Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok
Pengumuman! Aku lagi latah.
Ada yang sudah ngintip film “Fitna“? Aku belum. Ndak sempat, soale. Biasalah, eksekutip muda. Jadinya agak suwibuk. Suwibuk sesuwibuk-suwibuknya. Waktuku habis buat ngetes kinerja UU ITE yang menghebohkan itu, yang katanya akses buat mbuka situs-situs porno dari Indonesia ditelikung di tengah jalan. Harapannya, sih, nggak bakal ada anak-anak bangsa ini yang berhasil mbuka situs porno. Maka, dengan semangat ala mahasiswa 98, hal tersebut kutes, dan hasilnya ternyata aku tetap aja bisa berselancar dengan tenang mbuka situs-situs terlarang itu via proxy, semacam NinjaProxy atau HideMyAss. Komik-komik saru pun pada akhirnya tetap bisa didonlot sama siapa pun yang kepengen ndonlot. Cuma gara-gara kayaknya Allah masih sayang sama aku sehingga aku dijauhkan sama hal-hal model begitu, aku selalu gagal ndonlot komik-komik tersebut gara-gara koneksi internet yang mendadak putus di tengah jalan (jindal!).
Tapi kesimpulannya ya tetap aja: Dana 30 tereliyun buat proyek UU ITE terbuang percuma. Mending kalo sekarang masih ada duit yang belum kepake, cepat-cepat aja, deh, dialihin sama pemerintah buat sedekah! Kayaknya juga bakal lebih barokah.
Balik ke masalah “Fitna”. Setelah baca-baca literatur dari berbagai sumber, aku jadi tau kalo film itu - konon katanya - menggambarkan Islam sebagai agama yang penuh dengan kekerasan, penebar kebencian, pecinta darah dari berbagai golongan (entah itu golongan darah A, B, AB, atau juga O). Tentu saja hal macam gituan bikin panas orang-orang Islam. Yang agak pinter masih bisa bereaksi nenang-nenangin diri sambil berusaha cuek. Tapi yang goblok - dan ini celakanya. Masih banyak orang Islam yang goblok di Indonesia - langsung bereaksi spontan kepengen membalas perbuatan itu dengan cara seperti yang dituduhkan di film itu. Idiot!
Jadi gara-gara baca-baca blognya Retorika, aku jadi ngeliat berbagai macam reaksi manusia-manusia goblok itu dalam bentuk komentar. Ada yang dengan tololnya malah komentar kalo sekarang berarti sudah saatnya bendera perang benar-benar dikibarkan gara-gara tindakannya Geert Wilders, si tukang bikin film tersebut.
Eee… Goblok betul sampeyan itu, batinku waktu mbaca komentar model gitu. Islam itu, kan, di film “Fitna” lagi didakwa sebagai pelaku kekerasan, lha, kok sekarang malah pengen nunjukin kalo apa yang dituduhkan itu ternyata benar? Dasar bego! Orang itu otaknya di dengkul sebelah kiri atau sebelah kanan, ya?
Ini, kan, sama aja kayak kalo misalnya ada yang memaki aku, “Joe, kampret kowe! Jadi manusia, kok, bisanya cuma misuh aja? Mulut nggak ditata! Mau jadi apa kamu nanti kalo sudah diwisuda?!”
Maka aku pun menjawab, “Heh! Laknat kowe! Berani-beraninya kamu ngomong kayak gitu, dasar anak haram! Apa buktinya, babi?! Ngomong itu dipikir dulu, kadal bercula! Mbahmu salto, berani-beraninya bilang aku suka misuh. Dasar anak lonte, nenekmu perek, adikmu sundal, bapakmu germo! Anjing sampeyan! Biawak! Telek kecoak! Bunglon bunting! Muka kayak gorila beraninya nuduh aku yang bukan-bukan. Dasar kuda nil, monyet sinting, komodo, dinosaurus, masthodon, pterodactyl, triceratops, harimau sabretooth, tyranosaurus-rex!!!”
Lha, baca, nggak? Aku lagi dituduh suka misuh. Dan demi membela harga diri ternyata aku malah misuh. Justru menunjukkan sebuah kebenaran dari apa yang tadinya hendak kita sangkal. Apa nggak goblok kuadrat itu namanya? Untunglah aku nggak segoblok itu. Alhamdulillah…
Terus yang lain, ada juga yang nyaranin supaya orang Islam mbales dengan bikin gambar karikaturnya Yesus. Ealah… Yang ini sama aja gebleknya. Apa salahnya orang Kristen secara keseluruhan, kok orang Islam harus mbikin karikaturnya Yesus? Mas Yogi, Mbak Esti, Dik Sita, Mas Arad, si Creez, Mank Bayu, Ceper, Sympati, Ucup, Binson, atau bahkan Ayu nggak pernah bikin salah sama aku (aku malah sempat naksir Ayu segala), terus kenapa aku harus menghina keyakinan mereka? Yang salah, kan, sutradaranya film itu, bukan mereka. Yang salah cuma 1 orang, kok, orang-orang yang lain harus dilibatkan? Dasar otak amoeba (eh, amoeba punya otak, ndak, sih? Aku lupa)!
Itu juga ya kalo sutradaranya film “Fitna” itu bener-bener orang Kristen. Lha, kalo bukan? Lha, kalo dia itu oknum dari agama lainnya atau malah sama sekali nggak beragama, apa ndak salah sasaran namanya? Makanya, kalo mau ngamuk itu dipikir dulu, John.
Ada juga yang nuduh memang begitulah sifat dasarnya orang Yahudi, nggak akan pernah rela sama orang Islam. Ini juga sembrangkangan. Emangnya iya pak sutradaranya itu orang Yahudi? Kok, yakin betul? Jadi mana yang benar, si sutradara itu orang Kristen atau orang Yahudi?
Makanya saranku, sekarang orang-orang Islam mulai aja berlomba-lomba nunjukin kalo Islam itu memang agama yang simpatik, yang jauh dari apa yang dituduhkan film “Fitna” itu. Jangan malah melakukan tindakan yang justru menunjukkan apa yang dituduhkan di film itu jadi benar. Selama ini orang Islam dicap sebagai biang kerusuhan, kan, karena memang masih banyak oknum-oknum yang memang jadi tukang rusuh, yang merasa penafsirannya terhadap agama adalah yang paling benar, ya jadilah anggapan dunia di luar sana jadi kayak gitu.
Dan aku juga jadi inget sama poster propaganda yang sempat kugoblok-goblokin kapan hari itu. Lanjutannya, oknum-oknum Hizbut Tahrir di kampus kembali memasang poster yang bunyinya kurang-lebih: “Penghinaan terhadap Nabi yang terus-menerus adalah bukti kemudharatan HAM dan sistem demokrasi”, yang ujung-ujungnya mengajak umat Islam untuk menolak HAM dan demokrasi dengan alasan 2 hal itu adalah produk kafir barat, yang padahal menurutku Islam pun tetap mengajarkan HAM dan demokrasi (hanya saja teksnya dalam bahasa Arab. Bukan dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia).
Pola pikir yang njempalik, batinku. Nabi ditampilkan dalam karikatur bertema kekerasan ya justru karena selama ini masih banyak oknum umat Islam yang kelihatan menentang HAM. Kalo akhirnya umat Islam bener-bener menentang HAM, apa nggak jadinya karikatur Nabi justru tambah banyak?
Lanjutannya, 1 set poster yang terpajang di depan ruang Himakom itu pun kusobek dari tempatnya. Aku nggak mau ada pandangan buruk terhadap umat Islam dari orang-orang di luar Islam. Ceper yang kebetulan nggak sekeyakinan sama aku malah berkomentar ke aku, “Menurutmu mungkin itu salah, Joe. Tapi cobalah kamu bertoleransi dengan pandangan mereka yang menganggap hal itu benar. Nggak perlu sampe disobek kayak gitu.”
“Masalahnya, poster itu terlihat sama aku, Per. Dan aku menganggap hal itu salah, makanya kusobek. Lagian, bukan pada tempatnya sentimen keberagamaan diletakkan pada instansi umum. Wong iki neng kampus, kok. UGM, kan, nggak bisa diklaim sebagai cuma milik orang Islam,” jawabku.
Kuakui, waktu itu aku memang emosi. Dan jujur, dibanding dengan emosi kepada oknum-oknum yang memelintir keyakinanku dengan seenaknya, aku jauh lebih emosi sama kegeblekan saudara-saudara seimanku sendiri. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku. Amin!
174 Responses to “Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok”
Leave a Reply




April 2nd, 2008 8:56 pm
yo…selamat latah! (aq belum baca selanjutnya)hehe..yang penting komen duluan
April 2nd, 2008 9:03 pm
…dan, parahnya tadi siang aku nonton siaran berita di tipi, gak tau stasiun dan acara brita apa juga kurang tau kejadiannya dimana coz terlanjur gak abis pikir sama beritanya. segerombolan mahasiswa ndemo kantor kedubes Amrik dan rusuh. Ampun…emang mo nunjukin ke anarkisan tuh…
April 2nd, 2008 9:06 pm
Sepakat!
Negeri ini tidak membutuhkan para parokialis agama yang kerap menentukan kebenaran dari sudut pandang personalnya.
.
[daripada menunjukkan Islam Marah, mending tunjukin Islam Ramah, ya tho?]
.
Salam,
April 2nd, 2008 9:28 pm
di kantor tadi ada beberapa orang ngomongin reaksi orang2 endonesa di kedubes belanda, mulai dari ancaman sweeping sampe mereka geguyonan soal jajah2an lagi. mereka ngomong pake boso londo sih, tapi aku ngerti. duh, melu isin…
tolong kalo d jogja sampe kejadian sweeping2an, ingetin kalo disini masi banyak orang endonesa, sapa tau pemerintah belanda ikutan sweeping orang2 endonesa disini…
April 2nd, 2008 10:21 pm
Aku mendukungmu Joe
*asah parang*
Lah, kok saya jadi ikut anarki nih?
April 2nd, 2008 11:38 pm
setubuh Joe..!!
Guru ngajiku pernah bilang:
“Semua (amal) perbuatan tergantung kepada niatnya”.
Orang sekarang mudah untuk bilang FITNAH kepada org lain, padahal diri sendiri yang sedang berFITNAH. Karena bisa saja Mr.X “niatnya A”, tapi kita bilang “dia itu tujuannya B”. Bukankah ini malah memFITNAH (meski rada kabur). Sori nek kliru..?
Trus orang yang mau suiping produk, apa ga tambah MUNAFIK. Lah kita ngeblog pake komputer buatan sapa? Kita SMS pake HaPè buatan mana? Emang indonesia sudah bisa bikin Komputer sama HaPè sendiri..? mbelll.. Sendok aja Made in China, lah China bukan malah komunis ..??
Ini abad 21 Bung..!!
Bukan zaman Mojopahit, ngeblog pake DAUN LONTAR.
Cintai Agama dan Bangsa Kita dengan Damai dan Senyuman..
Robbis rohli sodri wa yassirli amri wah lul uhdatan millisani yaf kohul qouli… Amien…
April 3rd, 2008 1:32 am
Saya pernah lihat poster (aselinya bahasa Inggris) bertulisan;
“Pancung siapa yang berani bilang Islam agama kekerasan!”
Mungkin muslim-muslim dangkal seperti ini yang mas Joe maksudkan?
April 3rd, 2008 1:35 am
Aaah!! Joe, kamu nyontek Joe! Esensi postingan ini kan udah pernah aku tulis berbulan-bulan lalu di OMG!!
Royaltiii…..!!
April 3rd, 2008 2:39 am
kalo aku sebagai Muslim yang baru menemukan muslim, semi sepakat!!!!
tergantung dari sisi mana melihat dan mnganalisa permasalahan itu..
ummat Islam yang langsung reaktif menurutku, bukan kategori Goblok, akan tetapi terkesan gerakan moral bahwasannya kita bukan ummat yang bisa dilemahkan…dan gerakan spontanitas ummat yang merasa beriman itu tidak bisa langsung dijustifikasi dari segi pandang ilmu hukum…
tapi aku juga setuju, apabila itu dianggap goblok, tapi mohon dicatat, bukan semua yang melakukan reaksi moral itu goblok, mungkin saja oknum yang ikut berdemo apalagi melakukan anarkis tersebut yang goblok. karena Islam sendiri mengajarkan ” Kejahatan dibalas dengan kebaikan, bukan dengan kejahatan yang sama apalagi lebih menyakitkan”…dan menurutku ummat Islam yang melakukan demo sampai anarkis tersebut, belum mempunyai iman yang kuat, karena menahan emosi merupakan suatu kemenangan didalam Islam itu sendiri…
April 3rd, 2008 3:40 am
jon, mbuka yg langsung tanpa proxy aja masih bisa kok..pemerintah perlu nyewa om RS kali ya?
oiya jon, om Geert pancen oye, mau bikin “fitna” versi agama lain jg tu
April 3rd, 2008 9:33 am
nama saia koq ndak disebut bersama nama orang2 kapir itu mas? hihiiii…
emang sebaiknya mas joe jangan nyobek poster itu mas joe.. menghargai juga dengan pendapat dan pandangan mereka..
April 3rd, 2008 10:10 am
tentang Pitna?
Spwakat Mas Joe…
wis manut pangeran milan wae..
hwakakakaka…
Situs dblokir?
alah sopwer gawean orang pemerintah paling segera “berlalu” dan ada obatnya…
heHEhe..
April 3rd, 2008 10:40 am
postingan bagus joe
*aku nunggu ditraktir habis sidang aja deh*
April 3rd, 2008 10:57 am
hmmmmmmmmmmmmmm………….mo bingung bilang apa neh??????dilain pihak,pembelaan itu perlu tapi satu dipihak lain juga memang benar kalau islam itu nggak ngjarin yang kayak gitu…..jadi mungkin ini aja yang bisa aqu katakan ^_^
April 3rd, 2008 11:16 am
aku dah nonton “fitna”, ‘bagus’ filmnya. editing-ga ruwet2. mungkin pake windows media player dah cukup. mungkin mas rs lebih paham itu.
”fitna” ada bner nya juga kok: islam menolak homoseksual. lah, bener ta ya. om wilders-nya aja yg kebangetan mpe mau menghapus islam dari planet kecil kita. homo juga kali dia, ck,, ck, ck,, kasian istrinya!
soal ham; ham sekarang berlebihan, masak kita bebas-sebebasnya, g pake aturan. singa aja masih punya aturan. kalo kawin pas musimnya aja. g setiap hari kawin. lah manusia setiap hari juga kawin. ??
April 3rd, 2008 11:33 am
*tentang pemblokiran
halah…mau di blokir gimana pun caranya nek Sarkem buka’, gank dolly open, dan ayam-ayam kampus pun masih berkeliaran tetep ae… Pemerintah kayaknya malah menyarankan kita untuk praktek langsung koq joe, jgn cuman liat di internet saja … ha3….
*tentang fitna
saya juga setuju joe…
ngisin-ngisini Islam wae wong2 ekstrim kui..
mending kon pindah nang agama mu wae py… ha3… ben koe nduwe militan-militan fanatik..he3..
