Lari dan Bersembunyi

Dari status Fesbuk-nya seorang blogger yang baru pernah ta’kunjungi blognya dalam hitungan jari:

Yang paling melelahkan adalah lari. Lari dari kenyataan. #selintas perbincangan

Tiba-tiba aku malah jadi inget sama kata-katanya Saint Phoenix dari komik “Super Bikkuri Man” waktu dia ditanya kenapa nekad terus-terusan bertempur melawan pasukan pasukan iblis yang nyata-nyata sudah menguasai seluruh dunia saint? Kenapa dia nggak kabur aja dan sembunyi? Setidaknya itu bakal lebih safe buat memperpanjang umurnya, walaupun – mungkin – cuma sedikit.

Jawab Phoenix:

Kalau terus-terusan lari dan bersembunyi, lama-lama tempat sembunyimu akan habis!

Tiba-tiba juga jadi pengen pulang ke Denpasar. Aku kangen sama koleksi komik-komikku…

Facebook comments:

11 thoughts on “Lari dan Bersembunyi

  1. Whoala, ternyata ada yang memperhatikan statusku (terharu, hiks).

    Dan sangat setuju dengan apa yang Phoenix bilang. Jadi apapun yang terjadi, “Hadapi saja! Tak perlu lari ataupun sembunyi.”

    *meluncur ke taman bacaan*

  2. gingsul:::
    cuma segitu pun, itu sudah tamparan yang amat sangat pedas buat mereka yang suka kabur dari masalah 😈

    nd:::
    eh, mau minjem apa? saya ndak yakin kalo masih ada taman bacaan yang nyewain super saint phoenix. itu bacaan jaman saya esempe. komiknya pun nggak diterbitin sama gramedia sampe tamat. cuma sampe seri 5 aja 😀

  3. *PLAK!!*

    terima kasih sudah mengingatkan. mungkin nanti, ketika saya sudah lebih bisa menguatkan diri hehehehe….

    *masih saja sembunyi*

  4. Gak habis pikir. Wis gerang2 koq bacaane komik. Koyok cah cilik wae. Dewasa dikit napa ? (Jawabane mesti gak ada hubungan antara hobi komik sama kedewasaan)

  5. nd:::
    new kungfu boy 7 ndak terbit2 sampe skrg 🙁

    oelpha: :::
    sama-sama 😀

    kudzi:::
    sudah dibilangin kalo saya ndak punya masih aja ngeyel nanya 👿

    septo:::
    betool…memang tidak tamat

    Grandong:::
    ohohoho…tidak sempat membaca resensi buku2 dan novel2 di artikel saya yang lain di blog inikah? jika belum, silakan ditengok terlebih dahulu.
    nah, jawaban saya ternyata bukan “gak ada hubungan antara hobi komik sama kedewasaan”, kan? :mrgreen:

Leave a Reply