Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok

Pengumuman! Aku lagi latah.

Ada yang sudah ngintip film “Fitna“? Aku belum. Ndak sempat, soale. Biasalah, eksekutip muda. Jadinya agak suwibuk. Suwibuk sesuwibuk-suwibuknya. Waktuku habis buat ngetes kinerja UU ITE yang menghebohkan itu, yang katanya akses buat mbuka situs-situs porno dari Indonesia ditelikung di tengah jalan. Harapannya, sih, nggak bakal ada anak-anak bangsa ini yang berhasil mbuka situs porno. Maka, dengan semangat ala mahasiswa 98, hal tersebut kutes, dan hasilnya ternyata aku tetap aja bisa berselancar dengan tenang mbuka situs-situs terlarang itu via proxy, semacam NinjaProxy atau HideMyAss. Komik-komik saru pun pada akhirnya tetap bisa didonlot sama siapa pun yang kepengen ndonlot. Cuma gara-gara kayaknya Allah masih sayang sama aku sehingga aku dijauhkan sama hal-hal model begitu, aku selalu gagal ndonlot komik-komik tersebut gara-gara koneksi internet yang mendadak putus di tengah jalan (jindal!).

Tapi kesimpulannya ya tetap aja: Dana 30 tereliyun buat proyek UU ITE terbuang percuma. Mending kalo sekarang masih ada duit yang belum kepake, cepat-cepat aja, deh, dialihin sama pemerintah buat sedekah! Kayaknya juga bakal lebih barokah.

Balik ke masalah “Fitna”. Setelah baca-baca literatur dari berbagai sumber, aku jadi tau kalo film itu – konon katanya – menggambarkan Islam sebagai agama yang penuh dengan kekerasan, penebar kebencian, pecinta darah dari berbagai golongan (entah itu golongan darah A, B, AB, atau juga O). Tentu saja hal macam gituan bikin panas orang-orang Islam. Yang agak pinter masih bisa bereaksi nenang-nenangin diri sambil berusaha cuek. Tapi yang goblok – dan ini celakanya. Masih banyak orang Islam yang goblok di Indonesia – langsung bereaksi spontan kepengen membalas perbuatan itu dengan cara seperti yang dituduhkan di film itu. Idiot!

Jadi gara-gara baca-baca blognya Retorika, aku jadi ngeliat berbagai macam reaksi manusia-manusia goblok itu dalam bentuk komentar. Ada yang dengan tololnya malah komentar kalo sekarang berarti sudah saatnya bendera perang benar-benar dikibarkan gara-gara tindakannya Geert Wilders, si tukang bikin film tersebut.

Eee… Goblok betul sampeyan itu, batinku waktu mbaca komentar model gitu. Islam itu, kan, di film “Fitna” lagi didakwa sebagai pelaku kekerasan, lha, kok sekarang malah pengen nunjukin kalo apa yang dituduhkan itu ternyata benar? Dasar bego! Orang itu otaknya di dengkul sebelah kiri atau sebelah kanan, ya?

Ini, kan, sama aja kayak kalo misalnya ada yang memaki aku, “Joe, kampret kowe! Jadi manusia, kok, bisanya cuma misuh aja? Mulut nggak ditata! Mau jadi apa kamu nanti kalo sudah diwisuda?!”

Maka aku pun menjawab, “Heh! Laknat kowe! Berani-beraninya kamu ngomong kayak gitu, dasar anak haram! Apa buktinya, babi?! Ngomong itu dipikir dulu, kadal bercula! Mbahmu salto, berani-beraninya bilang aku suka misuh. Dasar anak lonte, nenekmu perek, adikmu sundal, bapakmu germo! Anjing sampeyan! Biawak! Telek kecoak! Bunglon bunting! Muka kayak gorila beraninya nuduh aku yang bukan-bukan. Dasar kuda nil, monyet sinting, komodo, dinosaurus, masthodon, pterodactyl, triceratops, harimau sabretooth, tyranosaurus-rex!!!”