April 3rd, 2008 12:30 pm
Tulisannya keren euy. Harusnya emang kayak gitu cara pandang yang bener. Manstabs sekali dah. Tunjukkan kalo tuduhan itu tidak bechuulll
Salam kenal dari sayah
April 3rd, 2008 2:42 pm
pisuhane mantep dab
April 3rd, 2008 6:09 pm
iya…kadang saya jadi mikir mungkin emang karna selama ini kita emang sering anarki maka orang lain kemudian mengecap kita gitu.
sedih ya…
April 3rd, 2008 6:49 pm
Saluut.. saluuuut…
Plok! Plok! Plok!
[Tepuk tangan dan kaki sambil loncat2 trus koprol dan bekrol..]
April 3rd, 2008 7:30 pm
betul…tul..tul,,jangan malah berbuat seolah2
mmbenarkan film pitna, karena itu hnya FITNAH belaka,piss mennnn
April 3rd, 2008 7:48 pm
Rapopo jo,,, smakin banyak yg ngejek Islam,ato org2 Islam yg bikin malu agama,,maka semakin banyak yg akhirnya mempelajari Islam dan trus Jatoh Cintrong… Di film “Fitna” kan ada statistik kemajuan jumlah pemeluk agama Islam di Finlandia yg makin tahun makin naik tajam jumlahnya…
Ambil positifnya ajalah,,,hahahaha…
Aku jg setubuh sama km,, nyatanya kita bisa2 aja rukun sama temen2 kita yg beda Agama….
Malah menurutku, mereka (tmn2 yg beda Agama) baik-baik kok sama kita…
Yg penting kita sendiri,,(dan memang yg baik itu dimulai dari kita sendiri aja)baik sama mereka…
April 3rd, 2008 8:26 pm
sipp.. gw setuju..
postingan yang bagus..
April 3rd, 2008 9:25 pm
Agamamu tho?
April 3rd, 2008 9:41 pm
Jangan lupa, wa la tak rabu zina! (Dan jangan berzina di hari rabu). Itu yang paling penting jhon, g ada artinya klo kamu nyonthong tapi tetp berzina di hari rabu! Maka dari itu berzinalah di hari hari yang telah ditentukan, sperti malam sabtu atau malam minggu untuk hasil terbaik. Hahahahaha
Oiya jhon, suk meneh aja disuwek sik, discan njuk di post, aku yo pengen ndelok.
April 3rd, 2008 11:44 pm
nuha:::
ah, memang parah mereka-mereka itu. pada nggak mikir efek jangka panjangnya
ariss_:::
eh, parokialis itu artinya apa? sumpah, ini kosakata baru buat saya
chriz:::
sejauh ini aku sudah menyuarakan pemikiranku ke orang2 di dekatku, chriz. tapi kalo gerombolan geblek itu tetep mau anarkis, apalah artinya seorang satrianto, gyehehehehehe…
berdoa aja, semoga iq mereka ndak jongkok terus
danalingga:::
mendukung saya? euh…kalo dah terkumpul banyak, kayaknya saya bakal berani ikutan pilkada, hohoho
Mas IWåNT:::
ndengaren komen panjang lebar, oom. panjang kali lebar kali satuan persegi sama dengan luas, lho
Kroco Geddoe:::
apa perlu saya jelaskan lagi?
sora-kun:::
lho, tulisan ente kan cuma konsep dasar. sedangkan tulisan saya lebih implementatif, hahaha
mbahmadh:::
ehm…menurut saya, mbah, gerakan moral pun tetap bisa dilakukan dengan tindakan yang tidak reaktif anarkis…seandainya mereka memang bisa berpikir ttg efek jangka panjangnya
punk:::
bukannya yg seperti ini justru karena paman kita tercinta itu berada di belakangnya pemerintah? kakaka…
bocah ragu kae…RAGUno blas
vcrack:::
maap, tro. jatah tempat anda sudah buat ayu. tentunya saya harus mendahulukan ayu, dunk
galihyonk:::
ooo…jangan asal manut, mas dab. omongan saya lebih sering ngawurnya, lho
aprikot:::
postingan bagus? ah, apalah artinya tulisan seorang saya ini?
*ngerendahin diri, ninggiin mutu*
generasi_perubahan:::
pembelaan memang perlu. tapi bisa ditunjukkan dengan cara yang elegan, kan?
mybrainsgrowell:::
konsep HAM-nya nggak salah, git. mungkin implementasinya aja yang kebablasan. konsep dasarnya tetaplah bahwa manusia harus diakui memiliki privasi.
eh, sebetulnya aku sendiri lebih mendorong kewajibab asasi, lho. soale aku pikir, ketika kewajiban asasi tiap manusia sudah dilakukan, maka tidak akan ada lagi pelanggaran hak asasi
aphip_uhuy:::
prakteko kono, phip. kowe wani po? cilikanmu kakehan ngaji ngunu
ooo…kalo pindah ke agama saya, khawatirnya mereka2 itu bakal tidak mampu melunasi biaya administrasinya
Nyoman Ribeka:::
ah, terima kasih. salam kenal juga dari saya. baca nama anda, saya jadi kangen pengen pulang
detnot:::
wajarlah, mulut tercepat di mipa selatan ini, hahaha
wennyaulia:::
hmmm…justifikasi dari pihak luar itulah yang saya pikir perlu kita benahi dengan cara menunjukkan cara hidup beragama yang elegan, yang nggak cuma menafsirkan teks kitab suci secara tekstual
kimbul:::
halah…kamu kan tau kalo aku sejak kecil memang suka membuat salut orang2 di sekitarku, kakakakakaka!
nung:::
piss? sama, saya juga cinta piss
Aday:::
yah, aku memang selalu mencoba berpikir positif tentang ejekannya. yang aku sesalkan cuma reaksi geblek dari orang2 yang berpola pikir cupet, hahaha…
jagoandi:::
kok banyak yang setuju ya? ah, saya mau jadi presiden aja kalo gitu
calonorangtenarsedunia:::
bukannya malah agamamu?
yang punya bramantyo.com:::
berzinanya perlu pake pengaman atau tidak?
April 4th, 2008 12:29 am
kowe bajingan anak lonte
April 4th, 2008 12:33 am
wah, salah sambung kalo gitu, mas. ibu saya fisioterapis, bukan lonte. tapi kalo perihal saya bajingan, icchu becchulll…
April 4th, 2008 6:44 am
joe ..
yg bilang 30 T itu siapa ?, perasaan saya baca beritanya itu adalah komentar deddy misswar , yang menekankan dukungan penuhnya tentang UU ITE itu, dia MEMISALKAN meskipun UU itu bedana 30 T maka dia tetap mendukung, saking kuatnya dukungan deddy misswar
jadi dalam hal ini om joe juga sudah menyebarkan FITNA kepada pemerintah
seperti orang orang indon bodoh yg menyebarkan FITNA 30 T itu tanpa membaca secara mantap berita yang ada
emang pantas indonesia disebut INDON la baca berita aja tidak mampu menarik kesimpulan inti berita
sebagai bentuk tanggung jawabnya anda harus memperbaiki blok anda yg cukup populer dan menulis bantahan balik kepada tukang tukang FITNA INDON tersebut
salam
Pemulung - Italy
April 4th, 2008 7:14 am
yang bilang 30 t siapa?
lho, kan, ta’kasi hyperlink di teksnya. hyperlink-nya diklik, dunk. jadi bisa keliatan kalo saya ngambil sumber dari mana. dan mohon ampun, oom, sekalipun kata-kata anda benar, kalo saya ubah teksnya, nanti malah nggak nyambung sama source-nya. justru tanggung jawab saya terletak pada tindakan saya untuk tidak mengubah jumlah angka yang sudah sesuai dengan source yang saya hyperlink-an. kalo diubah2, waduh, apa ndak celaka namanya?
nanti, kalo source-nya sendiri sudah ngubah, saya juga bakalan ngubah, deh. janji. jadi jangan khawatir, ya. tetep senyum, gitu
lagipula, di halaman ‘this blog’ sudah saya kasih keterangan, lho, supaya jgn percaya langsung sama keakuratan data2 di blog ini. yeah, namanya blog ya sangat mungkin isinya bakal subyektif.
bisa dikopi? ganti!
April 4th, 2008 11:08 am
akhir2 ini ko aku banyakan setuju ma kowe ya joe? apa sekarang otakmu dah dikasi pupuk sehingga berkembang subur and ga layu kayak dulu lagi hehehehehe
btw, tul boss, ga sah peduli sama pilem2 gituan,payah tu orang yang menjelekkan orang lain. dulu aku sempet “sedikit” gitu, tapi telah kusadari bahwa itu sinting dan lengeh sekali, kusesali diriku yang hina dina dulu, semoga aku diampuni, sekarang aku tobat brur, hidup itu indah.
kita ni orang beradab dan aku yakin kita sama2 beradab, sama2 suka nonton miyabi juga hi..hi..
April 4th, 2008 12:55 pm
Sudah jhon.. Tetap fokus menggarap sekuel ayat ayat cinta, yaitu ayat ayat setan. Gyahahahaha
April 4th, 2008 1:02 pm
lha.. si meneer Geert itu kan sedang mempraktekkan apa yg namanya “seeing is believing”, kalo ada yg terprovokasi ya berarti sedang membantu meng-golkan skenario nya si meneer itu. Krn “seeing is believing” itu adalah sifat dasar manusia yg tak bisa diubah lagi, maka gunakan itu utk perlawanan thd film fitna tsb. Tapi mungkin mrk2 yg marah2 dan anarkis itu ga ngerti strategi yg saya maksudkan ini.
April 4th, 2008 2:30 pm
Hemm..Alhamdulillah saya tidak termasuk orang yang *kejam lagi bodoh* itu. Saya cuma berdoa, semoga Allah menambahkan kebaikan bagi semua muslimin dan muslimat dan dibukakan pintu bagi mereka yang belum terbuka hatinya. Insya Allah doa saya terkabulkan karena saya sebagai muslim merasa sedang didzolimi, sedang di FITNAh.
April 4th, 2008 10:39 pm
Film nggak mutu…cuma 15 menit doank, nggak ada bintang holywoodnya, gambarnya jelek pula…
Kalo misal e nggak terima, mbok ya bikin film tandingan, semisal menjelaskan secara utuh dan benar ayat-ayat yang terkandung di film FITNA itu…kan malah bisa memberikan pencerahan bagi orang-orang yang nggak tau makna sebenarnya yang terkandung di ayat-ayat tersebut…(lha aku sendiri nggak begitu ngerti, soalnya belum hafal Al-Quran, dan setauku menafsirkan Al-Quran itu nggak berarti menerjemahkan secara mentah-mentah begitu saja)
[Jebule sampeyan dulu naksir Ayu to?? Fufufu...]
April 4th, 2008 11:10 pm
SETUJU!!!
BIKIN FILM TANDINGAN YANG POSITIPPHHH!!!!
dikit dikit maen bakar…
April 5th, 2008 6:53 pm
bahasan yang menarik bos ..

bahkan aku sampe sekarang juga gak pernah niat untuk nyelidikin yang namanya film fitna yang menghebohkan itu padahal dah dari kmaren2 link donlod tersedia
semoga aja rekan2 yang terbawa emosi oleh kehadiran film itu mbaca tulisanmu ini bos, biar bisa sedikit lebih tenang en gak emosian dan bisa mikirin perbuatan apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk menghadapi yang begituan.
April 6th, 2008 1:38 pm
Padahal, Perdana Menteri Belanda sudah mengecam film Fitna itu, tapi kok ya bendera Belanda masih dibakar.
Aku malah dadi isin.
April 7th, 2008 8:23 am
Stuju nak joe,Saya berharap ada oknum yag perduli
pada peradaban islam yang sudah mulai tidak tertata,islam tidak mengajarkan kekerasan,dan tidak juga tinggal diam pada apa saja yang menurut pandangan islam itu,tapi tidak dengan anarkis memangnya tidak ada cara lain? ( hak islam harus terus di wajibkan )
April 7th, 2008 9:03 am
haha untungnya aku orang Islam yang nggak kejam n goblok…
yaa, tulisannya bagus.
oiya buat Saman, anarki bukan bar-bar, anarki bukan vandal…
April 7th, 2008 12:55 pm
salam.
sotoy!! judulnya ndablek euy, saklek
April 7th, 2008 10:41 pm
saia ikut setubuh!!!!
pokoke setubuh kro koe joe…
April 8th, 2008 4:46 am
Lha yo sudah jelas judule Fitnah, berarti isi di dalamnya itu nggak bener alias pilem itu cuma bohong-bohongan, lha kok masih pada ngamuk-ngamuk sih?
April 8th, 2008 9:18 am
Horeee… telah lahir Ulil Absar Abdalla wajah baru. Tapi OK, kok! Setuju dengan Anda.
April 8th, 2008 11:22 am
untung saya ga termasuk yang ente sebut goblok.
wong saya adem-adem aja nonton begituan.
April 8th, 2008 12:15 pm
benar2 perspektif yang open minded semoga Allah mengampuni Anda dan tolong mas ditambahin bandwidthnya blog ini saya mau subscribe mala amit
kena trafik lintas berita yaa
April 8th, 2008 1:08 pm
Nice posting. Inilah respon yang benar dari film Fitna. Respon yang ditunjang dengan akal sehat dan hati nurani yang tinggi, hati yang ikhlas dan penuh cinta kasih. Keep posting Bro!
April 9th, 2008 12:18 am
Indonesia sedang Back To Nature.
Saya setuju, seharusnya jgn mengambil keputusan seenaknya.
Uang 30T juga lebih baik di buat untuk pendidikan agar rakyat Indonesia lebih pintar dan dapat maju, kalau masyarakat Indonesia pada pintar otomatis mereka pasti bisa menyaring yg mana benar dan yg mana salah.
Ayo ramai kirimkan unek-unek Anda mengenai pemblokiran YouTube dkk ke mailbox nya M.Nuh:
nuh@depkominfo.go.id
Atau kirim pesan ke http://kontak.presidensby.info:8000
April 9th, 2008 11:31 am
good opinion. salute!
April 9th, 2008 11:47 am
Dibaca ya… agak serius nih. Sebenarnya tips dari Allah untuk mengatasi pelecehan terhadap Islam hanya satu. Yaitu mendirikan shalat dan mempelajari Al-Qur’an itu sendiri. Hal itu ada pada surat apa dan ayat berapa, aku sendiri lupa (pas ngenet gak bawa catetan pengajian, otak ku yo ra iso nampung akeh-akeh).
Wis pokoke tips-e mung kuwi mau. Sinau Al-Qur’an karo ngedekne kanti tananan Sholat.
Ora usah nganggo nesu-nesu
April 9th, 2008 12:23 pm
joe, jenengku ko tidak dikategorikan sebagai orang non muslim yang baek hati padamu???
padahal aku kan suka membantumu keluar dari masalah per-Wahana-an…
hayooooo….
April 10th, 2008 7:25 pm
haha. koe lucu. omahmu ndi le?
