Valentino Tanpa Rossi

Siapapun yang berbahagia hari ini, ta’ucapin selamat saja, dah!

“Heh, ente gendeng, Mas Joe. Valentine itu harom. Budaya kapir! Itu peringatan atas pemartirannya St. Valentine, orang kapir. Murtadlah sampeyan!

Apa? Peringatan atas pemartirannya St. Valentine? 14 Februari? Yang bener saja? Setauku Valentine yang 14 Februari itu nggak ada sangkut-pautnya sama peringatan buat St. Valentine, kok.

Setauku, malah, budaya Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari itu nggak ada hubungannya langsung sama mati-hidupnya St. Valentine. St. Valentine ndak pernah dianggap sebagai “martir cinta” sampai dengan abad 14 gara-gara karyanya Geoffrey Chaucer yang ngetop sebagai tukang bikin puisi pas jaman itu. Dan pendeta Kristen yang mana yang sebenernya dianggap sebagai St. Valentine, sampai sekarang juga nggak ada yang tahu persisnya merujuk ke siapa.

Si Geoff sendiri malah ngomong kalo Valentine itu sendiri sebenernya jatuh pas tanggal 2 Mei. Jadi, Valentine yang tanggal 14 Februari itu nggak ada hubungannya sama kapir-kapiran, Oom. Itu cuma penerjemahan budaya yang salah-kaprah. Ngawur. Kesimpulannya, kalo ada yang bilang bahwa Valentine yang tiap tanggal 14 Februari itu peringatan hari besar Kristen dan yang Muslim dilarang untuk ikut-ikutan berpartisipasi merayakan, ya berarti itu cuma omongan orang ngawur aja. Sama aja kalo ada yang nganggap bahwa Valentine sejak jaman dulu itu identik dengan cokelat. Itu juga ngawur. Budaya cokelat-cokelatan itu baru ngepop pas abad ke-20, kok.

Maka, sori, Oom. Entelah yang ngawur bin tidak nyambung.

“Ndobos kowe, Joe! Sekarang perkaranya bukan sekedar nyambung atau nggak nyambung. Perkaranya sekarang adalah bahwa Valentine itu bukan budaya Islam. Itu tetap saja berasal dari budaya kapir, dan kita yang Muslim nggak boleh bertingkah menyerupai orang kapir. Miring otake sampeyan iki!”

Lho, apa salahnya ngikutan budaya non Muslim selama itu baik, bagus, dan bermanfaat. Lihat aja, Valentine sudah merangsang kreativitas anak-anak muda; ada yang inisiatif jualan bunga, cokelat, juga kartu ucapan, kan?

“Tetap aja itu ikut-ikutan!”

Ikut-ikutan memangnya nggak boleh? Jangan terlalu sempit menafsirkan dalillah… Liat-liat juga konteksnya. Nyatanya, budaya kapir apa, sih, yang sekarang ini nggak kita ikutin? Ilmu pengetahuan, teknologi, perkembangan dunia, semuanya saat ini adalah produk budaya kapir. Mau nggak ikut-ikutan secara total? Silakan, dan kembalilah ke jaman batu.

“Oke, Mas Joe boleh aja berpendapat kayak gitu. Tapi, kan, problemnya tetap saja ada. Apa, sih, bagusnya Valentine sehingga kita berhak untuk ikut-ikutan? Nggak ada, kan?”

Itu tergantung persepsimu, Oom. Tapi kalo persepsiku, Valentine itu mengajarkan kasih-sayang. Itu bagus, kan? Itu sejalan dengan ajaran Islam, kan? Nah, masih mau bilang kasih-sayang itu bukan ajaran Islam?

“Tapi itu, kan, bukan omongan ulama Muslim. Itu, kan, omongan orang kapir…”

Kapir atau bukan, bukan di situ poinnya, Oom! Analoginya, Hukum Newton tetaplah berlaku sebagai Hukum Newton sekalipun yang mengucapkan itu bukan Sir Isaac Newton sendiri, melainkan cuma seorang murid kelas 3 esde. Apa lantas kalo yang ngomongin Hukum Newton itu bukan Newton sendiri maka lalu nilai kebenarannya langsung menjadi lenyap? Apa esensinya lantas hilang?

Sama aja, Oom. Siapapun yang mengucapkan tentang kasih-sayang, kapir ataupun bukan, kasih-sayang tetaplah kasih-sayang.

“Tapi, kan, kasih-sayang itu nggak cuma diungkapkan selama 1 hari. Kasih-sayang itu, kan, harus diimplementasikan setiap hari. Kalo kayak gitu caranya, ini sudah merupakan bukti shahih bahwa perayaan Valentine itu bukanlah sesuatu yang becus, Joe. Masak iya kasih-sayang, kok, cuma 1 hari aja?”

