Lelaki Tukang Ngibul

July 12, 2017 – 8:23 am

Barusan aku nengok status Fesbuk-nya Kiki. Dia nge-post lagu lawasnya Michael Learns to Rock yang judulnya “25 Minutes”. Yeah, situ orang lawas pastilah tahu ada cerita apa di lagu itu? Yap, yap, yap, ceritanya tentang cowok yang nyesel gara-gara mantan pacarnya keburu dinikahin cowok lain. Beliau yang kasihan itu cuma terlambat 25 menit sahaja untuk bisa menggagalkan peresmian pernikahan si mbak mantan.

Tiada lupa juga Kiki ngasih komentar sebagai berikut di posting-annya itu:

Naah.. bagi para lakik yg sayang sama cewek.. wes..cepat..jgn kebanyakan mikir..yg penting ceweknya bukan bininya orang lain. Nti ndk boy i hav missed your kisses all the time but this is.. 25 minutes too late..though you travelled so far boy iam sorry you are.. 25 minutes too late..
Kan jadi syediiiiiih…

Begitulah.

Sekarang aku mau cerita tentang keseharianku pas jaman kuliah S-1 waktu dulu. Dalam beberapa kali kesempatan, Mbak Puji, mbak-mbak penjaga kantin kampus, tiap aku datang buat nyomot gorengan selalu komentar, “Ngopo, Joe, kok mesam-mesem?” atau terjemahan Bahasa Indonesia-nya adalah, “Kenapa, Joe, kok senyam-senyum?”

Kujawab, “Heh? Enggak, Mbak. Setelan mukaku memang kayak gini, kok.”

Tapi jawaban tinggallah jawaban. Hari-hari berikutnya aku tetap saja rutin mendapatkan pertanyaan yang sama. Bukan cuma dari Mbak Puji, tapi juga dari sejawat-sejawatku di kampus. Tampang cengengesanku sering sekali menuai protes ketika rapat organisasi sedang berjalan.

“Serius tho, Joe! Ra mesam-mesem wae!” demikian sembur Betty yang itungannya adalah adik kelasku. Betapa tidak sopannya si Betty ini kepada seniornya. Sudah gitu dianya nggak segan-segan main perintah ke aku pula. Padahal posisiku di organisasi kala itu adalah Ketua Umum Ad Interim. Semprul!

Cuma ya wajar aja orang sering salah sangka ke aku. Bahkan dalam diam pun aku sering terlihat senyum-senyum sendiri, kata mereka. Mau bagaimana lagi, kedua sudut bibir memang sudah setelannya ketarik agak ke atas sampai-sampai keseluruhan bibirku sering terlihat melengkung macam orang yang lagi senyum.

Maka jadilah banyak yang suka nggak percaya sama omonganku. Dianggapnya aku selalu guyon setiap angkat bicara. Ya, yang termasuk golongan yang tidak percaya adalah mereka, gadis-gadis yang bakal kuceritakan sehabis ini.

Lalu sehubungan dengan apdetan statusnya Kiki di atas tersebut, kukomentari:

ada juga selama ini sayanya sudah serius, ceweknya yang nggak percaya kalau saya serius, terus saya ditinggal. terus begitu sudah jadi bininya orang barulah nyesel setelah tau bahwasanya saya dulu itu serius :3

Iya lho…ini kejadian nyata. Nggak cuma sekali-2 kali aja aku ngalamin ini, meskipun dibilang sering ya enggak juga. Jumlah cewek yang pernah dekat sama aku masih bisa diitung jari di kedua tangan sampeyan, kok. Tapi untuk urusan seperti ini, 2 orang saja sudah kuanggap banyak, dan celakanya jumlah peserta pada kesempatan kali ini ternyata lebih dari 2. Sudah termasuk kejadian terakhir yang kapan hari kemarin itu.

Aku sering dianggap bohong waktu aku bilang, “Aku suka kamu.” Lebih parah lagi, aku dianggap super ngibul ketika aku bilang, “Besok kita nikah yuk!”