April 11th, 2008 1:15 pm
permisi,,,
gw setuju sm apa yg ada d otak lo ttng keberadaan umat islam skrng, tp judul dari postingan lo yg ini sedikit mengganggu gw,,, ;|
April 11th, 2008 8:22 pm
Saya setuju dengan esensi tulisan mas, tapi saya nggak setuju dengan judul tulisan yang dibuat. Karena terkesan judul itu men-generalisasikan semua orang islam seperti apa yang ditulis. Sayang sekali mas joe isi tulisan yang bagus seperti itu harus dikotori dengan “generalisasi” yang tidak baik seperti itu, karena kalau kita lihat tidak semua orang islam kan. Meski mas joe tidak menyebut kata-kata “semua” tapi secara harfiah bahasa itu berarti keseluruhan karena dalam hal ini semua orang islam dianggap tunggal dalam judul itu.
Saya jadi ingat perkataan mas joe waktu ngisi acara bikin blognya omahti, waktu itu mas joe bilang, kalau nggak salah “kalau blog kita mau banyak dilihat orang buatlah tulisan/comment yang kontrovesial”. Apakah judul blok itu yang mas maksud kontroversial. Kontroversial itu boleh mas tapi kalau menyangkut suatu keyakinan itu fatal mas. Apalagi keyakinan di ejek-ejek (melalui judul) dengan tujuan agar blog ini ramai dikunjungi. Saya yakin bukan itu tujuan mas kan?
Sebelumnya maaf mas, saya nggak bermaksud menggurui.
April 11th, 2008 11:16 pm
yudi:::
miyabi? sejujurnya, aku masih tetap lebih fanatik sama azumi kawashima, kok
yang punya bramantyo.com:::
iki lagi bingung nggolek pemeran setane. kowe wae piye, ndut?
CY:::
parah ya? hehehehe…
Friend:::
amin..amin..
Adhi Prasetia:::
kamu mending nonton film2nya himakom yang sudah diproduksi sejauh ini, pras. meskipun secara teknis sama nggak mutunya, setidaknya yang main kan temen2 sendiri
Kiki Ahmadi:::
ikut2an aja. mbok sedikit lebih kreatif sana, hahaha!
bedjho:::
terima kasih, kang, buat apresiasinya
chiell:::
kamu nggak sendirian, kok, chiell
Saman:::
ahahaha, saya jadi inget sama shalahuddin al ayubi pas di film kingdom of heaven, bos.
“apa kamu tidak akan mengingkari janjimu seperti mereka?”
“aku jamin tidak akan. kamu bisa mempercayaiku karena aku berbeda dengan mereka. aku ini shalahuddin. shalahuddin.”
kira2 begitu itu dialognya waktu shalahuddin menunjukkan islam sebagai agama yang cinta damai.
buangHajat:::
terima kasih
adien:::
eh, sotoy artinya apa, sih?
athrun:::
aku ra gelem bersetubuh karo kowe
The Sandalian:::
ya jelas ngamuk2 donk, kang. kan pada nggak pinter, kekekeke
yusufi:::
jujur, nih… Ulil Absar Abdalla itu siapa, ya? saya bener2 baru kali ini denger namanya. mohon pencerahan
cK:::
jelas adem, chik. kamu kan frigid, bwakakakaka!
ponti:::
amin. semoga Allah mengampuni saya
Prayoga:::
semoga. semoga Yang di Atas masih mengijinkan saya buat posting terus
Freedom:::
konon, youtube sudah nggak diblokir lagi, oom. cuma yang saya sesalkan adalah komentar pejabat kita yang seolah2 baru tau kalo youtube itu juga gudangnya ilmu pengetahuan. kalo nggak tau apa2 model gitu, kok bisa2nya jadi pejabat di depkominfo, ya?
pitics:::
thx u
Fajar Nugroho:::
manualnya sudah bener, jar. cuma kadang2 implementasinya suka mblawur. iya, kan? memang susah, kok, melaksanakan shalat yang tidak sekedar sebagai gerakan jungkir-balik itu
dheetyaa:::
untuk alasan yang sama: aku harus mendahulukan ayu, dit. jadi sori, jatahmu kesabet, kekekeke
puput:::
denpasar, mbak
bella, mengapa:::
terima kasih buat kritikannya.
sejujurnya, saya nulis itu dengan pengandaian seperti ini:
bayangkan kalo reaksi umat islam terhadap filmnya si geert ternyata bener2 anarkis kayak yang dicontohkan dalam beberapa kasus di atas. bisa jadi anggapan dunia di luar islam bakal terwujud seperti judul tulisan saya, kan?
“oh, ternyata film fitna itu benar. orang islam malah nggak sekedar kejam aja, tapi juga goblok dan emosian.”
dalam perkara ini, saya bukan sedang menggeneralisasi umat agama saya sendiri. saya malah memakai judul dengan mengambil pengandaian apa yang akan digeneralisasikan kepada agama islam oleh dunia di luar islam seandainya oknum2 umat islam bener2 tidak pinter memenej emosinya
judul yang saya pakai bisa dianggap sebagai kemungkinan terburuk yang bakal terjadi, dan isi tulisan saya adalah tindakan preventifnya.
mohon maaf kalo tidak berkenan. jangan melihat isi tulisan dari judulnya, kan? hehehe
April 14th, 2008 7:55 am
Weleh-weleh… .
Itu khan cuman guyonannya Geert Wilders aja. Kok malah dibikin emosi sih?
Betul kata si The Sandalian. Udah jelas judulnya Fitna. Eh, masih pada marah-marah orang Islam itu.
Kalo ada orang yang bilang “tai ki mambu” terus ada orang baru habis berak marah-marah, pantes gak? Geert Wilders khan aslinya pengen bilang “iki fitnah lho”.
Heran sama orang-orang emosian. Guyon ra penting kok dimasalahke.
April 14th, 2008 11:06 am
Tapi mas justru lebih baik lagi kalau mas yang juga sebagai orang islam lebih bersifat menengahi.
Gimana nggak mau melihat judulnya, lah wong judul itu rohnya isi suatu tulisan!
April 14th, 2008 3:07 pm
Hm… pikiran yang sangat-sangat bijak.
Senang membaca tulisan Anda.
Semoga suatu saat bisa mengenal Anda…
April 14th, 2008 9:23 pm
lihat http://www.youtube.com/watch?v=rpiccERJaFk
ternyata di kitab orang kristen malah mengajarkan kebencian, pembunuhan .. duch agama apaan ini
April 15th, 2008 10:24 am
wohohohohohoho…. tulisanne apik..seger…. endonesia gy butuh wocoan2 sing iso membuka pikiran mereka…
April 15th, 2008 2:37 pm
salut aku sama pemikiranmu joe…
*vote Joe sebagai menteri agama, hwauhuahua
Temen2 di Bali(hindu) pun mudah2an semuanya tidak menganggap Islam jelek gara2 Wayan Amrozi CS. Syukurlah tidak ada gesekan antar agama di Bali..
April 15th, 2008 5:26 pm
Jika anda merasa menjadi bagian dari Islam, ada banyak cara untuk mendidik saudara-saudara anda untuk bersikap dan bertindak lebih Islami.
Dan membuat tulisan berjudul “Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok” dengan isinya yang juga tidak berbeda dengan judul, menunjukkan kebencian dan ketidakpedulian anda terhadap agama dan saudara-saudara anda sendiri yang seagama.
April 15th, 2008 5:56 pm
fauzan.sa:::
huehehehe…
jangan2 tiru2 sandal, jay. nanti jadi homo
mengapa:::
lho, sekalian belajar, kan? supaya nggak melulu ngeliatin simbol, tapi lebih mendalami esensi. biar kritis gitu lho, why. nggak terjebak sama apa yang keliatan sekilas. ga kayak selama ini…baru dikasi kejutan dikit aja reaksinya langsung heboh
Adi Mahacita:::
sama2. terima kasih
ok:::
oh, tindakan pembalasan yang idiot ya? ckckckck…
wira:::
saya mau jadi presiden aja, kok
hamba:::
isi tidak berbeda dengan judul?
ahahahahaha, kalo gitu boleh saya simpulkan kalo anda blm benar2 membaca isi tulisan saya? keliatannya - kalo anda muslim - reaksi anda berbeda dengan reaksi kebanyakan sodara2 muslim lain yang cerdas di sini
April 16th, 2008 6:55 am
Pelajari lagi agama anda lebih dalam. Anda akan mendapati bahwa, dalam agama anda, dakwah adalah gerakkan moral yang paling utama.
Selain itu, anda juga akan terlatih dalam hal menjaga dan merangkai kata-kata hingga menjadi kalimat yang lebih bermakna.
Semoga bermanfaat.
April 16th, 2008 6:35 pm
lho, apa di tulisan saya, saya sedang tidak melakukan gerakan moral? apa saya sedang tidak mendakwahkan betapa bodohnya reaksi yang dilakukan dengan cara barbar?
mungkin kalimat saya memang kasar bagi anda. tapi ya itulah fungsinya blogging, kan? saya jadi bisa menyerukan secara blak-blakan apa yang tidak bisa saya teriakkan di dunia nyata. dan dalam konteks postingan ini, saya jadi bisa menyerukan “kebencian” saya terhadap tindakan para jihad junkies yang berpikir pendek itu. tidak etis rasanya kalo saya menyuarakan “kebencian” saya itu di alam nyata, kan? blog saya, bagi saya, adalah sesuatu yang sangat subyektif dan personal
btw, terima kasih buat nasehatnya. saya bakal mempelajari agama saya dengan lebih dalam lagi.
mengenai kalimat saya bermakna atau tidak, saya pikir itu tergantung kepada bagaimana kemampuan kita dalam menyerap hikmah dari setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita.
misalnya, botol aqua kosong. buat sebagian dari kita mungkin barang tersebut menjadi tidak bermakna lagi ketika isinya sudah habis kita minum. sudah sepantasnya kalo botol kosong tersebut kita buang ke tong sampah. tapi buat para pemulung botol plastik, oh yeah, botol kosong itu ternyata masih berguna buat mereka, kan? justru botol kosong yang kita anggap cuma sebagai sampah itu ternyata malah berfungsi sebagai penyambung hidup mereka. got it?
alhamdulillah, saya cukup bersyukur masih banyak komentator lain yang bisa mengambil makna dari isi postingan saya. semoga anda juga membaca komentar-komentar mereka
eh, postingan saya sudah bener2 dibaca atau belum, mas/mbak?
April 19th, 2008 8:33 am
Iya tuh, orang islam bnyk exploit nya. Klo ada yg mo ngehack islam, gampang bgt dah. Hasilnya ya kek gini, denial of service
April 20th, 2008 3:42 am
judul postingan mas joe “sangat provokatif” menurut saia
itu yang malah membuat saia tertarik baca isinya
setelah baca isinya ternyata ga “sekotor” judulnya
tapi kenapa ya? sebuah pamflet yang “sangat gob***” menurut mas joe ga bikin mas joe tertarik mencari tau lebih lanjut “segob***” apa materinya
bukannya tagline pamflet juga perlu dibuat agak provokatif?
jangan2 materinya ga segob*** judulnya?
mas joe “terkesan” demokratis dan pembela HAM
kalau kekerasan Islam yang dicitrakan FITNA dirasa tidak perlu “dibuktikan” oleh orang Islam
trus kenapa sebuah pamflet yang ga berkenan buat mas joe harus dirobek ya?
apa itu demokratis?
apa itu bukannya melanggar HAM?
saia setuju sekali kalau FITNA tidak perlu dibalas dengan aksi yang kontraproduktif yang terkesan murahan dan tidak cerdas juga jauh dari kelembutan Islam
karna itu sama sekali bukan Islam
tapi saia kok jadi bingung dengan cara berdakwahnya mas joe yang piawai berlogika tapi pendapat dan tindakannya terkadang ga logis?
moso’ orang yang ga percaya demokrasi “dibredel” dengan cara yang ga demokratis?
btw, setau saia Islam juga mengajarkan warning saat berlogika
sangat “tidak logis” saat iblis yang diciptakan lebih dulu mesti bersujud di depan Adam alaihissalam
sangat “tidak logis” saat Nuh alaihissalam diperintahkan membuat perahu di atas gunung
sangat “tidak logis” seorang Ismail alaihissalam harus disembelih oleh ayahnya sendiri
tapi ternyata Yang Maha Mengetahui punya alasan super logis yang mengikuti hal2(yang untuk satu tempo menurut keterbatasan akal manusia) sangat tidak logis
karna logika manusia cuma karunia yang berbatas
sepaham saia Islam ga mengharamkan berlogika
tapi dijadikan instrumen pengambilan keputusan setelah nash dari kalam Ilahi dan sabda Rasul
jadi kalo boleh mengamalkan ayat terakhir Al Ashr, hati-hati dalam berlogika
anyway, mas joe muslim, saia juga muslim, orang-orang yang mas sebut gob*** itu juga muslim
ga semestinya kita mengucapkan kata-kata kotor buat sesama saudara, walaupun di dunia maya
kalau kita mengaku umat Muhammad SAW, kenapa ga kita coba copy paste cara beliau yang berdakwah dengan hikmah tanpa menyakiti orang lain? apalagi sesama umat Muhammad SAW
Rasulullah memang ga blogging, tapi apa mas joe bisa bayangin kalau setelah beliau mendoakan hidayah buat musyrikin yang melemparinya trus mencaci maki orang itu di dunia cyber? ato ngegob***2in sahabat yang mau membalas kebejatan kaum musyrik itu di depan khalayak?
ketiadaan wujud kita di screen menurut kekurangcerdasan saia mestinya ga jadi justifikasi penghalalan cacian antara sesama muslim
mendakwahkan kelembutan Islam buat orang kafir ga berarti mesti kasar sama saudara sendiri kan?
maaf kalau komen saia kurang berkenan buat mas joe
mudah2an ga dibredel secara kurang demokratis
congrats ya udah jadi sarjana
semoga bisa lebih santun berdakwah di luar kampus
assalamu’alaikum
April 20th, 2008 2:08 pm
Q setuju ma pndapat sampean….
mank islam itu pada goblok,tindakan ga dipikir,, Saking mantepnya kali ya mgkn ada yang menyerukan “ALLAH HU AKBAR” tapi tindakan2nya ,malh yang mengacu pada yang tidak diridhoi Allah…
Dulu pada kasusnya umat nasrani juga dihebohkan pada gambar Yesus dalm perjamuan suci yg dirubah mjd gambar Soeharto,mereka malh tenang2 aja bhkan mslhnya jg g digede2in,, pinter mana hayo
April 20th, 2008 7:54 pm
Muamad:::
tentang komentar anda, jangan khawatir, saya tidak seperti oknum pakar yang bakal menghujat anda sebagai hacker ketika anda menggunakan istilah2 yang anda gunakan, hahahaha
tukang_ngocoblak:::
simpel saja
tentang pamflet, kalo ndak saya robek, artinya hal itu bakal keliatan sama temen2 yang kebetulan non muslim. kalo itu terbaca sama non muslim yang blank sama sekali tentang islam, apa ndak berbahaya buat citra islam itu sendiri?
saya mungkin bolehlah dicap demokratis. tapi ternyata ada yang bermain2 tidak demokratis di lahan demokratis.
analoginya, ada sebuah lapangan sepakbola. siapapun yang mau bermain sepakbola di situ ya diperbolehkan. tapi ketika ada yang mau bermain basket di situ, tentunya harus “dibumihanguskan” karena memang bukan tempatnya.
