5 Makhluk Tuhan Paling Kampret

Sodara-sodara, sebenernya aku ini orangnya nggak tegaan. Misalnya kalo ngeliat orang-orang minta di lampur merah – apalagi kalo yang minta masih anak-anak – biasanya aku selalu kepengen ngasih recehanku buat mereka, dan – tentu saja – aku berharap aku selalu punya recehan di kantongku, at least di dompetku. Tapi bagaimana mungkin, membaca saja aku sulit di dompetku jarang ada recehannya. Biasanya yang ada cuma lembaran 100 ribuan atau 50 ribuan. Yaaah, paling sial adalah lembaran 10 ribuan juga di situ :twisted: Nha… Kalo misalnya aku maksain lembaran itu yang kusedekahkan, lak yo itu sama saja membuatku modar mangap sendiri, tho? Iya, kan? Iya, kan? Iya aja, deh :mrgreen:

Tapi walopun aku ini orangnya nggak tegaan, sebagai manusia biasa aku juga bisa sebel. Sebel sesebel-sebelnya. Aku bisa sebel sampe kepengen njedotin muka orang yang kusebelin itu ke tembok kalo ngeliat orang-orang semacam:

1. Orang yang nggak punya semangat hidup dan pasif.
Sungguh mati aku sebel banget ngeliat orang kayak ginian. Hidup kayaknya cuma berisi kemalangan aja buat dia, nggak ada bagus-bagusnya. Betul-betul tipe manusia yang membosankan sekaligus mengesalkan. Apalagi kalo orang itu ternyata ketambahan sama sifatnya yang cuma omong thok: bilang kepengen mati tapi nggak nenggak-nenggak racun serangga juga! Yang aktif gitu kek! Kalo panjenengan memang kepengen mampus, mbok ya kemampusan itu ndang disongsong. Jangan pasif. Jangan nunggu orang lain buat menghabisi nyawa panjenengan. Berinisiatiflah untuk melakukan tindakan bunuh diri.

2. Orang sok paten.
Sebenernya, sih, bukan sok paten. Cuma akunya nggak tau harus mendefinisikan orang macam gini dengan sebutan apa.

Jadi ceritanya, di kampusku dulu pernah ada 1 anak – laki-laki, dan tentu saja tampangnya masih sangat jauh untuk bisa dibilang hampir seganteng aku – yang sok-sokan banget. Dia itu kepengen melakukan suatu hal yang besar tapi nggak mau memulai dari hal-hal yang kecil, yang lebih memungkinkan dan rasional untuk dilakukannya terlebih dulu sesuai kapasitasnya. Pendeknya, doi kepengen jadi instant-hero!

Dari awal dia masuk jadi mahasiswa baru dia keliatan kritis. Kinerja panitia makrab – yang notabene adalah adik kelas 2 tahun di bawahku – yang dirasanya mengecewakan dia sebagai calon peserta makrab mahasiswa baru dikritiknya habis-habisan. Waktu awal aku sempat salut, sih, sama dia. Anak ini berani juga, batinku. Nggak sungkan ngajak aku ngobrol dan mengkritik kinerja panitia dan memberikan solusi-solusi ideal tentang apa yang seharusnya dilakukan sama para panitia. Dia keliatan tiada gentar ngeliat aku yang waktu itu berpotongan mohawk asli (bukan mohawk-mohawk-an yang nggak berani menghabisi rambut bagian samping dan cuma menyisakan bagian tengah rambut) dan beranting perak 2 biji di telinga kiri :lol:

Himakom itu seharusnya gini, gini, gini, Mas, dan blablabla…” katanya.

“Bagus kalo kamu punya pikiran kayak gitu. Sementara ini dinikmati dulu aja. Besok aku tunggu kamu jadi pengurusnya Himakom,” jawabku sambil nggak lupa menambahkan kalo cita-citanya bakal lebih mudah terwujud seandainya dia masuk langsung ke dalam sistem.

Tapi toh dia nggak ndaftar jadi pengurus ataupun gabung-gabung ke Himakom. Dalam artian, srawung sama pengurus hariannya Himakom yang lain juga jarang, padahal teman-teman seangkatannya banyak juga yang hobi kongkow di situ. Yang kutahu, dia tetap rajin mengkritik kinerjanya Himakom yang menurutnya nggak optimal. Itu yang kudengar dari belakang.