Tobat… Sampeyan itu ngeyel tapi nggak berdasar banget, tho?

Gini ya, Oom… Pernah tahu tentang Hari Pahlawan yang kita peringati saban tanggal 10 Nopember? Pernah denger ungkapan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya? Pernah? Pernah, hah?

“Hubungane opo, Joe?”

Hubungannya? Mbok punya otak itu dipake mikir dikit tho, Oom. Hubungannya, ya masak iya dengan penetapan 10 Nopember itu sebagai Hari Pahlawan maka kita cuma mengingat jasa-jasa pahlawan kemerdekaan Endonesa selama 1 hari? Masak iya di hari-hari lainnya itu berarti kita nggak perlu mengingat jasa-jasa pahlawan kita?

10 Nopember itu cuma momentum, Oom. Momentum peringatan. Cuma sebagai pengingat bahwa kita haruslah tetap menghargai jasa para pahlawan kita, sekalipun di hari-hari yang lain.

Palagan Ambarawa, Serangan Oemoem, Puputan Margarana, Bandung Lautan Api, Pertempuran Medan Area, semuanya itu toh juga bukan pas tanggal 10 Nopember. 10 Nopember itu, kan, kebetulan nama sebuah institut negeri, aeh, nama sebuah pertempuran kemerdekaan pas tanggal itu di Surabaya. Kebetulan juga tanggal itulah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Misalnya lagi, tahu tentang peringatan Hari AIDS Sedunia?

“Tahu.”

Nah, apa lantas kita cuma bakal mencegah AIDS pas hari itu aja, lalu di hari-hari sisanya dalam 1 tahun itu kita nggak bakal berusaha mencegah penyebaran virus HIV?

Sekali lagi, Oom, waktu atau tanggal itu cuma momentum. Esensinya ya jauh lebih luas daripada itu.

“Assshhh… Kowe kakehan cangkem, Joe. Dikandani sa’kecapan, sanggahanmu werno-werno. Angel omongan karo wong sing kakehan cocot koyo kowe!”

Angel? Hahahaha, itu bisa kupahami kok, Oom. Pernah main game Final Fantasy VII? Kalo level sampeyan masih rendah, Oom, ya sampai kapanpun sampeyan nggak bakal mampu berhadapan dengan Sephiroth. Level kalian jauh berbeda, hahaha.

  • Share/Bookmark

Ssst! Yang nyasar ke sini biasanya pada nyari pake kata kunci:
www.valentine.com - komentar orang tentang Valentino Rossi - www valentine rossi.com - artikel kesejarahan valentine day - valentine - Pengalaman bersetubuh aku di hari valentine - rossi valentino pahlawan kasih sayang - hukum maen ps pake tim kafir - pengertian media pendidikan menurut rossi - pdt valentino pahlawan kasih - ferbuatan sexk -



57 Responses to “Valentino Tanpa Rossi”

  • aprikot:

    yo wes hepi plentin buat kmu joe…

  • vcrack:

    klo aku setuju aja ama valentine jon.. asal perayaannya nggak diisi dengan freesex, pesta narkoba, mabuk-mabukan, de el el..

    Valentine menurutku , sebuah kesempatan untuk menunjukan perhatiaan kita kepada sesama kita.. Dan mempererat persaudaraan kita.. hohoo..

  • iman brotoseno:

    setuju ini hanya momentum…nggak ada hubungan dengan kafir, agama..he he..

  • Goop:

    untuk nona sascia, ngasih apa tuanku?? :lol:
    *salah fokus lagi ga ya??*

  • Jendral Bayut:

    ya kafir ga kafir
    met valentine aja deh

  • Kopral Geddoe:

    Ah, teori momentumnya saya suka. :mrgreen:

  • mitra w:

    seruuu :)

    eniwei, saya setuju sama sampean…

    please deeeh, ngapain Valentine dihubungkan ma keidentikan agama??? ya kalo mau dihubungin, semua agama mengajarkan kasih sayang…

  • Ibn:

    Waduoh mas joe, masuk kemari ko luuuuaaaaamaaaa banget sich mas joe! Tapi ngomong-ngomong KAPIR yang mas joe maksud itu yang suka makan semut ya?

    …*mikir*… :roll:

    “Oh, sorry mas joe, aku kepelingset, itu mah TAPIR? :oops:

  • Si Tampan Arad:

    Tumben akses blogmu alon’e eram ta dik? Servermu bersyahwat to…eh bermasalah to?

  • aditya rendy:

    gyakakakakakak!!!

