Tuhan yang Maha Tahu

Kira-kira Tuhan itu tau nggak kalo aku besok bakal masuk surga atau masuk neraka?

Lha, aneh pertanyaanmu. Ya Dia jelas tau, dong, wong Dia itu maha tahu.

Tapi, kan, itu masih terjadinya besok-besok. Masak iya Dia sudah tau tentang kejadian yang belum terjadi?

Lho, ya jelas. Tuhan, kan, nggak terikat sama waktu, wong yang namanya waktu itu juga ciptaannya Dia. Jadi mau kejadiannya kapan aja, di mana aja, tetap aja Dia tau, soalnya, ya itu tadi, Dia itu maha tahu dan nggak terikat sama ruang dan waktu.

Eh, orang baik itu katanya masuk surga, ya?

Iya.

Terus kalo orang jahat masuk neraka?

Ya iya.

Berarti kalo Dia itu tau aku bakal masuk surga atau neraka, Dia juga tau, dong, aku besok jadi orang baik atau orang jahat?

Ya iya, wong namanya juga maha tahu.

Dia tau aku 10 tahun lagi bakal kayak gimana?

Tau.

Kok bisa? Aku, kan, belum memutuskan mau jadi orang baik atau orang jahat.

Sebelum kamu memutuskan, Dia sudah tau kamu bakal memutuskan apa.

Kok bisa gitu?

Ya iyalah. Dia, kan, tau garis hidupmu, wong Dia yang menentukan segalanya.

Artinya sejak awal aku memang nggak bisa milih, ya?

Kok gitu?

Lha iya. Kalau aku bisa milih ya harusnya Dia nggak tau, dong, sebelum aku menentukan pilihanku. Dia cuma bisa tau sebabnya ya memang aku itu nggak punya pilihan lain, kan?

Kata siapa? Manusia itu punya kebebasan, kok. Kita dikasih sama Tuhan anugerah untuk itu. Artinya ya kita ini punya pilihan, mau jadi orang baik atau orang jahat, semuanya terserah kita.

Terus, kalau gitu, yang disebut ketentuan Tuhan itu apa, dong?

Ya itu, sih, semacam konsekuensi dari pilihan yang kita lakukan. Misalnya aja kamu milih jadi orang bejat, ya konsekuensinya besok kamu bakal masuk neraka kalau sudah mampus.

Dulu aku juga mikir kayak gitu, sih…

Nah, iya, kan?

Bentar dulu! Aku belum selesai. Tadi kamu bilang Tuhan tau 10 tahun lagi aku jadi apa, kan?

Iya.

Masalahnya, sekarang aku mikir dari mana Dia tau aku 10 tahun lagi bakal gimana sedangkan aku sendiri sekarang belum menentukan apa-apa. Atau pernah nggak kamu kepikiran kalau ini semua sebenarnya cuma skenario Tuhan aja?

Maksudnya?

Kamu tau, kan, kalau Tuhan itu maha berkehendak? Kalau dia bilang “jadi”, ya sudah, berarti ya jadilah apa yang Dia pengenin itu.

Terus?

Terus, bagaimana kalau seandainya kita ini sebenernya memang cuma menjalani apa yang dipengenin sama Dia itu?

Nggak mudeng aku.

Gini, maksudku, gimana kalau dalam hidup ini sebenernya kita memang nggak punya pilihan, kita cuma jalan lurus aja di jalur yang sejak awal sudah ditentukan sama Dia? Supaya keliatan agak seru sedikit, Dia bilang bahwa kita ini punya pilihan padahal sebenernya nggak.

Nggak mungkin itu. Sesat lu!

Kok sesat? Kok nggak mungkin? Apa coba yang nggak mungkin buat Dia? Jadi supaya kita tambah yakin kalau kita ini punya pilihan, Dia menghadapkan kita – selama hidup ini – pada beberapa problematika yang kayaknya di situ itu kita memang harus menentukan langkah kita sendiri, padahal – kamu tau – jalannya itu dari awal memang cuma 1. Kita sejatinya nggak pernah milih apa-apa secara merdeka, secara kehendak kita sendiri. Semuanya itu dari awal sudah dipilihkan sama Dia, sesuka-sukanya Dia.