dalam benak saya, kampus itu tempatnya demokrasi dan HAM, sehubungan memang kampus itu institusi umum. jadi kalo ada yang mau beraksi nggak demokratis, ya bukan di situ tempatnya
materinya sendiri pun, alhamdulillah khusus muslimah, yang berarti saya sendiri tidak bakal bisa menghadiri kajiannya.
dan saya pikir ketika aksi saya yang dianggap tidak demokratis itu saya lakukan, setidaknya itu sesuai dengan harapan mereka, kan? lha, katanya pada mau menolak demokrasi? kalo memang iya, buat apa ribut? hehehehe
tentang caci-maki saya, sebenernya di atas, di komentar yang lain, sudah saya sebutkan. saya tidak maksum dari dosa. ada keterbatasan-keterbatasan saya sebagai seseorang yang bukan nabi. saya butuh melampiaskan emosi, dan saya tau apa akibatnya jika emosi tersebut ditahan2. karena itu saya ngeblog. maka, kalo di sinipun saya harus menahan2 diri juga, lalu apa gunanya saya ngeblog? blog ini memang ajang caci-maki saya thd keadaan dunia nyata yang tidak memuaskan diri saya, kok
blog ini sangat personal. (bisa jadi) tidak didasari pemikiran2 obyektif sama sekali. dan, resiko2 dari blog ini sudah saya jelaskan juga sebelumnya. saya pikir, setidaknya ini lebih jantan ketimbang cuma mengumpat dalam hati
tapi saya setuju sama anda. mendakwahkan kelembutan islam tidak mesti harus dengan mencaci maki muslim yang lain, at the real world
dan, lagi2 saya pikir, secara keseluruhan, tulisan saya boleh jadi sebagai ajang pembelajaran bagi sesama umat muslim untuk tidak lagi terjebak pada simbol tapi cobalah untuk lebih melihat esensi. dalam konteks tulisan saya, jgn cuma konsen secara tekstual pada caci makinya. coba direnungi apa maksud saya ketika membuat tulisan ini. dengan begitu, semoga saja umat muslim menjadi lebih peka dan cerdas
imeL_aja:::
saya akui, pinter mereka
April 21st, 2008 12:15 am
HO…HO…HO…
Sepertinya “Hamba” sudah memakai istilah saia : JIHAD JUNKIES
Entah kenapa saia nggak pernah nggak setuju sama anggapan Joesarjana HE HE HE
Entah Kenapa saia juga nggak perna senang sama yang namanya HTI he he he …
April 21st, 2008 12:19 am
@ Joesarjana
Artikelmu tak kopi ya! Buat bahan reperensi saia hehehe
April 21st, 2008 11:37 am
mumed ndes…..
April 22nd, 2008 7:00 am
“” simpel saja tentang pamflet, kalo ndak saya robek, artinya hal itu bakal keliatan sama temen2 yang kebetulan non muslim. kalo itu terbaca sama non muslim yang blank sama sekali tentang islam, apa ndak berbahaya buat citra islam itu sendiri? “”
voila…what if muslim yang ga se-isme sama mas joe menganggap postingan mas joe yang provokatif juga berbahaya? apa bisa jadi justifikasi buat saling bredel juga? bukan ancaman lho, cuma ajakan introspeksi aja
“” saya mungkin bolehlah dicap demokratis. tapi ternyata ada yang bermain2 tidak demokratis di lahan demokratis. analoginya, ada sebuah lapangan sepakbola. siapapun yang mau bermain sepakbola di situ ya diperbolehkan. tapi ketika ada yang mau bermain basket di situ, tentunya harus “dibumihanguskan” karena memang bukan tempatnya. “”
maaf, mas. sepertinya saia ngeliat mas joe mulai menduplikasi isme bumi hangus soeharto yang bicara tentang ketidaklayakan keberadaan PRD yang beraroma “kiri” di bumi pancasila. ternyata sudah sebegitu dalamnya mas joe menghayati demokrasi.
“” dalam benak saya, kampus itu tempatnya demokrasi dan HAM, sehubungan memang kampus itu institusi umum. jadi kalo ada yang mau beraksi nggak demokratis, ya bukan di situ tempatnya “”
bukannya beropini anti-demokrasi juga bagian dari demokrasi? democracy is all about freedom to speak, kan? lagian yang digugat kan baru judul pamflet aja, belum klarifikasi soal isinya kan?
“” materinya sendiri pun, alhamdulillah khusus muslimah, yang berarti saya sendiri tidak bakal bisa menghadiri kajiannya. “”
kok malah jadi ngerendahin diri sendiri? panjenengan kan bisa titip rekam sama akhwat yang ikut. saia terlanjur mencitrakan mas joe sebagai sosok yang amat sangat kreatif. mungkin betul yang orang bilang, don’t judge a book by its cover
“” dan saya pikir ketika aksi saya yang dianggap tidak demokratis itu saya lakukan, setidaknya itu sesuai dengan harapan mereka, kan? lha, katanya pada mau menolak demokrasi? kalo memang iya, buat apa ribut? hehehehe “”
see? ternyata mas joe ga lebih baik dari saudara2 kita yang mas sebut gob*** demi membuktikan kekerasan Islam yang dicitrakan sebagian orang
“” tentang caci-maki saya, sebenernya di atas, di komentar yang lain, sudah saya sebutkan. saya tidak maksum dari dosa. ada keterbatasan-keterbatasan saya sebagai seseorang yang bukan nabi. “”
mungkin itu salah satu hikmah diutusnya Muhammad SAW. beliau manusia, bukan malaikat. memang maksum, tapi tetap punya syahwat. bagaimana mengendalikan nafsu, itu yang perlu dicontoh dari beliau
“” saya butuh melampiaskan emosi, dan saya tau apa akibatnya jika emosi tersebut ditahan2. karena itu saya ngeblog. maka, kalo di sinipun saya harus menahan2 diri juga, lalu apa gunanya saya ngeblog? blog ini memang ajang caci-maki saya thd keadaan dunia nyata yang tidak memuaskan diri saya, kok “”
semua yang di kolong langit ini ga ada yang lepas dari pengawasan Yang Maha Melihat. sekedar reminder, semuanya HARUS dipertanggungjawabkan di yaumil hisab nanti
“” blog ini sangat personal. (bisa jadi) tidak didasari pemikiran2 obyektif sama sekali. dan, resiko2 dari blog ini sudah saya jelaskan juga sebelumnya. saya pikir, setidaknya ini lebih jantan ketimbang cuma mengumpat dalam hati “”
saia agak kecewa sama statement terakhir. saia pikir mas joe lebih dari itu mendefinisikan kejantanan
“” tapi saya setuju sama anda. mendakwahkan kelembutan islam tidak mesti harus dengan mencaci maki muslim yang lain, at the real world “”
kita sepaham soal ini, alhamdulillah. sekedar catatan, both in the real and cyber world, ga ada yang lepas dari pengawasan-Nya, kan?
“” dan, lagi2 saya pikir, secara keseluruhan, tulisan saya boleh jadi sebagai ajang pembelajaran bagi sesama umat muslim untuk tidak lagi terjebak pada simbol tapi cobalah untuk lebih melihat esensi. dalam konteks tulisan saya, jgn cuma konsen secara tekstual pada caci makinya. coba direnungi apa maksud saya ketika membuat tulisan ini. dengan begitu, semoga saja umat muslim menjadi lebih peka dan cerdas “”
rupanya mas joe percaya juga apa kata orang, don’t judge a book by its cover. ati2 mas, kata2 bisa lebih tajam dari sabetan pedang. menghindari mudharat jauh lebih utama daripada mengambil manfaat, kan? soal cerdas, Rasulullah bilang orang cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian. mungkin biar kita sadar semua yang kita lakuin punya efek serius buat nasib kita saat menghadap-Nya. maaf kalo kurang berkenan. sekedar usaha saling mengingatkan karna mas joe saudara seiman buat saia. assalmu’alaikum
April 22nd, 2008 9:33 pm
RETORIKA_UDAH_LAMA_NGGAK_KEMARI:::
halah…monggo, silakan dikopi
bento:::
ups, bagian mananya yg bikin mumet?
tukang_ngocoblak:::
wah, kalo berbahaya, di mana letak bahayanya? menurut saya, muslim yang melihat esensi dan bukan simbol tidak akan melihat sesuatu yang berbahaya dari postingan saya. yeah, kecuali kalo muslim2 yang anda maksudkan itu memang cuma melihat simbol2 tekstual dalam tulisan saya. muslim seperti itulah yang bikin saya jadi prihatin.
yang sebelumnya perlu diingat, saya nulis bumi hangus pake tanda petik, lho
tentu saja, masalah layak dan tidak layak, menurut saya sentimen keberagamaan tidak pada tempatnya diumbar dalam wilayah yang majemuk seperti kampus. coba pikirkan perasaan orang lain yang disentimeni. mau dakwah, apapun agamanya, lihat2 juga, dong, sama situasi sekelilingnya. jgn main hantam kromo gitu.
kalo seperti itu, artinya ndak masalah kalo imej islam di mata yang bukan islam jadi buruk? di negara lain, islam itu masih minoritas, lho. dan bicara tentang kerukunan beragama, coba, deh, kita pikirkan apa konsekuensi yang bakal diterima oleh umat islam sebagai minoritas di negara yang pahamnya (digeneralisasikan) ditentang oleh umat islam. ini bukan masalah bagaimana idealnya sebuah isme diterapkan lagi, tapi sudah sampai tahap resiko dan konsekuensi, menurut saya. intinya, sih: mikir dikitlah. kebebasan berbicara dari beberapa oknum suatu organisasi jangan sampai mengancam keselamatan seluruh anggota organisasi, dong. mending kalo cuma oknum2 itu yang secara personal menanggung resikonya. lha ini konsekuensinya kita tanggung secara general, kok
jgn khawatir, masih ada lanjutannya, kok
saya sudah baca buletinnya HTI waktu shalat jumat minggu berikutnya. dan seperti yang saya prediksi, mereka menyalahkan demokrasi dan HAM sebagai yang bertanggung-jawab atas karikatur Nabi yang digambarkan sebagai pelaku kekerasan. kenapa, sih, mereka nggak mau menelaah lebih jauh mengapa di barat sampai timbul pendapat yang demikian sebelum menyalahkan HAM dan demokrasi? nyatanya, kan, memang ada oknum umat islam yang hobi berlaku brutal, kan? siapa suruh ketika tragedi WTC kemudian osama bin laden berteriak2 gembira dengan mengatasnamakan umat islam. kalo tetangga kita mengalami musibah, misalnya rumahnya kebakaran, dan mendapati kita gembira atas musibah yang mereka terima, masak iya tetangga kita nggak boleh curiga kalo kita berada di balik musibah yang mereka alami? kalo kemudian umat islam secara general menerima penjelekan dari barat, ya itu bukan salah dunia barat secara total. sebenernya umat islam sendiri masih lebih perlu membenahi kondisi internnya ketimbang balas menyalahkan dunia barat.
hahaha, itu cuma becanda, kok. tapi mungkin saya memang nggak lebih baik. tapi setidaknya saya ndak ikut2an memperburuk citra islam di mata dunia, kan? badan saya hancur ketika mengawal gawang itu nggak masalah, asalkan kesebelasan saya menang
bakal disumpahi sama yang nempelin poster2 itu saya nggak masalah, asal dunia nggak menganggap islam itu sesempit kata2 yang ada di poster itu.
ini dia! ini dia yang justru membuat saya jadi tenang dan semakin yakin. saya yakin Allah itu nggak ndeso. kalo sesama manusia aja ada yang bisa melihat esensi tulisan saya, saya yakin Allah bahkan lebih mengetahui isi hati dan arah pikiran saya secara personal.
kenapa kecewa? mengumpat dalam hati itu berarti memendam masalah dan terkesan nggak berani terang2an, kan? memendam masalah artinya menambah sesuatu yang ruwet di pikiran kita, kan? ini memang bukan tentang kejantanan yang ideal. tapi setidaknya ini pilihan terbaik diantara pilihan yang buruk, gitu. saya ini masih penakut, kok. takut digebukin orang, takut rumah saya didatengin prajurit berjubah putih yang bakal mengatasnamakan Tuhan untuk kemudian mengganyang saya dan keluarga saya. kalo sudah kayak gitu, artinya sebagai kakak saya gagal menjaga adik2 saya
Allah melihat dan mengetahui segalanya. memang. itulah yang membuat saya jadi nggak ada ragu ketika pengen bikin postingan ini. saya yakin, Allah itu maha tahu dan maha adil.
terima kasih. itulah yang saya coba lakukan. mengingatkan kepada orang2 yang saya anggap goblok di atas itu supaya sadar apa efek serius dari reaksi mereka yang brutal itu. waalaikumsalam.
April 23rd, 2008 12:21 pm
kereeen joeee…..postingan mu..
tumben bener…kuliah aja lom tentu bener kok sekarang ngomong bener siiip lah….
………………………………………
crita aja
dulu ketika nabi berdakwah trus banyak dilempari batu dan tai….
apa yang beliu lakukan dan katakan :
beliau cuma bilang :
ya tuhan ampunilah mereka, sesungguhnya mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat
……………………………………….
top lah joeeee
tetap nulis jooeeee
April 24th, 2008 4:30 am
** siapa suruh ketika tragedi WTC kemudian osama bin laden berteriak2 gembira dengan mengatasnamakan umat islam. kalo tetangga kita mengalami musibah, misalnya rumahnya kebakaran, dan mendapati kita gembira atas musibah yang mereka terima, masak iya tetangga kita nggak boleh curiga kalo kita berada di balik musibah yang mereka alami? **
Kok saia familiar ya dengan kata2 ini
http://retorika.wordpress.com/2008/04/18/teroris-dan-provokator-beraksi-lagi/#comment-2575
———————————————–
Saia kok bingungya, kebanyakan yang Ngomen di sinni jarang yang bawa2 obor emosi, dibanding yang ada di blog saia. padahal judulnya di sini lebi vulgar dibanding postingan saia
April 25th, 2008 12:03 pm
tyoX:::
mari kita bermain badminton saja, yox…kakakaka!
RETORIKA lagi HOBI KEMARI:::
lho, memang terinspirasi dari situ, kok…hohoho!
bingung? kalo bingung pegangan aja, oom
April 28th, 2008 10:16 am
jangan terpancing oleh oknum tertentu.. kita manusia berbudaya, beragama dan memiliki intelektual tinggi…
April 29th, 2008 11:09 pm
silahkan kunjungi web ini :
http://titok.wordpress.com/2008/04/24/tantangan-bagi-aktivis-islam-yang-pro-demokrasi/
May 2nd, 2008 11:38 pm
postinganmu mengerikan jo..
tak hadiahi beberapa klik di mesin penghasil recehanmu, itung2 pengganti grepe-grepe
May 3rd, 2008 5:10 pm
Wakekekekekek..wuedannn kabehhhh..
Mampir donk ke
http://foruminspirasi.wordpress.com/
ato
http://natureeducation.wordpress.com/
May 12th, 2008 5:06 pm
mr. joe, komennya keren. tapi lebih keren lagi jangan komen…. do u understand?????
