Lowongan Kerja di Depkeu dan (Lagi-lagi) Diskriminasi Ilmu Komputer

Pagi ini aku kebangun dari tidurku gara-gara ditelepon mamakku di udik.

Mamak bilang, ada lowongan kerja di Depkeu yang dipertegas sama adikku kalo ini kesempatan terakhirku buat jadi pegawai Depkeu sehubungan dengan kalo tahun depan umurku sudah nggak bisa buat dipakai ndaftar lagi.

Sebenarnya, sih, aku nggak terlalu pengen ndaftar. Selain masih saja nggak kepengen jadi bawahannya manusia lain (lebih suka ngurusin bisnis kaos kayak sekarang), lebih khusus lagi aku nggak mau jadi bawahannya Mas Yogi, masku sendiri yang memang sudah mapan di Depkeu :mrgreen:

Maka kelanjutannya mamak bilang ke aku, “Ya sudah kalo memang nggak niat. Tapi ini mau coba dicariin Surat Keterangan Kelakuan Baik di sini (Denpasar, -red.) kalo memang mau ndaftar.”

“Hoo… Kalo gitu dicariin aja suratnya. Ntar aku iseng-iseng ndaftar, dah,” jawabku pada akhirnya.

Selanjutnya tentu saja aku buka-buka website-nya Depkeu buat ngeliat syarat-syarat pendaftarannya, untuk kemudian… Gembel bercula! Aku kembali diingatkan dengan diskriminasi lowongan PNS bagi lulusan Ilmu Komputer yang dulu pernah dilakukan dengan sungguh tega sama Deplu.

Tidak ada lowongan untuk sarjana lulusan Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (dan universitas-universitas lainnya), sodara-sodara!

Yang ada cuma lowongan buat sarjana lulusan Manajemen Informatika, Komputerisasi Akuntansi, Teknik Komputer, Teknik Informatika, dan Sistem Informasi.

Jadi ya apa boleh buat. Aku malah jadi keinget kalo kemarin gara-gara kasus Ilmu Komputer vs Deplu itu aku sempat ditelepon secara personal sama dosenku, Pak Azhari, buat menanyakan detail kasus yang ta’hadapi.

Gara-gara ditelepon itu juga, kasusnya malah jadi berkembang sampai ke telinganya Pak Indrajit (Richardus Eko Indrajit yang ngetop itu, maksudku) yang sempat menjanjikan via imel:

Dari: Richardus Eko Indrajit <eindrajit@gmail.com>
Tanggal: 30 November 2009 22:24
Subjek: Re: Tentang jurusan Teknik Informatika
Ke: Anindito Satrianto <satrianto@gmail.com>
Cc: arisn@ugm.ac.id, nurrokhman@ugm.ac.id, rw@ugm.ac.id, jazi@ugm.ac.id, indrajit@rad.net.id, mastri@ugm.ac.id

Pak Anindito yang baik,

Terima kasih untuk informasinya.
Kami akan segera tindaklanjuti ke Diknas dan Deplu agar masalah ini dapat segera
di-clear-kan sehingga di kemudian hari tidak ada lagi pihak lulusan perguruan tinggi
informatika yang dirugikan…

Salam,

Eko Indrajit

Yang kemudian disambung sama Kaprodi-nya Ilmu Komputer UGM:

Dari: Nur Rokhman <nurrokhman@ugm.ac.id>
Tanggal: 1 Desember 2009 07:52
Subjek: Re: Tentang jurusan Teknik Informatika
Ke: Richardus Eko Indrajit <eindrajit@gmail.com>, Anindito Satrianto <satrianto@gmail.com>
Cc: arisn@ugm.ac.id, rw@ugm.ac.id, jazi@ugm.ac.id, indrajit@rad.net.id, mastri@ugm.ac.id

Terima ksih Pak Eko. Semoga hasil rakornas di Manado kemarin dapat segera disosialisasikan ke departemen lain, sehingga permasalahan seperti ini tidak berlarut-larut. Selamat berjuang.

Salam,
Nur Rokhman

Cuma saja, demi melihat lowongan kerja dari Depkeu hari ini, sepertinya masalah yang ta’hadapi kemarin itu ternyata belum clear; setidaknya untuk saat ini masih ada diskriminasi buat lulusan Ilmu Komputer 😈

Ya sudah, aku kembali berdagang kaos sahaja… :mrgreen:


Facebook comments:

21 Comments

  • dewa |

    pertamax! wah,kalo gitu aku yang nanti lulus dari elektro konsentrasi Sistem Komputer dan Informatika juga ga bisa daftar dunk πŸ™

  • Yang Punya Diary |

    ferdi:::
    saya mau pindah ke timbuktu saja, punk. kalo saya dolan2 ke endonesa, kamu mau minta oleh2 apa?

    astin:::
    dicek sendiri, tin. tadi sih kayaknya ada

  • m00nray |

    Wis Jon, ndaftar kantorku baen, ra mawi mumet bedane ilkom, teknik info lan sak anak buyute.. he he he

  • Dat Nyeng |

    DEPKEU tidak buka lowongan kerja. Yang bener KEMENKEU.

