Sindrom Malas Ngeblog

Akhir-akhir ini, sejak beberapa bulan yang lalu, kayaknya aku terserang sindrom malas ngeblog. Aku jadi mulai malas nulis hal-hal yang kurasa remeh-temeh yang padahal dulu biasanya sering kutulis, semacam habis belanja buku apa, habis njajal tempat nongkrong baru di mana, habis mbaca tulisan orang lain di blognya terus kemudian ku-review, habis belajar hal baru yang macam bagaimana, atau juga habis gelap terbitlah terang.

Iya, aku lagi terserang sindrom kebosanan yang aneh. Aneh karena jaman dulu pas masih jadi mahasiswa (dan direpotkan dengan tetek-bengek kuliah) aku justru sering nulis. Tapi entah kenapa dan entah bagaimana prosesnya, akhir-akhir ini aku malah jadi malas habis-habisan, justru setelah aku jadi pengangguran. Jangankan nulis hal-hal yang waktu ngerancang kerangka tulisannya aja butuh pemikiran, wong nulis hal remeh kayak yang ta’contohkan di atas itu aja aku malasnya bukan main.

Ta’pikir-pikir mungkin ini gara-gara aku harus ngurus beberapa blog yang kubikin sendiri. Dulu aku bikin macam-macam blog niatnya di samping memang mencoba (sok) berbagi dan (sok) berbaik hati, aku kepengen dapat duit juga dari kegiatan ngeblog ini. Jadilah aku mulai bikin macam-macam blog, sampe akhirnya memutuskan hosting sendiri supaya pendapatanku lewat money-blogging jadi lebih optimal.

Tapi mungkin gara-gara frustasi gara-gara pendapatanku lewat blog nggak signifikan hasilnya, jauh dari yang kubayangkan, aku malah jadi malas. Niat awal yang kepengen menjadikan money-blogging cuma sebagai sebuah konsekuensi dari tujuan awalku ngeblog pelan-pelan malah merembet mengganggu tujuan awalku sendiri itu tadi.

Oke, kita bahas 1 demi 1:

Setelah karir awalku yang ngeblog di layanan gratisnya WordPress yang sekedar untuk menyalurkan hasrat misuh-misuhku lewat tulisan, aku mulai tergoda untuk bermain-main dengan iklan semodel AdSense atau yang lainnya demi mengeruk kekayaan. Hasilnya aku kepikiran untuk bikin blog baru di Blogspot yang isinya mbagi-mbagiin kumpulan ebook-ebook yang kukumpulin sepanjang hidup (kebanyakan tentang teknologi informasi) untuk didonlot secara gratis.

Aku bikin akun di Blogspot karena di situ bisa masang Javascript, sedangkan di WordPress yang gratisan nggak bisa. Javascript itu yang nantinya bakal menampilkan iklan-iklan dari AdSense dan layanan iklan lainnya.

Tapi akhir-akhir ini aku mulai malas juga dengan prosesnya. Aku harus bikin skrinsyut ebook yang bakal kuposting via Photoshop yang lumayan makan waktu, ngaplot ebook-nya sendiri, baru kemudian skrinsyut dan ringkasannya itu kupajang di blogku. Rasanya, kok, ya malas banget menggadaikan waktu seperti itu. Kayaknya lebih baik menggadaikan BPKB sepeda motor di pegadaian, deh. Uangnya juga lebih cepet datangnya. Maka jadilah blog yang itu jarang diapdet.

Yang kedua, ngatur settingan di panel admin akun AdSense-ku sendiri juga bikin males. Aku harus bikin space iklan yang warnanya senada dengan tampilan blogku supaya iklan yang kutampilkan nanti warnanyanya nggak norak, amatiran, dan nabrak dengan warna dominan di blogku. Malu sama disiplin ilmuku sendiri yang sempat ikutan icip-icip kuliah desain grafis di MSD Yogyakarta.

Itu baru 1 akun di AdSense, belum di layanan iklan yang lainnya

Maka gara-gara malas direpotkan dengan hal yang terakhir barusan, aku yang juga bikin back-up tulisan-tulisan lamaku di WordPress-ku yang dulu lalu kemudian kupajang di alamat blog baruku yang lain juga malah jadi malas ngurusin blog itu dan tampilan iklannya. Padahal dulu niatku bikin back-up tulisan lamaku itu adalah karena aku ngerasa sayang kalo tulisan lamaku yang masih rame dibaca orang itu nggak kepake buat menghasilkan duit.