May 12th, 2008 5:49 pm
rey:::
ya, ya, jgn terpancing. betul, oom
Hanif (hanichi.wordpress.com):::
jadi gimana debat terbukanya? sudah 2 kali nantang, lho
titov:::
hahaha…nggak ngasi hadiah juga gpp, kok
james:::
mana? mana? mana yang edan?
rhoeneyy:::
yes, i stand under u
kalo gini aja udah keren, ndak usah ditambah2 lagi, deh. repot kalo terlalu keren, hohoho
May 24th, 2008 10:19 pm
IPTEK yang sekarang ada di barat(Eropa&Amerika) itu semua asal mulanya dari pemikir muslim tahu! ini menandakan bahwa ISLAM nggak goblok dan biar saja orang lain mau jelek - jelekan ISLAM itu menunjukkan bahwa mereka itu yang GOBLOK
May 24th, 2008 10:21 pm
IPTEK yang sekarang ada di barat(Eropa&Amerika) itu semua asal mulanya dari pemikir muslim tahu! ini menandakan bahwa ISLAM nggak goblok
May 24th, 2008 11:18 pm
lho, saya ndak bahas umat islam jaman dulu, kok. yang saya bahas sih umat islam di indonesia jaman skrg. kalo yg jaman dulu, saya juga tau kalo mereka itu pinter2
eh, anda bener2 mbaca tulisan saya nggak?
May 27th, 2008 8:50 am
^_^ Orang hanya mengeluarkan isi “kantong” yang dimilikinya.
May 31st, 2008 11:47 pm
naaah….orang islam yg seperti ini yg harus dilestarikan di dunia ini , bukannya islam2 ekstrimis yg melakukan kekerasan dgn mengatasnamakan agama.
June 2nd, 2008 3:25 pm
assalamu’alaikum ms JOE(sorry klo salah nulis nama).
Membaca judul artikel anda yang terasa begitu provoktif dan terkesan begitu “dalam” serta Nyelekit banget,,secara umum para awam-seperti sy-,khususnya umat Islam,..dpt dipastikan akan langsung MENDIDIH,MARAH,DST…
Jikalau salah satu maksud anda menulis judul seperti itu untuk menarik perhatian untuk membaca artikel itu,,selamat,anda berhasil
wallahu ‘alam bisshawab..
dalam pikiran saya,insya ALLAH anda sebenarnya mempunyai itikad yg sungguh mulia untuk menyadarkan sesama muslim agar tidak melakukan kekerasan yg sebenarnya begitu mencederai CITRA ISLAM itu sendiri…
yaitu dengan menelurkannya dalam sebuah tulisan yg dpt diakses oleh orang banyak..
akan tetapi sdrku seiman,,
dengan men-generalisasikan kata ORANG ISLAM,,berarti anda menyamaratakan semua muslim seperti itu,artinya,dari sejak Rasulullah SAW sampai kita2 ini,,astghfirullah!
alangkah lebih indahnya jika,anda menggunakan redaksi kata2 yg lebih tepat,,,
judul anda jika kita ringkas lg,dpt di bagi 3((MAAFKAN SY JIKA SALAH MS JOE),yakni:
1. Orang islam
2. Kejam
3. Goblok
SEbegitu hinakah Orang Islam itu,ms Joe?coba anda jawab jujur dg menggunakan hati nurani anda..
jd dr jaman rasulullah saw,,sahabat,,ulama terdahulu,sampai pembantaian terus-menerus yg terjadi thd umat islam dimana-mana,,ambon,poso,cechnya,afghanistan,irak,dll.
,palestina,,yg terus tersaji di hadapan kita!karena SEBEGITU KEJAMNYA DAN GOBLOKNYA ORANG ISLAM??tahukah anda siapa yg selalu
MEMULAI dan MELAKUKANNYA?
KEKERASAN FISIK YG MENGAKIBATKAN SAMPAI KEMATIAN terlihat jelas di media(klo msh ada yg mau menayangkannya,di tengah MEDIA YG DIKUASAI BARAT!)…
setiap hari korban berjatuhan,bahkan mungkin saat saya sedang menuliskan ini,,(ampunilah hambaMU ini yg tiada berdaya membela sdr2ku itu y ALLAH),,
APAKAH SEBENARNYA DEFINISI KEJAM DAN GOBLOK ITU?!
dimanakah keberadaan HAM dan DEMOKRASI yg begitu disanjung2 oleh PIHAK BARAT ITU?apakah ia hanya berlaku untuk kaum mereka saja??JELAS2 mereka gunakan STANDAR GANDA!!
anda sebagai seorang muslim,pastilah jauh lebih mengerti bahwa dlm ISLAM kekerasan itu diperkenankan dengan KONDISI2 or Syarat2 tertentu yang DISESUAIKAN DENGAN TUNTUNAN ALLAH DAN RASULNYA DALAM QUR’AN DAN HADITS..
jadi melakukan suatu perbuatan itu ada dalilnya,,jikalau ISLAM TIDAK MEMILIKI SIFAT KERAS(sesuai Qur’an dan Sunnah)terhadap golongan2 tertentu spt:MUSYRIKIN,KAFIR,MUNAFIK ataupun terhadap perbuatan2 yg dibenci oleh ALLAH dan RASULNYA seperti kemaksiatan,,maka siapakah yg akan menegakkan agama ALLAH ini?apakah lebih memilih menyenangkan manusia yg hina dina dan penuh kelemahan spt kita ini dari pada memilih mencari RIDHO ALLAH??!!!
ALLAH memerinthkan kita untuk berlaku adil terhadap siapapun,,jangan sampai kebencian kita terhadap suatu golongan membuat kita tidak berlaku adil terhadap mereka,karena sesungguhnya ALLAH sngat membenci perbuatan seperti itu,
dan Rasululllah pun mengajarkan kita untuk saling nasehat-mensehati dalam kebenaran dan kesabaran dengan cara yang baik,,
jikalau kita sdh menyampaikan kebenaran itu,selanjutnya terserah kepada manusia itu sendiri,,karena sesungguhnya HIDAYAH itu adalah urusan ALLAH..
selain itu dalam berpendapat dlm suatu hal,untuk berupaya seobyektif mungkin,,tentu dengan mencoba membaca,mengerti dan memahami cara berpikir dr masing2 pihak tersebut,tentu sja dg melihat background mrk ,,,
terhadap INDIVIDU2 Islam yg mengeluarkan reaksi yang dimata anda itu KEJAM DAN GOBLOK,,dapat dipastikan itu adalah karena Ghirah or semangat keagaamaan dalam diri umat Islam yang selama ini terpendam dalam dirinya,,dan langsung meluap begitu saja dan terkadang cenderung terlihat berlebihan di mata sebagian orang,,karena seorang PENCURI,PERAMPOK,bahkan PEMBUNUH pun,jika melihat agamanya di hina,,ia akan langsung membela agamanya..liat cth kss kerusuhan di Ambon,poso,dll.
Meskipunn begitu,,akan terasa lebih indah rasanya jika sebelum berbuat sesuatu itu didasari,ilmu dan akhlak Islam sesuai ketetapan ALLAH dan RAsulullah dalam Qur’an dan Hadits,,
Islam artinya Damai
iSLAM adl rahmat untuk seluruh alam
Maafkan sy ms Joe,jika ada kekhilafan,,
sesugguhnya KEBENARAN adl MILIKNYA
dan kekurangan adl pada Manusia,mahluk ciptaanNYA yg paling mulia..
Insya ALLAH niat sy nulis ini karena semata-mata karena ALLAH,sebagai tugas seorang muslim kpd sdrnya,,Q.S AL-’ASHR:3″saling nsehat-menasehati dalm kebenaran dan kesabaran”..
Semoga ALLAH memberikan perlindungan dan petunjuk di atas jalan kebenaranNYA kepada kita semua,amin y rabbal ‘alamin.
wassalam
June 2nd, 2008 4:58 pm
insansains:::
yeah, benar juga
Sumanto:::
hahaha, terima kasih
hambaALLAH_Binjai,SU:::
waalaikumsalam.
itulah pentingnya membaca tulisan saya sampai habis: untuk menghindari salah persepsi
kalo sudah, maka tidak ada generalisasi lagi di dalamnya. saya cuma menunjuk mereka2 yang menurut saya goblok. dan seperti apa contoh kegoblokannya, sudah saya tulis juga.
sekalian juga sebagai ajang pembelajaran untuk melihat sesuatu tidak lagi setengah2 tetapi secara menyeluruh.
anda sendiri, sudah benar2 membaca sampai habis? kalo sudah, seharusnya reaksi anda seperti reaksi orang2 cerdas lainnya di sini yang membaca tulisan saya sampai habis. bukan begitu?
toh semangat keagamaan seharusnya disalurkan dengan cara2 yang sesuai dengan ajaran agama; bukan dengan membabi-buta
June 3rd, 2008 3:05 pm
assalamu’alaikum ms Joe,
Maafkan sy ms Joe,klo ada kata2 yg mungkin terasa kurang pas an sesuai dg yg berada dlm benak anda,,sehingga anda menganggap saya salah persepsi terhadap tulisan anda,,
poin2 tulisan sy terdahulu:
1.Judul Tulisan Anda yg Sangat PROVOKATIF dan ‘NYELEKIT’ banget serta sangat MENYINGGUNG keislaman umat Islam secara umum.
2.sy insya ALLAH yakin akan niat baik anda untuk memperbaiki/menghilangkan citra buruk Islam seperti dalam pemikiran anda yaitu KEJAM DAN GOBLOK,melalui tulisan anda ini.
3.sy mempertanyakan definisi HAM dn Demokrasi itu sendiri,,apakah dari pemikiran/sudut pandang Orang Barat sj yg kini seolah2 menjadi mainstream di indonesia or HAM n Democracy berkiblat ke barat,,yg secara jujur hrs kita akui diterapkan secra GANDA or TIDAK ADIL ataukah menggali HAM dari agama Islam,,yg seolah-olah yang tersjikan itu Islam tdk mengenal HAM?!
3.MEnyampaikan sesuatu dengan cara2 yg baik,tidak dgn mencaci-maki secr serampangan,,,baik untuk Cara penulisan anda Maupun individu2 or kelompok2 tertentu yg anda tuju dg kata GOBLOK DAN KEJAM ITU.
4.Ghirah/semangat keagamaan itu hrs dilaksanakn sesuai dengan tuntunan ALLAH dan RASULNYA yang termaktub dlm ALQUR’AN dn HADITS.
terimakasih untuk tanggapan ms Joe,,sy sekedar menanggapi sesuai dengan kemampuan berpikir sy yang sangat terbatas dan mugkin tidak secerdas atau bahkan jauh dari kata ‘cerdas’ itu sendiri…
Sesungguhnya hanya padaNya lah semua KESEMPURNAAN dan KEMAHAAN itu,,
dan kelemahan adl pd manusia ini..
wassalam
June 3rd, 2008 3:56 pm
waalaikumsalam…
saya, kok, ga merasakan hal itu ya? apa mungkin memang saya yang kurang peka ya? tapi yang saya tau, mayoritas komentator saya di sini tidak ada yang tersinggung, lho. dan, beberapa saya kenal secara personal juga sebagai seseorang yang di kolom agama di KTP-nya tertulis “islam”
artinya - ya seperti yang sudah saya jawab kemarin - mereka tidak melihat suatu hal secara setengah2, melainkan secara utuh. membaca judul, artinya harus diteruskan sampai ke kalimat terakhir. begitulah (mungkin) karakter tulisan saya
alhamdulillah…
tapi maaf, saya ndak berpikiran kalo citra Islam di mata saya itu kejam dan goblok. itu kesan di mata Geert Wilders, kok
bagemana mungkin saya berpikiran demikian, wong saya sendiri masih mengaku sebagai umat Muhammad.
ada yang goblok, itu oknumnya. ada yang kejam, itu oknumnya. tapi perbuatan oknum2 itulah yang akhirnya diangkat jadi sebuah wacana di Belanda sana. nah, di tulisan saya ini, saya mengutuki oknum2 tersebut yang menyebabkan hal itu terjadi. bisa dikopi? ganti!
tidak masalah HAM dan demokrasi itu mengambil definisi dari mana, yang jelas poster di kampus saya itu terang2an mengajak umat Muslim semuanya untuk menolak HAM (yang belum jelas HAM yang bagaimana yang dimaksudkan). sayang dan (maaf) blo’on, kan?
padahal, salah satu bagian dari piagam madinah malah membahas tentang HAM dan demokrasi. boleh dikroscek, kok. sapa tau sampeyan malah punya literatur tentang piagam madinah yang lebih komplit dari punya saya
ada yang salah dengan HAM? ah, saya yakin yang salah itu cuma interpretasinya saja, dan bukan HAM-nya yang secara murni.
terburu2 seperti itu, apa boleh buat, saya aja menganggapnya sebagai tindakan tolol, ya apalagi mereka2 yang kebetulan tidak seiman sama saya?
lalu, ke mana saya harus mencaci? saya lakukan dalam hati pun pada akhirnya tetap mencaci, kan?
caci-maki itu - toh menurut saya - akan diartikan sebagai cacian oleh yang tercaci. kalo yang ndak merasa, ya fine-fine sahaja. buktinya, komentator muslim yang lain yang menanggapi tulisan saya reaksinya pada kalem2 aja.
contoh lainnya, di kampus saya, saya dan beberapa teman yang akrab dengan dengan saya malah saling menyapa dengan sebutan “su” yang merupakan penggalan kata dalam bahasa jawa yang berarti “anjing”. tapi ternyata “anjing” di situ bukan lagi dianggap sebagai cacian, malah justru sebagai sebuah simbol keakraban.
betul. maka pertanyakanlah mengapa mereka bereaksi demikian, seperti yang juga saya tuliskan di atas itu
kalo urusan gaya bahasa, wah, sayangnya di Alqur’an dan Hadist sendiri tidak membahas perkara itu. satu kata artinya bisa berjuta, tergantung nilai rasa di dalamnya.
jadi kembali ke tadi. dengan kalimat yang dibuat sehalus mungkin, jika maksudnya adalah menghina, maka yang merasa ya bakal tetap terhina. sedangkan kalimat sekasar apapun, jika dimaksudkan sebagai simbol keakraban, ya itulah yang bakal terasa di hati. tidak percaya? mainlah ke surabaya, di mana kita bakal sering banget mendengar kata “cuk”
dan, jangan khawatir. saya yakin semua pembaca di sini pada dasarnya cerdas. karena apa? karena saya nggak mungkin mengata2i pembaca saya di sini sebagai manusia yang tolol sejak lahir, kan? alamat celaka kalo iya. repot kalo mereka tersinggung dan nggak mau balik main2 lagi ke sini, huehehe
June 3rd, 2008 10:07 pm
assalamu’alaikum ms Joe,,
(wassalam sy blm di bls lho ms Joe,sepengetahuan sy beri salam itu sunnah but jawb salam tuh wajib,, :)….)
insya Allah sy ckp 86 dg tulisan anda,8.13
pada dasarnya suatu ketersinggungan itu tdk akan terjdi apabila antara komunikan dg komunikator terdapat suatu niat awal yang tulus untuk mencari kebenaran,dg tanpa menafikkan fakta dan kondisi riil di lapangan.,,sepakat y ms?
