak jarang mereka sering salah memanggil cucunya. Yah, mereka lebih akrab dengan Wakijan, Daliyo, atau Paijo. (kuwi rak nama pannjange Mas Joe to? PAIJO! ha..ha..).
    Begitu juga ketika mereke memenggil Lek Abdul dengan ‘Bedul’, Mas Muhammad dengan ‘Amat’,Ikhsan dengan ‘Kasan'(bahkan diembel-embeli Rejo, menjadi Kasan Rejo. Kuwi tanggaku ding Mas..), dll.
    Jadi sekedar peringatan aja, Jika Mas Joe pas nang Ndeso, ngati-ati nek knalan ro wong sepuh. bisa-bisa diaggap sebagai cucunya yang kabur setelah nyuri blangkone Mbah kakung lhoo…
    MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DALAM PENULISAN NAMA, ITU SEMATA-MATA HANYA KEBETULAN BELAKA. TERIMA KASIH.

  9. Hla maksudku bukan nama panggilannmu nama lengkap doonk… anindito baskoro.. bla bla bla bla…
    kkkqkkqkkqkq piss dab..

  10. mas jangan ngomong mohamed kallon donk, yang punya nama ntar tersinggung *ngelirik si kluthuk πŸ˜†

  11. Kalau kamu lahir di Liverpool, pencinta Beatles dan Liverpool FC, mungkin namamu jadi Joe Lennong. πŸ™‚

    Yup, betul. Nama itu tergantung penyebutan dimana orang itu berada. Zinedine Zidane kalau di Indonesia namanya jadi Zainuddin. πŸ™‚ Satu lagi, misalnya nama John itu di barat, kalau di Indonesia jadi Yohanes, dan kalau pake bahasa Latin jadi Ioanes.

  12. Mau nama Jabal Toriq kek, mau Gibraltar kek, mau Jabal Thoriq kek, yang penting jadilah seberani beliau.

    Bukan jadi “Gibraltar” yang negara ga jelas itu…

  13. mas joe bagus iki nek nulis pancek uasu, eh, uapek tenan. πŸ˜€

    soal nama itu memang orang2 tua kita rada aneh. dipikir kalo nama arab itu sama dengan orang briman. padahal, nama jowo koyo satrianto pun tidak kalah dlm beribadah dibanding gymantsiar. πŸ˜€

  14. HatiΒ² menurut saya itu bukan hanya sebuah ejaan, walaupun mempunyai arti yang sama.

  15. Mak-nya Naila:::
    betul, mbak…betul. setidaknya betul menurut saya lho πŸ˜€

    sigit:::
    ngomong2, daliyo itu malah nama dosen saya di ilkomp lho. beliau sudah senior banget. sudah sepuh. jadi sama anak2 malah dipanggil “jenderal daliyo” :mrgreen:

    kudzi:::
    ooooo…kalo itu sih aku belum nemu padanannya di kamus oxford, ji. aku belum go international, soale

    yudi:::
    saya lebih cenderung menyebutnya sebagai prince william. william gallas, maksudnya πŸ˜†

    fertob:::
    joe lennong? lengkapnya joe lennong bocah ya, bang?
    *jayusman (=manusia jayus)*

    Fortynine:::
    oye!

    anton:::
    jangan nuduh, mas. ibadah saya bahkan nggak lebih baik dari temen saya si komeng yang shalat ied kemarin malah milih tidur di rumah, kok πŸ˜†

    Amed:::
    ejaan banjar, tho? ooo…baru tau saya πŸ˜€

    vieny:::
    setuju juga!

    babhichu:::
    ati2, bhonk. nek nulis sesuatu kuwi kudu ono dasar ilmune. nek ora kowe bakal terbantai pas pendadaran sesuk, kakakakaka

    adikemiyabi:::
    bedanya? susunan hurufnya, kan?

    yusuf/joseph:::
    jadi? bedanya apalagi, donk? tingkat dosa pada implementasi penggunaannya ya?
    wah, celakalah saya; pria tampan kelahiran liverpool yang lebih akrab dengan ejaan ala kampung halaman saya ketika menyebut ‘prophet joseph’

  16. *ngomong sama diri sendiri*

    loh katanya dulu kalo hal kaya ginian ga mau ikut lagi, katanya nonton aja, la kok malah kasih komen? ga konsisten kamu…

  17. Eh, Yusuf dan Joseph itu bisa beda lagi lho. Kalau pakai bahasa latin, jadilah Iosepus, kalau pakai Yunani : Yosephus. Kalau pakai bahasa Italia jadi Giuseppe.

    Jadi Giuseppe Bergomi dan Giuseppe Rossi itu Yusuf Bergomi dan Yusuf Rossi-nya Italia. πŸ˜†

  18. lambrtz:::
    *ndengerin*

    fertob:::
    ah, saya lebih ngefans sama yusuf signori, bang. yang dewa kaki kiri itu πŸ˜€

    bella:::
    MEMANG! πŸ˜›

    sandal:::
    ahahaha, sampe pada titik tertentu, saya menganggapnya orang yang sama, mas dab. selanjutnya, well…tau sama taulah :mrgreen:

    Jendral Jangkrik:::
    lho, ada, lho. saya malah lebih cocok sama ‘apalah arti sebuah dialek’ πŸ™‚

    sora9n:::
    ngarang! 😈

  19. Tidak bisa!!

    Hanya orang kafirβ„’ yang tidak bisa melafalkan bahasa Al Quran!!!

    Nerakalah bagi mereka!!

  20. wah, kalo bambang pamungkas, aliyuddin, hendro kartiko di dialekin ke bahasa arab ato orang barat apaan ya joe?

    * bemby? ali lauthin? hendrik kurt? πŸ˜€

  21. Pingback: Shalom Aleichem | The Satrianto Show: Beraksi Kembali!

Leave a Reply


Keywords yang bikin nyasar ke sini:
arti nama Zidan, arti nama zidane, arti zidan, arti kata zidan, maksud nama zidan, maksud nama zidane, Arti kata zidane, perbedaan muhammad dan mohamed, muhammad atau mohammed, muhammad atau mohamad penulisan yang benar, apa perbedaan mohammad dan muhammad, bedanya nama mochamad dan muhammad, bedanya menulis muhammad dengan mohammad, arti nama daliyo, yang benar itu muhammad apa mukhamad