Jacko dan Keluh-kesah Umat Muslim, Eh, Eramuslim, Ding
Berita yang ta’cantumin di bawah ini tentu sahaja ta’dapatin dari situsnya Eramuslim:
Ironi di Balik Kematian Michael Jackson dan Fathi Yakan
Bulan Juni 2009 diisi dengan dua berita kematian tokoh dunia yang berbeda: Michael Jackson dan Fathi Yakan. Keduanya dikenal banyak orang, namun faktanya, banyak orang Islam lebih banyak meratapi kepergian Michael Jackson daripada kehilangan seorang ulama besarnya.
Michael Jackson, dikenal dengan sebutan “King of Pop” diberitakan meninggal karena serangan jantung di rumah sakit UCLA Medical Center di Los Angeles. Ia meninggal di usia 50 tahun. Sampai saat ini, penyebab kematiannya sendiri masih sedikit simpang siur. Ketika dibawa oleh petugas kesehatan pemadam kebakaran Los Angeles, ia diberitakan sudah tidak bernafas.
Kematian Michael Jackson membawa akhir tragis si Raja Musik Pop ini. Pada tahun 1980an, ia sangat terkenal dan mendominasi bisnis musik dunia. Albumnya yang berjudul “Thriller” pada tahun 1982 terjual sebanyak 50 juta kopi di seluruh dunia dan menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Pada awal 90an, ia mengganti rupa dan bentuk tubuhnya, dari seorang kulit hitam menjadi kulit putih, lewat operasi plastik. Pada pertengahan 90an, ia sudah hampir kehilangan popularitas karena serbuan musik alternatif (grunge) dan albumnya yang disiapkan dengan biaya besar (Dangerous) jeblok di pasaran.
Kehidupan Jackson dipenuhi dengan berbagai peristiwa aneh dan kontroversial. Setelah mengganti tubuhnya, dan ia menjadi ayu laksana perempuan, Jacko—panggilannya—juga terlibat kawin cerai, diberitakan melakukan pelecehan seksual, aksi pembahayaan kepada anaknya sendiri, dan sebagainya. Pada tahun 2003, ia diberitakan masuk Islam mengikuti jejak abang kandungnya yang telah lebih dahulu memeluk Islam. Namun berita seputar Jacko dalam menjalankan Islam minim sekali. Tahun 2009, ia diberitakan akan melakukan aksi come-back, namun ajal keburu menghampirinya, seperti yang diberitakan oleh MSNBC.
Berita kematian Michael Jackson langsung disambut gegap-gempita oleh masyarakat seluruh dunia. Termasuk juga orang-orang Islam. Mereka mengaku berbela sungkawa. Mereka menulis status yang mendalam di facebook milik mereka dan menyatakan sangat kehilangan Jacko.
Sementara pada Sabtu pekan kemarin, seorang ulama besar Islam pun wafat. Ia adalah Fathi Yakan. Fathi Yakan adalah tokoh pergerakan Islam yang buku-bukunya banyak dibaca dan menjadi referensi para aktivis pergerakan Islam Indonesia diawal-awal tahun 80-90an.
Syaikh Fathi Yakan seorang ulama Islam lahir pada tahun 1933 di Tripoli. Dia pernah menjabat sebagai anggota parlemen di Libanon pada tahun 1992. Ia terlibat dalam kerja-kerja dakwah di Libanon pada pertengahan tahun 1950 an dan merupakan pelopor pembentukan gerakan Islam disana. Syaikh Fathi Yakan juga tidak terlepas dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir.
Salah satu bukunya yang cukup fenomenal yang terbit pada tahun 90an adalah Aids Haraky – sebuah buku yang banyak menyindir dan mengkritik gerakan-gerakan Islam yang terlalu banyak berbicara politik daripada Islam itu sendiri.
Sebaliknya, berita kematian Fathi Yakan ini mendapat tanggapan yang sepi dari dunia Islam. Banyak umat Islam yang tidak mengetahui kematian beliau. Bahkan ketika ditanya, banyak pula yang menjawab, “Fathi Yakan? Fathi Yakan siapa?”. Fathi Yakan, didoakan oleh seantero dunia Islam. Jacko, ditangisi oleh penggemarnya. (sa/msnbc/ermsl)
Errr… Habis mbaca tulisan itu aku malah jadi mikir, ternyata hobi sebagian orang Islam masih sama aja dari jaman aku masuk kuliah sampai jadi sarjana: mengeluhkan keadaan.
