Selamat Tahun Baru (Judul Standar)

Selamat Tahun Baru Masehi, sodara-sodara semua! Selamat Natal, Selamat Tahun Baru Hijriyah juga. Mohon maaf kemarin aku ndak sempat ngucapin selamat-selamat itu lewat blog ini. Soale kemarin-kemarin ini blogku nggak bisa diakses gara-gara kehabisan benwit. Biasalah, namanya juga orang sibuk, jadinya blogku beberapa bulan terakhir selalu kehabisan benwit tiap lewat tengah bulan menjelang akhir bulan. Begitu, bisa dikopi? Ganti!

Ndak bisa? Bingung? Bingung korelasinya di mana?

Baiklah, berhubung sampai dengan tahun ini aku masih terhitung sebagai orang baik-baik (yaaa…sekali-sekali bejat juga, sih), maka untuk menambah khazanah pengetahuan sodara-sodara semua, berikut ta’informasikan bahwa dikarenakan kesibukanku, aku jadi nggak sempat dolan-dolan ke kantornya tukang hosting blogku buat ngapgret akun hostinganku di situ supaya blogku nggak kehabisan benwit terus.

Sebenernya bisa, sih, ngapgret lewat world wide web, terus duite ditransfer lewat bank. Tapi mau bagemana lagi? Namanya saja orang sibuk, jadinya rencana mulia itu sering banget terlupakan. Terbengkalai gara-gara otakku tiap jam kantor kepakai duluan buat mikir utang-utangku kesibukanku.

Maka dari itu niatan pertama yang kurencanakan demi mengawali tahun 2009 ini adalah naikin benwitku. Sekalian aja ta’jadiin 10 giga per bulan kalo perlu. Kalo belum punya duit, yah…8 giga aja dululah.

Berikutnya, akhir tahun 2008 kemarin itu ternyata berakhir dengan menyenangkan, sodara-sodara.

Menyenangkan – dalam konteks khusus – untuk diriku sendiri, tentunya. Karena secara umum mungkin seyogyanya aku justru harus prihatin dengan banyaknya manusia yang jadi almarhum dan juga almarhumah di Palestina sana gara-gara mereka dibombardir semena-mena sama oknum-oknum manusia Israel itu. Bahkan gara-gara ulah oknum-oknumnya itu, orang-orang Israel malah dinominasikan untuk meraih penghargaan akhir tahun versi Bangaip untuk kategori pemeran pembantu pria aksi laknat terbaik! Horeee… Tepuk tangan buat orang-orang Israel, sodara-sodara.

Sehubungan dengan hal itu, kuputuskan untuk ikutan berjihad, Komandan! Kemarin Landhes sama Anis sempat ngirim pesan via Y!M untuk aksi penggalangan dana kemanusiaan demi membantu penderitaan orang-orang Palestina itu. Tapi bukan cara berjihad yang lewat harta itu yang bakal kupilih. Jihad model itu – walopun konon – kualitasnya lebih tinggi ketimbang jihad lewat niatan dan juga kata-kata, tetap saja menurutku adalah jihad kelas 2.

Level tertinggi dalam jihad adalah berjihad dengan tangan. Dan beberapa ulama ada yang menafsirkan bahwa kata “tangan” di situ berarti adalah “kekuasaan”. Maka jihad model inilah yang akan kutempuh. Kuasa apa yang kupunya? Jawabannya adalah administrator blog. Sebagai seorang administrator blog (yang ganteng), aku memiliki kekuasaan untuk menulis sesukaku di blogku sendiri. Jadilah sekarang aku menulis dan menyatakan, “Biadab betul tindakan Israel itu! Ayo teman-teman FPI, lampiaskan hasrat mainan pentung sampeyan di Jalur Gaza! Ayo para pendukung aksi teror bom di Endonesa, jadilah martir dengan meledakkan diri kalian di kamp militernya Israel!” Allahu Akbar!!!

Nah, beres, kan? Dengan menggunakan kekuasaanku sebagai seorang administrator blog (yang, sekali lagi, ganteng), aku sudah berjihad dalam level yang tertinggi. Dan ini juga lebih menguntungkan secara finansial ketimbang kalo aku menuruti sarannya Landhes sama Anis buat berjihad lewat harta. Dengan berjihad dengan tangan, duitku relatif tidak berkurang sepeser pun :mrgreen:

Oke, sementara ini kita pending dulu aksi jihadku. Biarlah kulanjutkan lagi – jika Tuhan berkenan – besok sehabis sarapan, minum susu cokelat, dan ngerokok sebatang. Sekarang mari kita beranjak pada adegan akhir tahunku kemarin.

Kemarin, seperti biasa, aku pergi ke kantor buat mencari nafkah. Sebelumnya aku mampir dulu ke Ortindo buat nge-print leafletnya kantor yang memakan waktu lumayan lama juga di situ gara-gara antrian yang berjubel. Sampai di kantor aku langsung disambut Oom Udin yang langsung cengengesan untuk kemudian menyerahkan sebuah amplop surat buatku.

