Valentino Tanpa Rossi
Siapapun yang berbahagia hari ini, ta’ucapin selamat saja, dah!
“Heh, ente gendeng, Mas Joe. Valentine itu harom. Budaya kapir! Itu peringatan atas pemartirannya St. Valentine, orang kapir. Murtadlah sampeyan!“
Apa? Peringatan atas pemartirannya St. Valentine? 14 Februari? Yang bener saja? Setauku Valentine yang 14 Februari itu nggak ada sangkut-pautnya sama peringatan buat St. Valentine, kok.
Setauku, malah, budaya Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari itu nggak ada hubungannya langsung sama mati-hidupnya St. Valentine. St. Valentine ndak pernah dianggap sebagai “martir cinta” sampai dengan abad 14 gara-gara karyanya Geoffrey Chaucer yang ngetop sebagai tukang bikin puisi pas jaman itu. Dan pendeta Kristen yang mana yang sebenernya dianggap sebagai St. Valentine, sampai sekarang juga nggak ada yang tahu persisnya merujuk ke siapa.
Si Geoff sendiri malah ngomong kalo Valentine itu sendiri sebenernya jatuh pas tanggal 2 Mei. Jadi, Valentine yang tanggal 14 Februari itu nggak ada hubungannya sama kapir-kapiran, Oom. Itu cuma penerjemahan budaya yang salah-kaprah. Ngawur. Kesimpulannya, kalo ada yang bilang bahwa Valentine yang tiap tanggal 14 Februari itu peringatan hari besar Kristen dan yang Muslim dilarang untuk ikut-ikutan berpartisipasi merayakan, ya berarti itu cuma omongan orang ngawur aja. Sama aja kalo ada yang nganggap bahwa Valentine sejak jaman dulu itu identik dengan cokelat. Itu juga ngawur. Budaya cokelat-cokelatan itu baru ngepop pas abad ke-20, kok.
Maka, sori, Oom. Entelah yang ngawur bin tidak nyambung.
“Ndobos kowe, Joe! Sekarang perkaranya bukan sekedar nyambung atau nggak nyambung. Perkaranya sekarang adalah bahwa Valentine itu bukan budaya Islam. Itu tetap saja berasal dari budaya kapir, dan kita yang Muslim nggak boleh bertingkah menyerupai orang kapir. Miring otake sampeyan iki!”
Lho, apa salahnya ngikutan budaya non Muslim selama itu baik, bagus, dan bermanfaat. Lihat aja, Valentine sudah merangsang kreativitas anak-anak muda; ada yang inisiatif jualan bunga, cokelat, juga kartu ucapan, kan?
“Tetap aja itu ikut-ikutan!”
Ikut-ikutan memangnya nggak boleh? Jangan terlalu sempit menafsirkan dalillah… Liat-liat juga konteksnya. Nyatanya, budaya kapir apa, sih, yang sekarang ini nggak kita ikutin? Ilmu pengetahuan, teknologi, perkembangan dunia, semuanya saat ini adalah produk budaya kapir. Mau nggak ikut-ikutan secara total? Silakan, dan kembalilah ke jaman batu.
“Oke, Mas Joe boleh aja berpendapat kayak gitu. Tapi, kan, problemnya tetap saja ada. Apa, sih, bagusnya Valentine sehingga kita berhak untuk ikut-ikutan? Nggak ada, kan?”
Itu tergantung persepsimu, Oom. Tapi kalo persepsiku, Valentine itu mengajarkan kasih-sayang. Itu bagus, kan? Itu sejalan dengan ajaran Islam, kan? Nah, masih mau bilang kasih-sayang itu bukan ajaran Islam?
“Tapi itu, kan, bukan omongan ulama Muslim. Itu, kan, omongan orang kapir…”
Kapir atau bukan, bukan di situ poinnya, Oom! Analoginya, Hukum Newton tetaplah berlaku sebagai Hukum Newton sekalipun yang mengucapkan itu bukan Sir Isaac Newton sendiri, melainkan cuma seorang murid kelas 3 esde. Apa lantas kalo yang ngomongin Hukum Newton itu bukan Newton sendiri maka lalu nilai kebenarannya langsung menjadi lenyap? Apa esensinya lantas hilang?
Sama aja, Oom. Siapapun yang mengucapkan tentang kasih-sayang, kapir ataupun bukan, kasih-sayang tetaplah kasih-sayang.