berdasarkan pengalaman sy mngunjungi hampir seluruh wil indonesia,,(kecuali Papua,heheh)
sy insya Allah Haqqul yakin bahwa reaksi orng Islam pd umumnya akan sangat tersinggung dg judul yg provokatif tsb,,yup pasti terdengar agak subyektif,,,klo perlu pembuktian secara ilmiah silakn lakukan lit baik scr kuantitatif or kualitatif(hehehe,sp yg mo danain y ms Joe?)..sy yakin ms Joe lebih memahami cara lit yg Prof(y iyalah scr gw cmn lulusan Akademi hehhe,n ms Joe anak UGM,,iy kan hehehe),,
sy insya ALLAH sdh 86 bnr dg tulisan anda,,coz walopun judulnya nyelekit sy ttp yakin anda punya niat yg baik nulis artikel ini,,so it means that i’ve read ur article..
sy pikir dg cara mencaci maki bukanlah cara yg terbaik untuk memperbaiki keadaan,,mungkin mulai dari sekitar lingkungan anda mis di kmps anda bs berperilaku yg bersahaja dan islami,,minimal hal itu sdh bs sedikit memperbaiki citra islam g perilaku kita,,
ataupun mungkin akan lebih efektif untuk berdialog dg anak2 HTI yg anda amnkan posternya ttg pendapat anda tersebut…sy pikir di dlm lingk civitas akademisi,faktor intelektual or KECERDASAN adl no 1,,n not the violence right?
yah sedih juga sih,semangat keagamaan umat islam yg sedang berkobar,,akhirnya secara idak disadari telah “DISETEL” or “DIPERALAT” or”DIJEBAK” dlm sebuah skenario besar yg justru telah menghasilkan dampak negatif yg luar biasa terhadap Umat Islam itu sendiri..
contoh jelas yg paling aktual yaitu FPI,,
NIAT BAIK dan KEBENARAN yg berusha ditegakkannya dalm hal membongkar kesesatan AHMADIYAH akhirnya harus berbalik krn KECEROBOHAN TERPROVOKASI OLEH ALIANSI PLURALISME yg disponsori oleh tokoh2 liberal sokongan DUNIA BARAT,,
dan akhirnya sesama ISLAM harus berhadap-hadapan,,sungguh sedih,,pingin nangis,,solah-olah skg terjadi FPI vs NU,,krn ada salah satu kiai NU yg jd korban kecerobohan tindakan FPI itu,,
Padahal Ketua Umum NU KH Hasyim Muzadi sdh menyatakan klarifikasi thd hal itu,,bahkan beliau menyatakan KEHERANANNYA MENGAPA NU yg dijadikan tandem “latih tanding” FPI,,krn acr di Monas itu SAMA SEKALI BUKAN ACARA NU..!
sedih banget sesama Islam berantem,,karena TAKLID BUTA terhadap pimpinannya masing2!
apakah krn GUS DUR VS HABIB RIZIEQ,,hrs korban berjuta pengikutnya YANG NOTABENE ADALAH SATU AQIDAH DALAM ISLAM,,,
sekedar mengingatkan tepat sekitar 2 hari-klo ga salah ingat-sebelum terjadinya gempa didaerah anda (JOGJA) th 2006-smpt jg kerja bakti 1 bln di wil bantul,di kaki bukit- yg silam hampir saja terjadi perang besar antara FPI vs Garsa Bangsa,,alhamdulillah dibalik musibh Gempa Jogja ALLAH menyelamtkan umat islam Indonesia dari kehancuran,,,
semoga ALLAH senantiasa memberikan petunjukNYA kpd kita selalu,amin
June 12th, 2008 6:58 am
Tumben merasa berdosa….
June 14th, 2008 2:21 pm
Sekedar comment untuk artikel sampeyan yg berjudul :
Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok
” Ketersinggungan terhadap penghinaan Al quran itu =Wajar kalo dilawan=,
itupun kalo anda juga muslim yg tahu Allah,yg memberi rejeki berupa Al Quran.
“Dan kata kejam sebaiknya dialihkan ke I.s.rael,
Menurut anda I.s.rael yg membantai umat muslim nyaris tiap hari itu biasa saja ya ?
Menurut anda A.m.erika yg membantai dusun di afganistan dengan Bomb dan peluru, membantai orang di Irak, di Vietnam itu ada pembenaran HAM,
Menginvasi negara dengan membantai penduduknya ,itu apa masih boleh di jaman ini Bro ??
“Dari dahulu Umat Muslim- biasa jadi korban dari ketertindasan, makanya ayat dari Allah itu muncul, (yg dicuplik dikit di Film F.i.tna itu- dan tidak membaca ayat yg lain alias mengartikan sembarangan),
Itu wajar , sekedar pembelaan diri ‘moso’ ngga boleh, ingat Pembelaan diri,
Kalo aku bawa pisau -terus menuju anda - mau bunuh sampeyan, apa sampeyan akan diam…?
fikirkan baik-baik
Allah memberi hak dan mewajibkan perlawanan jika tertindas..
Coba baca Al quran sepenuhnya, jgn hanya bernyanyi dan tak tahu arti,
Jika Ia menghendaki ia akan berikan banyak solusi yang kamu bimbangkan
Percuma kamu coba mengkafirkan umat Islam, bro..
Dengan mengajak kepada hal yg setengah-setengah
Sebab bagiNya segala sifat dan kekayaan yg ada di alam semesta, Ia maha Kaya
Dan Ia sebenarnya bisa mengganti dengan makhluk yang lain
Bukankah Dia memiliki malaikat yg selalu sujud dan bertasbih kepadaNya…
Ia tidak memerlukannya
Tapi carilah mengapa ?
======================
Alumni UGM’elktro
======================
aku ada rekomendasi neh :
http://www.hatta-indonesia.blogspot.com
June 14th, 2008 10:04 pm
hu uh..
seharus na kalo dah di”gt”kan kan harus na ga di lwan dengan kekerasan jg..
y di tunjukin donk..
bahwa islam bukan agama yg identik dengan yg ad dpelm itu..
bukan na jd terprofokasi..
June 15th, 2008 11:09 am
Kalau dikatakan orang islam itu kejam dan goblok, saya kurang setuju. Penggunaan kata “orang islam” itu bersifat general, yang berarti seluruh umat islam. Jadi kalau dikatakan orang islam itu kejam dan goblog, berarti seluruh orang yang beragama islam itu kejam dan goblok.
Padahal tidak demikian, yang berbuat kejam dan goblok itu hanyalah segelintir orang islam saja, atau yang bisa disebut sebagai oknum.
Btw, terima kasih udah mampir di blog saya.
Salam kenal.
June 16th, 2008 5:11 pm
hambaALLAH_Binjai,SU:::
waalaikumsalam,
ahaha, makanya saya masang kotak komentar di sini. maksudnya supaya yang cuma mbaca sekilas atau ngeliat judulnya aja, kemudian protes, terus ninggalin komentar yang bernada menyalahkan saya bisa saya jawab kepada mereka apa maksud tulisan saya. kadang2 saya memang mangkel, sih, ngeliat beberapa umat islam di indonesia ini yang suka waton dan terburu2.
Remo Harsono:::
saya sendiri nggak yakin tentang hal ini; saya ini bener2 tumben atau sekedar lupa kalo siapa tau aja saya sebenernya nggak keseringan tumben. nanti saya tanya ke Allah, deh. dia yang lebih tau, soale. tapi ya memang saya akui - kalopun inget-, perasaan berdosa saya jarang saya tampakkan ke orang2, kok
mohaba:::
sudah bener2 baca postingan saya sampe habis?
saint abreey:::
yep, saya setuju
Edi Psw:::
lho, memang itu yang saya jelaskan di tulisan saya, kok, pak
itulah pentingnya membaca tulisan2 saya sampe habis.
makanya saya juga jadi heran kalo ada komentator2 yang masih menanyakan lagi apa maksud judul tulisan saya. agak geli aja, pak, mendapati bahwa fast-reading itu masih menjadi fenomena yang umum.
salam kenal juga
June 25th, 2008 8:11 pm
di satu sisi, pendapat lo boleh juga.
pernah dengar istilah pas prototo–totem proparte?
menurut gw, dalam hal ini, istilah menyamaratakan pendapat beberapa orang dengan memberikan predikat “kejam” dan “goblok” untuk “ummat islam”, juga bukan kerjaan orang yang pintar (mudah-mudahan jawabannya bukan karena lo orang islam juga ya. hehehe. sori, no hard feeling)
June 25th, 2008 8:15 pm
ahahaha,
saya setuju. geert wilders itu memang nggak seberapa pintar kok, menurut saya
June 25th, 2008 8:23 pm
rasanya kok gw ga ada omongan ke arah geert wilders ya >_<?
tak sangka, rupanya sang empunya tengah berjaga, selamat malam aja ya. menyenangkan bisa ikutan nimbrung di marih.
June 25th, 2008 8:28 pm
saya tau kok. tentang judulnya kan?
itu cuma pengandaian saya, kok. kalo ternyata banyak oknum umat islam bereaksi seperti yang saya khawatirkan di tulisan saya, maka boleh jadi di dunia barat yang pro sama wilders, mereka bakal ngomong, “ooo…bener juga ya. orang islam ternyata nggak cuma kejam, tapi juga goblok.”
memang goblok, kan? kalo filmnya wilders itu bisa dimisalkan sebagai sebuah provokasi supaya umat islam ngamuk, maka alangkah gobloknya kalo provokasi itu sampe berhasil sesuai dgn yang diharapkan
June 25th, 2008 10:19 pm
amoeba ndak punya otak mas, mangkae ora gede2…
June 26th, 2008 6:39 am
senang rasanya membaca pandangan seperti anda semua, kita emang beda tapi ga perlu menghakimi perbedaan kita, sudut pandang kita, toh kita ini udah beda sejak jaman homo saphien kan? dan itu fine2 aja, ga ada yang paling benar, semua itu relatif. mari kita hidup dalam damai…
June 26th, 2008 9:25 am
AnakAyamNyasar:::
terima kasih buat infonya, mbak. saya memang agak lemah di biologi (dan juga kimia, fisika, dan matematika)
ade:::
ah, saya malah jadi inget tagline blognya seorang nabi di wordpress jaman dulu yang skrg sudah mampus
“semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat”
June 26th, 2008 5:35 pm
tidak ada satu manusiapun yang berhak melaknat kepada manusia lainnya selain yang Berhak, seperti ucapan anda:
walaupun bukan secara langsung anda mengatakannya, tapi itu sudah menampakan keburukan anda.
postingan anda sama dengan “Hei, kampr*t! Mulut ditata!”
June 26th, 2008 5:56 pm
oh, ndak papa, kok. tiap2 manusia berhak menilai saya sesuai persepsinya
di postingan ini, yang beda penilaian dengan penilaian sampeyan juga banyak. ah, manusia memang bermacam-macam ya?
oh ya, kalimat yang sampeyan quote itu permisalan, lho. postingan saya sudah bener2 dibaca atau belum?
June 28th, 2008 6:22 pm
Wah2, serem banget artikelnya…
Aku cuma bisa bilang islam gak gitu^^, islam tuh damai, tidak seperti yang kalian bayangkan… yang anarki itu cuma pake nama islam tapi mereka gak berdasarkan al-Quran dan hadist..
Islamku belum terlalu banyak so cuma bisa bilang gitu deh,
Trims..
June 28th, 2008 6:34 pm
lho, yang saya bilang juga itu, kan?
kok artikel saya dibilang serem?
July 1st, 2008 12:48 am
ehm…..
seperti biasanya, tulisanmu emang ‘membunuh’
tapi bagus kok, setidaknya bisa ‘nampar’…
kalo menurutku(subyektif dan tanpa data yang sangat valid)…
yang pasti dan seharusnya umat ini itu mikir en nanya ke diri sendiri,..
“kenapa?”
ya, kenapa..
kenapa orng yang bukan islam(sepanjang saya tau en filmnya juga males tak tonton)sampe bisa menggambarkan islam dan para pemeluknya ’sesadis itu’… ga mungkin kan ada asap ga ada apinya..
kecuali sekali itu orang(yang bikin film.Red) udah enek banget sama yang berbau islam sejak baru nyeprot ke dunia…
dan bukan sok bijak sebenernya..
cuma feeling saja..
rasanya ada(entah banyaknya seberapa) umat islam yang mulai korup.. bisa dibilang gini..
agama islam ini suci, sebaik-baiknya agama ya islam, yang penuh rahmat juga udah direstuian sama yang punya (4JJI.Red).. namun bukan berarti/serta merta kita juga langsung menhakimi diri kita ini suci, korup sekali kalo udah ada yang merasa dirinya suci, hanya karena (misal) rajin ngaji n ritual-ritual laennya..
yang pasti juga(menurutku dan sangat subyektif) agama ini udah kaya hiasan dinding, sekedar pajangan, kalo ada perlu baru ditempel kaya mo pameran(misal pemilu)..
dan pernahkah kita bertannya “kenapa?”
or kenapa agama ini cuma buat ‘mainan’ orang-orang yang ngaku paling islam..
makanya jangan heran kalo banyak generasi yang di ktp’nya islam tapi ga tau sama sekali kenapa diktpnya ada tulisan ‘islam’..?
oy tambahan, semoga aja nyambung ama bahasannya..
“anggaplah orang yang ada didepan kita itu cermin, jadi apapun yang kita lihat pada mereka adalah apa yang kita tunjukan pada mereka”
maaf loh kalo rasanya jadi panjang sekali..
yang pasti aku cinta manusia-manusia…
terutama gadis berjilbab temen kkn’ku dulu..
tapi entah wujud yang sekarang udah masuk kriterianya dia belom…kakakakakakaka..
pengen ngajak pacaran ga mungkin, tapi ta’aruf kayanya bisa dipertimbangkan… hahahaha..
oy jo, trima kasi udah ada bahasan kaya gini..
unek-unekku lumayan udah ada yang keluar..
tapi sory kalo tulisanku ga EYD banget..
July 17th, 2008 4:32 pm
joe, salam kenal,
baca tulisanmu tiba2 aku merasa juatuh cinta….!!! kamu liar banget ya mas!!!tersirat dari caramu berbahasa,,, huaa ha ha…
August 16th, 2008 9:36 pm
…..sekedar umpan untuk “bloger maniac pemula”….
September 25th, 2008 3:40 pm
to:mas yang punya diari.
mas kok lucu banget ya…..
gue yakin pasti mas orang nya imut2.
mas orang paling tau sedunia deh.
eh..tapi,,,,mas belajar ngoceh dari capa yach.
memang gak ngaur cih.tapi…….kacian aja lihat orng kayak mas yang sll aja buat omongan2 yang buat orang “berilmu” prihatin lihat orang kayak mas sich….
to:joe
gue 75% setuju….ama..loe..