Kudiamkan. Kuanggap aja cuma sekedar orang yang nggak mau memaklumi keadaan, nggak mau melihat keterbatasan dan kendala yang ada. Kinerja sosial mahasiswa yang masih dalam tahap belajar mengasah soft-skill-nya toh nggak bisa untuk dibandingkan dengan kinerjanya para profesional yang digaji, tho? Lagian, bukan kapasitasku menjawab kritikannya. Itu urusannya pengurus harian pada saat itu, saat aku sudah pensiun jadi pengurus hariannya Himakom.

Lewat setahun tibalah waktunya pemilihan Ketua Himakom yang baru. Eee… Bocah itu ndilalah ndaftar jadi calon ketua. Pas acara talk-show para calon ketua, dengan pongahnya dia ngomong bakal mengubah tradisi di Himakom. Kata-katanya kelewat pedas untuk ukuran seseorang yang bahkan tidak pernah terlibat dalam sistem. Segala hal yang menurutnya nggak becus bakal dihapus, sampai ke hal-hal yang kecil sekalipun, misalnya kebiasaan anak-anak main kartu di sekretariat Himakom.

Mungkin menurutnya itu bagus (meskipun menurutku ya terlalu berlebihan). Tapi yang bikin kakak-kakak kelasnya yang lain naik pitam adalah pernyataannya, “Ya kalo mereka nggak bisa dikasih tau baik-baik, saya bakar aja semua kartu yang ada di Himakom!”

Alhasil bahkan Abhi yang terkenal kalem pun sampe berujar, “Sok-sok’an tenan. Diantemi wae yo!”

Alhamdulillah dia nggak berhasil kepilih jadi ketua. Mungkin anak-anak sekampus pada nggak suka dengan arogansinya waktu talk-show. Dia nggak nyerah. Seolah-olah kepengen mencatatkan dirinya sebagai salah 1 makhluk penting di MIPA Selatan, 1 organisasi besar lainnya di kampus coba dimasukinya: Omah TI. Dan mungkin karena kesan awal yang ditampakkannya, pembina dari pihak dosen langsung salut seperti kesalutanku waktu pertama kali ngobrol sama dia. Dan dia pun langsung digadang-gadang untuk jadi Ketua Omah TI.

Tapi sayang, nggak semua hal di dunia ini bisa berlangsung sesuai kepengenannya. Waktu rapat anggota buat pemilihan ketua, ada yang nanya, “Gimana kalo kamu nggak kepilih jadi ketua?”

Aku lupa gimana jawabannya. Aku nggak ikutan rapat karena – lagi-lagi – aku sudah pensiun. Tapi seperti yang diceritakan salah 1 anak Omah TI, secara garis besar dia bilang, kalo nggak kepilih jadi ketua dia nggak mau berada di situ. Mind-set-nya adalah jadi ketua atau tidak sama sekali. Mungkin gara-gara ngerasa dapet beking dari pihak dosen pembina dan dipikirnya jalannya bakal mulus-mulus saja.

“Kamu ambisius sekali ya?” serbu salah seorang anak Omah TI lagi.

Entah apa jawabannya, yang jelas sehabis itu dia cuma kebagian peran jadi wakil ketua. Yang jadi ketuanya malah si Lutfi :mrgreen: Dan sayangnya, sesudah jadi wakil ketua dia bener-bener menepati ucapannya. Aku jarang ngeliat dia nongkrong di lab atau ikutan urun rembug membahas problematika yang ada di situ. Aku nggak pernah tau kontribusi apa yang diberikannya buat Omah TI, organisasi yang dirintis sama teman-teman seangakatanku itu, yang mana aku pernah jadi salah 1 kepala divisinya.

Sok paten!