    Sepertinya perkiraan saya benar. Pendaftar kali ini akan membludak.
    Total pendaftar sampai kemaren sore sudah mencapai 120 ribu dan akan terus bertambah. Lebih banyak dari sebelum2nya.

    Ada dua kemungkinan sebab :

    1. Pemberitaan gencar kasus Gayus membuat banyak orang tahu, gaji di Kemenkeu cukup besar. Golongan III/A gajinya 12 jeti, Coy ! (S1 diangkat PNS akan bergolongan IIIA). Gaji ini cukup bersaing, bahkan jika dibandingkan dengan gaji pegawai perusahaan swasta favorit. Jadi pegawai jujur dan baik2 pun sudah bisa hidup dengan layak.

    2. Bagi yang berpikiran bandit saat mendaftar ke Kemenkeu, berkaca dari kasus Gayus, ia merapalkan mantra : TINGGAL MEMPERBAIKI SEDIKIT TEHNIKNYA. Yang model beginian semoga tidak diterima.

    3. BTW bagi para pendaftar jangan percaya jika ada yang menjanjikan bantuan agar diterima dengan meminta imbalan uang. Tolak sama sekali dan persiapkan diri dengan baik. So far penerimaan PNS di Kemenkeu bersih 100%. Selamat berkompetisi dengan fair.

    4. Buat Joe selamat berjualan kaos.

  • han2cute |

    semoga tahun depan ada lowongan depkeu lagi, dan aku bisa daftar sebagai lulusan ilmu komputer !!! hihihihi,,,
    untung belum lulus,,, (menghibusr diri)

  • Andi |

    he he he mantabs .. begitu nulis di blog langsung ditindaklanjuti secara nasional πŸ™‚
    Betul itu .. jualan kaos aja klo bisa mendunia kan nayamul sam (:bhs malangan : lumayan mas )

  • Oz |

    haha..

    bentar lagi saya mau lulus dari fasilkom (baca: Fakultas Ilmu Komputer)

    saya juga pernah kirim email ke deplu balasannya persis di bagian artikel blog ini tentang deplu.. XD… pice kali ya mata mereka gak bisa baca… padahal dah tak kasih link ACM dan IEEE

    damn those sh*t National Departments

  • yang punya yanworks.web.id |

    Meski saya baru baca setelah satu tahun posting ini dimuat, sedikit sharing aja saya juga sempet ngalami diskriminasi macam ini tapi bukan di CPNS, tapi di salah satu perusahaan international mining service yang katanya orang2nya adalah “blue blood”.

    Udah ikut sampai 3 tahap wawancara trus pengumuman yg selanjutnya tidak ketrima karena usut punya usut tahap selanjutnya dipilih dari jurusan masing2 orang, temen saya yang jurusan Teknik Informatika (dari universitas lain) ketrima semua, sementara jurusan yang gak ada tekniknya seperti Ilmu Komputer dibuang langsung. Sedikit berpikir positif, saya beranggapannya mungkin saya kurang baik pas FGD waktu itu.

    Semoga janjinya pak Indrajit yang di posting ini beneran dilakukan deh, biar tidak ada lagi kasus seperti ini. Kebetulan ini sudah satu tahun sejak isu itu digulirkan, semoga memang kali ini sudah benar2 clear masalahnya. Nanti kalo masih tetep saja. Tak laporkan biar mas Joe bisa bikin posting part 3, part 4 atau part lanjutannya πŸ™‚

  • Mark |

    demi menghemat kktaarer, orangb2 suka menyingkatb2 kata. Kadang menyingkat tanpa memperhatikan apakah hasilnya akan ambigu atau tidak. Selain ass, sy paling jengkel kalau ada yang mengirim sms dengan salam samlek . sy biasa menjawabnya dengan kalimat selamat imlek juga :Dmungkin biar terliat gaul kali :D. kata/kalimat yang biasanya disingkat dalam bahasa tertulis, pun sekarang dalam bahasa lisan kadang disingkat. Contohnya astajim . mungkin maksudnya astaghfirullah al adzim . Betapa pelitnya orang yang malas mengucapkannya secara sempurna padahal lisan tidak dibatasi kktaarer seperti di twitter hehehe satu lagi kata Ya Allah kadang ditulis yo oloh *capek deh*

So, what do you think?