Tuh, Kalo Bersih, Kan, Enak Diliatnya Juga…

Menurut shohibul hikayat yang diriwayatkan oleh Buhsopo dan (Bukan) Muslim, Anindito Baskoro Satrianto pernah bersabda: “Kebersihan kamar tidur adalah sebagian dari iman kebersihan rumah kontrakan. Dan janganlah sekali-kali kamarmu seperti kamarnya Destian.”

Maka tentu saja aku tidak mau kamarku seperti kamar kosnya Destian – seorang mahasiswa Ilmu Komputer UGM tingkat akhir yang menderita disleksia akut – yang mirip kapal remuk itu. Cawet dan kutang bertebaran (alhamdulillah bukan kutang wanita), sampah menggunung berplastik-plastik sampai menutupi tempat sampahnya sendiri, berikut barang-barang antik berserakan sampai dengan di bawah karpetnya. Alhasil kalo sampeyan dolan ke kamarnya Destian, niscaya selangkah Anda akan menginjak batu batere dan selangkah selanjutnya Anda juga akan menginjak earphone. Dan jika Anda nekad melanjutkan langkah demi langkah Anda, Anda akan secara beruntun menginjak komik, panduan coding, CD, atau kalo ndak ati-ati Anda juga beruntung bisa menginjak laptopnya Destian.

Tapi apa boleh buat, anak-anak tetap hobi dolan ke tempat Destian. Apa boleh buatlah, mau bagemana lagi, hal itu dikarenakan Destian adalah bandar bokep yang disegani di kawasan MIPA Selatan, Gadjah Mada. Anak-anak tentu membutuhkan asupan nafkah batin demi kesehatan rohaninya masing-masing. Alhamdulillah pula, akhirnya sekarang Destian sudah punya cewek. Jadi kamarnya nggak bisa ketauan lagi masih berantakan atau enggak.

Tentu saja ini ada sebab-musababnya. Ini semua gara-gara saban anak-anak dolan ke sana – akhir-akhir ini – Destian selalu bilang, “Eh, di bawah aja, ya (kamarnya Destian ada di lantai 2). Cewekku (cieee… Nggaya dia! Sekarang sudah bisa bilang ‘cewekku’) lagi tidur di kamar, soalnya.”

Biasanya anak-anak pun manggut-manggut setuju sambil agak terheran-heran, bagaimana mungkin seorang gadis baik-baik bisa bertahan di sebuah kamar apek ala kamarnya Destian?

Maka karena aku nggak mau kamarku disejajarkan dengan kamarnya Destian, hari Minggu kemarin ini selama seharian aku beres-beres kamarku yang pada dasarnya tidaklah separah kamarnya Destian. Dari jam 11 pagi segalanya baru rampung ketika hampir jam 11 malam. Bukan apa-apa, sih… Ini gara-gara aku mbersihinnya sambil disambi-sambi. Disambi cuci baju, njemur baju, baca koran, makan mie, masak oatmeal, nonton tipi, ngenet (ini yang bikin tertunda paling lama), dan jam 8 malamnya aku masih sempat nonton bareng – di Kafe Poek – pertandingan pekan terakhirnya Liga Serie A Italia yang mempertemukan Juventus versus Lazio. Skor berakhir 2-0 untuk kemenangan Juventus, sodara-sodara!

Pulang nonton, barulah aku mem-finishing-kan kerjaanku. Sprei, sarung guling, dan sarung bantal kupasang. Dan ternyata, kalo bersih, kamarku enak juga buat dihuni :mrgreen:

Terakhir, ternyata masih ada yang kurang. Tembok kamarku yang blonteng-blonteng ndak karuan itu kayaknya harus dicat. Di situ lembab banget gara-gara di samping kamarku persis ada kalen yang karena peristiwa kapilaritas akhirnya menyebabkan tembok kamarku jadi bernasib semengenaskan itu. Habis gajian aku bakal beli cat tembok yang waterproof, dah!

Facebook comments:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Anda tau Kakang?

    Selama masih ada makhluk-makhluk sejenis Gadulus O’imbisil, Septopotamus Ratauadus dan Yanicup yang bertandang ke kediaman Anda, bisa dipastikan kamar Anda tidak akan bisa bertahan lama dalam hal kebersihan dan kerapian.

    Itu fakta yang teramat sangat jelas dan tidak bisa dipungkiri.

  2. Ahh aku tak percaya joe membersihkan kamarnya… curiga aku dia melakukan perbudakan terhadap cewek UN*LA yang diperbudak buat membersihkan kamarnya … hehehehe…. :p

  3. kok jendelanya gak sejajar dengan celananya ya, itu jendelanya yang miring atau celananya yang miring? atau jangan-jangan pemiliknya?

  4. elmoudy:::
    saya memang sudah gajian sekarang. tapi saya kelupaan menyisihkan duit buat beli cat, gara2 duitnya ta’puter buat buka usaha sendiri, hohoho

    wib:::
    kowe bagiane ngacak2 ruang tamu πŸ˜›

    kudzi:::
    mana bisa dia diperalat. dia itu gadis paling licik yang pernah saya pacari πŸ˜†

    scouteng:::
    memang tidak. dulu pas pindahan saya nemu paku 2 buah – dan memang nggak sejajar – yang sudah nancep di situ. berhubung males, ya sudah, langsung ta’pake sahaja πŸ˜€

    Aday:::
    asal nggowo cewek ayu terus cewek’e yo oleh ta’acak2 dan tindakan kami menyebabkan kamarku makin acak2an, ya ndak papa, day 😈

  5. ooo wiwid gembel..

    betewe kamarmu pancen rapi, tapi virus berantakan e pindah nang kamar liyane jon, ning kamar komputer, ning ngarep tipi, gyahahahah πŸ˜†