    :lol:

    St Valentinus memperingati hari pendidikan nasional :mrgreen:

  • Yang Punya Diary:

    aprikot:::
    podo2, mbak

    vcrack:::
    aku akhir2 ini sering mabuk lho. mabuk skripsi

    iman brotoseno:::
    terima kasih, mas

    Goop:::
    ah, dia sudah membiarkan saya menikmati wajahnya aja itu sudah lebih dari cukup :P

    Jendral Bayut:::
    selamat juga, dah

    Kopral Geddoe:::
    ooo…tentu saja. saya kan pintar :lol:

    mitra w:::
    seru? mana tepuk tangannya? :mrgreen:

    Ibn:::
    bukan, mas. kapir yang saya maksud ini kapir miskin dan anak terlantar

    Si Tampan Arad:::
    ora ik. seko nggonku slamet2 wae

    aditya rendy:::
    heh? waktu jamannya st. valentine blm ada raden mas suwardi suryaningrat, kok

  • kopisusu:

    Saya ndak ngraya’in Valentine…(terpengaruh kata Si Mbah ? halah…ndak juga) lha wong…saya itu tiap hari selalu dapat perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang saya sayangi jadi ndak ada bedanya sama hari ini to…jadi, ya tiap hari buat saya itu hari kasih sayang…lebih enak…hehehe… tapi biar ndak ngraya’in kok malah banyak yang ngasih coklat…wah ya saya trima…lha wong dikasih makanan kok ditolak…ya rugi to …hehehe… yo pora mas Joe.. saya ndak ngucapin apa2 cuma ngucapin “SELAMAT MAKAN COKLAT” (kalo sampeyan ada yg ngasih coklat, kalo ndak ya selamat mlongo…ya to…. hehehe) peace…!!

  • kolorbolong:

    Parmin : “wah saya ndak ngurusin gitu-gituan…Kang Joe..!!!
    Kang Parto : “Yo sama…sing penting sekarang iso mangan ya wis cukup…yo to Min..!!!
    Parmin : “Iyo wae lah kang…eh…tapi Kang Parto kemarin janji mau ngasih aku coklat…mana..???”
    Kang Parto : “Halah…kowe iki…masih inget wae…sik..sik..!!!”
    (Kang Parto mbuka kaos kakinya…yg ternyata didalamnya isinya coklat…walah…!!!)
    Kang Parto : “Nih Min…aku lupa tadi…masih aku taruh di dalam kaos kakiku…kekekekeh…lumer yo Min..?”
    Parmin : “Walah..Kang…pora mambu… iki… Wuuueeekkkk!!!”
    Kang Parto : “Wakakakak….paling mambu kaki-ku…to Min…kekekekehh….!!!!”

  • Andrew Anandhika wijaya:

    ini valentine yang mana sih…??? kalo valentine yang menginspirasi chopin justru harusnya dirayakan oleh non katolik terutama orang Lithuania… kan Valentine memberikan perintah salah pada pasukan salib sehingga akhirnya pasukan salib kalah perang dari tanah airnya Lithuania (CMIIW)

  • fertob:

    Rumus momentum apa ya ? :-? *lupa*

    Betul Joe, itu cuma pengingat. Tanggal 14 cuma simbolisasi dari cinta dan kasih sayang di dunia ini, dan nggak ada hubungannya dgn yang lain.

    Esensinya itu yang sering dilupakan orang : CINTA. Cinta kan nggak selalu hubungan cowok-cewek. Misalnya cinta nggak selalu berhubungan dgn kekaguman seorang Joe terhadap Zaskia atau Dian Sastro. ) Bukan hanya itu kan ?

    CInta itu luas, termasuk cinta sama saudara, ortu, bahkan cinta sama binatang peliharaan juga termasuk cinta.

  • Retorika-1000DS:

    @ Suneo

    Halah, antum itu sudah salah. Tanfa ilmu yang ada dan fengetahuan antum yang dangkal bahwa ferbuatan antum itu salah. “POKOKNYA” Valentine itu haram Hukumnya. Dan yang merayakanya harus di Razam. Antum tobatlah ya Akhi :lol:

    (serius mode : on)

    Valentine bukan berasal dari budaya Islam = Betul
    Kaum yang menyerupai kaum lainya adalah Kapir = Betul
    =========================================================

    Sepak bola bukan berasal dari budaya Islam = Betul
    Nge Blog bukan berasal dari budaya Islam = Betul
    Nonton Tv bukan berasal dari budaya Islam = Betul
    Facaran bukan berasal dari budaya Islam = Betul
    Main basket bukan berasal dari budaya Islam = Betul
    Main PS bukan berasal dari budaya Islam = Betul
    Naik mobil bukan berasal dari budaya Islam = Betul

    JAdi barang siapa yang melakukan perbuatan di atas sama seperti melakukan budaya Valentine gitu ?