Ironi? Apanya yang ironi, coba? Kalo kita mau jujur-jujuran melihat bagaimana 2 orang tersebut di atas mengemas personal branding-nya, ya wajar kalo akhirnya berita kemeninggalan Jacko jadi lebih heboh, tho?
Lagi-lagi kita mengeluhkan sesuatu yang sebenarnya adalah salah kita sendiri. Lagi-lagi kita cuma bisa iri ngeliat “kesuksesan” orang lain. Justru habis membandingkan Jacko dan Fathi Yakan itu harusnya kita semua sadar, ini saatnya kita belajar banyak. Belajar bagaimana meningkatkan branding, belajar gimana supaya bisa diterima sama manusia sedunia, belajar populer, dan bukannya cuma diam saja sambil nggak ngapa-ngapain tapi habis itu kalo ada orang lain yang posisinya “mengungguli” kita, eee…kitanya malah menyalahkan keadaan.
Coba, sapa yang nyuruh umat Muslim untuk diam saja? Ada ndak ceritanya Michael Jackson nggak melakukan apa-apa tapi tau-tau dia bisa ngetop? Jujur, aku juga iri sama Jacko. Aku pengen, kalo aku besok mampus, seluruh dunia juga bakal merasakan kehilangan pahlawannya ini
Tapi untuk sampai ke tahap itu, aku harus melakukan sesuatu. Nggak bisa cuma duduk-duduk sambil Y!M-an di depan komputer
Baca juga:
58 Responses to “Jacko dan Keluh-kesah Umat Muslim, Eh, Eramuslim, Ding”
Leave a Reply





setujuww..
pertamax lagee..
huehehe…
keduax..
hehehe…
mati sekarang aja mas
wakaka…………..
sori cuman becanda
Itulah joe, tidak mau melihat kekurangan diri sendiri lalu memperbaikinya. *sigh* Masih belum berubah juga.
Mas IWåNT:::
tentu saja
wib:::
sayangnya tidak
faisal dwiyana:::
sayangnya ketigax
riza_kasela:::
o..ow..jangan sekarang. saya belum jadi penyelamat bumi
Dana Telecom:::
mereka jarang baca-baca blog-blog yang mencerahkan, sih, nyahaha…
Emangnya Syaikh Fathi Yakan sendiri ingin kepergiannya ditangisi secara heboh dan diberitakan besar2an oleh seantero jagat..?? Keduniawian sekali..
wow wow wow..apik2…
Parus:::
aha, another point of view
Aday:::
aku atau eramuslim?
Itu sama dengan aku mengeluh kenapa kematian Chrisye lebih heboh daripada kematian Pakdhe-ku.
Cen lucu tenan mengeluh itu
)
gembel…
yah, udah jd resiko ulama.klo meninggal gak ada yg ngeh ato ngerti siapa dia.klo pun ada org yg ngerti paling banter di kawasan yg dkt2 tempat dia berada.
lha wong jd ulama jg bukan utk nyari duit ato popularitas kayak jacko koq, bung joe
sandal:::
hoho, betul. bikin geli
wib:::
sayang sekali ya
toim:::
harusnya memang gitu.
if jadi ulama bukan buat nyari popularitas, then jangan dijadikan sebuah ironi ketika beliau meninggal dengan membandingkannya dengan seseorang yang memang hidupnya bergantung pada popularitas.
keluh kesah yang berangkat dari pondasi yang jauh berbeda tentunya jadi nggak valid
ya biasalah eramuslim. beritanya gak ada yg mutu.
krn non muslim jadi no komen ah kekekek~
“Aku pengen, kalo aku besok mampus, seluruh dunia juga bakal merasakan kehilangan pahlawannya ini”
Masalahnya, setelah mati si Joe jadi nggak bisa membanggakan dirinya yang hebat lagi sama orang-orang. Dan, sekalipun dipuji setinggi langit, belum tentu si Joe bisa dengar. Mendhing jadi kaya dan terkenal, trus dipuji-puji pas hidup aja Joe. Bisa merasakan keterkenalan dan diakui kehebatannya. Hahaha.
halah halah…no comment deh
keknya jacko emang muslim.. liat aja waktu jenazahnya dipindahin dia dipakein kain kafan putih ciri khas islam:)
we… sampean kenal Fathi Yakan?
saya malah baru tahu namanya. tapi yang nulis di status fesbuk merasa kehilangan itu cuma ikut2an kali?