(Gila! Kok aku jadi nulis panjang banget gini? Ahahaha, maaf, sodara-sodara… Kalo inget makhluk itu entah kenapa aku langsung jadi mangkel. Mangkelnya pake “banget”, lagi)

3. Orang yang nggak bisa memanusiakan manusia lainnya dan bossy.
Aku juga nggak suka sama manusia tipe begitu (dan tentu saja aku juga kepengen menjedotkan kepalanya ke tembok). Misalnya aja suatu ketika si oknum tersebut dengan lagak dan kapasitasnya yang ala bos besar minta tolong ke orang lain, “Eh, tolong fotokopiin anu, dong.”

Okelah dia sudah menggunakan kata-kata sihir yang berwujud “tolong” itu. Tapi buatku dia masih tetap menyebalkan kalo setelah permintaannya dipenuhi dia bakal bilang, “Ya udah, taruh di situ aja,” ketika orang yang mengikuti perintahnya sudah menyerahkan apa yang dimintanya sambil ngomong, “Ini, Oom, sudah saya fotokopiin.”

Seharusnya, menurutku, si oom itu menerima dulu dengan tangan sambil nggak lupa bilang terima kasih. Paling nggak kasihlah perhatian ke hasil kerjaan orang yang dimintai tolong itu, dan bukannya sudah terbantu tapi malah mengacuhkan. Saking sebel dan khawatirnya kalo harus ketemu makhluk model gitu, aku jadi nggak mau kerja kantoran secara resmi. Mending aku kerja bareng temen aja – kayak sekarang. Aku khawatir kalo aku kerja kantoran resmi dan punya atasan model gitu, aku malah nggak bisa nata emosiku. Aku pasti bakal nggak enak nanti-nantinya kalo ternyata Tatsumaki Senpuu Kyaku-ku harus mendarat di kepalanya.

4. Orang nggak tau terima kasih.
Cukup jelas. Orang yang sudah ditolongin sesuai apa yang dia pengen tapi bahkan mengucapkan terima kasih pun tidak. Kalo orang itu adalah cewek manis dan korbannya kebetulan adalah aku, seandainya aku nggak takut masuk neraka, dia pasti sudah kugagahi paksa di tempat kejadian perkara.

5. Orang yang ninggalin komen di blogku tapi cuma nulis sebangsa “salam kenal”, “ditunggu kunjungan baliknya”, atau “tukeran link yuk” tanpa membahas sedikit pun entry yang kutulis.
Aku memang nggak bikin blog dan nulis karena butuh dikunjungi atau malah dikomen. Aku nulis buat egoku sendiri aja. Tapi aku juga iseng-isengan nyari duit tambahan dari iklan-iklan yang terpasang di blogku. Rasanya sayang kalo tidak mengoptimalkan potensi yang ada dari blogku. Jadi kalo aja aku nggak butuh trefik dan aku adalah orang seperti tipe nomer 4, aku pasti bakal bilang, “Siapa juga yang sudi kenalan sama sampeyan, ngapain aku main-main ke blog situ, siapa juga yang mau ngasih backlink buat kamu?” :twisted:

Jadi terima kasih sudah membaca tulisanku, sodara-sodara. Sekali lagi, terima kasih atas perhatiannya ;)

Facebook comments:

99 Responses to “5 Makhluk Tuhan Paling Kampret”

  • mogasizhenk says:

    lo tu yg sok paten (gelethek lo)

  • mawi wijna says:

    klo katanya orang diriku kampret tapi ko ndak masuk kriteria diatas yah? BTW itu yg no 3 dan 4 apa ndak mirip satu-sama-lain yah?

  • Lambang says:

    “Jadi kalo aja aku nggak butuh trefik dan aku adalah orang seperti tipe nomer 4, aku pasti bakal bilang …”

    Salam kenal, blognya bagus! Ditunggu kunjungan baliknya ya, dan jangan lupa tulis komen. Sekalian tukeran link yuk, setuju? :-D

    *komen disesuaikan sesuai dengan saran yang ada pada quoted text*

  • mogasizhenk:::
    gelethek artinya apaan sih?

    mawi wijna:::
    beda kok. yang nomer 3 itu lebih ke empatinya. dia punya posisi dan hak buat nyuruh2 orang tapi mbok yang perhatikan juga perasaan orang yang sudah nurutin perintahnya. jangan bossy meskipun pangkatnya mungkin memang tinggi. orang kayak gitu biasanya menurut saya adalah orang yang hobi meremehkan orang lain yang punya status di bawahnya.