    Zadi Menurut Ana, orang yang MENGHARAMKAN perayaan Valentine adala manusia KESEPIAN, SAKIT HATI, DUNGU, BODOH dan Penggemar LIV*E*P**L :lol:

    Wakakak :lol:

    :evil: Avatar ana belum keluar, antum tolong bantu ana ya akhi :evil:

    Coba antum kesini :

    http://retorika.wordpress.com/2008/02/14/hari-valentine-semarak-dimana-mana/

  • odiboni:

    kalo yang dianggap kebarat-baratan ditolak, ya katakan tidak juga dong kepada kearab-araban.

    budaya Islam? yng mana yang dimaksud budaya Islam? kenapa selalu mengkaitkan budaya arab dengan Islam?

    siapa yg kafir? kafir bukanlah semata-mata tidak beriman atau yg lebih picik/non-muslim. kafir lebih berarti tentang siapa yang menolak kebenaran, menutup hatinya terhadap kebenaran sejati yang tidak bisa diklaim oleh siapapun kecuali Tuhan, Allah, Brahman, Buddha, Tao atau apapun sebutannya

  • yanworks:

    SETUJU.

    Aku seneng banget nek mas joe wis ngomong ngene iki. Ada penjelasan yang memang masuk akal.
    Salut, ternyata wong separah sampeyan iku ana sisi baiknya juga.

  • toim:

    masalahnya , klo ngikutin org kapir tp hal2 yg positip2 aja sih gpp.Tp klo valentin dan lain2-nya yg gak perlu en penting2 amat mungkin hrs kita jauhi dikit2, mundhak kulino ngko alias latah :D

  • Adhi P.:

    Mana yang benar?? Mana yang salah??

    Emang manusia mana yang bisa menentukan kebenaran absolut???

    Saya nggak ngerayain valentine karena, pendapat pribadi, masih rancu dalam historisnya dan hukumnya (cari aman)…
    tapi saya tetep menebarkan kasih sayang loh…(silakan muntah kalo berkenan)

  • detnot:

    lagi2 selp proklem

    tapi sampeyan memang bener kok joe :D

    *kaboooooooor

  • cK:

    kalo gitu, mana coklat buat sayah?? :twisted:

  • Retorika-1000DS:

    Valentine tuh nggak negatip kale, wong cuman “Sebuah momentum” seperti ngajak makan bareng, ngasi kado coklat, yah so so lah … gada yang negatif lah :)

  • funkshit:

    kemarin uji coba di sirkuit sepang.. valentino rossi masih yang tercepat lho. katanya juga dia skrg lagi mau ganti ban . .. :D

  • Andrew Anandhika Wijaya:

    #pangsit…
    ecuape dyegh…

  • yudi:

    haduhh saya kapir banget coz semua hari2 saya rayakan… horeeee……….

  • feranitta:

    valentino tanpa Rossi??
    Rossi nya kemana mas…??? :D

  • andrisihebat:

    ummm…ini yang gw suka dari tulisan lu,kritis tapi disertai dasar yang jelas…
    tapi kadang komen yang datang suka “kurang ajar” dan cendrung mendiskriditkan macam orang ini (Retorika-1000DS atau ini odiboni)
    gw cuma bilang tetap ada di “sisi yang seharusnya” jangan mau kritis dan ngasih englightment tapi tulisan ato pendapat lu jadi blunder untuk menjatuhkan islam…
    ttg vaelntine.kalo gw bilang sih..semua perbuatan itu sebelum melakukan harus ditimbang dulu manfaat atau mudharatnya,kalo valentine lebih banyak mudharatnya ya jangan diikutin,islam itu agama yang ga ribet ko…fleksibel…
    saya berpendapat valentine lebih banyak mudharatnya…jadi untuk apa valentin-nan..ga penting!

  • Retorika-1000DS:

    @ Andrisihebat

    :o hoho, berarti antum belum kenal siapa saia!

    Hoy, Suneo beritahu siapa saia pada orang ini :mrgreen: !

    Mas Joe satch udah tahu persis karakter saia, dan biasanya masbro “joe” sering satu suara dengan saia.