Nggak, ah. Buktinya waktu lulus esema kemarin itu aku sendiri yang milih mau kuliah di UNS atau di UGM. Itu kehendak bebasku sendiri yang menentukan, sampai akhirnya aku jadi es-kom di kampus kampret ini.

Demi Dia yang maha membolak-balik hati. Pernah denger kata-kata kayak gitu?

Jelas. Korelasinya?

Dan kun fayakuun, jadi maka jadilah, kayak yang aku bilang tadi, kamu juga pernah denger, kan?

Ya iya. Lha tadi, kan, sudah ta’bilang. Terus hubungannya sama omonganmu yang berbelit-belit itu sekarang apa?

Bagaimana kalau Dia itu membolak-balikkan hatimu? Kamu merasa milih UGM atas kehendak bebasmu sendiri, tapi sebenarnya dia sendirilah yang membuatmu merasa-memilih-UGM-atas-kehendakmu-sendiri. Kamu merasa memilih UGM tanpa paksaan dari siapapun, tapi dari mana datangnya perasaan yang seolah-olah tidak terpaksa dan merdeka itu kalau bukan dari Tuhanmu?

Cah bagus, sekarang sudah terbayang, kan, kalau kayak gitu itu artinya sejak kamu diciptakan kamu memang sudah ditakdirkan untuk jadi bagian dari Gadjah Mada? Dan menjadi seorang es-kom lulusan Gadjah Mada sejak awal mula adalah takdir yang nggak bisa kamu tolak. Kamu cuma berjalan menempuh 1 jalur tanpa pernah bertemu persimpangan dan membelok ke mana pun.

Lalu?

Lalu? Lalu ya artinya kalau 10 tahun lagi aku jadi orang jahat dan akhirnya besok jadi penghuni neraka, itu artinya ya memang Tuhan menyiapkan jalan itu untuk aku. Aku nggak pernah milih mau jadi penghuni surga atau neraka. Yang ada, ya Dia yang memilihkannya untukku. Aku besok mungkin merasa kepengen maksiat aja, pengen mabuk, pengen melacur, pengen maling. Tapi sebenernya Dia sendiri yang mengarahkanku untuk seakan-akan kepengen memilih itu.

Nggak mungkin!

Kenapa nggak? Tadi pas awal kamu bilang kalau Dia itu maha tahu, kan?

Iya.

Ya dari mana Dia bisa tau apa yang bakal kulakukan kalau bukan Dia sendiri yang merencanakan? Sekarang coba, deh, dijawab, apa mungkin kita bisa melakukan manuver pilihan yang nggak disangka-sangka sama Tuhan sendiri?

Nggak.

Nah?

Tapi sekarang gini, kalau misalnya kita memang punya kekuasaan untuk memilih, memangnya apa pengaruhnya buat Tuhan? Tetap nggak mengurangi keagungan-Nya, kan?

Berarti, itu kalau misalnya mau jadi orang baik atau orang jahat itu bener-bener kehendak merdeka kita sendiri, ya? Manuver pilihan yang aku bilang itu tadi, ya?

Iya.

Kalau itu ya mungkin memang nggak bakal mengurangi keagungan-Nya. Cuma saja, dari obrolan kita ini – kalau yang terjadi adalah seperti yang kamu bilang – ada 1 kesimpulan yang bisa didapat: Tuhan itu tidaklah maha tahu ;)

  • Share/Bookmark

Baca juga:

  1. Barisan Jagal Utusan Tuhan
  2. Buatku, yang Begitu Itu yang Paling Menarik
  3. Salah Siapa? Siapa yang Salah?
  4. Mereka yang Memaksa
  5. 5 Makhluk Tuhan Paling Kampret

Ssst! Yang nyasar dari Google ke sini biasanya gara-gara kata kunci:



Leave a Reply


Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.
Google

Warning: array_rand() [function.array-rand]: Second argument has to be between 1 and the number of elements in the array in /home/satchd01/public_html/diary/wp-content/plugins/randomposts.php on line 100
Wangsit Asal-asalan
Wangsit Tandingan
    Almanak
    Shoutout!
    Name :
    Web URL :
    Message :
    Wangsit Singkat
    Wangsit Bergambar

    Switch to our mobile site