Lha, baca, nggak? Aku lagi dituduh suka misuh. Dan demi membela harga diri ternyata aku malah misuh. Justru menunjukkan sebuah kebenaran dari apa yang tadinya hendak kita sangkal. Apa nggak goblok kuadrat itu namanya? Untunglah aku nggak segoblok itu. Alhamdulillah…

Terus yang lain, ada juga yang nyaranin supaya orang Islam mbales dengan bikin gambar karikaturnya Yesus. Ealah… Yang ini sama aja gebleknya. Apa salahnya orang Kristen secara keseluruhan, kok orang Islam harus mbikin karikaturnya Yesus? Mas Yogi, Mbak Esti, Dik Sita, Mas Arad, si Creez, Mank Bayu, Ceper, Sympati, Ucup, Binson, atau bahkan Ayu nggak pernah bikin salah sama aku (aku malah sempat naksir Ayu segala), terus kenapa aku harus menghina keyakinan mereka? Yang salah, kan, sutradaranya film itu, bukan mereka. Yang salah cuma 1 orang, kok, orang-orang yang lain harus dilibatkan? Dasar otak amoeba (eh, amoeba punya otak, ndak, sih? Aku lupa)!

Itu juga ya kalo sutradaranya film “Fitna” itu bener-bener orang Kristen. Lha, kalo bukan? Lha, kalo dia itu oknum dari agama lainnya atau malah sama sekali nggak beragama, apa ndak salah sasaran namanya? Makanya, kalo mau ngamuk itu dipikir dulu, John.

Ada juga yang nuduh memang begitulah sifat dasarnya orang Yahudi, nggak akan pernah rela sama orang Islam. Ini juga sembrangkangan. Emangnya iya pak sutradaranya itu orang Yahudi? Kok, yakin betul? Jadi mana yang benar, si sutradara itu orang Kristen atau orang Yahudi?

Makanya saranku, sekarang orang-orang Islam mulai aja berlomba-lomba nunjukin kalo Islam itu memang agama yang simpatik, yang jauh dari apa yang dituduhkan film “Fitna” itu. Jangan malah melakukan tindakan yang justru menunjukkan apa yang dituduhkan di film itu jadi benar. Selama ini orang Islam dicap sebagai biang kerusuhan, kan, karena memang masih banyak oknum-oknum yang memang jadi tukang rusuh, yang merasa penafsirannya terhadap agama adalah yang paling benar, ya jadilah anggapan dunia di luar sana jadi kayak gitu.

Dan aku juga jadi inget sama poster propaganda yang sempat kugoblok-goblokin kapan hari itu. Lanjutannya, oknum-oknum Hizbut Tahrir di kampus kembali memasang poster yang bunyinya kurang-lebih: “Penghinaan terhadap Nabi yang terus-menerus adalah bukti kemudharatan HAM dan sistem demokrasi”, yang ujung-ujungnya mengajak umat Islam untuk menolak HAM dan demokrasi dengan alasan 2 hal itu adalah produk kafir barat, yang padahal menurutku Islam pun tetap mengajarkan HAM dan demokrasi (hanya saja teksnya dalam bahasa Arab. Bukan dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia).

Pola pikir yang njempalik, batinku. Nabi ditampilkan dalam karikatur bertema kekerasan ya justru karena selama ini masih banyak oknum umat Islam yang kelihatan menentang HAM. Kalo akhirnya umat Islam bener-bener menentang HAM, apa nggak jadinya karikatur Nabi justru tambah banyak?

Lanjutannya, 1 set poster yang terpajang di depan ruang Himakom itu pun kusobek dari tempatnya. Aku nggak mau ada pandangan buruk terhadap umat Islam dari orang-orang di luar Islam. Ceper yang kebetulan nggak sekeyakinan sama aku malah berkomentar ke aku, “Menurutmu mungkin itu salah, Joe. Tapi cobalah kamu bertoleransi dengan pandangan mereka yang menganggap hal itu benar. Nggak perlu sampe disobek kayak gitu.”

“Masalahnya, poster itu terlihat sama aku, Per. Dan aku menganggap hal itu salah, makanya kusobek. Lagian, bukan pada tempatnya sentimen keberagamaan diletakkan pada instansi umum. Wong iki neng kampus, kok. UGM, kan, nggak bisa diklaim sebagai cuma milik orang Islam,” jawabku.

Kuakui, waktu itu aku memang emosi. Dan jujur, dibanding dengan emosi kepada oknum-oknum yang memelintir keyakinanku dengan seenaknya, aku jauh lebih emosi sama kegeblekan saudara-saudara seimanku sendiri. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku. Amin!