“Tapi, kan, kasih-sayang itu nggak cuma diungkapkan selama 1 hari. Kasih-sayang itu, kan, harus diimplementasikan setiap hari. Kalo kayak gitu caranya, ini sudah merupakan bukti shahih bahwa perayaan Valentine itu bukanlah sesuatu yang becus, Joe. Masak iya kasih-sayang, kok, cuma 1 hari aja?”
Tobat… Sampeyan itu ngeyel tapi nggak berdasar banget, tho?
Gini ya, Oom… Pernah tahu tentang Hari Pahlawan yang kita peringati saban tanggal 10 Nopember? Pernah denger ungkapan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya? Pernah? Pernah, hah?
“Hubungane opo, Joe?”
Hubungannya? Mbok punya otak itu dipake mikir dikit tho, Oom. Hubungannya, ya masak iya dengan penetapan 10 Nopember itu sebagai Hari Pahlawan maka kita cuma mengingat jasa-jasa pahlawan kemerdekaan Endonesa selama 1 hari? Masak iya di hari-hari lainnya itu berarti kita nggak perlu mengingat jasa-jasa pahlawan kita?
10 Nopember itu cuma momentum, Oom. Momentum peringatan. Cuma sebagai pengingat bahwa kita haruslah tetap menghargai jasa para pahlawan kita, sekalipun di hari-hari yang lain.
Palagan Ambarawa, Serangan Oemoem, Puputan Margarana, Bandung Lautan Api, Pertempuran Medan Area, semuanya itu toh juga bukan pas tanggal 10 Nopember. 10 Nopember itu, kan, kebetulan nama sebuah institut negeri, aeh, nama sebuah pertempuran kemerdekaan pas tanggal itu di Surabaya. Kebetulan juga tanggal itulah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.
Misalnya lagi, tahu tentang peringatan Hari AIDS Sedunia?
“Tahu.”
Nah, apa lantas kita cuma bakal mencegah AIDS pas hari itu aja, lalu di hari-hari sisanya dalam 1 tahun itu kita nggak bakal berusaha mencegah penyebaran virus HIV?
Sekali lagi, Oom, waktu atau tanggal itu cuma momentum. Esensinya ya jauh lebih luas daripada itu.
“Assshhh… Kowe kakehan cangkem, Joe. Dikandani sa’kecapan, sanggahanmu werno-werno. Angel omongan karo wong sing kakehan cocot koyo kowe!”
Angel? Hahahaha, itu bisa kupahami kok, Oom. Pernah main game Final Fantasy VII? Kalo level sampeyan masih rendah, Oom, ya sampai kapanpun sampeyan nggak bakal mampu berhadapan dengan Sephiroth. Level kalian jauh berbeda, hahaha.
57 Responses to “Valentino Tanpa Rossi”
Leave a Reply




February 14th, 2008 3:35 pm
yo wes hepi plentin buat kmu joe…
February 14th, 2008 4:17 pm
klo aku setuju aja ama valentine jon.. asal perayaannya nggak diisi dengan freesex, pesta narkoba, mabuk-mabukan, de el el..
Valentine menurutku , sebuah kesempatan untuk menunjukan perhatiaan kita kepada sesama kita.. Dan mempererat persaudaraan kita.. hohoo..
February 14th, 2008 4:25 pm
setuju ini hanya momentum…nggak ada hubungan dengan kafir, agama..he he..
February 14th, 2008 4:32 pm
untuk nona sascia, ngasih apa tuanku??
*salah fokus lagi ga ya??*
February 14th, 2008 5:13 pm
ya kafir ga kafir
met valentine aja deh
February 14th, 2008 6:24 pm
Ah, teori momentumnya saya suka.
February 14th, 2008 8:00 pm
seruuu
eniwei, saya setuju sama sampean…
please deeeh, ngapain Valentine dihubungkan ma keidentikan agama??? ya kalo mau dihubungin, semua agama mengajarkan kasih sayang…
February 14th, 2008 8:23 pm
Waduoh mas joe, masuk kemari ko luuuuaaaaamaaaa banget sich mas joe! Tapi ngomong-ngomong KAPIR yang mas joe maksud itu yang suka makan semut ya?
…*mikir*…
“Oh, sorry mas joe, aku kepelingset, itu mah TAPIR?
February 14th, 2008 9:05 pm
Tumben akses blogmu alon’e eram ta dik? Servermu bersyahwat to…eh bermasalah to?
February 14th, 2008 9:09 pm
gyakakakakakak!!!
