Satir yang Menyindir

Ternyata selain fallacy, di Endonesa masih banyak homo sapiens yang nggak ngerti apa itu satir.

*Tersadar (kembali) setelah mbaca komentar-komentar di tulisannya Samuel Mulia*

P.S. Judul tulisan dibajak semena-mena dari punyanya Bang Fertob :mrgreen:

  • Share/Bookmark

Baca juga:

  1. Buatku, yang Begitu Itu yang Paling Menarik
  2. Lupus, yang Dulu Pernah Kukenal
  3. Berjuang Mencari Rezeki yang Halal Demi Kemaslahatan Umat
  4. Anak Kecil yang Kepengen Menang
  5. Bagaimana Menghasilkan 1000 Pengunjung Sehari di Blog Anda?

Ssst! Yang nyasar dari Google ke sini biasanya gara-gara kata kunci:
satir - tulisan satir -



8 Responses to “Satir yang Menyindir”

Leave a Reply


Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.
Google
Almanak
Shoutout!
Name :
Web URL :
Message :
Wangsit Singkat
Wangsit Bergambar

Switch to our mobile site