Rambo IV

Kemarin, sore-sore dari kantor ke 21 nonton “Rambo IV”, yang disutradarai sekaligus dilakoni sama Sylvester Stallone, rame-rame bareng si bos, Hobby, Naldo, sama Oom Udin. Sengaja nggak ngajak cewek sehubungan dengan aku sendiri lagi pengen untuk tidak dikerubuti wanita, konon katanya si Rambo versi yang sekarang ini filmnya jauh lebih brutal daripada yang kemarin-kemarin.

Betul saja. Begitu nonton filmnya, prolognya ternyata cuma ditayangin sebentar (mungkin nggak sampai 15 menit), selanjutnya aku sudah diajak nonton adegan tembak-tembakan. Asli brutal! Ada adegan kepala yang meledak, badan manusia yang hancur lebur, mayat membusuk dikerubungi laler, tapi ndak ada adegan cabulnya :twisted: Mungkin gara-gara Sylvester Stallone yang jadi Rambo itu sudah tua, sadar usia, jadinya daripada maksiat kemana-mana mendingan banyak-banyak baca doa biar masuk surga :mrgreen:

Jalan ceritanya, sih, biasa-biasa aja. Masih kayak tipikal Rambo jaman dulu, nyeritain tentang pembebasan tawanan (kali ini setting-nya di Birma). Kalo ada diantara antum-antum yang baru nonton Rambo versi yang sekarang ini, rasanya wajar kalo habis nonton film ini bakalan pada komentar kalo jalan cerita filmnya biasa-biasa aja, dan malah terkesan basi.

Tapi ya memang begitulah si Rambo itu. Yang bikin kangen ya justru adegan gombal kayak muncul diam-diam dari balik punggung musuh terus…crosssh!!! Sang musuh mati tanpa sempat melawan. Gombal banget, kan? Ya iyalah. Nggak banget gitchu loch untuk jaman sekarang. Mana ada manusia gombal sesakti itu?

Dan menurut aku, film ini lebih cocok buat ditonton sama orang-orang yang sudah pernah nonton Rambo. Buat nostalgia, istilahnya. Walaupun begitu, kalo ada juga newbie yang nekat mau nonton film ini, ya ndak pa-pa. Lumayan seru juga ngeliat darah muncrat dimana-mana. Makanya, sehubungan dengan hal itu, aku saranin mendingan jangan ngajak cewek ente buat nonton film ini, kecuali cewek yang bakal ente ajak nonton itu masih termasuk kategori cewek barbar :mrgreen:

Dan untuk menambah pengetahuan pembaca juga, Stallone, di film ini, nggak ngasih imbuh adegan Rambo buka baju lagi. Malu mungkin, doi sudah renta. Siapa tau aja kulitnya sudah banyak keriputnya. Terus juga, kalo dulu-dulu Rambo biasanya beraksi one-man show, di film ini dia sudah bisa dapat teman buat dolanan bedil. Mungkin aja si Rambo selama kurun waktu selama ini, sejak film terakhirnya, nyobain ikutan kursus pengembangan kepribadian supaya bisa punya banyak teman. Kasian, kan, kalo si Rambo harus terus sendirian?

Facebook comments:

55 Responses to “Rambo IV”

  • Amry says:

    Tempat saya itu banyak yang jual kaset bajakan,jadi tinggal beli bajakanya

  • linggana says:

    ya tuh mas
    gw jga bgtu soal’y mau nonton film rambo
    eee jdi film bar bar

    kan g msk akal aja mas?

  • [...] Aku prihatin sama Palestina, tapi aku masih sayang nyawa. Aku nggak punya skill tempur, aku bukan John Rambo yang bisa memberantakkan 1 batalyon pasukan Vietkong sendirian. Kalau aku nekad ke sana, itu sama [...]

  • The hijab need to not be transparent. The goal of wearing hijab must be achieved. In order for the hijab to be a cover, it need to not be created of transparent material producing the woman covered only by name, even though in reality she is naked. The prophet (peace and blessings be upon him) is quoted as saying: “In the newest part of my Ummah (nation of Muslims) there shall be females who could be naked in spite of being dressed, they’ve their hair higher just like the humps from the Bukht camel, curse them, for they’re cursed. They’re going to not enter Al-Jannah and would not even perceive its odor, although it really is fragrance can be perceived from a distance of 500 years traveling by camel”

  • […] perlu kita mengingat bahwa Hollywood pernah menciptakan hiburan pada sosok John Rambo yang sendirian membantai pasukan Vietkong. Tidak perlu kita renungkan bahwa generasi pendahulu kita […]

Leave a Reply

Kitab Wangsit
SUDAH TERBIT!
Kitab wangsit karangan Mas Joe, idola masa kini para remaja putri. Mumpung bakulnya masih buka, mari segera dikonsumsi!

Cocok untuk dibaca sambil ngemil kuaci ataupun sebagai teman semedi di kamar mandi.

Minatkah?

Kalau minat, bolehlah klik di SINI untuk segera membeli. Buruan! Minggu depan harga naik tiada karuan.

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Almanak
Wangsit Bergambar




SEO Powered By SEOPressor