261 Comments

  • KAZE |

    Ya… cuma mau tambah2in ja ya,
    Ada film, kalo mau tau judulnya My Name Is Khan. Ini film India, dan biasanya orang2 sudah berpandangan ‘gimana gitu’ sebelum liat ni film karena ini Bollywood, bukan Hollywood. Sebenernya sih, kalo liat film ‘harusnya’ diambil maknanya, iya bukan?
    Disitu disebutkan, bahwa semua orang berkeyakinan berbeda adalah satu, yang menjadi pembeda ada 2 jenis, orang yang baik dan orang yang jahat.
    Orang yang baik dalam berbuat sesuai keyakinannya.
    Orang yang jahat, membela agamanya tetapi tidak memikirkan kaidah2 yang lain dalam agamanya, yaitu berbuat baik terhadap sesama. Dah pasti kaidah ini ada dalam setiap agama.
    Makasih, dan maaf kalo kata2nya gak enak, ato gak nyembung.

  • KAZE |

    O iya, plus tambahan. Maksud yang bikin ni artikel mungkin bisa dianggep positif kalo dibaca bener2. Tapi yang punya ini bahasanya emang nusuk sih, ha5… Mungkin bisa diperbaiki laen kali kalo bikin artikel? Dah pasti yang punya juga gak mau kalo da ribut2 disini,,
    Ato emang lagi cari ribut kah?

  • Kang Mitro |

    Haruskah kamu tinggalkan agamamu?
    YA, JIKA ATAS ALASAN APAPUN AGAMAMU MENGAJARKAN (CUKUP SALAH SATU INDIKASI BERIKUT INI) :
    Kebencian, balas dendam, pembunuhan, peperangan melawan manusia lain, perampokan, penipuan, fitnah, pemutarbalikan fakta, penghinaan tetapi tidak boleh dihina, nikah agar tak zinah, gila sex, Tuhan yang penghukum kejam, kedzaliman pada pemeluk agama lain, pedophilia, kebohongan demi pembenaran, boleh memukul isteri / perempuan, kemunafikan (tidak puasa harus bilang puasa agar agama kelihatan baik, diskriminasi atas dasar iman, terorisme, kesombongan (merasa lebih tinggi dari umat lain dan narsis
    MAKA CARILAH AGAMA LAIN yang mengajarkan :
    Adanya Tuhan yang sejati yang mencintai kehidupan, kasih kepada sesamanya tanpa pandang SARA, pemaaf dan pengampunan kepada yang bersalah, kesabaran dalam menghadapi segala pencobaan, cinta pada kehidupan karena Dia adalah Tuhan yang hidup, kedamaian dalam kehidupan manusia, kejujuran sepahit apapun, perbedaan cinta lawan jenis dan cinta pada anak kecil, perbedaan antara cinta dan nafsu, pengendalian nafsu daging dengan keinginan roh, sikap murah hati, kelemahlembutan penuh kesantunan, penuh rasa hormat dan pujian pada orang lain, bukan yang suka memuji diri sendiri, pernikahan itu kudus bukan hanya urusan seks, menyembah dengan kepasrahan tanpa menuntut pahala, sifat rendah hati, cinta sejati diantara suami isteri, bukan suami yang berkuasa atas isteri, kesetaraan atas dasar iman masing-masing
    kesederhanaan apa adanya tanpa mengada-ada, tidak boleh mengucap sumpah demi apapun karena risikonya berat, Sikap dan tindakan yang menyukakan hati Tuhan, sikap bijak laksana nabi yang mendatangkan kesejukan
    INGAT : Aku tidak peduli apapun agamu saat ini dan agama apapun yang akan kamu pilih kemudian. Bahkan ketika kemudian kamu tidak beragamapun itu bukan urusanku. Dalam komenku ini aku hanya meminta kamu untuk meninggalkan agamamu jika agamu terindikasi salah satu dari pengajaran itu karena jika ada salah satu diantara indikator itu, berarti agama yang kamu anut bukan agama yang sebenar-benarnya benar melainkan hanya agama yang menganggap dan dianggap benar. Dianggap benar berarti absolutely salah!

