Tentang Pasangan Hidup

January 10, 2014 – 11:05 pm

1 hal yang lumayan menyebalkan kalau pulang kampung dan ketemu sodara-sodara adalah pertanyaan, “Kapan giliranmu (nikah)? Nunggu apa lagi? Kerjaan (tetap) sudah ada, rumah ada, tabungan punya, opo meneh sing mbok goleki?”

Ditambah nasehat nyerempet agama, semacam jangan khawatir kalau belum yakin bisa menafkahi anak orang, pasangan menikah itu pasti ada rezekinya, kadang-kadang bikin aku, errr…apa ya? Sebel sih nggak. Mungkin ini lebih ke arah jenuh aja. Mau menjawab jujur, ya namanya aja ngobrol sama orang-orang tua, akunya takut dicap sombong.

Kenapa sombong? Karena begini… Barusan si Imel nanya ke aku. Pertanyaan yang senada, sih. Dia nanya, “Kowe nggolek wedokan sing koyo piye, sih, John? Tahan banting tanpa ngeluh? Kamu nyari istri atau nyari petinju, jal?”

Ditanya seperti itu sungguh mati aku jadi geli sendiri. Sungguh, boleh jadi pertanyaannya Imel menyindirku. Aku memang pernah bilang kalo aku kepengen nyari cewek yang tangguh, yang bukan tipe peratap, yang status aplikasi messenger dan social media-nya bukan berisi keluhan demi keluhan. Tapi ditanya macam demikian ya aku jadi agak gimanaaa gitu… Seakan apa yang aku pengenkan itu jauh lebih sukar ketimbang perjalanan ke barat demi mendapat kitab suci, dengan dukungan dari gurunya temukan jati diri. Sampai pada akhirnya…

Ya, sampai pada akhirnya kutemukan tulisannya Yudi di Fesbuk-nya. Dan kupikir kata-katanya cukup menggambarkan apa yang sebenarnya kupengenkan dan kenapa hal itu sangat kupengenkan.

Tulisannya kukopas mentah-mentah sebagai berikut:

karena aku nggak akan bisa selalu ada, nggak akan bisa terus-terusan memvalidasi perasaan anak gadis orang. apalagi kalau sekiranya labil, kebanyakan insecure, perlu banyak diperhatikan… bukannya aku sombong sok tinggi terus pilih-pilih, sungguh.

aku mau pergi perang, Bu. ada sesuatu yang masih harus kulakukan. bukan hore-hore senang-senang terus-terusan. aku perlu seorang gadis yang tangguh. seseorang yang kuat, bisa sendiri, bahkan nanti ketika aku nggak bisa ada buat dia. aku perlu seseorang yang bisa kuandalkan, dan sebaliknya, aku akan harus sama seperti itu buat dia.

aku nggak bisa kalau salah satu dari kami cuma jadi penghambat langkah yang lain. karena itu, ada hal-hal yang nggak bisa dan aku masih sendiri.

bukan masalah gadis cantik, baik, ramah, salehah. aku perlu seseorang yang bisa bertempur di sisiku, Bu.

~ yang tak terkatakan (untuk Ibu)

Dan memang iya. Seandainya aku ini Xiaoyu’er, maka yang kubutuhkan adalah Su Ying, bukan Tie Xinlan, bukan pula Murong Jiu, sekalipun Tie Xinlan itu lebih penurut dan Murong Jiu itu lebih cantik.

Sejauh ini bagaimana? Sejauh ini aku memang belum bisa nemu yang seperti itu. Kalau sudah, ya pastinya sekarang ini aku juga sudah rabi. Mungkin memang aku ini perlu tetap melanjutkan perjalananku ke barat, semua ‘kan ku hadapi dengan gagah berani, walau aral rintangan setiap saat datang ‘tuk menguji.

Jadi begitu. Bisa dikopi? Ganti! 😀


Facebook comments:

  1. 10 Responses to “Tentang Pasangan Hidup”

  2. Sipppp…
    Semoga segera dapet.

    By dhee on Jan 11, 2014

  3. dadi kelingan petuahe mario bross. awalnya set target harus begini begitu. ujung2nya diobral, siapa aja asal laku :)) #kabuur

    By adi on Jan 11, 2014

  4. DestiAn? gadjahMada?
    opo orang siap tempur (dikasur) pak jon?

    By mr.engingeng on Jan 12, 2014

  5. dhee:::
    amen to that 🙂

    adi:::
    lhooo…buat saya – at least – itu lebih bagus ketimbang dari awal sudah diobral siapa aja asal laku, atau malah terjebak paradigma semacam “mumpung ono sing gelem” atau “selak bocahe insyaf” 😈

    mr.engingeng:::
    muwatamu! 👿

    By Yang Punya Diary on Jan 12, 2014

  6. jadi…. kapan kawin???

    By dhee on Mar 4, 2014

  7. Ketika kita mengharapkan pasangan yang tangguh , jadilah Pria yang tangguh …. Baru pria itu dapat melihat ketangguhan seorang wanita di sisinya

    By Putri Maharani on Mar 7, 2014

  8. dhee:::
    sesuk, nek prei!

    Putri Maharani:::
    sebaliknya, semakin ke sini, saya semakin tangguh. semakin saya tangguh, maka yang lain jadi semakin terlihat menyemenyenya. mungkin betul juga kata-kata Pendekar Besar Yan Lam Thian, Si Pedang Sakti Nomor Satu di Kolong Langit, berikut ini:

    “Tahukah kamu, menjadi tanpa tanding itu rasanya kesepian.”

    :mrgreen:

    By Yang Punya Diary on Mar 10, 2014

  9. OK … Kalo gitu aku tantang …. Beneran tangguh gak

    By Putri Maharani on Mar 13, 2014

  10. Jangan kelamaan. Nti dibawa kabur pejantan lain yang lebih tangguh. :p

    By dhee on Mar 15, 2014

  1. 1 Trackback(s)

  2. Jan 10, 2014: Tentang Pasangan Hidup | The Satrianto Show!

Post a Comment