Benar…inilah tugas kita utk mengenalkan mereka kepada tokoh2 yang baik.tidak perlu gusar.. apalagi kecewa. Ayo terus berjuang utk hal yang baik itu.salam dari saya.
Kan, jangan menilai mobil dari bodinya tapi dari mesinnya.. Jangan menilai si Jon dari bibirnya tapi dari isi dompetnya
Banyak orang yang mengaku Islam tapi kelakuannya sehari-harinya entah. Jadi ini orang-orang pada masuk Islam gunanya buat apa ya. Mending kalian jadi penganut animisme atau dinamisme kalau kelakuan masih ikut jaman batu. Tiap agama kan ada aturannya, nah ini dia pake agama buat apa sebenernya? Popularitas kah?
Santai Mas Jono, dikau akan selalu diingat meskipun dikau tiada karena dikau adalah salah satu pencetus Bharatayudha.
heheh… kl seorang ulama mninggal kenapa kita tangisi??? aneh seorang musafir menangisi seorang musafir yg sudah sampai ketempat tujuannya??? kl jacko kematian nya dan masuknya ke islam sangat mempengaruhi islam didunia… ini bisa sebagai bukti contoh bahwa seorang jacko yg dulu tersesat telah mendapat hidayah dr Allah SWT… Allah telah bukakan mata hatinya utk bisa melihat DIn yg benar.. ini secara tidak langsung memberikan contoh kp org2 yg masih kafir agar cepat2 kembali ke agama Allah yg benar.. yg patut kita tangisi adl kematian sodara kita yg masih kafir, karena umta akhir jaman bukan hanya org muslim, org kafir pun termasuk umat akhir jaman, jd kewajiban kitalah utk mengingatkan agr segera memeluk Agama yg dibawa Rasulullah SAW.
“Lagi-lagi kita mengeluhkan sesuatu yang sebenarnya adalah salah kita sendiri. Lagi-lagi kita cuma bisa iri ngeliat “kesuksesan” orang lain. Justru habis membandingkan Jacko dan Fathi Yakan itu harusnya kita semua sadar, ini saatnya kita belajar banyak. Belajar bagaimana meningkatkan branding, belajar gimana supaya bisa diterima sama manusia sedunia, belajar populer, dan bukannya cuma diam saja sambil nggak ngapa-ngapain tapi habis itu kalo ada orang lain yang posisinya “mengungguli” kita, eee…kitanya malah menyalahkan keadaan.”
——————————————-
Emang seberapa besar jasa Jacko bagi kemanusiaan? bagi dunia? bagi manusia di alam akhirat?
Dan seberapa besar pula jasa Fathi Yakan?
Seberapa besar nilai kemaksiatan yang sebenarnya telah disebarluaskan oleh jacko? Seberapa besar nilai kemaksiatan yang akan disebarkan didetik2 ajal jacko?
Kemudian seberapa besar nilai kemaksiatan yang telah disebarkan oleh Fathi Yakan?
Sebaiknya pahami dulu arti kemaksiatan dan lahan2 kemaksiatan dengan ilmu yang benar
^_^
aRdho:::
agree…
didut:::
mau komen juga gpp, wong saya ngomongin masalah branding position, kok
fauzan.sa:::
emange kowe wis tau mati, jay? mbokan sesuk neng kono aku yo nduwe kekebalan diplomatik
Potter.Web.ID:::
wah, sejujurnya ndak perlu sampe no komen kok
ryan:::
kalo itu saya ndak tau. kemarin saya sibuk sampe nggak sempat ngelayat ke sana, soale
baobaz:::
ndak juga. baru tau juga pas nulis. wong beliaunya kayaknya ndak pernah nongol di mtv, sih
Sudik:::
makanya saya jadi heran
wiwid yang ganteng:::
ooooo…pancen pandita durna kowe…
haji tapi tukang ngapusi
faisal:::
berarti memang bukan ironi, kan?
nurdiyon:::
perasaan, saya ndak bicara tentang jasa kemanusiaan ataupun kemaksiatan, kok. saya bicara masalah branding position yang diangkat jadi ironi. kok kayaknya ini malah jadi red herring ya?
sekilas info, tadi sore ada berita di tipi
keluarga sampe ‘ribut’ permasalahkan pemakaman si Jacko. Akhirnya si kakak, Jeremy, yang mutusin untuk dimakamkan secara Islami.
semoga engkau benar2 cepat mati joe !
bagus banget tuh ajakan untuk tidak ngeluh..tuliss teruss yoo uneg2 yang inspiratif!!!