  • Yang Punya Diary |

    GASRERUSS, Kang Mitro:::
    eh, komen anda ada korelasinya dengan tulisan saya? :mrgreen:

    yusuf, sapa aja dech….:::
    terima kasih 8)

    ali badri:::
    alhamdulillah, kita sejalan πŸ™‚

    KAZE:::
    ahaha, kebetulan gaya saya memang gitu. suka meledak-ledak mumpung lagi di dunia maya. spontan, sih. ditulis tanpa pikir panjang. mohon maaf jika ada yg tidak berkenan

    undapatie:::
    katakan, aku selalu mencintainya :mrgreen:

  • badboy |

    hei kau yg lgi latah mampus aja kau..!g prlu kau brcrita pnjang lbar dsini bngsat.

  • Yang Punya Diary |

    belum bener2 baca tulisan saya kan? saya tau kok. kalem aja, boy. ga usah marah2 cuma gara2 ketauan salah 😈

    btw, terus saya disuruh cerita di mana lagi kalo di blog yang saya biayai sendiri aja juga ga boleh? dan apa hak mereka-mereka yang melarang – termasuk anda – untuk melarang saya? mbayarin aja kagak dan masih untung saya bolehin mbaca gratis kok berani ngelarang2? πŸ˜†

  • agung gumilang |

    John.. no problem with islam, but not to the people who get it in faith.
    Islamnya ga salah cuma oknum orang islam itulah persoalannya. Mestinya ada penelitian berapa oknum yang suka melakukan ‘kesimpangsiuran pemahaman Islam’. Kita hitung dari total populasi penganut yang ada, lalu kita buat kesimpulan. Kalo ada yang masih ‘nyeleneh’ ya kita beritahukan.. mungkin ilmunya belum sampe ke mereka. Saya sangat suka artikelmu John.. masih ada yang mau berfikir (Iqra).. teruskan. dan jaga kesabaran, ok. Keep n rock

  • mutje |

    jooo last coment ko jenengmu dadi jhon.. ha ha ha.. santai wae bro.. nang Norway kene akeh le ateis kok..

  • areans |

    PENTING……..siapa yang robek en hancurin poster saya??yang tau pelakunya informasikan segera!!!!*teriak teriak sambil tolak pinggang*

  • carro |

    Saya tetap menganggap bodoh islam yang tidak berpengalaman seperti saudara. terlalu dangkal pemikirannya, tidak berpotensi dan sama sekali tidak berbobot. saya yakin tidak akan bertemu disurga salam sama muhammat di neraka….Gbu.

  • Carro pekok |

    β€œHeh! Laknat kowe! Berani-beraninya kamu ngomong kayak gitu, dasar anak haram! Apa buktinya, babi?! Ngomong itu dipikir dulu, kadal bercula! Mbahmu salto, berani-beraninya bilang aku suka misuh. Dasar anak lonte, nenekmu perek, adikmu sundal, bapakmu germo! Anjing sampeyan! Biawak! Telek kecoak! Bunglon bunting! Muka kayak gorila beraninya nuduh aku yang bukan-bukan. Dasar kuda nil, monyet sinting, komodo, dinosaurus, masthodon, pterodactyl, triceratops, harimau sabretooth, tyranosaurus-rex!!!”

  • Yang Punya Diary |

    agung gumilang:::
    ahe, terima kasih atas atensinya

    mutje:::
    norwegia sepertinya terlalu dingin ce, saya mau ke jerman sahaja πŸ™‚

    areans:::
    saya! saya! saya! eh, tapi ini poster apa dulu? kalo poster band2an sih ndak mungkin saya yang ngerobek πŸ˜›

    carro:::
    terima kasih. semoga anda masuk surga tanpa hisab πŸ˜€

  • Cinta Indonesia |

    Lebih baik jangan buat blog kontroversi mas,mengapa saya bilang begitu??Karena Judulnya sendiri aja sudah berkata seperti itu

    Tetapi mas itu cuma oknum2 nya saja,jangan mengusik orang2 yang berkeyakinan Islam yang gak ikut2 an

    Kalo anda kecewa dengan sesuatu silahkan menulis di blog anda,tetapi jangan yang mengusik kedamaian masyarakat,saya tidak melarang tetapi saya coba untuk ingatkan jangan menjadi agen pengusik kesatuan di Indonesia

  • Yang Punya Diary |

    iya, saya akui judulnya memang mengusik. sedikit tamparan buat sodara-sodara seiman saya, memang. tapi saya pikir, seandainya isinya bener-bener dibaca, tidak akan ada anggapan kalo saya bakal jadi agen pengusik persatuan di indonesia πŸ™‚