September 25th, 2008 3:46 pm
mas yang punya diari,saya yakin mas gak akan pernah ngalah klw diajak ngoceh.heheheheh.ya udahlah,wong kerja mas emang itu trus trang aq ndak heran hikhikhik,oya,mas YANG PUNYA DIARI,saya punya saran nich,mas pake rexona aja dech biar ketiak mas gak bauk2 amat.mulut dah bauk busuk masa; ketiak bau juga…….hehehehehehe
September 26th, 2008 10:26 am
Tuhan selalu mengajarkan kepada kita kasih…tanamkan saja itu maka tidak ada konflik antar agama dan umat manusia pada umumnya…kasih Yesus Kristus selalu ada di hati kita……
September 27th, 2008 12:08 pm
sebenernya lagi nyasar:::
hahaha, sama2. terima kasih juga udah merelakan waktu buat menulis tanggapan berpanjang2
adarra:::
‘liar’ itu memang nama tengah saya, kok. selain ‘edan’ dan ‘ganteng’, kekekeke
aibnu:::
umpannya lumayan manjur, lho, gyohohoho
santri medan:::
apa kita pernah cipokan? tau dari mana kalo mulut saya bau busuk? tentang rexona, alhamdulillah sudah saya pake, kok.
oh ya, lain kali jangan terlalu yakin ya, oom. malu soalnya kalo ternyata keyakinannya meleset, soalnya kerja saya terus terang juga bukan itu. kerja saya malah nggambar terus
Judas iskariot:::
sampeyan menarik, mas; seorang judas yang bicara tentang kasih sayang yesus
October 2nd, 2008 1:09 pm
Ah.. isa Aja KAlian Aneh >>>
October 20th, 2008 9:55 am
Yup. Menurutku, kegiatan yg menyobek poster orang laen tu uda berarti tidak menghargai orang laen. Yach, walau kita ndak suka, apa mau kita pukul orangnya, kita bunuh orangnya, kita rusak barangnya, kita jajah negaranya…
Kayak Israel La’natullah itu…? Ga kan
Itu ud mencerminkan kesombongan yang seharusnya hanya Allah saja yg berhak memakainya….
October 20th, 2008 11:08 am
wahyu:::
aneh di bagian mananya?
Abi Mentari:::
kalo poster itu nggak saya sobek, saya khawatir kalo poster itu kemungkinan dibacanya sama yang di luar islam jadi semakin besar. dan bisa jadi islam bakal dianggap sebagai agama yang geblek, picik, dan mau menangnya sendiri sama yang lain. maka apa saya harus membiarkan hal itu terjadi dengan merelakan bahwa islam tidak nampak sebagai rahmat semesta alam bagi orang lain?
kalo saya, saya memang nggak rela. makanya poster itu saya sobek. sombong? saya yang sombong atau mereka yang sombong semuanya bisa menjadi benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat
October 22nd, 2008 1:08 pm
Iya nih pake sobek-sobek poster segala. Kepala poseng, ati kudu tetep dingin, lah. Itu kan hak mereka, kalo qt ga suka, ya qt bisa kirim sms kalee ke CP nya.
Kalo qt sobek, yach bukankah itu sikap yg sombong. Saenake udele dewe. Emang Zionist kita? Ga tho? Palagi Kapiltalist?
Kesombongan hanya jubah Allah Swt. Jangan kita memakainya……………………
October 22nd, 2008 1:25 pm
Semoga Allah memberi kita petunjuk dan memberi kemudahan untuk melakukannya.
October 22nd, 2008 2:01 pm
Semoga qt selalu diberi petunjuk oleh Allah Swt dan mampu melaksanakannya…
October 22nd, 2008 4:09 pm
dan tentunya hak saya juga kan, yang ga kepengen islam dicap jelek karena ulah mereka?
toh menurut saya, kampus saya adalah institusi umum, yang bukan cuma milik umat islam saja. terlalu rawan bagi pencitraan islam kalo hal2 ekstrim seperti itu saya biarkan berkembang di kampus.
okelah, hizbut tahrir berhak mengatakan bahwa negara ini harus memakai sistem islam. tapi bagaimana perasaan umat yang lain kalo membaca poster mereka?
atau bagaimana kalo kita balik: bagaimana perasaan para pemasang poster itu atau malah sampeyan sendiri kalo membaca sebuah selebaran yang (misalnya) menulis bahwa indonesia haruslah diperintahkan berdasarkan syariat buddha, karena hanya di dalam buddha-lah terletak jalan keselamatan, dan bukan pada sistem yang lain termasuk islam sekalipun?
November 13th, 2008 6:09 pm
Sebagian besar orang menganggap Agama identik dengan Tuhan, padahal Islam bukanlah Tuhan. Islam adalah jalan kita keselamatan menuju Surga yang dijanjikan Allah, kalo orang lain beranggapan jalan kita sesat dan salah, kenapa kita harus membunuh? Mungkin karena mereka belum tahu jalan yang benar, atau mungkin mereka mengagap jalan mereka yang benar.
Terlalu sering islam dikerdilkan oleh pemeluk dan pendukungnya sendiri dengan pencitraan kekerasan.
Alangkah baiknya keinginan dan energi “membela” Islam yang begitu berkobar disalurkan dengan jalan menyayangi sesama, apalagi banyak sekali kaum muslim yang termiskankan dan terbodohkan karena keadaan akibat pemerintahan yg gak bener. Semoga sikap “heroik” berperang itu bukan wujud keputusasaan dari ketidakmampuan kita sebagai muslim untuk melangkah lebih maju dari ketertinggalan dengan kaum lain..Karena selama ini kita terlalu terbuai dengan kejayaan Islam masa lalu.
November 18th, 2008 6:06 am
Islam itu haya bisanya anarkis dan menghunuskan pedang, tetapi begitu topengnya dibukah bukannya memberikan kebenaran apakah agama mereka yang benar…?hanya mereka dapat buktikan melalui anarkis dan pedang karena ini budaya agama dari padang pasir karena agama ciptaan manusia. Jadi dengan dalih apapun harus membelah kasalahan mereka melalui Pedang karena ini sudah ditanam oleh nabi Muhammad kebodohan dan pembohongan harus tetap dipertahankan dan lihat apa yang terjadi pada diri mereka (sunih dan Syiah) saling membunuh yang ketawa adalah Muhammad dalam liang kubur di Medinah.
November 18th, 2008 8:41 am
pietoyo:::
hmm..hmm..hmm..
betul..betul..saya setuju
Mr.Nunusaku:::
jadi agama apa yang ciptaan Tuhan, bos?
jujur, saya ndak bisa menghunuskan pedang, lho. ndak tega, soale…
November 20th, 2008 10:35 am
‘dont judge book by its cover”
Ternyata di balik tampang bloon ‘yang punya diary”, tersimpan otak yang cerdas. BRAVO to JOE
December 17th, 2008 7:32 pm
Saluuuuute…..
Keep on the track Bro…
Tabik….
January 2nd, 2009 3:30 am
Setelah islam muncul dengan nabi palsunya Muhammad dunia dalam bencana, agama ciptaan Muhammad banyak menaburkan kebencian kepada mereka yang tidak mau memeluk islam.
Saat itu darah kaum muslim gak ada harganya dimata orang kafir, sebelum islam melakukan pembunuhan terlebih dahulu, kita harus melakukan serangan. Seperti Israel melakukan serangan balasan buat Hamas dan terjadilah kematian di Gaza 400 jiwa mati terbunuh.
Selagi islam mengatakan dara kafir halal dimata islam, saat itu darah orang islam tidak mempunyai arti dimata non islam.
Perang ini tetap berlaku sampai kita bisa lenyapkan islam dipetah dunia…dan islam akan hancur seperti komonis telah hancur didunia ini. Tinggal masalah waktu islam pasti akan hancur.
January 2nd, 2009 8:52 am
silvi:::
tampang bloon? ganteng kaleee…
tanya desti sana kalo ndak percaya
Mahendra:::
tabik juga
Mr.Nunusaku:::
yakin?
saya kok malah curiga kalo sampeyan ndak bener2 mbaca tulisan saya sampe habis, deh
pertanyaan saya yang sebelumnya juga belum dijawab, tuh
January 11th, 2009 11:01 pm
memang sifat manusia bermacam macam, ada yang mau menang sendiri, egois, senang menghina, berbudi luhur, pemberani, atau malah seorang pengecut walaupun berpangkat bangsawan dan bergelar raden. kasihan para leluhur yang memiliki keturunan seorang pengecut, secara logika seorang pengecut tidak dapat berkembang apalagi mengembangkan kemampuan.
menanggapi penghinaan agama Islam, saya menghimbau khususnya umat islam yang ada didaerah saya, kita harus satu tujuan yaitu harus menjunjung tinggi agama dan keyakinan kita, barang siapa yang menghinanya harus dihapus dari muka bumi ini, agama kita bukan untuk dihina-hina - saudara kita - tanah kita bukan untuk dijajah (ALLAH HUAKBAR 3 x Jihad Palestina), selama ini kita dan agama Islam tidak pernah menghina agama lain ataupun yang menganutnya.
Memang saat ini umat Islam bagai riak ombak dipinggir pantai, banyak tapi tidak berkuasa, hal ini disebabkan oleh salah satu sifat manusia yang pengecut - contohnya seperti ANDA raden satrianto alias joe, keturunan raden dan memiliki nama satria dan sekolah mengambil hukum islam tapi sayang seorang pengecut.. astarfirullah halazim..
Satu hal lagi dan kamu harus tau bahwa semua yang ada di muka bumi dan dilangit adalah ciptaan dan milik ALLAH SWT Tuhan yang hrus disembah oleh seluruh mahluk, semua produk barang dan makanan mahluk bersumber dari Allah SWT Tuhannya umat ISLAM. Allah Huakbar.
Saya sebagai saudara anda hanya menasehati supaya anda beristihfar dan bertobatlah, semoga Allah SWT mengampuni disa-dosa kita semua Amin.
January 11th, 2009 11:27 pm
1 hal lagi, tolong dihapus blog ini karena saya orang/umat ISLAM, anda telah merendahkan dan menistakan diri anda sendiri dan UMAT ISLAM dan satu-satunya yang menilai kita/umat adalah ALLAH SWT.
January 12th, 2009 12:40 pm
saya pengecut? mungkin iya, sih. tapi dalam konteks tulisan ini, bagian mana yang menunjukkan kepengecutan saya?
minta blog ini dihapus? gampang! tolong ganti biaya sewa hosting + domain saya selama 2 tahun. soale untuk tahun 2009 ini saya terlanjur mbayar biaya sewa domain di muka selama 1 tahun, lho
dan, enaknya saya juga nanya balik ke sampeyan, mas nanang
sudah betul2 dibacakah tulisan saya? komentar2 yang menyertainya sudah dibaca juga? kalo sudah semuanya, wow, tolong, dong, tunjukkan ke saya, bagian mana dari tulisan saya yang memuat penghinaan terhadap islam? karena, sungguh mati, saya nggak tau kalo tulisan saya ini menghina agama saya sendiri
terakhir, lain kali ga usah ad hominem gitu; bawa2 gelar kebangsawanan saya sekaligus latar belakang studi saya. ga enak aja, mas, kalo diliat orang yang ngerti apa itu ad hominem. kekerdilan anda dalam berdiskusi jadi keliatan, soale. cukup sangkal saja argumen2 saya yang mas anggap keliru, tanpa embel2 yang menyangkut pribadi saya
January 12th, 2009 2:09 pm
[...] apakah tulisanku menistakan agamaku sendiri atau tidak, wew, itu jelas masalah interpretasi masing-masing personal. [...]
January 12th, 2009 2:56 pm
nama saya –> Radit
January 12th, 2009 5:47 pm
commentnya banyak bener!!??!!
*tengak-tengok*
oalah..masJOe…biasa….
hahahhhaahhaha…
see?? hebatnya sampeyan tu disini…dari komen2 ini jadi tau karakter2 masing-masing orang
*keplok-keplok*
tapi tetep, ati2 mas Joe..sapa tau tiba2 kontrakanmu tiba2 dibakar masa..hahahahahha
btw, masih g tau Ulil Abshar Abdalla?? ck..ck..ck..
January 12th, 2009 10:55 pm
Keplok keplok untuk mas nanang… saya juga orang Islam mas nanang, dan saya juga MALU dengan sikap anda
January 13th, 2009 1:02 am
mantabs2..

salut boss..
ijin copas link mu ke blogrool ku yah..
semoga link ku juga bisa mampir ke blogroll mu..
hehehe..
pandangan anda tidak picik bos..
lanjut terus…
tolong bantu up jangandibuang.com yah…
January 13th, 2009 6:58 pm
Kalo dilihat dari segi ajaran agama, saya kira semua agama tidak mengajarkan untuk menghina agama lain maupun penganutnya.
Tapi,, (nah iki..)
Kadang2 si penganut yang teralu fanatik malah memberanikan dirinya untuk menghina agama lain (mungkin karena merasa palin benar).
Nah, kuwi.. Opo meneh yo..
Uwis ah.. Ndak malah tempur..
Luwih apik kan damai..
Haleluya..
January 14th, 2009 10:54 am
ceper:::
yo, per. manut kowe waelah. jenengmu cen radit
afiemaniez:::
iya, fie. sampe skrg aku belum tau sapa itu si ulil, kakakaka…
Amed:::
sama, masdab. saya juga orang islam, lho, hohoho
theArjun:::
tentu saja. bagemanapun saya adalah legenda di kampus kita
radit:::
tapi kowe cen sing paling bener sak galaksi, kok, hahayyy…
January 15th, 2009 12:44 pm
Udah dibayar belum, Joe?
Seenaknya saja itu minta diapus. Dikiranya wp.com? Lha orang ngenet apa ndak keluar uang juga ya?
February 3rd, 2009 3:29 pm
Si Sumber Wangsit Dimana Kau?????????
Kopi Darat Yuuuukkkkkk….. hehehe……
Nggak bisa, nggak papa… aku nanti ketemu kamu… hehehe…….
February 5th, 2009 11:53 am
krincing…ngasih duit buat pengemis…
ayo hitnya naik
February 6th, 2009 1:27 pm
[...] Cuma ini bukan perkara aku sudah biasa dikata-katain atau bukan. Ini perkara – yang menurutku – krusial untuk citra umat Islam. Kalo gaya berdiskusi mereka kayak begitu terus, penuh kesalahan logika, maka apa kata dunia, selain kalo orang-orang Islam itu ternyata banyak yang bego? [...]
February 9th, 2009 4:38 am
dasar wong gendeng,,,gmn kamu berani ngoreksi tentang islam wong pemahaman mu trhdap islam masih dangkal???makany,pahami islam secara keseluruhan dulu,,,baru angkat bicara!!!
February 9th, 2009 9:42 am
alex©:::
orangnya ndak pernah muncul lagi, lex
Pakfa:::
biasanya saya sibuk, sih. cuma kalo ditraktir pizza yang ukuran large plus semangkok salad dan segelas es teh lemon di pizza hut, saya mau
faizal:::
maturnuwun, den…
rudi:::
biasanya, sih, saya juga bilang, pahami tulisan saya secara keseluruhan dulu…baru angkat komentar
tapi demi menghargai sampeyan yang sudah repot2 komentar, bolehkah saya minta ditunjukkan poin pemahaman saya yang manakah di tulisan yang terkesan gendeng dan dangkal? sumpah, padahal pas bikin tulisan ini, saya sudah berusaha berpijakan pada nilai2 dasar islam dan kemanusiaan.
