Lowongan Kerja dari Deplu, Teknik Informatika, dan Roy Sukro

Kemarin tumben-tumbenan aku chatting sama Ayu. Perkara ini bisa dikategorikan sebagai mukjizat juga, mengingat sejak anaknya mau pendadaran Tugas Akhir, dia selalu menolak kutemui. Alhasil aku nggak dibolehin nonton pendadarannya. Terus juga sampai dengan Ayu wisuda dan pulang kembali ke udiknya, aku – sampai sekarang – sama sekali nggak pernah ketemu apalagi ngobrol banyak kayak waktu dulu pas aku masih semangat pedekate sama dia (akunya juga heran, ini ada apa? Apa peletku sudah kedaluarsa? Padahal dulu aku rajin nge-date sama dia, lho. Cuma berduaan. Sumpah!).

Jadi berhubung aku memang sempat naksir sama Ayu, makanya kemarin pas mukjizat itu datang akunya senang bukan kepalang. Aku nyaris jingkrak-jingkrak nggak karuan. Sayang, di rumah lagi banyak orang. Malu juga kalo aku disangka sudah gila beneran gara-gara kemarin sempat ditinggal nikah sama Desti.

Sebenernya obrolanku sama Ayu, sih, jauh dari kategori romantis. Kami cuma ngobrolin nasibnya yang masih jadi pengangguran sampai sekarang. Dan dari situ aku sempat laporan ke dia kalo ada lowongan kerja di Deplu, yang ternyata juga sudah dia tahu.

Tapi habis itu dia malah sempat ngeluh ke aku. Katanya, yang ada cuma lowongan buat lulusan dari jurusan Teknik Informatika, bukan lulusan Ilmu Komputer. Di formulir registrasi online-nya juga nggak ada pilihan buat lulusan Ilmu Komputer dari UGM.

Setauku, sih, Ilmu Komputer sama Teknik Informatika itu sama aja. Ini cuma masalah kiblat pendidikan aja. Kalo yang kampusnya berkiblat sama Amerika, maka jurusan komputer-komputeran di kampusnya bakal dinamain Ilmu Komputer. Tapi kalo yang punya kampus lebih suka bermain dengan gaya Eropa, maka nama jurusan komputernya bakal dijuduli Teknik Informatika. Di Amerika sampeyan ndak bakal nemuin jurusan yang judulnya Informatics Engineering. Begitu juga di Eropa, sampeyan bakal menggeh-menggeh buat nyari kampus yang punya jurusan Computer Science.

Jadi, aku nanya ke Ayu, “Jurusan Teknik Informatika buat UGM ada, nggak?”

Ayu bilang, sih, nggak ada. Ya memang nggak ada, wong di UGM adanya Ilmu Komputer. Kita-kita di UGM, kan, American-minded gitu loch… Ada juga, sih, konsentrasi Teknik Informatika di jurusan Teknik Elektro-nya. Tapi ya judul lulusannya – setauku – tetap bukan lulusan Teknik Informatika; at least kalo mau jujur-jujuran. Lha wong itu, kan, cuma konsentrasi peminatan aja.

“Matematika juga ndak ada, Nduk?” tanyaku, mengingat sebenarnya orang-orang bergelar S.Kom. dari tempatku itu kuliahnya masih di program studi yang berada di bawah jurusan Matematika.

“Nggak ada juga, Cinta (perhatian! Kata yang terakhir ini bohong. Ayu nggak pernah manggil aku pake sebutan “Cinta” seumur hidupnya),” jawabnya.

“Coba ditanyain aja ke contact-person-nya.”

“Iya, Sayang (sebutan “Sayang” ini juga bohong-bohongan. Ini cuma bisa-bisaannya penulis sahaja). Sudah kuimel, kok, tapi belum ada jawaban sampai sekarang.”

Masalah ini akhirnya sempat kebawa ke milisnya Himakom. Seorang sejawat yang juga adik kelasku yang berjudul Wim Permana menulis:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kemarin aku baru saja dapet email balasan dari tim rekrutmen Deplu soal jurusan ilmu komputer dan teknik informatika, begini kata mereka


Yth. Wim Permana,

Untuk saat ini kami hanya menerima jurusan yang spesifik yaitu teknik informatika.