  • doni |

    saya anak ekonomi ugm. saya ingin ketemu. kamu menghina agama saya. saya ingin tanya-tanya. harus bertanggung jawab atas penghinaan ini. ketemu dimana ayo ? apa aku ke kampusmu

  • Mardian Ramaji |

    Mas “Joe” ‘Sampeyan pancen manusia paling super duper jos gandos sak jagat aboh’. seorang moslem harus inovatif, objektif, & berpikir luas seperti sampeyan….
    hahaha artikel2nya sangat inspiratif mas.

  • rafes |

    sampean benar,bukan dgn kekerasan ktbbls penghinaan….yg mlh bs membenarkan penghinaan tsb.umat islam msh lemah,hrs bnyk intropeksi. msh bnyk mslh di intern muslim,,,jatah anak yatim ja msh bnyk di tilep. msh bnyk muslim yg lapar,gmn mau perang?

  • Dudi |

    Bener2 sok nih orang.. biasalah kalo kurang memahami jadinya seperti ini. Jenis orang yg perlu dihindqri.. jenis ke empat– “Tidak tahu bahwa ia tidak tahu.” Akibat kurang membaca, kurang mendengar, kurang melihat, kurang kontemplasi.. tapi kepingin berbicara. Ah, Anda benar2 harus malu.. kalau memang masih punya malu.. tapi biasanya udah gak punya lagi.

  • Yang Punya Diary |

    rafes:::
    deal! πŸ™‚

    Dudi:::

    Akibat kurang membaca, kurang mendengar, kurang melihat, kurang kontemplasi.

    anda? sudah benar-benar membaca tulisan saya? πŸ˜€

  • hend |

    Memang benar,.arab yang negara Islam aja tukang perkosa, negara2 mayoritas muslim rata2 rusuh dan bingung sendiri… pengen kembali ke jaman jahiliyah bisa berbuat seenaknya. islam tidak siap mengikuti kemajuan jaman… islam siap menuju kemunduran peradaban.

  • mimin |

    hend.. jangan komentar yang bukan2. banyak kok orang2 islam yang berfikiran maju seperti sadam husein, khadafi atau osama. mereka berjuang untuk kebaikan dunia ini.

  • ace |

    kayax anda mendapatkn pembuktian yg nyata bahwa segelintir orng islam masih ada yg goblok dr membaca komen2 yg masuk…

  • rei |

    mungkin sekedar saran saja.. itu judul e emang terlalu sih mas… tapi isinya saya akui berbobot… masalah e gini mas… di bag isi kan mas e sering bilang gag semua… gag semua… dan lalu gag semua lagi… berarti mas harus fair dong pada bagian judul nya.. indikasi nya itu merujuk pada semua umat islam itu mas.. makane banyak yang mencak2 tuh… mungkin mas e kepleset pada bagian ini.. atau…. malah sengaja mau cari sensasi ??? wkwkwk peace to all of you πŸ˜€

  • Yang Punya Diary |

    hend:::
    errr…yakinlah sumpah, itu oknum :mrgreen:

    ace:::
    indeed πŸ˜€

    rei:::
    itu dia. saya memang sengaja. pengen tau juga, mana yang bener2 baca dan mana yang nggak malu dapet cap sebagai pemalas yang gampang naik darah? πŸ˜†

    peace juga πŸ™‚

  • silent |

    maaf sekali sebelumnya
    sebaiknya anda lebih banyak lagi membaca atau mempelajari sesuatu sebelum berkomentar ^^
    sesungguhnya semua ajaran itu pasti mengajarkan kebaikan
    semua orang yang cerdas dan berpendidikan saya kira mengetahui hal ini……