February 22nd, 2009 9:32 am
HIDUP itu KERAS!!
WOWGH!!!
March 10th, 2009 7:33 pm
kalo agama kita dinjak injak apa kita harus diam aja, emang orang yang menghinanya aja yang pintar seperti orang yang bikin film fitna itu, biar kita gak ada pilihan diam saja atau melawan kita dibikin serba salah, sama seperti orang yang bikin tulisan diatas, sebenarnya dia yang goblok.
March 10th, 2009 10:04 pm
Saya:::
memang, kok
yogari07:::
saya goblok? lha, situ punya solusi yang lebih pintar, ndak? kalo ada, saya boleh tau? tentang pertanyaan anda sendiri, sebenernya saya sudah nyoba ngasih solusinya di tulisan saya. sempat kebaca atau tidak?
March 14th, 2009 4:19 am
mlihat kjadian d` Palestina..
rang2 islm tdk mnaggapi dgn srius hal tu.
jdnya srba slh.
klo diam aj, ntar islm dirndahkn.
kyknya kita msti mlanjutkn prjuangn para pjuang2 islm dahulu,
tapi msti pntar tuk mmilih jlnnya ya kwn..
March 14th, 2009 2:12 pm
bukan diam, sih. saya sendiri juga tidak melarang untuk bereaksi dengan postingan saya di atas. reaksi itu hal yang wajar, manusiawi. cuma, bereaksilah dengan cara elegan, bukan dengan cara yang brutal semacam “siapa yang bilang agamaku itu tukang gorok leher orang, maka orang itu bakal ta’gorok lehernya”
March 25th, 2009 10:32 am
gue setuju banget… Kebenaran islam tdk perlu dijelaskan dengan mulut atau argumen yg neko2…yg akhirnya malah merendahkan derajat islam itu sendiri. Jalankan saja islam dgn benar…maka kebenaran islam tdk akan terbantahkan lagi
April 3rd, 2009 12:36 pm
Woy emang anjing loe ngentoet loe! Mending lu mau gak di katain agama lu bangsat
April 3rd, 2009 4:17 pm
tony krg:::
setuju, oom
Mr.xxx:::
anj, baca dulu tulisan saya baik2 baru komen, ngent. bagian mana dari tulisan saya yang menghina agama sampeyan, bangs?
April 6th, 2009 4:21 pm
Dasarnya islam memang dari kumpulan orang-orang
goblok yang telah kena virus Imprilis melalui agama ciptaan Arab kumpulan orang-orang yang kurang ilmunya dan ingin melakukan penipuan melalui agama ciptaan Muhammad.
Sebenarnya umat islam sedunia harus datang kekuburan sang nabi Muhammad di Medina dan bertaya: Mengapa sang nabi Muhammad berada dikuburan….? Apakah betul engkau seorang nabi…?ataukah nabi palsu…? kalau memang nabi akhir zaman….tidak mungkin tempatnya dikuburan…kan kekasih Alloh…? ini iman yang dipertayakan pada Alloh…?
April 6th, 2009 9:27 pm
nggak. salah itu. buktinya saya ndak goblok. saya sarjana komputer lulusan ugm. lulus smpb 2x juga
dan saya nggak sedang menulis tentang memperdebatkan masalah kaidah pokok sebuah keyakinan, lho. jadi sepertinya sampeyan out of topic, deh.
eh, iya…memangnya kalo seorang nabi dan kekasih tuhan itu nggak boleh dikubur gitu kalo mati? trus harusnya gimana, donk?
May 5th, 2009 8:26 am
org boleh ngomong pa ja sak enak udele mbah e.,tapi kebenaran mutlak hanyalah milik ALLAH SWT.so,bener pa ga’ comment Qt, beaeknya dikembaliin ma Qur’an n SunnAh yg dPahami ma orang2 sholeh,smart n ikhlas hatinya demi ngdapetin ridho ALLAH semata….
n beristighfarlah plus tobatlah wong2 sing ndableg ati lan utekke….
matursuwun…..
May 16th, 2009 10:10 pm
Mas,,,,,Agama bukan bahan ejekan dan bahan tertawaan, tergantung sampean menyikapinya. baik buruknya ada pada keyakinan masing2……yang jelas Islam is my live, bagi kawulo yang mengejek islam pantas di gantung (agama adalah hak manusia)…..Amin
May 16th, 2009 10:37 pm
cah ndableg:::
sami2
Djoer:::
bisa ditunjukkan kapan saya membuat agama menjadi bahan ejekan?
June 22nd, 2009 10:29 pm
terlihat jelas terjadi kontroversi di dalam komentar2 di atas, “tindakan mana yang benar?”
June 23rd, 2009 3:15 pm
ngajarin orang supaya baik, sabar, dan cerdas itu memang susah kok
June 23rd, 2009 4:44 pm
Bukannya mau ngejelkin agama tertentu ya.
Kok kenapa kalo sembahyang ada agama yg suaranya sampe kemana2. Saya mengerti itu kebaikan, mohon kebaikan para sesepuh tidak memaksakan kehendak kebaikan kepada semua manusia / mahluk lain. Mohon ditanggapi.
Peace.
June 23rd, 2009 11:02 pm
oh, itu tergantung juga sama kedewasaan yang denger, kok. sampeyan belum pernah tinggal di bali ya? di sana tiap2 agama boleh jadi nggak cuma sekedar kedengeran, tapi juga kerasa
sampeyan merasa terganggu? silakan berkeluh-kesah langsung saja sama yang bersangkutan. kalo ada masjid yang adzannya kemana2, kalo ada gereja yang nyanyiannya ngganggu tidur siang, kalo ada odalan di pura yang membuat lalu-lintas macet dan jalan sampe ditutup, kalo ada arak-arakan sodara kita yang beragama buddha, silakan hubungi contact person masing2.
tapi saran saya, coba nikmati aja sensasinya. saya, sih, merasakan semuanya - bukan merujuk ke agama tertentu saja - dan nggak sekedar mendengarkan lagi.
mungkin memang di sini kehebatannya orang2 bali untuk perkara toleransi
July 21st, 2009 10:57 am
aduch mas joe….paling atas tuch bukan HAM ato pandangan Orang.tapi yang paling atas tu ALLoh S.W.T kita hanya di tuntut untuk taat padanya….klo pun taat ke yang lainya itu karna perintahnya…jadi klo posting lah mbo di atur tus di pikir kok kaya islam itu punya mas joe…5f nich bukan apa-apa kita harus saling mengingatkan dalam kebaikkan…bukan ngehina…oknum ato apalah yang bernama islam setiap satu kepala satu pikiran mas..jadi klo masih dalam koridor islam harus toleransi beda klo dengan di luar islam…..kita hanya boleh berhubungan dengan non muslim itu urusan dunia,..selain dunia itu ga boleh yach…5f nich yach mas joe….
July 21st, 2009 12:34 pm
tidak ada yang perlu dimaafkan kok.
tapi untuk sekedar meluruskan saja, saya di sini konteksnya memang berbicara tentang perkara dunia, tentang apa jadinya pandangan orang2 di luar islam tentang islam, nantinya. jadinya ya saya memang tidak memasukkan konsep spiritualitas dalam islam sendiri di tulisan saya. itu bahasan intern, dan bukan itu temanya.
dan, well, islam itu saya juga merasa memiliki, lho. jadinya ya saya nggak maulah kalo agama saya ini jadi dianggap agama barbar gara2 ulah segelintir orang goblok yang mengatasnamakan agama islam secara keseluruhan.
beda dengan saya, kan? toh yang saya tulis di sini cuma pendapat subyektif saya pribadi. saya tidak menambahkan bahwa kata-kata saya di atas adalah atas nama seluruh umat muslim di dunia. saya cuma mau menunjukkan pada dunia bahwa tidak semua orang islam bisa berlaku bodoh plus barbar ketika menanggapi polemik film ‘fitna’. masih ada yang, yeah, pinter dalam membentuk image brand-nya islam…
btw, saya setuju dengan cita-cita ideal anda: umat islam harus 1 kepala. tapi yang kita hadapi di dunia nyata adalah bahwa ternyata faktanya tidaklah demikian
August 1st, 2009 11:32 pm
Saya Nunusaku,mohon maaf yang sebesar2nya kepada seluruh umat Islam Diseluruh Dunia.
Sebenarnya saya gembar gembor,menjelekkan Agama Islam Cuma pendapat sisi buruk & laknatnya saya.sungguh saya bersumpah,sebenarnya saya sangat mengagumi Islam,juga sangat meyakini kebenaran Agama Islam.
Saya percaya seyakin2nya,Nabi Muhammad SAW,Adalah Manusia terbaik didunia,dan Agama Islam Adalah agama Yang saya yakini sampai saat ini.walau saya pake embel2 agama lain saat ini.
Abaikan semua Perkataan buruk saya mengenai Agama Islam,karena saya yakin Islam Adalah Agama terbaik.
Saya manusia yang bejad,laknat,semoga Allah SWT memberikan ampunannya pada Hamba.serta memberikan kekekalan Ayat2 Suci Al-Quran,serta Agama Islam Yang baik & kebenaran yang Hakiki.
Hati Nurani Umat muslim,yang sebenarnya sangat meyakini Kebenaran ISLAM.
Ini saya buat dengan sungguh2,bila suatu saat saya menyombongkan diri lagi & menghina Agama Islam jangan dipercaya & terkutuklah saya,karena kami yang menghina Agama Islam hanyalah Orang2 kafir yang iri atas kebesaran & kekuatan Agama ISLAM yang sangat kekal.
Bila saya membuat tulisan/komentar lagi yang MENYANGKAL,tulisan komentar saya ini ABAIKAN itu hanya Provokasi Semata.
Ingat saya hanya membuat suasana seru aja,biar banyak yang komentar.
Tetapi Sejatinya Saya Sangat meyakini & mengagumi Agama ISLAM.
ABAIKAN KOMENTAR SAYA YANG LAIN…
ini yang sebenar2nya,dari hati nurani saya..
Salam.
September 6th, 2009 11:44 am
untung w orang islam yg pinter dan lemah lembut,,haha
November 10th, 2009 11:32 am
Kalau baca Judulnya tapi ga baca isinya pasti orang2 yg gampang marah pasti langsung marah ,
tapi sebaiknya jangan pake kata goblok lah , mungkin bisa diganti dgn “yg tidak sabar”
December 31st, 2009 2:32 am
Dear,
Maaf ya? Klo loh menganggap semua orang islam kaya itu semua, loh udah fitnah gue, bapak gue, nenek gue, tetangga gee dan yang ngga ikutan laennya , emang loh agamanya apa sih ? berapa milyar orang yang loh fitnah, baiknya setiap orang nyaranin yang baik-baik yang aq tahu semua agama mengajarkan kebaikan semua, cuma . . . ., cumanya yaitu masalah definisi tentang ketuhannya, nah itu dia sesuatu yang mutlak dan harus dipikirkan oleh setiap manusia, emang loh mau menyembah yang tuhan yang sebenarnya bukan tuhan akibat loh ngga dapat warisan Surga kelak. sengsara loh dineraka (Bagi yang percaya yang ngga percaya terserah) gunakan indera dan pikiran kita untuk mengenal kekuasaan dan adanya tuhan dan jadikan itu keyakinan,
contoh :
Aq kira dulu orang menganggap udara adalah satu namun setelah tau udara itu tersusun dari berbagai unsur, jadi keyakinan kita sekarang ini belum tentu benar, makanya diwajibkan bagi setiap manusia untuk terus mencari tuhannya, yang aq percaya bahwa tuhan itu serba maha segalanya atas sesuatu,
Polytheis
1. Kenapa tidak ada perebutan kekuasaan antar tuhan?
2. Siapa yang menciptakan bumi, tuhan yang ke berapa? lah tuhan yang lainnya ngapain? apa ngga mampu buat bumi lagi (Ngga berkuasa dong tuhan yang lainnya, ya . . . itu sih bukan bukan tuhan bagi saya)
3. Klo bersama-sama, emangnya ngga mampu bikin sendiri?
monotheis
Tuhanku maha berkuasa atas segala sesuatu(Ada dalam Al-quran)sehingga ngga ada lawan dong.
emang sih saat ini banyak orang islam ngga mengambil pelajaran dari Al-quran, yang bisa baca mungkin 50 % dari yang bisa baca paling 10 % yang tau artinya, dari yang tau artinya paling 5 % yang melaksanakan dengan dengan benar, jadi gimana islam bisa dilihat oleh agama lain baik ?????????????????? belajarlah mulai dari kata-kata.
January 4th, 2010 8:15 pm
Sampean gemetaran toch... hayooo smedi dulu, biyar freshh lagih
March 5th, 2010 10:03 am
sebenernya mnrutku si islam itu artinya selamat ..jadi mau agamanya apa kalo mengakui adanya Tuhan YME (tauhid) dia islam … kalo ada yg mengklaim Ibrahim (Abraham) bahkan mungkin Adam AS adalah muslim … kyanya lebay … ga mungkin … kalo islam mungkin ……… trus muslim sekarang .. ampun de …. merasa kaya dia aja yg paling bener, paling masuk surga … preeeeet lah ! … surga ato neraka ato papapun hak proregitas Allah ..titik .. mau pelacur ke mau tukang sundal ke .. kalo Allah mau yg bersangkutan masuk surga ya masuk surga …. Saya beragama Islam tapi paling males kalo ada orang jenggoten bilang orang kristen kafir lah babi lah …karena muslim agamanya yang sombong, kesombongan justru sifat paling dibenci Allah ……..
March 8th, 2010 2:12 am
satu kata deh,…manteb,…gak bisa ngoment,…lanjutkan mas bro
March 10th, 2010 3:02 pm
u psti bkn moslem ya ??? jangan bilang orang ISLAM dong oknum gtu loh,kalo orang islam berarti mndunia bro….gua gk pnjang lebar yg pnting sesama umat manusia yg beragama mari saling pngrtian gk ruwet koq oke bro bro n bro……
March 10th, 2010 8:23 pm
Mr.Nunusaku:::
anda yang asli?
orang islam:::
alhamdulillah…
Danu:::
kalo terlalu halus, kesan sarkastiknya jadi kurang terasa, masdab
nurfazrymulyana@yahoo.co.id.:::
sudah bener2 baca tulisan saya sampe habis? kalo sudah, coba diulangi sekali lagi
haniifa:::
wah, masang backlink, ngemis trefik
derek:::
well, saya sih sebenernya nggak lagi mbahas definisi tentang ketuhanan dan ibadah2nya. tapi saya juga nggak setuju seperti masdab kalo ada orang islam yang justru mencemari agamanya sendiri
ebho:::
siap!
ROBERT HERMAWAN:::
ah, apalah artinya apa agama saya di hadapan sesama manusia untuk saat ini? mereka tidak akan memberi saya syafa’at di akhirat kelak, kan?
perkara oknum, kalo sudah baca tulisan saya sampe rampung, pasti juga bakal ketauan kalo yang saya maksud adalah oknumnya. sedikit trik jurnalistik basi, masdab…