Sial. Daftar kerjaan baru lagi, nih, batinku sebelum menerima amplop tersebut.

Ternyata, oh, ternyata sodara-sodara… Amplop itu dari PO BOX 4037, Buffalo, NY 14240-4037! Isinya selembar cek dari Google Inc. senilai 100 dollar lebih dikit! Tentu saja aku girap-girap kesenengan. Sebagai wujud rasa syukur ke hadirat Allah, aku langsung mengontak Yanto. Aku bilang, acara makan-makan akhir tahun yang bakal diadain di rumahnya Abhonk sama anak-anak singkong di kampusku kutanggung semua untuk menu ikan bakarnya.

Yanto bilang, oke, nanti diomongin ke Septo – pria buncit yang memiliki tampang perpaduan antara Ben Jovi-nya Team-Lo dan Budi Anduk (mentok banget, dah!) – selaku koordinator acara.

Setelahnya, selepas Dzuhur, aku cabut dari kantor buat ke Bank Mandiri Syariah. Niatnya aku mau nanyain apa di situ bisa nukerin ceknya atau nggak sambil (pura-pura) nabung. Sekalian juga aku nantinya bakal mampir ke Fresco buat nanya-nanya tentang tarif pemotretan di situ gara-gara kantorku mau bikin booklet produk yang bakal menampilkan foto wajah yang bukan wajahku sebagai sampul bookletnya.

Aku ke Mandiri Syariah Kaliurang, markir motorku, dibukakan pintu sama satpamnya yang bilang, “Assalamualaikum,” dan kujawab, “Waalaikumsalam,” lalu dilanjutkan melangkah ke tempat si mbak yang jadi teller di situ.

Mbaknya namanya Kiki, kalo nggak salah. Manis, lho (mohon maaf, pembaca, nggak ada skrinsyutnya). Orangnya imut (dalam artian tinggi badannya di bawah 160 cm), kulitnya putih, dan tentu saja…berjilbab! Pokoknya tipe-tipe yang gue banget, dah. Hanya sayang, habis aku nanya-nanya masalah penukaran cek, akhirnya mbaknya ngasih tau kalo penukaran cek di situ minimal sejumlah 150 dollar. Aku akhirnya disaranin nukerin ke Citibank padahal aku bukan nasabah di situ. Aku nanya lagi, “Ada alternatif bank lain, ndak, Mbak?” yang kemudian aku disuruh nyoba buat ke Bank Mandiri konvensional besok selepas tanggal 5.

Ah, semprul… Seandainya saja waktu itu ceknya bisa langsung ditukerin di Mandiri Syariah, aku bakal ngomong ke mbaknya, “Tahun-baruan ntar ada acara, ndak, Mbak? Oh ya, nama saya Joe. Nama mbaknya siapa? Masih single? Boleh tau nomer hapenya, kan? Saya orang kaya, lho. Buktinya saya baru aja nukerin cek…”

Jadilah sampai sekarang aku belum nerima duit kontan hasil jerih-payahku berpartner dengan Google lewat program Google AdSense. Tapi walopun gitu aku tetap nggak mengingkari janjiku buat nraktir anak-anak singkong itu makan ikan bakar pas malamnya di rumah Abhonk. Sekalian aja anggap sebagai syukuran sebelum aku resmi memulai usaha baruku jualan kaos (bahasa ngepopnya: punya distro) online, karena, eh, karena punya usaha sendiri dari modal sendiri sebelum umur 25-ku habis adalah salah satu niatanku di tahun 2009 ini. Selain nambah benwit itu tadi, tentunya.

Selamat Natal 2008, selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah, turut berduka-cita sedalam-dalamnya atas tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza, dan, akhirul kalam, selamat Tahun Baru 2009 Masehi. Hidup, Satrianto!

P.S. Oh ya, selamat menempuh hidup baru juga buat dr. Ni Luh Made Agustini Leonita, tempatku nyontek saban ulangan umum pas jaman esema. Mulai malam ini seharusnya kamu bukan perawan lagi! :twisted:

Facebook comments:

34 Responses to “Selamat Tahun Baru (Judul Standar)”

Leave a Reply

Kitab Wangsit
SUDAH TERBIT!
Kitab wangsit karangan Mas Joe, idola masa kini para remaja putri. Mumpung bakulnya masih buka, mari segera dikonsumsi!

Cocok untuk dibaca sambil ngemil kuaci ataupun sebagai teman semedi di kamar mandi.

Minatkah?

Kalau minat, bolehlah klik di SINI untuk segera membeli. Buruan! Minggu depan harga naik tiada karuan.

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Almanak
Wangsit Bergambar




SEO Powered By SEOPressor