  • bagja punkids |

    wesh itu judulnya hati-hati donk
    jangan pake bahasa gt …

  • Aegir |

    Tabah ya nak…. Mending situ masih punya iman…. saya hampir saja putus asa dengan perkembangan intelektual muslim di negara ini. Golongan reaksioner makin berpengaruh sementara modernisme Islam makin memudar, malah seakan-akan gk pernah ada sebelumnya. Dunia yang kita hadapi sekarang adalah akibat dari runtuhnya Imperium Usmaniyah, kekhalifahan yang terakhir. Biasanya kita kenal sebagai Ottoman Empire, sebelum jadi Turki dulu. Dulu negara ini benar2 berkomitment untuk membangun dunia Islam yang modern, serta modernisme yang Islam. Tapi keruntuhannya yang dramatis yang lalu diikuti dengan naiknya rezim Kemal dengan sekularisme ekstrim merupakan guncangan hebat buat ranah intelektualisme sospol islam. Sekularisme Kemal yang memusuhi ekspresi agama di tempat publik dengan opresif, yang setelahnya diikuti oleh rezim2 awal di dunia Islam post-kolonial (seperti Nasser di Mesir dan Borguiba dan lalu Ben Ali di Tunisia), meradikalisasi Islamisme dan mendorongnya ke spektrum reaksioner, menjadi paranoid dengan apa pun yang dicurigai “barat” atao “non-muslim”. Kalo buat orang2 yang ngikutin perkembangan Arab Spring, dan juga Turki, sebenarnya bisa keliatan kalo modernisme Islam sedang bangkit kembali di sana, mengusung sekularisme, humanisme dan liberalisme atas nama Islam. Tapi yah baru2 ini aja, bakal makan waktu untuk sampe ke sini tampaknya, apalagi kalo perhatian masyarakat sini ke perkembangan wilayah tsb masih minim

  • Yang Punya Diary |

    Aegir:::
    apa boleh buat…sepertinya memang bakal begitu. sangat lama untuk mengubah mental “bejat” orang-orang endonesa ini 😐

    rST014:::
    lo mau gue suruh baca ulang tulisan gue lagi?

  • Kezia |

    Saya Kristen.. Saya suka tentang blog anda ini karena memang sesuai dengan REALITA/FAKTA yg ada.. Good job ^.^
    Memang kenyataannya seperti itu kok,, jd buat komen2 yg ngawur/ga suka brarti mungkin mereka adalah salah satu dr org2 Muslim yg GOBLOK itu..!! πŸ™‚ hahaa.. Terima ajah.. Tapi judulnya emang menusuk kok jd wajar klo bnyk yg marah..
    Teman saya bnyk juga yg Muslim tpi mereka baik ga SARA.. Saya sangat menghormati mereka meskipun sejujurnya saya ga suka dengan kitab anda yg >< sama Kristen, Yahudi, n kafir.. Saya ga akan peduli dngn agama,ajaran,nabi anda klo tidak ada SARA di situh.. Apakah karena Alquran mengajarkan demikian makanya bnyk Muslim yg menjadi biadab karna sangat mematuhi ajaran Quran yg sebenarnya atau karena bnyk Muslim yg emang dr sononya sudah bodoh/pikirannya sempit makanya ga bisa menjaga image agama Muslim itu sendiri..?? Tapi yg jelas untunglah msh bnyk Muslim yg baik n pintar seperti anda yg peka dan ga Kampungan misal FPI..!!
    Bdw Muslim akan terlihat lbh indah dan berpendidikan klo ga ada FPI dan sifat2 Muslim lainnya seperti BARBAR dan AROGAN..!! Jd tolong buat Muslim2 yg baik janganlah kalian menjadi seperti mereka.. Ciptakanlah damai di Indonesia.. PEACE..!!
    Maaf ya klo misalkan saya kurang sopan.. God bless you n Jesus love you πŸ™‚

  • Yang Punya Diary |

    ehehehe…

    saya mengerti kekesalan anda, kok. tenang saja…ayat2 di kitab suci agama saya memang nggak bisa dipahami semudah apa yang terbaca. ada sejarah, latar belakang kenapa suatu ayat diturunkan, dan itu harus disesuaikan konteksnya pada masa itu lalu pada masa kini. jangankan anda yang membaca, yang agamanya sama kayak saya aja masih banyak yang salah-paham mbacanya, kok. itu…yang pada ngamuk di sini itu contohnya 😈

    kata teman saya, kitab suci saya itu sifatnya kayak beras. bukan nasi. nggak bisa langsung dimakan begitu saja seperti mereka-mereka yang ngamuk itu memakannya :mrgreen:

  • soloman |

    Telah jelas jalan yang sesat dengan yg lurus,
    bnyak manusia , telah tahu kebenaran tapi tidak mau menikuti kebenaran, malah menebar fitnah dan ikut untuk menyesat kan orang,

    hati2 bro, jngan ikut2 menyesatkan orang lain.