Terima kasih telah menghubungi kami.
Panitia Seleksi Penerimaan CPNS
Departemen Luar Negeri

Aneh ya ….. (tapi pasti ada hikmahnya)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hormat Saya,
Best Regards,

Wim Permana
http://gadnix.com
http://wimkhan.wordpress.com/

Oalah… Aku baru ngeh. Kepekok’an yang terjadi ternyata bukan salah programmer web-nya Deplu yang lupa mencantumkan Ilmu Komputer UGM. Nggak taunya ini memang kepekok’an orang-orang di kepanitiaan Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Luar Negeri secara general yang kayaknya memang nggak paham tentang teknologi informasi dalam dunia akademis. Kalo gini ta’sarankan, deh, supaya panitianya besok-besok – kalo ada penerimaan CPNS lagi – baca-baca literatur seputar Computer Science dan Informatics Engineering sana.

Dan, deduksi sederhanaku untuk masalah ini adalah: Besok, pegawai yang keterima di Deplu bakal ditempatkan di Eropa semua. Nggak ada yang bakal ditempatkan di Amerika. Makanya mereka nggak mau nerima lulusan dari Computer Science 😈

Sekarang, aku malah jadi curiga, apa ketololan di departemen pemerintahan yang terjadi ini sedikit-banyak dikarenakan kampanye misinformasi yang rajin dan terus-menerus dilakukan sama Roy Sukro? Kalo iya, si oom kumis bernama Roy itu memang layak diakui kesuksesannya dalam perkara memperbodoh masyarakat Endonesa yang awam tentang dunia teknologi informasi :mrgreen:


Facebook comments:

25 Comments

  • Yang Punya Diary |

    lambrtz:::
    eeee…nek neng nanyang kowe dadi opo, djo?

    yang punya bramantyo.com:::
    ra iso, ndut. lha kowe kan lulusan ilmu komputer, dudu teknik informatika πŸ˜›

  • faisal dwiyana |

    mau mas jadi PNS?
    tiap hari berangkat dan pulang pada jam yang sama..
    dan melakukan hal yang sama tiap hari..
    sungguh membosankan..
    sayang mas otak kreatif kayak sampeyan akan mati dibelakang meja kerja yang dipenuhi rutinitas..

    maaf, no offense, pendapat pribadi, sekalian mengajak orang” kreatif dan beda untuk menyalurkan kreatifitasnya..:)

  • Yang Punya Diary |

    ooo…
    itu pembelaan buat ayu aja, sal. berani2nya orang2 deplu itu ngecewain ayu. jadinya ya sukurin ta’pekok2in di sini. nekat bikin susah gadis yang kutaksir, sih, hahayyy! πŸ˜›

    akunya sendiri maunya jadi agen rahasia, sal. agen rahasia itu masuk kategori pns, bukan? :mrgreen:

  • lambrtz |

    Divisi Computer Science. Padahal bekas jajahan Inggris. πŸ˜•

    Universitas sebelah tuh yang nama departemennya Computing, nginggris.

    …ga ada sama sekali Teknik Informatika πŸ˜†

  • itikkecil |

    itu berarti memang lulusan ilmu komputer ugm memang tidak ditakdirkan untuk menjadi diplomat…

  • eto |

    haha… Ya begitulah resiko hidup di indonesia mas.. sebenernya hal seperti itu gak terjadi di instansi pemerintahan aja mas. Dulu saya juga pernah menemui hal yang serupa pada salah satu perusahaan tambang terkemuka. Waktu saya mo coba apply di JobFair, si mbak2 petugas recruitmennya bilang “Yang kita cari Lulusan Teknik Informatika mas, bukan Komputer”. So what informatic engineering? Mungkin karena ada kata engineering/teknik nya jadi terlihat lebih keren.

  • masluqman |

    waduh ini nih yang saya takutkan besok-besok. mudah-mudahan nggak terjadi deh πŸ˜€
    kalo sistem informasi nasibnya gimana ya besok?