St Valentinus memperingati hari pendidikan nasional
February 14th, 2008 9:17 pm
aprikot:::
podo2, mbak
vcrack:::
aku akhir2 ini sering mabuk lho. mabuk skripsi
iman brotoseno:::
terima kasih, mas
Goop:::
ah, dia sudah membiarkan saya menikmati wajahnya aja itu sudah lebih dari cukup
Jendral Bayut:::
selamat juga, dah
Kopral Geddoe:::
ooo…tentu saja. saya kan pintar
mitra w:::
seru? mana tepuk tangannya?
Ibn:::
bukan, mas. kapir yang saya maksud ini kapir miskin dan anak terlantar
Si Tampan Arad:::
ora ik. seko nggonku slamet2 wae
aditya rendy:::
heh? waktu jamannya st. valentine blm ada raden mas suwardi suryaningrat, kok
February 14th, 2008 9:52 pm
Saya ndak ngraya’in Valentine…(terpengaruh kata Si Mbah ? halah…ndak juga) lha wong…saya itu tiap hari selalu dapat perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang saya sayangi jadi ndak ada bedanya sama hari ini to…jadi, ya tiap hari buat saya itu hari kasih sayang…lebih enak…hehehe… tapi biar ndak ngraya’in kok malah banyak yang ngasih coklat…wah ya saya trima…lha wong dikasih makanan kok ditolak…ya rugi to …hehehe… yo pora mas Joe.. saya ndak ngucapin apa2 cuma ngucapin “SELAMAT MAKAN COKLAT” (kalo sampeyan ada yg ngasih coklat, kalo ndak ya selamat mlongo…ya to…. hehehe) peace…!!
February 14th, 2008 10:05 pm
Parmin : “wah saya ndak ngurusin gitu-gituan…Kang Joe..!!!
Kang Parto : “Yo sama…sing penting sekarang iso mangan ya wis cukup…yo to Min..!!!
Parmin : “Iyo wae lah kang…eh…tapi Kang Parto kemarin janji mau ngasih aku coklat…mana..???”
Kang Parto : “Halah…kowe iki…masih inget wae…sik..sik..!!!”
(Kang Parto mbuka kaos kakinya…yg ternyata didalamnya isinya coklat…walah…!!!)
Kang Parto : “Nih Min…aku lupa tadi…masih aku taruh di dalam kaos kakiku…kekekekeh…lumer yo Min..?”
Parmin : “Walah..Kang…pora mambu… iki… Wuuueeekkkk!!!”
Kang Parto : “Wakakakak….paling mambu kaki-ku…to Min…kekekekehh….!!!!”
February 14th, 2008 10:36 pm
ini valentine yang mana sih…??? kalo valentine yang menginspirasi chopin justru harusnya dirayakan oleh non katolik terutama orang Lithuania… kan Valentine memberikan perintah salah pada pasukan salib sehingga akhirnya pasukan salib kalah perang dari tanah airnya Lithuania (CMIIW)
February 15th, 2008 12:35 am
Rumus momentum apa ya ?
*lupa*
Betul Joe, itu cuma pengingat. Tanggal 14 cuma simbolisasi dari cinta dan kasih sayang di dunia ini, dan nggak ada hubungannya dgn yang lain.
Esensinya itu yang sering dilupakan orang : CINTA. Cinta kan nggak selalu hubungan cowok-cewek. Misalnya cinta nggak selalu berhubungan dgn kekaguman seorang Joe terhadap Zaskia atau Dian Sastro. ) Bukan hanya itu kan ?
CInta itu luas, termasuk cinta sama saudara, ortu, bahkan cinta sama binatang peliharaan juga termasuk cinta.
February 15th, 2008 12:51 am
@ Suneo
Halah, antum itu sudah salah. Tanfa ilmu yang ada dan fengetahuan antum yang dangkal bahwa ferbuatan antum itu salah. “POKOKNYA” Valentine itu haram Hukumnya. Dan yang merayakanya harus di Razam. Antum tobatlah ya Akhi
(serius mode : on)
Valentine bukan berasal dari budaya Islam = Betul
Kaum yang menyerupai kaum lainya adalah Kapir = Betul
=========================================================
Sepak bola bukan berasal dari budaya Islam = Betul
Nge Blog bukan berasal dari budaya Islam = Betul
Nonton Tv bukan berasal dari budaya Islam = Betul
Facaran bukan berasal dari budaya Islam = Betul
Main basket bukan berasal dari budaya Islam = Betul
Main PS bukan berasal dari budaya Islam = Betul
Naik mobil bukan berasal dari budaya Islam = Betul
JAdi barang siapa yang melakukan perbuatan di atas sama seperti melakukan budaya Valentine gitu ?