  • odiboni:

    @Andrisihebat

    ha ha sama seperti Retorika-1000DS, saya jg heran kenapa komen saya dibilang mendiskreditkan -bukan mendiskriditkan :-)

    saya cuma ingin mengatakan bahwa kita sering rancu dengan mengkaitkan budaya arab dengan Islam. Jadi klo menolak untuk kebarat-baratan ya jg jangan kearab-araban dong?

    btw, mungkin para tersangka teroris yng sering mengepalkan tangan menyerukan Amerika laknat sudah gak pernah makan tahu tempe ato kecap lagi, karena sebagian besar kedelai diimpor dari sana.
    ato malah masi makan karena tahu tempe itu enak dan bergizi walaupun kedelainya ditanam di tanah yang laknat oleh para petani yang kafir :-)

    ah, kenapa memilih hidup dalam kotak yang sempit…

    salam

  • andrisihebat:

    @Retotika:
    gw tau ko sapa anda…gw udah sering menilik (huehehe bahasanya…) sepang terjang lu di blogsphere,saya pengelana pasif di dunia blog ini…dan gw tau lu sering becanda,tapi lebih sering juga “kurang ajar” kalo komen soal agama (islam-red)…but its okey..mudah2an ini awal perkenalan yang baik…tak kenal maka tak sayang,bukan begitu…mungkin kali lain kita bisa berbincang untuk mengakrabkan diri…
    @odiboni:
    emang gw salah tulis tuh…heuehehehe…makasih koreksinya…
    lu juga harus lebih jelas menjelaskan apa itu budaya islam…kalo gw boleh koreksi mungkin bukan budaya tapi lebih tepat “ajaran”
    kenapa tidak hidup di kotak sempit,kalo itu BENAR…
    apa yang lu maksud dengan kotak sempit?
    kotak sempit=berkorban demi agama…itu yang anda maksud?
    kenapa tidak gw rela…
    kalo soal harga kedelai…wah inti perdebatan nya,sudah terlalu jauh kawan…yang bener dong kalo mo kasih analogi..huehehehehe

    cheers!
    huhehehe….semoga ini jadi awal pertemanan buat kita yak!

  • andrisihebat:

    [kotak sempit=berkorban demi agama…itu yang anda maksud?
    kenapa tidak,gw rela ko…]
    sedikit koreksi dengan penambahan koma…biar ga salah persepsi
    wah,jadi nyampah deh…
    maap..maap om…

  • Retorika-1000DS:

    @ andrisihebat

    Nah itu dia :mrgreen: saia menghormati semua agama, bahkan yang pasti semua agama menurut saia membawa kebaikan dan kemaslahatan.

    kaitan saia dengan islam ?

    Di KTP : Islam (secara hukum sah gitu) :lol:
    Istri Saia orang Arab dan KTPnya islam (di indonesia kan Arab - Islam) :lol: padahal nggak semestinya begitu lho!

    komentar saia dinggap “kurang ajar” :mrgreen:

    ini sisi menariknya :-D
    Karena di indonesia kebanyakan menganggap dan menyamakan antara Arab-timteng sebagai Islam mulai dari budaya hingga bahasanya, padahal tidak sepenuhnya benar.

    kenapa saia begitu getol? Saia bergaul pada 3 dunia yang kontras. Di indonesia saia bergaul dengan komunitas keturunan tim-teng. bahkan saia menikahi wanita tim-teng. Mau lebih extrim? Saudara saia - juga orang Saudi Arabia tinggal di Jeddah dan Mekah. karena itu saia mengetahui budaya, prilaku mereka inside out.

    Sedangkan di Oz saia bergaul dengan orang Kristen, Budha atheist dan katolik. dan saia mengetahui betul pandangan mereka terhadap umat islam.

    whats the point of komentar kurang ajar tersebut?
    ——————————————————–
    1.Saia berbicara apa adanya dari sisi yang berbeda
    2.Secara tak langsung banyak orang endonesa mengatasnamaka islam dan mencampurnya dengan budaya arab dan menurut saia itu tidak betul.
    tidak baik untuk umat islam dan tidak baik bagi budaya arab itu sendiri.
    3.Saia kuatir banyak orang indonesia lebih mencintai negara timteng dengan negara indonesia. ini kontras karena orang arab di indonesia justru sangat nasionalis terhadap indonesia :-D salut.

    Saia tidak ingin karena ulah klompok tertentu dengan mengatasnamakan ISLAM, ARAB justru merugikan INDONESIA, merusak citra ISLAM dan ARAB. itu tidak benar :?

    @ Suneo

    Afwan ane nyampah lagi di tempat Antum :lol:

  • Kiki Ahmadi:

    hwakakakakaka

    artikel valentine seng tak goleki mas jo!!!

    daripada maen murtad murtadan koyok mbah mbah gak jelas kuwi

    wekekekekeke

  • kambingoranye:

    JOE!!! UDAHAN MAEN PSNYA!!!

    HARI GINI MASIH MAEN PS???!!!!

    ahahahaah, setubuh banget gw ma lo joe! mari bersetubuh!

    otak ya dipake buat mikir cuq! jangan cuman dijadiin tempat menghubungkan sensor motorik dan sensorik buat ngangguk2 ato nggeleng2 pala wae!

    budaya indonesia itu latahan joe! satu orang ngomong samber, semuanya ikutan (lah emangnya kita nggak ?:D)

    amplifiernya kekencangan sih, kelamaan didoktrin!

    minjem istilah waddehel sih, apapun yang ada dibumi ini bisa saja benar, tergantung dari sudut pandang si pemikir

  • kambingoranye:

    oya lupa..

    ente palentinan ma cewe pa ma cowo?

