(Rasanya) Seperti Manusia Tolol Aja

Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah (Ibnu Mas’ud)

Kalo aku lagi main-main ke blognya orang-orang salafy, terutama yang ekstrim, biasanya aku bakal nemuin banner dengan tulisan model di atas itu. Dan sebenarnya – di luar perkara Ibnu Mas’ud-nya – aku, kok, ya ngerasa kalo kalimat macam di atas itu bikin aku geli sendiri. Rasanya malah kayak jadi homo sapiens tolol aja jadinya. Lama-lama aku jadi nggak tahan juga kalo nggak menuliskan bab perasaan yang ada pada sanubari terdalamku tentang hal itu (ngomong apaan, sih?)

Jadi aku ngerasa kalimat seperti itu tuh cuma semacam perbandingan buat orang geblek aja, kayak misalnya kalimat:

“Lebih baik minum vitamin sedikit-sedikit daripada menenggak racun banyak-banyak” :mrgreen:

Atau malah:

“Lebih baik menikahi perempuan muda yang tidak terlalu cantik daripada berzina dengan lonte tua dan buruk rupa” πŸ˜†

Nah, anak esde yang di kelasnya menduduki rangking terakhir aja rasanya pasti juga tau kalo option pertama itu jauh lebih bagus daripada pilihan yang kedua, kan? Makanya aku heran, kok, ya bikin perbandingan dengan 2 hal yang kualitasnya terlalu njomplang? Seperti manusia tolol aja.

Ah, jangan ngamuk, sodaraku. Ini semua cuma gara-gara aku lagi geli aja. Aku sadar, kok, kalo aku nggak sepantasnya meremehkan Ibnu Mas’ud. Tapi aku bener-bener geli. Selanjutnya, ya anggap aja cocotanku ini nggak layak buat dijadikan referensi dalam kehidupan beragama-Islam kalian semua, duhai sidang pembaca yang dimuliakan Allah. Toh seluruh dunia kayaknya juga paham kalo “lebih baik sedikit meneladani Ibnu Mas’ud yang lebih dekat dengan kehidupan Nabi ketimbang mencontoh total si Joe Tampan yang kadang-kadang masih suka dolan ke Liquid, Boshe, atau Hugo’s Cafe”.

Facebook comments:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Mungkin sebagai penegasan sahaja…

    Lebih baik komen serius meski sedikit, daripada nyampah ga jelas, banyak pula..
    :mrgreen:

  2. si Joe Tampan yang kadang-kadang masih suka dolan ke Liquid, Boshe, atau Hugo’s Cafe

    emang situ punya duit?

    *lempar bom asap, kabur*

  3. Nazieb:::
    mungkin memang disesuaikan dengan kadar intelektualitas orang2 pas jaman itu ya?

    lambrtz:::
    punya…kalo awal bulan

    PeTeeR:::
    eee…yang ta’bawa kabur itu servernya caesar, kok. eh, caesar atau republic, ya? aku lupa. yang jelas bukan papillon atau JJ, kekekeke!

    mybrainsgrowell:::
    makanya aku bilang “kadang-kadang”
    wooo…dasar gembel! πŸ˜›

    kimbul:::
    iya, mending nggak ngapa2in terus dapet duit. jadi bisa seneng2 di caesar lagi πŸ˜†

    wira:::
    iya. kayak orang tolol aja, ya? hahaha

  4. saya jadi pengen bermain kata-kata.
    “lebih baik merasa tolol sedikit daripada merasa pintar dimana-mana” (Ibnu Kurt)

    Tapi JOE, itu hadits jangan buat main-main. kita setuju kan? tapi ya mungkin sampean mau bilang, hadits itu disalahgunakan yah, sehingga sampean mau menjelasin hadits yang dipolitisir itu enggan dibahas lebih dalam yah… padahal saya pengen yang “lebih dalam” JOE. πŸ˜€

  5. nunung:::
    iya, saya juga…kalo lagi ngantuk πŸ˜›

    Kurt:::
    haha, saya setuju kok, pak kurt, kalo esensi dari kalimat itu memang 100% benar. cuma ya memang agak geli aja dgn perbandingannya; di samping kalimat itu memang selalu dipake sebagai senjata buat nyerang orang lain yang dicap sebagai jagoan bid’ah sama mereka2 yang merasa paling islam πŸ˜€

  6. lebih baik mendukung italy daripada perancis,
    anak kecil aja tau kalo yang ini πŸ˜†

    By yudi on Jun 20, 2008

    Setujuuuh , eh itu padanan yang tepat apa yang njomplang ya?! πŸ˜†

  7. Lebih baik sedikit mendukung Prancis daripada total mendukung Italia.

    Lebih baik sedikit mendukung Belanda daripada total mendukung Italia.