Zadi Menurut Ana, orang yang MENGHARAMKAN perayaan Valentine adala manusia KESEPIAN, SAKIT HATI, DUNGU, BODOH dan Penggemar LIV*E*P**L
Wakakak
Coba antum kesini :
http://retorika.wordpress.com/2008/02/14/hari-valentine-semarak-dimana-mana/
February 15th, 2008 2:15 am
kalo yang dianggap kebarat-baratan ditolak, ya katakan tidak juga dong kepada kearab-araban.
budaya Islam? yng mana yang dimaksud budaya Islam? kenapa selalu mengkaitkan budaya arab dengan Islam?
siapa yg kafir? kafir bukanlah semata-mata tidak beriman atau yg lebih picik/non-muslim. kafir lebih berarti tentang siapa yang menolak kebenaran, menutup hatinya terhadap kebenaran sejati yang tidak bisa diklaim oleh siapapun kecuali Tuhan, Allah, Brahman, Buddha, Tao atau apapun sebutannya
February 15th, 2008 7:08 am
SETUJU.
Aku seneng banget nek mas joe wis ngomong ngene iki. Ada penjelasan yang memang masuk akal.
Salut, ternyata
wong separahsampeyan iku ana sisi baiknya juga.February 15th, 2008 9:07 am
masalahnya , klo ngikutin org kapir tp hal2 yg positip2 aja sih gpp.Tp klo valentin dan lain2-nya yg gak perlu en penting2 amat mungkin hrs kita jauhi dikit2, mundhak kulino ngko alias latah
February 15th, 2008 9:34 am
Mana yang benar?? Mana yang salah??
Emang manusia mana yang bisa menentukan kebenaran absolut???
Saya nggak ngerayain valentine karena, pendapat pribadi, masih rancu dalam historisnya dan hukumnya (cari aman)…
tapi saya tetep menebarkan kasih sayang loh…(silakan muntah kalo berkenan)
February 15th, 2008 10:37 am
lagi2 selp proklem
tapi sampeyan memang bener kok joe
*kaboooooooor
February 15th, 2008 12:51 pm
kalo gitu, mana coklat buat sayah??
February 15th, 2008 12:59 pm
Valentine tuh nggak negatip kale, wong cuman “Sebuah momentum” seperti ngajak makan bareng, ngasi kado coklat, yah so so lah … gada yang negatif lah
February 15th, 2008 1:30 pm
kemarin uji coba di sirkuit sepang.. valentino rossi masih yang tercepat lho. katanya juga dia skrg lagi mau ganti ban . ..
February 15th, 2008 3:51 pm
#pangsit…
ecuape dyegh…
February 15th, 2008 4:35 pm
haduhh saya kapir banget coz semua hari2 saya rayakan… horeeee……….
February 15th, 2008 4:39 pm
valentino tanpa Rossi??
Rossi nya kemana mas…???
February 15th, 2008 10:47 pm
ummm…ini yang gw suka dari tulisan lu,kritis tapi disertai dasar yang jelas…
tapi kadang komen yang datang suka “kurang ajar” dan cendrung mendiskriditkan macam orang ini (Retorika-1000DS atau ini odiboni)
gw cuma bilang tetap ada di “sisi yang seharusnya” jangan mau kritis dan ngasih englightment tapi tulisan ato pendapat lu jadi blunder untuk menjatuhkan islam…
ttg vaelntine.kalo gw bilang sih..semua perbuatan itu sebelum melakukan harus ditimbang dulu manfaat atau mudharatnya,kalo valentine lebih banyak mudharatnya ya jangan diikutin,islam itu agama yang ga ribet ko…fleksibel…
saya berpendapat valentine lebih banyak mudharatnya…jadi untuk apa valentin-nan..ga penting!
February 16th, 2008 12:12 am
@ Andrisihebat
Hoy, Suneo beritahu siapa saia pada orang ini
!
Mas Joe satch udah tahu persis karakter saia, dan biasanya masbro “joe” sering satu suara dengan saia.