  • Riri Audiya:

    setuju..!
    Terlepas filosofi dan kesejarahan dari valentine ini, sebenarnya kita bisa mendekonstruksi ulang makna di dalamnya. sehingga kaum muda kita yang sangat ngefans dengan perayaan ini bisa tetep mengikutinya dengan mengubah esensi dari maknanya.

  • maruria:

    tergantung cara ngerayain-nya aja. kalo dirayain dengan pesta seks, apalagi dilakukan sama pasangan-tanpa-menikah, jelas salah kaprah, karena cinta bukanlah nafsu.
    disitulah harom-nya.
    sing jelas cinta itu luas, ga cuma cinta sama lawan jenis. setuju, joe…wekekekeke…

  • hanggadamai:

    wah klo saya ndak ngrayain valentine (bkn krn jomblo loh)
    Tapi saya tetep nghargain orng yg ngrayain valentine.
    Contohnya pas klo ada yg mw ngasih saya coklat pas hr valentine, saya hargai dengan menerima coklat itu dgn sepenuh hati..
    hehe…

  • savic:

    lha terus valentine-an mu ngopo jon?

  • andrisihebat:

    @retorika:
    whats the point of komentar kurang ajar tersebut?
    ==================================================
    the point are (menurut pendapat gw)
    1.ya gagapa kalo melihat dari sisi yang berbeda, berbeda itu adalah fitrah ko…ya ga jadi masalah. gw juga terbuka ko pada perbedaan…gw juga memposisikan diri dalam sisi yang bersebrangan dengan lu, dan gw menganggap komen lu “kurang ajar”(ingat dengan tanda kutip)lu juga harusnya bisa dong menerima ketidaksetujuan gw itu sebagai perbedaan, perbedaan itu indah bukan?
    2.apa yg lu maksud sebagai budaya arab dan apa yang lu maksud dengan islam? harus jelas dulu…dan gw juga harus tahu dulu apa itu percampur aduk-an budaya dengan ajaran…terkadang (menurut pengalaman saya)sering terjadi bias antar pengertian budaya dan islam, ada lho teman saya yang mengatakan jilbab itu adalah budaya arab, laha padahal kan jilbab (hijab) merupakan salah satu perintah…jadi sering terjadi tumpang tindih pengertian, kita harus bercakap lebih lama kalo membahas tentang ini…
    3.kekuatiran lu itu bagus,gw juga sependapat…tapi semua harus dilihat dengan jernih, jangan karena dalih nasionalisme dan perilaku oknum tertentu…malah jadi “menghina” (dengan tanda kutip lagi) islam…itu saja saran gw…
    gw juga tidak ingin karena niat untuk kritis tapi malah, menjatuhkan islam…
    mengenai pergaulan, gw juga bergaul dengan berbagai macam kalangan ko…mulai dari yang agnostic,hedonis,atheis,samapai yang sangat “kanan”…jadi perbedaan pendapat dan perdebatan juga sering gw lakukan…
    intinya sikapi dengan kepala dingin dan hati terbuka…
    @joe:huheheheh gw juga minta maap untuk om nih…jadi one liner ginih…
    saya secara sepihak mengajukan gencatan senjata pada mas retorika…daripada “nyampah” terus…
    cheers…

  • Retorika-1000DS:

    @ Andrisihebat

    Siapa bilang saia tidak setuju dengan “lu” :mrgreen: saia ini selalu menerima plularitas dan semangat demokrasi.

    Soal no 2 dan 3 ini kalau mau membahas bisa panjang banget

    Nah, sebutan Oknum atau Dalih lah yang membuat situasi menjadi HOT - karena saia enggan mengatakan ini Oknum A, Oknum B … sama seperti tahun 2004-2006 saat FPI masih gila2nya , media cuma berani bilang OKNUM mengatasnamakan Agama, atau OKNUM berbaju putih …
    Udah lah basi kalo masih pake istilah OKNUM …

    Menerima dengan kepala dingin dan tangan terbuka ?
    saya menerima kok tapi yang lain ? Tau kan mereka bagai mana?

