Satir yang Menyindir
Ternyata selain fallacy, di Endonesa masih banyak homo sapiens yang nggak ngerti apa itu satir.

*Tersadar (kembali) setelah mbaca komentar-komentar di tulisannya Samuel Mulia*
P.S. Judul tulisan dibajak semena-mena dari punyanya Bang Fertob ![]()
8 Responses to “Satir yang Menyindir”
Leave a Reply




November 25th, 2009 6:23 am
pertamax dulu gan
November 25th, 2009 6:46 am
OOT :
)
turut berduka cita atas tersingkirnya si merah yang ga pernah berjalan sendiri (karena masih takut gelap walaupun udah gede
selamat karena udah lolos europa league sebagai hadiah finish posisi ketiga di penyisihan grup
November 25th, 2009 7:03 am
mbaca tulisannya samuel mulia itu kadang sampe bikin ngaca dan malu sendiri. nyahahaha
November 25th, 2009 9:45 am
yudi:::
diam kamu, kul!
christin:::
iya, dan beberapa komentator di tulisan awalnya samuel mulia malah pada misuhin dia gara-gara kayaknya nggak paham satir
November 26th, 2009 2:11 am
OOT:
Si Merah itu maen sepak bola kok cuman 2 orang?
Kalo gak ada salah satunya, atau malah dua2nya, Si Merah langsung keok tuh…
Itu termasuk satir ndak Joe..??
November 27th, 2009 12:25 am
Padahal tulisan bang Fertob yang judulnya kamu bajak itu dua hari lagi usianya pas dua tahun.
November 27th, 2009 8:54 am
tapi saya kok tetap lebih suka tulisan satir ya…..
November 27th, 2009 2:13 pm
dasar pemalas. kerjanya cuma kopas. ;))