    kalo yang nomer 4 memang asli kampret. misalnya pas saya liburan di bali dia nitip minta tolong dibeliin celana pantai, tapi kalo bukan saya yang nanya di kemudian hari, apa celana yang saya beli muat di bokongnya atau nggak, dia nggak bakal inisiatif duluan buat bilang makasih :mrgreen:

    Lambang:::
    selamat! sampeyan cerdas, hahaha

  • rid says:

    mas joe, sepertinya saya sudah pernah menemukan orang tipe 1. orang ini tiap harinya hidupnya berisikan derita dan nestapa(menurut dianya y). mo mati tp……mo idup tp…..
    yg intinya dia itu hidup segan mati pun tak berani.

    kl yg kedua, hehehheh….
    mbok disebutin sekalian aja namanya, dr pada bikin org laen penasaran lho mas.

    wanita mana kah yg kau maksudkan??? kakak tingkat saia atao kah teman seangkatan saia itu??? wkwkkwkwkkwkwk…..

    katanya intinya di poin ke 4 tp kok poin 2 penjelasanya panjang lebar plus terperinci sekali.

  • faizal makhrus says:

    John…aku lali sakplengan tipe ke-2 kie sopo…inisial please…

    Pancen pas kwi, jaluk ditendang ae bocah kwi…eh sek…koq tiba2 eling yo…clue.ne : sebanding dengan CV…tapi dibawah PT?

  • rid says:

    mas 1 lg tipe makhluk kampret kie…
    sesosok makhluk kampret wanita yg tiba2 mendatangi kita dan bilang, “boleh g pinjem L*****mu?? solanya ak hrus presentasi TA ku lg”.
    padahal kl ktemu dijalan g nyapa kl g disapa duluan. pura2 ndak liat ato g pnya mata yak???

  • ZonS says:

    salama kenal :mrgreen:

  • meditation says:

    Jangan lupa kunjungi blog saia ya.. :P

  • Avi says:

    yang No. 4, Salut!

  • lukman says:

    bwakaka nomer 2 mangstab, emosional, tapi megang banget :p

    berhubung lagi ngurus orang cap nomer 2 ini dengan sebijak sana mungkin *asah golok* jadi gw brusaha cari solusi yang paling gak berdarah-darah buat dia :D

    wish m3 lick >:)

  • qontol_qudash says:

    RAIMU JANCUKAN …!!! SOK2-AN MBACOT … COCOT MAMBU TELEK LENTUNG … ASUUUUU ….CONGOR JANCUKAN …

  • rid:::
    kakak tingkatmu boleh, temen seangkatanmu boleh juga. mereka pancen gembel :twisted:

    faizal makhrus:::
    ooopsss…jangan terlalu vulgar gitu ngasih clue-nya, zal. pembaca blog saya kebanyakan orang-orang pinter, lho :P

    ZonS:::
    errrr…minta saya supaya nunjukin kemampuan saya mainan dobel-stik ya? nyahahaha…

    meditation:::
    sudah, kok

    Avi:::
    hohoho…terima kasih buat kesalutannya

    lukman:::
    nomer 2 itu – sumpah mati – cuma spontanitas pas nulis ini, kok. sejujur2nya, malah ndak direncanakan sama sekali sebelumnya

    qontol_qudash:::
    itu pisuhan segitu banyak buat saya semuanya po?
    kenapa, oom? ente kesindir? :mrgreen:

  • saya says:

    salam kenal

  • kampret says:

    kampretttttttttt……………………

  • UUX says:

    Saya jg punya temen kampret mas, namanya mario :D

  • mario says:

    Buat semua mas2 yang ada disini.
    just fyi, dari 5 mahluk paling kampret yang ada diatas. Tetap tidak ada yang kampretnya melebihi mas UUX. karena sangking kampretnya mas UUX. sampai2 “kampret(kelelawar)” aja bilang “Mas UUX KAMPRET!!!”

  • UUX says:

    Ahh.. mas mario kie jan kuampret tenan… la wong kampret kok ngomong kampret.. duh… duh… aku kok jd kangen sama fitri ya :D :”>

  • maspoedjo says:

    Manusia KAMPRET
    Munculnya kalo malem-malem kayak gini…..
    Percaya ndak sampeyan…..