    Ok, ditunggu diskusinya di bloh saia saja dari pada Joe - Suneo ngamuk! dan ngusir kita :evil:

  • saidedwin:

    menurutku MUI memang udah menandaskan kalo merayakan valentine
    itu dilarang. dan tentu MUI itu bukan kumpulan ulama goblok.
    dan itu hasil pikiran mereka kenapa ga diikuti. kenapa ngga
    ditanyakan ke MUI aja yang tau alasan sebenernya keluarnya
    fatwa itu. masalahnya adalah ini budaya yang ngga islami.
    karena mampu mendekatkan dengan hal hal yang ngga dibenar
    kan.
    berbeda ketika berbicara tentang masalah keilmuan dan
    transfer teknologi. karena kita dituntut mencari ilmu walau
    dinegeri cina. didalam ayat Al-qur’an intinya “tuntun kudamu
    untuk mempersiapkan perang”. menurut penafsiranku kita memang
    dituntut mempersiapkan sebelum terjadinya perang misalnya
    dengan teknologi.

  • Yang Punya Diary:

    kopisusu:::
    oh, bebas kok, mas. ndak ngerayain juga ndak pa-pa. saya juga malah lembur di kantor

    kolorbolong:::
    saya sih juga ndak ngurusin, sebenernya. cuma ya agak gerah aja ngeliat perayaan yang dilarang2 dengan alasan2 bodoh :P

    Andrew Anandhika wijaya:::
    ooo…ini yang tanggal 14 feb :lol:

    fertob:::
    sejujurnya, saya juga lupa sama rumus momentum, bang

    Retorika-1000DS:::
    udah upload gambarnya di gravatar.com belum oom?
    kalo udah, ntar imel yang dipake di gravatar sama yang dipake buat ngisi komen harus sama.
    monggo, diskusinya dilanjut :D

    odiboni:::
    susah, dab. beberapa manusia kampret menganggap bahwa kedudukan arab itu adalah rahmat bagi semesta alam; sejajar sama islam ;)

    yanworks:::
    wajar, yan. kalo kamu kuliah di ptn yang termasuk terbaik di indonesia, maka bagemanapun juga aku adalah kakak kelasmu. jadi ya wajar kalo aku punya perenungan seperti ini, kakakaka!

    toim:::
    ini sih tergantung sudut pandang juga. ada yang menganggap valentinan itu ndak penting, ada juga yang kreativitasnya lebih tereksplor dengan acara model valentinan ini. apapun itu, saya nganggapnya valentine adalah momentum yang mengingatkan saya supaya selalu jadi manusia yang penuh kasih-sayang

    Adhi P.:::
    hahaha, kalo aku sih, selama belum ada larangan yang jelas, tegas, dan terpercaya, sikat aja. valentine itu sama kayak adobe photoshop cs bajakan kalo buat aku :mrgreen: apalagi, kayaknya memang tidak bakal pernah ada larangan buat kasih-sayang di dalam islam

    funkshit:::
    apa? michelin juga? atau malah irc? hahaha

    yudi:::
    makanya nabung. jangan mau jadi kapir miskin terus. jangan boros!

    feranitta:::
    rossinya sibuk uji coba buat balapan, mbak

    andrisihebat:::
    saya sih mendukung valentine. bisa eksplor bermacam2 hal buat ngasah kreativitas saya soale, hehehe

    Kiki Ahmadi:::
    hahaha, aku juga berharap tulisanku ini dibaca sama anak2 musholla di kampusku

    kambingoranye:::
    sama komputer, dunk. cintaku cuma buat athlon 4000-ku sekarang :D

    Riri Audiya:::
    ohoho, terima kasih buat saran tambahannya

    maruria:::
    saya juga setuju, mbak. sejauh ini masih belum punya keberanian buat melakukan…apa itu namanya…ah, ya, pesta seks, kakaka!

    hanggadamai:::
    ini dia. nggak berpartisipasi bukan berarti berhak ngelarang2, kan? ;)

    savic:::
    lembur neng kantor, pik :P

    saidedwin:::
    saya pernah baca - lupa, ntah di mana - tentang pernyataan seorang pejabat mui. dia kayaknya masih terjebak kesan bahwa valentine adalah antara dua orang muda-mudi yang sedang dimabuk syahwat yang berbalut cinta. pengharaman valentine dengan alasan dangkal dan nggak valid seperti itu yang bikin saya ndak setuju; kasih-sayang kok diidentikkan dengan syahwat. kalo alasan mui memang seperti itu, menurut saya itu alasan goblok kuadrat.

  • Iman Brotoseno » Bukittinggi:

    [...] ini. Islam terlalu besar untuk disandingkan dengan urusan sepele seperti Valentine. Hanya sekedar momentum yang tak perlu dianggap serius, apalagi gejala kristenisasi. Jangan terlalu keblinger. Secara resmi [...]

  • lahapasi:

    setuju sama mas imam!!!

    *angkat jari*

  • kimbul:

    Yah pokoe hepi pak lek ntin aja dah..