February 16th, 2008 12:55 am
@Andrisihebat
ha ha sama seperti Retorika-1000DS, saya jg heran kenapa komen saya dibilang mendiskreditkan -bukan mendiskriditkan
saya cuma ingin mengatakan bahwa kita sering rancu dengan mengkaitkan budaya arab dengan Islam. Jadi klo menolak untuk kebarat-baratan ya jg jangan kearab-araban dong?
btw, mungkin para tersangka teroris yng sering mengepalkan tangan menyerukan Amerika laknat sudah gak pernah makan tahu tempe ato kecap lagi, karena sebagian besar kedelai diimpor dari sana.
ato malah masi makan karena tahu tempe itu enak dan bergizi walaupun kedelainya ditanam di tanah yang laknat oleh para petani yang kafir
ah, kenapa memilih hidup dalam kotak yang sempit…
salam
February 16th, 2008 1:51 am
@Retotika:
gw tau ko sapa anda…gw udah sering menilik (huehehe bahasanya…) sepang terjang lu di blogsphere,saya pengelana pasif di dunia blog ini…dan gw tau lu sering becanda,tapi lebih sering juga “kurang ajar” kalo komen soal agama (islam-red)…but its okey..mudah2an ini awal perkenalan yang baik…tak kenal maka tak sayang,bukan begitu…mungkin kali lain kita bisa berbincang untuk mengakrabkan diri…
@odiboni:
emang gw salah tulis tuh…heuehehehe…makasih koreksinya…
lu juga harus lebih jelas menjelaskan apa itu budaya islam…kalo gw boleh koreksi mungkin bukan budaya tapi lebih tepat “ajaran”
kenapa tidak hidup di kotak sempit,kalo itu BENAR…
apa yang lu maksud dengan kotak sempit?
kotak sempit=berkorban demi agama…itu yang anda maksud?
kenapa tidak gw rela…
kalo soal harga kedelai…wah inti perdebatan nya,sudah terlalu jauh kawan…yang bener dong kalo mo kasih analogi..huehehehehe
cheers!
huhehehe….semoga ini jadi awal pertemanan buat kita yak!
February 16th, 2008 1:56 am
[kotak sempit=berkorban demi agama…itu yang anda maksud?
kenapa tidak,gw rela ko…]
sedikit koreksi dengan penambahan koma…biar ga salah persepsi
wah,jadi nyampah deh…
maap..maap om…
February 16th, 2008 3:14 am
@ andrisihebat
Nah itu dia
saia menghormati semua agama, bahkan yang pasti semua agama menurut saia membawa kebaikan dan kemaslahatan.
kaitan saia dengan islam ?
Di KTP : Islam (secara hukum sah gitu)
padahal nggak semestinya begitu lho!
Istri Saia orang Arab dan KTPnya islam (di indonesia kan Arab - Islam)
komentar saia dinggap “kurang ajar”
ini sisi menariknya
Karena di indonesia kebanyakan menganggap dan menyamakan antara Arab-timteng sebagai Islam mulai dari budaya hingga bahasanya, padahal tidak sepenuhnya benar.
kenapa saia begitu getol? Saia bergaul pada 3 dunia yang kontras. Di indonesia saia bergaul dengan komunitas keturunan tim-teng. bahkan saia menikahi wanita tim-teng. Mau lebih extrim? Saudara saia - juga orang Saudi Arabia tinggal di Jeddah dan Mekah. karena itu saia mengetahui budaya, prilaku mereka inside out.
Sedangkan di Oz saia bergaul dengan orang Kristen, Budha atheist dan katolik. dan saia mengetahui betul pandangan mereka terhadap umat islam.
whats the point of komentar kurang ajar tersebut?
salut.
——————————————————–
1.Saia berbicara apa adanya dari sisi yang berbeda
2.Secara tak langsung banyak orang endonesa mengatasnamaka islam dan mencampurnya dengan budaya arab dan menurut saia itu tidak betul.
tidak baik untuk umat islam dan tidak baik bagi budaya arab itu sendiri.
3.Saia kuatir banyak orang indonesia lebih mencintai negara timteng dengan negara indonesia. ini kontras karena orang arab di indonesia justru sangat nasionalis terhadap indonesia
Saia tidak ingin karena ulah klompok tertentu dengan mengatasnamakan ISLAM, ARAB justru merugikan INDONESIA, merusak citra ISLAM dan ARAB. itu tidak benar
@ Suneo
Afwan ane nyampah lagi di tempat Antum
February 16th, 2008 4:57 am
hwakakakakaka
artikel valentine seng tak goleki mas jo!!!
daripada maen murtad murtadan koyok mbah mbah gak jelas kuwi
wekekekekeke
February 16th, 2008 7:24 am
JOE!!! UDAHAN MAEN PSNYA!!!