    Lebih baik sedikit mendukung Jerman daripada total mendukung Italia.

    Lebih baik sedikit mendukung Turki daripada total mendukung Italia.

    *ndak suka sama tim yang modal bertahan doang, soale* πŸ˜†

    *kabur sebelum dirajam Front Pembela Italia*

  8. hehehe..ati-ati joe..Ibnu Mas’ud iku perawi yang cukup legendaris loh, wah sungguh sedang bermain api ketika ente tiba2 nulis

    β€œLebih baik menikahi perempuan muda yang tidak terlalu cantik daripada berzina dengan lonte tua dan buruk rupa”

    aah..engkau memang penuh kontroversi dab, tapi agama ini sungguh terlalu indah untuk diperolokkan..

    πŸ˜‰

  9. Sugeng Rianto:::
    ooooo…itu sangat subyektif. kebenarannya tidak bisa langsung diterima. mungkin spanyol malah lebih logis πŸ˜›

    ardianto:::
    coba minum tolak angin, mas. sapa tau ente masuk angin

    Aday:::
    sesuk. nek neng kono akeh temon ayune πŸ˜†

    Fortynine:::
    masih. apapun yang kerasa ngganjel mesti ta’bahas

    Amed:::
    ada, meskipun argumennya dipatahkan spanyol :mrgreen:

    calonorangtenarsedunia, nyamukbingung:::
    errr…
    itu hadis ya? sepengamatanku, sih, itu pendapatnya ibnu mas’ud sendiri. bukan dari kata2nya Nabi. makanya aku bisa agak nekat :mrgreen:

    crizosaiii:::
    2 pertama di jln magelang, john. yang terakhir di jalan solo. gila, burjonya rame banget, kakaka!

    sora9n:::
    yayaya, tentu saja opsi lainnya itu selalu lebih baik, hohoho

  10. sebaiknya kita bisa berhati2 lagi kalo ngomentarin pendapat sahabat rasul saw. tulisan koyo ngono mungkin dimunculkan karena dibandingin memungut duri yang ada di jalan, kebanyakan manusia cenderung melakukan hal-hal rumit yang justru ga diizin agama, semacam ngedengerin ramalan ki joko bodo or mama loren.

    ini cuma opini gw lo ya o_O.

  11. oh, ndak papa. beropini apa saja bebas, kok. saya juga cuma mencoba jujur sama perasaan saya aja πŸ˜€

    ada banyak kemungkinan, kok, tentang ucapan itu sendiri. misalnya aja, memang disesuaikan dengan pola pikir orang2 pada zaman itu πŸ˜‰

    dan itu bukan berarti kalo ucapan itu salah.

    ngomong2 tentang mama loren, waktu saya masih bayi, saya pernah diramal sama dia sendiri. dan katanya, saya kalo gede bakal jadi pleboi. ah, ramalan itu ternyata 80% bener, kekekeke…

  12. Duh, ni orang bahaya bgt klo nulis… Ini mmg ungkapan sahabat nabi: “Sesungguhnya sederhana dalam jalan hidup dan sunnah Nabi Shalallahu alaihi wa sallam adalah lebih baik daripada banyak tetapi menyalahi jalan hidup dan sunnah Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Maka lihatlah amal kamu, baik banyak maupun sedikit, agar yang demikian itu sesuai dengan jalan hidup dan sunnah nabi Shalallahu alaihi wa sallam.”

    Tapi untung nya dah ada statement-mu sendiri: “lebih baik sedikit meneladani Ibnu Mas’ud yang lebih dekat dengan kehidupan Nabi ketimbang mencontoh total si Joe Tampan yang kadang-kadang masih suka dolan ke Liquid, Boshe, atau Hugo’s Cafe”.

    Jadi pemirsa, jangan ditiru ya si Joe πŸ˜€

  13. bnr bgt!
    “lebih baik sedikit meneladani Ibnu Mas’ud yang lebih dekat dengan kehidupan Nabi ketimbang mencontoh total si Joe [strike]Tampan[/strike] yang kadang-kadang masih suka dolan ke Liquid, Boshe, atau Hugo’s Cafe”.

    wkkkk
    itu nyebutn tmpt2 apaan sih kok aye gak tw? πŸ˜›

  14. janganjangan memang ada sebagian (yang mereka bilang itu) hadis sebenarnya adalah pemikiran atau opini dari para perowi itu sendiri, njuk sama tetangga2nya perowi dipikirnya itu hadis, walhasil dikenal lah hal itu sebagai hadis sampai sekarang, tapi buat hadis semacam diatas masa iya kanjeng nabi bilang kayak gitu…bukan bermaksud meremehkan perowi sih, tapi yang jelas para perowi itu tentu saja lebih taqwa daripada saya πŸ˜€