Browsing posts in: Njajal-njajal

Surat Tidak Terlalu Terbuka kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia tentang Putusan Penetapan Harta Warisan

Kepada Yth.
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Jl. Medan Merdeka Utara No. 9-13.
Jakarta Pusat – DKI Jakarta
Indonesia 10110

Dengan hormat,

Sehubungan dengan Penetapan Nomor 0053/Pdt.P/2013/PA.Dps dalam perkara penetapan ahli waris, saya, Anindito Baskoro Satrianto, anak bujang yang namanya terdapat dalam Penetapan tersebut menyatakan keheranan sekaligus keberatan saya dengan cara Mahkamah Agung Republik Indonesia menangani data-data – terutama yang berhubungan dengan kehidupan personal saya – pada platform web 2.0. Continue Reading


Layla & Majnun: Laki Bukan, Sih?!

Sebenarnya dan sejujurnya, aku ini nggak pernah punya niatan jadi misoginis. Cuma, ya gara-gara dari kecil dapat hardikan kalau anak cowok itu nggak boleh cengeng, laki-laki itu harus begini dan begitu, mau nggak mau pola pikir keberpihakan macam barusan jadi tertanam di benakku. Citra ideal seorang laki-laki jadi terbentuk berdasarkan apa yang sejak balita aku terima, dengan seolah-olah jenis kelamin yang satunya lagi boleh dan wajar untuk bertindak apa yang tidak boleh ditindak-tanduki oleh seorang pria. Continue Reading


Buku-buku 2016

Selamat tahun baru 2017! Dan tanpa banyak cingcong, inilah tulisan pertamaku di tahun ini: tulisan tentang tulisan-tulisan, alias buku-buku yang khatam ta’baca sepanjang tahun kemarin. Berikut ini daftarnya: Continue Reading


Ilusi Negara Islam: 2 Jenis Manusia yang Perlu Membacanya

Fesbuk ini makin lama makin menjengkelkan. Betapa tidak, timeline-ku penuh dengan share-share-an berita geblek yang nyinggung kebencian antar golongan. Awalnya, sih, lucu. Aku suka geli sendiri ngeliat banyaknya orang bahlul di Endonesa ini, mulai soal demo-demoan November dan awal Desember kemarin, sampai gosip soal air mineral cap Equil, boikot Sari Roti, dan Metro TV. Hanya saja segala yang berlebihan itu memang nggak baik. Lama-kelamaan jadilah aku eneg sendiri.

Seorang sejawat yang lagi kuliah di Leicester bahkan mengingatkanku soal keeneganku. Katanya, “Jangan terlalu dipikirin, Mas Joe. Nyabun dulu aja.”

Semprul! Continue Reading


Tukang Debat

“Follow the path of the unsafe, independent thinker. Expose your ideas to the dangers of controversy. Speak your mind and fear less the label of ’crack-pot’ than the stigma of conformity. And on issues that seem important to you, stand up and be counted at any cost.”

– Thomas J. Watson

Continue Reading



AC Milan, Internazionale, dan Quraish Shihab

Seandainya saja ente adalah seorang milanisti, akan sangat mudah dimaklumi kenapa ente membenci Internazionale dan menganggap interisti adalah orang-orang yang tersesat. Begitu pula sebaliknya. Aku aja bisa paham apalagi Anda semua, duhai pembaca nan budiman. Tingkat kefanatikan seseorang terhadap golongannya jika sudah mencapai taraf ekstrim seringnya memang tidak nalar. Apapun yang dilakukan pihak seberang akan dianggapnya sebagai sebuah kebejatan. Jika pun mereka yang di seberang itu aslinya tidaklah sebejat cap yang mereka berikan, mereka akan bersikeras, pihak seberang kebetulan sedang berpura-pura tidak bejat sahaja. Continue Reading


Hati Garuda

Awas spoiler! Antum sudah ana feringatkan.

posternya garuda 19

Sebagai mantan calon pemain timnas bal-balan Endonesa, kapan hari kemarin aku dapat undangan kehormatan buat nonton pertunjukan perdananya “Garuda 19” di bioskop. Tapi supaya kalian, duhai pembaca nan budiman, tiada iri dan heran, bagaimana ceritanya, kok, aku sampai bisa dapat undangan kehormatan, baiklah…aku ceritakan sahaja kalau aku dapat undangannya dari Oelpha, yang Minggu besok ini mau kawin itu, yang kebetulan kenal sama penulis skenarionya film terbesut, aeh, tersebut. Continue Reading


Weekend di Amaroossa Bogor

Jaman dulu, waktu masih nak-kanak – kalau mengacu pada istilahnya Bu Bariyah – aku pernah ngayal kepengen jadi detektif atau agen rahasia. Keliatannya enak, soalnya. Bisa lompat dari 1 negara ke negara lain, bisa gonta-ganti hotel dan segala fasilitas tambahan di dalamnya dengan dibiayai negara, sama tentu saja kalau ada gadis khilafnya ya bisa ta’cangking ke kamar juga.

Entah ini yang disebut sebagai hasil dari konsep law of attraction ataupun mestakung, alias semesta mendukung, 2 dari 4 hal yang kucita-citakan waktu kecil di atas sekarang sudah kesampean. Sekarang aku sudah jadi detektif. Bukan detektif swasta, tapi detektif negeri sipil. Dan justru karena detektif negeri sipil itulah akhirnya aku jadi sering keluar-masuk hotel dengan dibiayai negara, ya tidurnya, ya makannya, tapi tidak untuk pijet dan spanya, apalagi yang pakai kategori plus-plus di dalamnya. Continue Reading


Nook, Akhirnya

Hello, teman-teman… Masih lapar puasanya? Tentu saja. Tentu saja yang namanya sedang puasa itu pasti lapar. Maka jikalau ada sejawat teman-teman yang ngaku puasa tapi bilangnya nggak lapar, mesti saja dia itu lagi ngibul. Di mana-mana yang namanya menahan lapar dan dahaga itu pastilah dalam kondisi lapar dan dahaga. Lain itu, bualan belaka!

Baiklah, sembari selamat meneruskan ibadah puasanya, dan sembari menunggu beduk maghrib pula, izinkanlah aku yang lagi kepengen cerita ini untuk sedikit cerita-cerita… Continue Reading


Tidak Peduli Atau Iri Atau Saykoji?

Suatu waktu 2 tahun lalu, Pak Bos di kantor, yang detektif kelas kakap itu, pernah bilang ke aku waktu aku baru jadi kadet di kantorku yang sekarang ini. Waktu itu dia bilang, “Saya nggak minta banyak-banyak. Saya cuma minta kamu mikir dikit. Dikit aja. Cuma dikit. Kalau kamu bisa, dan semua orang juga seperti kamu, cukup mikir dikit aja, nggak usah banyak-banyak, negara ini pasti maju.”

Waktu itu batinku, wah, hebat juga Pak Bos ini. Ahli nujum pulak nampaknya dia. Tau dari mana dia kalo kemampuanku ini setara dengan 100 orang commoners? Kok, bisa-bisanya dia tau kalo aku ini selevel dengan Hercule Poirot, yang tanpa beranjak dari tempatnya bersantai kasus di luaran sana bisa terpecahkan dengan gemilangnya? Continue Reading


Pages:1234567