HARI GINI MASIH MAEN PS???!!!!
ahahahaah, setubuh banget gw ma lo joe! mari bersetubuh!
otak ya dipake buat mikir cuq! jangan cuman dijadiin tempat menghubungkan sensor motorik dan sensorik buat ngangguk2 ato nggeleng2 pala wae!
budaya indonesia itu latahan joe! satu orang ngomong samber, semuanya ikutan (lah emangnya kita nggak ?:D)
amplifiernya kekencangan sih, kelamaan didoktrin!
minjem istilah waddehel sih, apapun yang ada dibumi ini bisa saja benar, tergantung dari sudut pandang si pemikir
February 16th, 2008 7:25 am
oya lupa..
ente palentinan ma cewe pa ma cowo?
February 16th, 2008 3:27 pm
setuju..!
Terlepas filosofi dan kesejarahan dari valentine ini, sebenarnya kita bisa mendekonstruksi ulang makna di dalamnya. sehingga kaum muda kita yang sangat ngefans dengan perayaan ini bisa tetep mengikutinya dengan mengubah esensi dari maknanya.
February 16th, 2008 4:53 pm
tergantung cara ngerayain-nya aja. kalo dirayain dengan pesta seks, apalagi dilakukan sama pasangan-tanpa-menikah, jelas salah kaprah, karena cinta bukanlah nafsu.
disitulah harom-nya.
sing jelas cinta itu luas, ga cuma cinta sama lawan jenis. setuju, joe…wekekekeke…
February 16th, 2008 5:07 pm
wah klo saya ndak ngrayain valentine (bkn krn jomblo loh)
Tapi saya tetep nghargain orng yg ngrayain valentine.
Contohnya pas klo ada yg mw ngasih saya coklat pas hr valentine, saya hargai dengan menerima coklat itu dgn sepenuh hati..
hehe…
February 17th, 2008 4:01 pm
lha terus valentine-an mu ngopo jon?
February 17th, 2008 4:32 pm
@retorika:
whats the point of komentar kurang ajar tersebut?
==================================================
the point are (menurut pendapat gw)
1.ya gagapa kalo melihat dari sisi yang berbeda, berbeda itu adalah fitrah ko…ya ga jadi masalah. gw juga terbuka ko pada perbedaan…gw juga memposisikan diri dalam sisi yang bersebrangan dengan lu, dan gw menganggap komen lu “kurang ajar”(ingat dengan tanda kutip)lu juga harusnya bisa dong menerima ketidaksetujuan gw itu sebagai perbedaan, perbedaan itu indah bukan?
2.apa yg lu maksud sebagai budaya arab dan apa yang lu maksud dengan islam? harus jelas dulu…dan gw juga harus tahu dulu apa itu percampur aduk-an budaya dengan ajaran…terkadang (menurut pengalaman saya)sering terjadi bias antar pengertian budaya dan islam, ada lho teman saya yang mengatakan jilbab itu adalah budaya arab, laha padahal kan jilbab (hijab) merupakan salah satu perintah…jadi sering terjadi tumpang tindih pengertian, kita harus bercakap lebih lama kalo membahas tentang ini…
3.kekuatiran lu itu bagus,gw juga sependapat…tapi semua harus dilihat dengan jernih, jangan karena dalih nasionalisme dan perilaku oknum tertentu…malah jadi “menghina” (dengan tanda kutip lagi) islam…itu saja saran gw…
gw juga tidak ingin karena niat untuk kritis tapi malah, menjatuhkan islam…
mengenai pergaulan, gw juga bergaul dengan berbagai macam kalangan ko…mulai dari yang agnostic,hedonis,atheis,samapai yang sangat “kanan”…jadi perbedaan pendapat dan perdebatan juga sering gw lakukan…
intinya sikapi dengan kepala dingin dan hati terbuka…
@joe:huheheheh gw juga minta maap untuk om nih…jadi one liner ginih…
saya secara sepihak mengajukan gencatan senjata pada mas retorika…daripada “nyampah” terus…
cheers…
February 18th, 2008 1:02 am
@ Andrisihebat
Siapa bilang saia tidak setuju dengan “lu”
saia ini selalu menerima plularitas dan semangat demokrasi.
Soal no 2 dan 3 ini kalau mau membahas bisa panjang banget
Nah, sebutan Oknum atau Dalih lah yang membuat situasi menjadi HOT - karena saia enggan mengatakan ini Oknum A, Oknum B … sama seperti tahun 2004-2006 saat FPI masih gila2nya , media cuma berani bilang OKNUM mengatasnamakan Agama, atau OKNUM berbaju putih …
Udah lah basi kalo masih pake istilah OKNUM …
Menerima dengan kepala dingin dan tangan terbuka ?
saya menerima kok tapi yang lain ? Tau kan mereka bagai mana?