Tulisan lamaku itu masih sering disasar orang via search engine. Jadinya aku sempat kepikiran, wah, kupindah aja, deh. Di WordPress gratisan, kan, nggak bisa masang Javascript. Kalo tulisanku itu kupindah di hostinganku sendiri, terus kupasangin iklan, terus orang pada mbaca di situ juga, siapa tau aja pendapatanku dari iklan juga lumayan.

Tapi ternyata aku masih sering keceplosan. Tiap kali bikin tulisan baru di blog ini yang isinya ada yang mengandung rujukan ke tulisanku di blog yang lama, aku malah membuat rujukan berupa hyperlink yang menuju ke tulisan di blogku yang lama juga, bukan di blog back-up-annya yang baru. Alhasil blogku yang dibuat belakangan itu nggak pernah ditengok orang, rangkingnya di search engine nggak naik-naik gara-gara jarang sekali disambangi manusia. Jindal!

Aku juga sibuk ngadminin blog-nya KantinMilan, Aggregator buat blogger-blogger di (mantan) kampusku tercinta. Meskipun itu proyek joinan sama si Bram, lama-lama aku ngerasa kalo aku, kok, ya cuma kerja sosial tanpa dapat apa-apa. Jahat dan egois, ya? Makanya blog itu kupasangin AdSense buat ndongkrak semangatku supaya rajin ngurusin blog itu. Tapi, duh, Gusti, harus ngurusin script-script untuk AdSense-nya lagi-lagi membuatku kembali malas.

Terus, aku masih punya 1 blog lagi yang dulu niatnya buat majang tulisanku seputar cerita wayang. Tapi ternyata aku juga malas nulis cerita tentang wayang seperti yang dulu pernah ta’rencanakan. Ealah… Padahal dulu aku sempat punya tujuan (sok) mulia buat memasyarakatkan kembali cerita-cerita wayang ke anak muda-anak muda (Jawa) yang jaman sekarang ini justru buta pada kesenian dan falsafah warisan leluhurnya.

Blog itu sendiri akhirnya belum pernah kutulisi cerita apa-apa. Kosong. Aku sendiri rencananya baru mau ngadain soft opening kalo di blog itu sendiri sudah ada cerita wayangnya sebiji.

Ning yo meh piye meneh? Aku sendiri heran kenapa aku bisa malas banget sekarang ini; justru jarang nulis saat kerjaanku nggak banyak. Passion ngeblognya serasa sudah nggak ada gara-gara kebayang duluan sama capeknya. Padahal sebenarnya jauh di lubuk hati yang paling dalam aku sering banget kepengen nulis. Tiap nongkrong di toilet, di otakku sering tersusun kerangka-kerangka tulisan buat kutulis di blogku. Tapi entah kenapa ketika nantinya aku sudah duduk di depan komputer mendadak aku langsung jadi tiada gairah lagi.

Pembaca yang dirahmati Allah, apakah ada kemungkinan kalo aku ini kena santet, ya? Jika iya, mohon doanya supaya aku cepat terbebas dari santet yang merubungku ini. Jikapun tidak, aku tetap minta doa supaya aku nggak kena santet dan semangatku bisa kembali seperti dulu. Mau ya? Ya? Ya? Ya? Iya, deh.

Amin. Terima kasih.

  • Share/Bookmark

Baca juga:

  1. Nunggu Lagi
  2. Berantas Kebodohan, Perangi Kemiskinan
  3. Nggak Ngopi?
  4. Sedang Sibuk. Sungguh Mati!
  5. Ngeblog Sejauh Ini…

Ssst! Yang nyasar dari Google ke sini biasanya gara-gara kata kunci:
malas ngeblog -



25 Responses to “Sindrom Malas Ngeblog”

Leave a Reply


Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.
Google
Almanak
Shoutout!
Name :
Web URL :
Message :
Wangsit Singkat
Wangsit Bergambar

Switch to our mobile site