  • Dosko says:

    no 4 tu oportunis banget. Deket2 kalo pas lagi susah n butuh aja. Giliran seneng gak bagi2, ha ha ha

  • irfan says:

    gua punya ANTI KAMPRET TERBARU + keygen silahkan rikues aja lewat imel.

  • tahitu says:

    Nih gw comment : JANCUK, ASU, BABI, ANJING KUDISAN LO !!!!

  • saya:::
    sama2 :lol:

    kampret:::
    kalo saya sih sangat jarang memanggil nama saya sendiri. nggak pernah teriak-teriak, “joooeeeee…..” kecuali kalo saya sedang memanggil joe yang bukan saya :D

    UUX, mario:::
    :|

    maspoedjo:::
    mohon maaf, saya masih belum bisa percaya kalo batman punya anak yang berprofesi sama kayak bapaknya

    Dosko:::
    ah, kadang2 cewek yang saya taksir memang nggak semuanya punya sifat yang bagus kok :mrgreen:

    irfan:::
    nggaklah. untuk kali ini saya bakal nyoba yang ori aja

    tahitu:::
    terima kasih. semoga anda masuk surga tanpa hisab

  • aviea says:

    sependapat

  • Si Bejo says:

    Huahahaha…. kok lucu tenan Mas, sampeyan tau kejedut ping piro to?

    Kampret no 6 : bos yang suka mengklaim prestasi anak buahnya. Iki podho njelehine karo wong sing kepingin tenar tapi ra modal. Cuma memanfaatkan effort orang lain.

  • aviea:::
    terima kasih

    Si Bejo:::
    sejenis roy suryo? :mrgreen:

  • Si Bejo says:

    Nek sampeyan ngomong Roy Suryo kuwi kampret nomer 6, lha yo emboh, aku ra melu2. Tapi mbok menowo iyo, lha monggo sampeyan jedhutne ning tembok. Hahahahahaha………….

    Di tempatku ada orang semacam itu, sukanya meng-oyak2 (bahasa Ind-nya apa ya?) warga buat acara macem2, misal syukuran, lontongan, kupatan, dan semacamnya. Tujuannya biar dia bisa makan enak. Maklum istrinya nggak bisa masak. (wah… ini kayaknya subyektif banget).

    Yang obyektif ini, dia selalu mengklaim semua kegiatan itu berkat prestasinya. Padahal cuma omdong. Ikutan kerja juga enggak, urunan ya sama dengan lainnya. Masih bisa dimaklumi kalo jadi bandar pas misal dananya kurang. Warga yg jadi bandar malah nggak pernah disebut.

    Kebetulan dia jadi takmir musholla. Semua prestasi musholla dia klaim sendiri, nggak pernah nyebut takmir lama atau remaja masjidnya. Saking gilanya, dia mewajibkan semua warga menjadi donator tetap bulanan alias kencleng wajib. Lho shodaqoh kok diwajibkan begitu. Dia pake dana itu buat rombak musholla biar megah. Setelah itu, beneran dia pamer kemana-mana kalo itu berkat dia. Hehehe…. dia dah tua tapi nggak pernah ngasih tongkat estafet ke yang lebih muda dan lebih pinter soal apapun. Takut nggak dapet nama.

    Bahkan lebih memprihatinkan lagi, waktu pagi dia baru pulang opname sakit jantung selama 2 minggu, siangnya langsung ambil alih jadi imam sholat jumat. Suarane padahal wis ra tekan, koyo kleleken isine dondong. Waktu itu pingin tak jedutkan ke tembok tapi saya takut nanti dia malah masuk surga. Hahaha

  • […] Read more … SukaBe the first to like this post. […]

  • kampret itu yang seperti kalong itu ya.. kelelawar kecil yang makan buah.