Ok, ditunggu diskusinya di bloh saia saja dari pada Joe - Suneo ngamuk! dan ngusir kita
February 18th, 2008 11:47 am
menurutku MUI memang udah menandaskan kalo merayakan valentine
itu dilarang. dan tentu MUI itu bukan kumpulan ulama goblok.
dan itu hasil pikiran mereka kenapa ga diikuti. kenapa ngga
ditanyakan ke MUI aja yang tau alasan sebenernya keluarnya
fatwa itu. masalahnya adalah ini budaya yang ngga islami.
karena mampu mendekatkan dengan hal hal yang ngga dibenar
kan.
berbeda ketika berbicara tentang masalah keilmuan dan
transfer teknologi. karena kita dituntut mencari ilmu walau
dinegeri cina. didalam ayat Al-qur’an intinya “tuntun kudamu
untuk mempersiapkan perang”. menurut penafsiranku kita memang
dituntut mempersiapkan sebelum terjadinya perang misalnya
dengan teknologi.
February 18th, 2008 7:14 pm
kopisusu:::
oh, bebas kok, mas. ndak ngerayain juga ndak pa-pa. saya juga malah lembur di kantor
kolorbolong:::
saya sih juga ndak ngurusin, sebenernya. cuma ya agak gerah aja ngeliat perayaan yang dilarang2 dengan alasan2 bodoh
Andrew Anandhika wijaya:::
ooo…ini yang tanggal 14 feb
fertob:::
sejujurnya, saya juga lupa sama rumus momentum, bang
Retorika-1000DS:::
udah upload gambarnya di gravatar.com belum oom?
kalo udah, ntar imel yang dipake di gravatar sama yang dipake buat ngisi komen harus sama.
monggo, diskusinya dilanjut
odiboni:::
susah, dab. beberapa manusia kampret menganggap bahwa kedudukan arab itu adalah rahmat bagi semesta alam; sejajar sama islam
yanworks:::
wajar, yan. kalo kamu kuliah di ptn yang termasuk terbaik di indonesia, maka bagemanapun juga aku adalah kakak kelasmu. jadi ya wajar kalo aku punya perenungan seperti ini, kakakaka!
toim:::
ini sih tergantung sudut pandang juga. ada yang menganggap valentinan itu ndak penting, ada juga yang kreativitasnya lebih tereksplor dengan acara model valentinan ini. apapun itu, saya nganggapnya valentine adalah momentum yang mengingatkan saya supaya selalu jadi manusia yang penuh kasih-sayang
Adhi P.:::
apalagi, kayaknya memang tidak bakal pernah ada larangan buat kasih-sayang di dalam islam
hahaha, kalo aku sih, selama belum ada larangan yang jelas, tegas, dan terpercaya, sikat aja. valentine itu sama kayak adobe photoshop cs bajakan kalo buat aku
funkshit:::
apa? michelin juga? atau malah irc? hahaha
yudi:::
makanya nabung. jangan mau jadi kapir miskin terus. jangan boros!
feranitta:::
rossinya sibuk uji coba buat balapan, mbak
andrisihebat:::
saya sih mendukung valentine. bisa eksplor bermacam2 hal buat ngasah kreativitas saya soale, hehehe
Kiki Ahmadi:::
hahaha, aku juga berharap tulisanku ini dibaca sama anak2 musholla di kampusku
kambingoranye:::
sama komputer, dunk. cintaku cuma buat athlon 4000-ku sekarang
Riri Audiya:::
ohoho, terima kasih buat saran tambahannya
maruria:::
saya juga setuju, mbak. sejauh ini masih belum punya keberanian buat melakukan…apa itu namanya…ah, ya, pesta seks, kakaka!
hanggadamai:::
ini dia. nggak berpartisipasi bukan berarti berhak ngelarang2, kan?
savic:::
lembur neng kantor, pik
saidedwin:::
saya pernah baca - lupa, ntah di mana - tentang pernyataan seorang pejabat mui. dia kayaknya masih terjebak kesan bahwa valentine adalah antara dua orang muda-mudi yang sedang dimabuk syahwat yang berbalut cinta. pengharaman valentine dengan alasan dangkal dan nggak valid seperti itu yang bikin saya ndak setuju; kasih-sayang kok diidentikkan dengan syahwat. kalo alasan mui memang seperti itu, menurut saya itu alasan goblok kuadrat.
February 19th, 2008 4:56 am
[...] ini. Islam terlalu besar untuk disandingkan dengan urusan sepele seperti Valentine. Hanya sekedar momentum yang tak perlu dianggap serius, apalagi gejala kristenisasi. Jangan terlalu keblinger. Secara resmi [...]