Padahal aku memegang prinsip untuk tidak pernah tinggal gelanggang colong playu. Kabur setelah memasuki arena pertempuran. Nggak. Blas aku nggak pernah kayak gitu. Buktinya nomer hapeku nggak pernah ganti sejak 1,5 dekade yang lalu, yang mana hal tersebut termasuk dalam indikator orang yang nggak pernah lari dari masalah 😎 Setidaknya sampai sekarang aku selalu berusaha menepati apa yang pernah kuucapkan, karena kebetulan aku menyetujui nasehat dari si Wib, temanku yang anatomi wajahnya kebetulan mirip sama Dr. Apu Nahasapeemapetilon, Ph.D.

Dalam suatu kesempatan, si Wib pernah nggambleh. Katanya, “Ada 3 hal yang harus bisa dipegang dari seorang laki-laki: Prinsipe, omongane, karo manuk’e.” Dan meskipun omongan itu ngawur, substansinya kuanggap benar.

Cuma, kalau kondisinya adalah si cewek yang susah percaya sama aku, ya aku mau gimana lagi? Aku toh nggak bisa memaksakan perasaan orang ke aku, kan? Lagipula aku bukan tipe orang macam penjudi, yang saking nekadnya kepengen ngawinin anak gadis orang – meskipun anaknya masih nggak percaya kalau aku kepengen serius sama dia – maka aku bakal langsung datang dan ngomong ke orang tuanya.

Nggak. Nggak. Enak sahaja. Sekadar percaya kalau aku suka pun tidak, bagaimana aku bisa yakin kalau beliaunya aslinya juga suka sama aku? Jangan sampai sudah bela-belain datang ke orang tuanya, eee…si gadis kampret malah bilang, “Iya, sekarang aku percaya kalau kamu serius. Tapi perasaanku ke kamu aslinya biasa-biasa aja, sih.”

Matek!

Jadi ya kelanjutannya ya seperti yang terjadi sampai saat ini. Aku maklum, semaklum Kiki yang menyimpulkan – pada komentar balasannya ke aku – kenapa mereka-mereka – baik yang nggak percaya ataupun yang sempat jadi pacarku – waktu itu memilih meninggalkanku adalah karena:

Kemeja hello kitty.. tas hamtaro.. rambut pink..
Piye jal lek ngiro seriyess :3

Ditambah prestasi akademis dan nilai IPK yang ya-begitulah-adanya-apa-hendak-dikata, bagaimana gadis-gadis itu bisa percaya kalau aku ini adalah jenis cowok yang serius mempersiapkan masa depanku? :mrgreen:

Tapi nggak pa-pa. Aku nggak dendam sama ketidak-percayaan mereka, apalagi kalau pada akhirnya mereka sadar bahwa aku dulu itu pernah benar-benar pengen serius sama beliaunya. Aku cuma berharap, setelah mereka sadar, setiap mereka sengaja ataupun nggak sengaja mengingatku, yang muncul hanyalah penyesalan berkepanjangan. Itu saja. Hahahaha…


Facebook comments:

  1. 7 Responses to “Lelaki Tukang Ngibul”

  2. Sauja~na, samudra membentang sambut la~yarku~

    By Nyept on Jul 12, 2017

  3. Terpuruk ku di sini, dipeluk bimbang sikapmu, membeku dan sara tak terkira~

    By Yang Punya Diary on Jul 12, 2017

  4. Seingetku sepanjang aku kenal dirimu, aku nggak pernah diajak nikah sama kamu mas, padahal aku keren, aku cantik, aku pinter, aku..ah sudalah…

    Etapi kamu mah emang suka main (ancem) san-sun-san-sun… Makanya demikian kisahnya. Jangan dendam terselubung gitu dong…

    By Uknowwho on Jul 14, 2017

  5. Enak aja. Aku kan memang nggak pernah bilang suka sama kamu. Wek! 😛

    By Yang Punya Diary on Jul 14, 2017

  6. disaat dibutuhkan menghilang, ujug ujug mak bedunduk nungul nagih janji. hadeh…

    By D on Jul 27, 2017

  7. Saya ini memang ndablek. Sudah diperingatkan “Mending nggak usah dilanjutkan membaca” tetep saja ngeklik dan meneruskan baca.. hadeeeeeeh.

    By z.imama on Jul 31, 2017

  8. yang seperti ini nantinya bakal dicari banyak cewek, hehehe

    By Made Gelgel on Sep 16, 2017

Post a Comment