  • Yang Punya Diary |

    lambrtz:::
    mampus! lulusan NTU juga ga bakal diterima di deplu

    itikkecil:::
    iya, sekalian saya jadi menteri luar negeri aja, mbak πŸ˜†

    Aday:::
    jangan ikut2! wong kamu belum lulus πŸ˜›

    Idub:::
    nganu…mungkin gara2 ulahnya roy sukro. doi sukses memasyarakatkan kebodohan di bidang IT

    eto:::
    ah, seandainya ada saya, saya pasti langsung komplain di tempat: “mbak, apa mbak yakin tek informatika sama ilmu komputer itu beda? mbak punya literatur yang mendukung? kalo saya tunjukin literatur yang justru menyebutkan ilkomp itu sama aja sama tek informatika, bagemana? masih mau nolak saya? saya ndak tanggung lho kalo mbaknya besok2 ditegur sama atasannya mbak gara-gara sudah nolak sepihak lulusan ugm yang super sekali ini.” πŸ˜†

    masluqman:::
    silakan cek yang berikut ini:
    http://www.acmtyc.org/curricula.cfm
    situ kayaknya lebih ke proses bisnis, deh πŸ˜‰

  • susahnya orang bayaran |

    “sayang mas otak kreatif kayak sampeyan akan mati dibelakang meja kerja yang dipenuhi rutinitas..”

    tapi masih banyak saja yang ngantri, lha njuk piye dab?

    sekalian nek ada bukaan lowongan T.Informatika, jgn lupa bawa serta gepokan literatur “T.Informatika Vs Ilmu Komputer”, biar si mbk2 penjaga tumpukan berkas lamaran tau.

  • JOko |

    DIKTI kan sudah membuat standar penamaan program studi di Indonesia, lihat saja http://surat-keputusan.com/?p=12 atau download di http://pascaunsoed.files.wordpress.com/2008/03/sk-dirjen-163-penataan-prodi.pdf

    di situ ILMU KOMPUTER digunakan untuk menamai S2 dan S3, untuk S1/D4/D3 namanya jadi Teknik Informatika, manajemen informatika, Sistem Informasi dan Teknik Komputer yang semuanya di bawah rumpun ILMU KOMPUTER.

    jadi dalam penerimaan pegawai mereka mengacu standar yang mereka buat.
    di EPSBED (www.evaluasi.or.id), S1 ILKOM UGM memakai kode Teknik Informatika, D3 KOMSI namanya berubah menjadi Manajemen Informatika, Kalau D3 REKMED tetap, karena namanya ada di SK tersebut di bawah Rumpun Ilmu KEDOKTERAN.

    Elins pun tidak ada, kodenya di web DIKTI menjadi Kode dengan rumpun S1 TEKNIK FISIKA (S1 Elins) dan kode D3 TEKNIK ELEKTRONIKA (D3 Elins).

    sebenarnya gampang saja, tinggal menuruti peraturan DIKTI, selesai…tapi masalahnya kalau menuruti dikti Namanya menjadi ada embel-embel TEKNIK…nah ini bisa jadi repot karena di Fakultas MIPA kok ada jurusan namanya TEKNIK, makanya di laporkan ke DIKTI dengan Kode TEKNIK tapi namanya tetep nama semula…ya mungkin menurut gw ada sedikit tipu-tipu lah, untuk ngakali DIKTI πŸ˜€

    ya aturan memang banyak mengacu kepada ITB, karna mereka yg berkuasa, jadi kalau nggak ngikut ITB ya jadinya gitu deh… jadi repot kalo mau jadi PNS πŸ˜€

  • joko |

    tenang aja mba2 mas2, dari 150 yang mau diterima jadi diplomat, hanya 5 aja yang dibutuhin buat IT, itupun ditaroh di satu ditjen aja kayanya,

  • Joko |

    faisal dwiyana says:
    August 2, 2009 at 11:30 am

    lah,gak ada dalam surat keputusan berkata bahwa ini mengacu ke ITB mas..
    subyektif ini..

    Betul, saya subyektif saja..lha yg punya Teknik Informatika kan ITB saja.
    Mas Faisal kayaknya juga di Tambang kalo ndak Minyak ITB to?
    kenapa pindah dari Ilkom?

  • banu |

    aq jg ngalamin mas,wktu daftar di LIPI,,padahal sudah lolos tahap2 tes smua tinggal wawancara user,ehh usernya bilang ko namanya ilkom bukan teknik informatika ga sama yang di formasinya,,,bikin down dehhh..akhirnya skg kerja di BUMN aj deh lebih menantang kerjanya

So, what do you think?