    Bagi umat islam jgnagn terpancing dengan propaganda yahudi dan nasrani.
    Padalah dari taurat yang isi nya masih asli asli belum di rubah sama rabi yahudi dan pastor2 nya orang kristen , lihat apa hukuman yg tercantum:
    [5.45] Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang lalim.

  • Wanderer |

    Kenyataan memang pahit dan sulit untuk diterima…. πŸ™‚
    Apalagi bila harga diri sudah mengalahkan nurani dan akal sehat, kawan pun dibunuh hanya demi surga khayalan……. πŸ™

  • didie |

    saya juga sedih, indonesia yang kaya hilang maknanya karena mayoritas penduduknya tdk bisa memahami agama yg dipeluknya. Jika muslim indonesia damai, penuh cinta kasih, menghagai perbedaan agama dan budaya serta pinter2.. mungkin kita tdk perlu belajar bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa arab,bahasa cina, bahasa jerman dan bahasa-bahasa asing lainnya, tp merekalah yg harus belajar bahasa Indonesia.. karena apa? karena manusia mencari surga dan surga itu adalah Indonesia, indonesia semua ada.
    saya merindukan umat islam yg penuh cinta kasih dan penyabar.
    saya merindukan islam yg damai
    saya merindukan islam yg lembut
    saya seorang katolik, sdh sering mendapat hinaan dan cacian dari saudara2 sy yg muslim. saya hanya bisa mendoakan saudara2 sy itu untuk tetap dikasihi dan diberkati Tuhan di sepanjang hidupnya. amin.
    Berkat Tuhan menyertai kita semua, sekarang dan untuk selama lamanya. amin.

  • Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH. |

    Organisasi Antiislam Indonesia ,,

  • Supri Jupri |

    Inti nya mah itu mah perbuatan iblis yg menggoda manusia.. Buat mengadu domba umat manusia.. Memecahbelah persaudaraan.. πŸ˜€

  • Toni |

    Assalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

    Bismillahirahman nirrahim.

    Alhamdulillah artikel ini sudah ana baca, berulang dengan baik
    dan penuh itikad baik.

    tapi bagaimanapun setelah dibaca berulang kali pun tetap saja
    saya tidak mengerti mengapa penulis mengambil judul diatas, terlebih
    mengatakan bahwasanya itu adalah kesengajaan.

    izinkan saya kutip judulnya kembali “Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok”
    bacalah baik baik … telaah, … dan jujurlah dengan hati kita saat membacanya apa yang dirasa..
    saya pribadi tidak masalah jika tergolong kedalam kutipan tersebut
    paling tidak memang karena pada dasarnya awam dan belum bisa memahami dan mengamalkan akhlak ISLAM
    yang terpuji, tapi lebih mementingkan hawa nafsu sendiri tapi saya geram sekali jika ternyata kita
    perlebar lagi arti kutipan tersebut.. saya sungguh heran kenapa penulis bisa dengan tenang2 nya mengambil
    judul tersebut.

    PAHAMILAH, bahwa kategori “ORANG ISLAM” itu termasuk :

    1. Rasulullah dan Keluarga serta para sahabat beliau yang terbukti mempunyai Akhlak manusia yang terbaik.
    2. Diri kita, anak2 kita, istri kita, orang tua kita sanak saudara, handai tolan dan semua…
    3. Bukan cuman di indonesia, tetapi milyaran orang diseluruh muka bumi ini…
    4. bukan cuman manusia di zaman sekarang, melainkan zaman dulu dan masa yang akan datang…

    dengan sadar atau tanpa sadar penulis telah mengkerdilkan semuanya dan tanpa sedikitpun mengecualikan nya..
    terutama dilihat konteks yang sangat jelas di kutipan “judul” tulisan.

    saya tidak mau berkomentar lebih banyak lagi, tapi hendaknya jika penulis bijaksana, lapang dada, tentu akan menyadari kesalahan tersebut
    walau mungkin sekecil debu dibagi se trilyun tersebut.., dan saya ber-Husnuzhan bahwa penulis memang ingin berniat baik..
    tapi kiranya dengan cara yang baik pula. salah satu akhlak yang wajib kita ikuti, “berbicaralah yang baik atau diam”.

So, what do you think?