February 19th, 2008 10:38 am
setuju sama mas imam!!!
*angkat jari*
February 21st, 2008 3:05 pm
Yah pokoe hepi pak lek ntin aja dah..
February 23rd, 2008 2:53 pm
hehehehehehe… teori momentum tuw juga aku kasi ke calon adek iparku.. tapi ga aku cantumin di blog-ku.. wedi-ne aku diwara nyonto.. hehehe…
February 24th, 2008 10:26 pm
gue suka cara lo….
mana design mu jo..tak enteni…
March 2nd, 2008 9:01 pm
Assalamualaikum..
Semoga Allah memberikan Hidayah kepada kalian semua, sehingga kalian semua mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.Allah maha pemberi taubat, masih ada kesempatan untuk bertobat sebelum zaman akhir datang. maaf klo bnyak salah. wassalamualaikum
March 8th, 2008 4:33 am
jeg mantap joe
March 11th, 2008 3:42 pm
Setelah mbaca blogmu yang lama, Saya kok demen mbaca tulisanmu yang ini =)
May 27th, 2008 8:06 am
Assalamu’alaikum.
Intinya qt umat Islam mesti merasa cukup atas dua hari raya yg telah disyari’atkan oleh Allah yaitu ‘Iedul Fithri & ‘Iedul Adha. Yg mana pd keduanya pun terdapat kasih sayang yg jauh lebih besar drpd valentine’s day. Kasih sayang yg datangnya dr Allah dan saudara2 sesama muslim.
September 12th, 2008 12:52 pm
orang-orang yang mengaku penganut kebebasan berpikir kadang-kadang juga ditelikung oleh hitam-putih yang dibuat-buat.
padahal anjurannya mengikuti budaya kafir yang mana yang dilarang dan mana yang bukan itu ada batasnya.
orang kafir kasih madu kita ambil, tapi kalo ngasih racun ya jangan dimakan? emang bego?
valentine itu racun. kenapa? karena di dalamnya ada tetek bengek yang bertabrakan dengan ajaran agama. jadi, batasannya bertabarakan dengan agama dan tidak. kalau misalanya menyayangi fakir miskin, memberi bantuan kepada dhuafa memberi hadiah kepada orang tua, itu sangat dianjurkan. karena saling memberi hadiah itu untuk saling mencintai.
substansinya adalah valentine=perempuanxlaki2 berduaan,berkata mesra, berpegangan, berpelukan, berzina. itu sebenarnya mengapa ditentang. dan banyak lagi..
September 12th, 2008 1:08 pm
intinya rendahnya pemahaman agama yang membuat tulisan2 macam ini berkembang dan digemari… yang mendukung sungguh banyak. semoga masih ada jalan untuk kembali….
September 13th, 2008 12:29 am
lahapasi:::
kalo sama saya?
kimbul:::
ya, sama2
gingsul manis:::
lebih baik disuruh belajar langsung sama aku aja, gyakakaka
wawan_waun:::
ada wan…cuma aku lupa terus ngirimnya. 4 desain kan? tenang aja
ekspansi:::
semoga…
amin ya robbal alamin…
wira:::
hahaha, apa boleh buat. saya gitu loch
calonprasasti:::
terima kasih
Rijal:::
sayangnya hari (yang keliatan) raya yang lain juga nggak dilarang sama nabi, kan? dan, well, seperti yang saya bilang, ini cuma momentum. semuanya kembali kepada kemampuan kita untuk menyerap hikmah dari momentum itu atau mengingkarinya sama sekali
wahyu:::
wah, sayang sekali, kayaknya komentator lain yang setuju sama tulisan saya tidaklah memandang kasih sayang yang menjadi inti valentine dengan substansi yang terlalu sempit seperti anda
sayang…saya sangat menyayangkan sempitnya pandangan tentang kasih sayang yang seperti demikian
rendahnya pemahaman agama atau rendahnya pemahaman terhadap substansi kasih sayang? ah, saya sendiri malah jadi menduga2 siapa di antara kita yang posisinya lebih tinggi atau lebih rendah
semoga masih ada jalan untuk terus membuka wawasan…
February 14th, 2009 2:40 am
[...] sampeyan-sampeyan mau memomentumkan dan menyimbolkan kasih-sayang yang universal, yang bukan tradisi salah satu agama ini dengan berkasih-sayang sama siapa? Bapak, ibu, adik, kakak, temen, suami, istri, pacar orang, [...]