  • gingsul manis:

    hehehehehehe… teori momentum tuw juga aku kasi ke calon adek iparku.. tapi ga aku cantumin di blog-ku.. wedi-ne aku diwara nyonto.. hehehe…

  • wawan_waun:

    gue suka cara lo….
    mana design mu jo..tak enteni…

  • ekspansi:

    Assalamualaikum..
    Semoga Allah memberikan Hidayah kepada kalian semua, sehingga kalian semua mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.Allah maha pemberi taubat, masih ada kesempatan untuk bertobat sebelum zaman akhir datang. maaf klo bnyak salah. wassalamualaikum

  • wira:

    jeg mantap joe

  • calonprasasti:

    Setelah mbaca blogmu yang lama, Saya kok demen mbaca tulisanmu yang ini =)

  • Rijal:

    Assalamu’alaikum.
    Intinya qt umat Islam mesti merasa cukup atas dua hari raya yg telah disyari’atkan oleh Allah yaitu ‘Iedul Fithri & ‘Iedul Adha. Yg mana pd keduanya pun terdapat kasih sayang yg jauh lebih besar drpd valentine’s day. Kasih sayang yg datangnya dr Allah dan saudara2 sesama muslim.

  • wahyu:

    orang-orang yang mengaku penganut kebebasan berpikir kadang-kadang juga ditelikung oleh hitam-putih yang dibuat-buat.
    padahal anjurannya mengikuti budaya kafir yang mana yang dilarang dan mana yang bukan itu ada batasnya.
    orang kafir kasih madu kita ambil, tapi kalo ngasih racun ya jangan dimakan? emang bego?
    valentine itu racun. kenapa? karena di dalamnya ada tetek bengek yang bertabrakan dengan ajaran agama. jadi, batasannya bertabarakan dengan agama dan tidak. kalau misalanya menyayangi fakir miskin, memberi bantuan kepada dhuafa memberi hadiah kepada orang tua, itu sangat dianjurkan. karena saling memberi hadiah itu untuk saling mencintai.
    substansinya adalah valentine=perempuanxlaki2 berduaan,berkata mesra, berpegangan, berpelukan, berzina. itu sebenarnya mengapa ditentang. dan banyak lagi..

  • wahyu:

    intinya rendahnya pemahaman agama yang membuat tulisan2 macam ini berkembang dan digemari… yang mendukung sungguh banyak. semoga masih ada jalan untuk kembali….

  • Yang Punya Diary:

    lahapasi:::
    kalo sama saya? :twisted:

    kimbul:::
    ya, sama2 :D

    gingsul manis:::
    lebih baik disuruh belajar langsung sama aku aja, gyakakaka

    wawan_waun:::
    ada wan…cuma aku lupa terus ngirimnya. 4 desain kan? tenang aja :P

    ekspansi:::
    semoga…
    amin ya robbal alamin…

    wira:::
    hahaha, apa boleh buat. saya gitu loch :mrgreen:

    calonprasasti:::
    terima kasih :)

    Rijal:::
    sayangnya hari (yang keliatan) raya yang lain juga nggak dilarang sama nabi, kan? dan, well, seperti yang saya bilang, ini cuma momentum. semuanya kembali kepada kemampuan kita untuk menyerap hikmah dari momentum itu atau mengingkarinya sama sekali ;)

    wahyu:::

    substansinya adalah valentine=perempuanxlaki2 berduaan,berkata mesra, berpegangan, berpelukan, berzina. itu sebenarnya mengapa ditentang. dan banyak lagi..

    wah, sayang sekali, kayaknya komentator lain yang setuju sama tulisan saya tidaklah memandang kasih sayang yang menjadi inti valentine dengan substansi yang terlalu sempit seperti anda ;)

    sayang…saya sangat menyayangkan sempitnya pandangan tentang kasih sayang yang seperti demikian :D

    intinya rendahnya pemahaman agama yang membuat tulisan2 macam ini berkembang dan digemari… yang mendukung sungguh banyak. semoga masih ada jalan untuk kembali….

    rendahnya pemahaman agama atau rendahnya pemahaman terhadap substansi kasih sayang? ah, saya sendiri malah jadi menduga2 siapa di antara kita yang posisinya lebih tinggi atau lebih rendah :lol: semoga masih ada jalan untuk terus membuka wawasan…

  • Met Valentine | The Satrianto Show: Beraksi Kembali!:

    [...] sampeyan-sampeyan mau memomentumkan dan menyimbolkan kasih-sayang yang universal, yang bukan tradisi salah satu agama ini dengan berkasih-sayang sama siapa? Bapak, ibu, adik, kakak, temen, suami, istri, pacar orang, [...]

Leave a Reply


Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.
Google
Almanak
Shoutout!
Name :
Web URL :
Message :
Wangsit Bergambar