  • mat kamprreeeeeettttttttttt

  • amel says:

    Dari sekian banyak komen diatas apakah anda sadar bahwa diri anda itu tidak sebaik yang anda pikirkan? komentar itu bisa dijadikan cerminan terhadap diri anda sendiri,,terus terang saya kasihan melihat anda apalagi anda bilang kalau anda ga suka orang lain mampir dan bilang salam kenal ckckckck,orang macam apa anda????anda pun mencari tambahan untuk iklan di blog ini?kasihan sekali anda? apakah anda miskin? jika ya jgn sombong. anda kaya? jgn sombong juga itu semua milik TUHAN

  • Afandi Kusuma:::
    sejenis! :D

    javier pastore:::
    errr…saya ndak kenal kalo sama dia. pasti bukan tetangga saya ya?

    amel:::

    Dari sekian banyak komen diatas apakah anda sadar bahwa diri anda itu tidak sebaik yang anda pikirkan?

    setau saya, saya malah sebaik yang saya pikirkan :mrgreen: lagipula, apa anda pernah nginep 3 hari di rumah saya? kok pertanyaannya tendensius sekali?

    anda pun mencari tambahan untuk iklan di blog ini?kasihan sekali anda? apakah anda miskin? jika ya jgn sombong. anda kaya? jgn sombong juga itu semua milik TUHAN

    seharusnya anda juga bisa menjawab, kok. apa ada orang miskin yang bisa make hosting sendiri? dan, saya kaya tapi sayangnya saya tidak sombong. jadi mohon maaf kalo sangkaan anda meleset semua :twisted:

  • romi says:

    ada orang ke 6 yg termasuk kampret adalah anda yg cuma pandai menilai n mencari kesalahan orang lain… Ok

  • lho, jelas itu…
    saya ya nggak berhak menilai diri saya sendiri, donk. yang berhak menilai diri saya itu orang lain, seperti halnya orang lain yang berhak saya nilai kepribadiannya, oom romi :D

  • john says:

    om, ada satu lagi makhluk tuhan paling kampret, malah masuk kedalam kategori BANGSAT ANJINK JANCUK LAGI, YAITU KAMU SENDIRI

  • terima kasih, dan semoga anda masuk surga tanpa hisab :D

  • dedi says:

    AQ suka dngan orang kampret karna anda jg kampret yg mmbicarakan orang lain…
    salam kampret..
    dari kampret – kampret seindonesiapret…http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif

  • kampret says:

    bencong loh……….

  • yoan says:

    “Dia keliatan tiada gentar ngeliat aku yang waktu itu berpotongan mohawk asli (bukan mohawk-mohawk-an yang nggak berani menghabisi rambut bagian samping dan cuma menyisakan bagian tengah rambut) dan beranting perak 2 biji di telinga kiri”

    mana gentar lah jo, mohawk tapi bajunya gambar boneka

  • dedy says:

    jadi kamu juga ternasuk kampret

  • dedy says:

    km tdk punya semangat hidup

  • adiknya Yang Punya Diary says:

    memang rasanya link ini > http://diary.satchdesign.com/vision-dan-mission perlu njenengan kasi di setiap postingan njenengan, Mas. Cen endonesa ini senengannya menilai dahulu cari tahu belakangan, kok. Nyebahi.

  • weduzzzzzzzzz says:

    asyuwww…endi kiyek sing nono cewex ayu tur menthuthu nyet,,,wkkwkwkkw kirim ke siji yak, neng gon q…thx..

  • alfin says:

    sesama kampret tidak boleh mengkampretkan diri,,,,,HIDUP KAMPRET

  • JM Trail says:

    Ceritamu membosankan seperti KAMPRET !!!!!!,,,,

  • Dewa says:

    pretttt

  • fuck says:

    ceritamu sangat asem asu cok

  • aldiansyah says:

    sini sayang sama om

Leave a Reply

Kitab Wangsit
SUDAH TERBIT!
Kitab wangsit karangan Mas Joe, idola masa kini para remaja putri. Mumpung bakulnya masih buka, mari segera dikonsumsi!

Cocok untuk dibaca sambil ngemil kuaci ataupun sebagai teman semedi di kamar mandi.

Minatkah?

Kalau minat, bolehlah klik di SINI untuk segera membeli. Buruan! Minggu depan harga naik tiada karuan.

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Almanak
Wangsit Bergambar




SEO Powered By SEOPressor