Yups, Anda benar bukankah menjadi ulama bukan sesuatu untuk dijadikan kepopuleran semata. Menjadi ahli dakwah adalah pilihan dari ke iklasan hati. Aku yakin Fathi Yakan dalam berdakwah juga nggak pengen tuh diCap populer.Jadi apapun itu, apabila Jacko uda muslim ya alhamdulilahkan itu kbar baik. Untuk Fathi Yakan innalillahi wa innaillahi rojiun, moga Allah memberinya tempat yang terbik amin…:-)
apa sih senangnya mati dielu2 kan banyak orang ? MJ karena memang sudah kodratnya punya kelebihan yg bisa menyenangkan orang banyak dgn lagu2 nya… tanpa dia minta maka kematiannya..akan dielu2kan fansnya…. Tapi sebagai manusia biasa… kan sangat tidak nyaman mati dirayakan seperti itu….Kita Pesta Nikah aja diramein rasanya ribet banget… apalagi mati di rame2in juga…. Pasti kalo MJ bisa bangun dia minta… “cepat dong selesaikan urusan pemakaman saya”…. jangan dilama2 in….ya nggak ?
Michael Jackson would always be the best popstar ever. i love all his songs and his live concerts.
`
Michael Jackson is one of the greatest singer in our time. He is really the King of Pop and we would really miss this great person,
aku jadi malu….kalo aku sih santai aja….menghadapi kematian MJ…emang dia bukan apa-apa dan siapa-siapa menurut islam, walaupun seluruh dunia memujanya, ….cuma ada sebagian umat islam yang khilaf kudu diingatkan…itu sudah kewajiban sesama muslim saling mengingatkan bukannya iri…cape deeh…..kalo ada orang kafir atau fasiq yang keberatan ya urusan dia….
http://ressay.wordpress.com/2010/02/10/kejahilan-berujung-pada-kontradiksi-tulisan-eramuslim/
Setiap orang cara menilainya beda2 sebatas kapasitasnya,sbatas ilmu yg dia punya.Apa yg dianggp baik/benar itulh btas ilmu yg dia punya/pahami.Yang terpenting kita tidak perlu berburuk sangka,tdk perlu berlbihan menilai keburukan atau kebaikan orang.
Michael Jackson would always be the King of Pop… He is one of the greatest figures in the pop music industry and we will never forget about him
sebenernya kata2 bang nyang punya diari ada benernya juga, ya ga usah dijadiin ironi…cuman saya miris juga lama2 bacanya, kenapa mas satrianto, kayanya benci banget sama era muslim yang justru ingin mengingatkan umat muslim untuk merasa sedih karena hilangnya satu ulama yang bisa mengingatkan manusia, dan jangan terlalu terhanyut atas meninggalnya MJ. saya yakin era muslim tidak minta kita untuk mengelu-elukan fathi yakan, hanya untuk mengingatkan kita betapa umat islam sudah banyak yg tidak aware dengan “pahlawan”nya sendiri.. jangan kasar lho mas, jangan pake kata2 “ndak pernah nongol di MTV” segala..jujur sebagai umat muslim saya sakit hati ulama saya dibegitukan. kayaknya mas satrianto juga gtau nabi muhammad ya, kan bliau juga blm pernah diwawancara di MTV…
Mas IWåNT:::
eh, sekarang dokternya dicurigai melakukan pembunuhan tak berencana, lho
farish:::
silakan duluan…
saya sih belum siap. saya belum tahu saldo pahala saya, soale, hohoho
adam:::
terima kasih
Jezzy:::
amin juga
emmy:::
memang nggak ada kelebihannya. makanya itu saya juga nggrundel: mati aja kok dibanding2kan?
Karizza:::
i love it too
Kramer Smith:::
then just play ur mp3 player
cecep:::
mengingatkan sih boleh aja. cuma kok ya rasanya nggak perlu sampe membandingkan dan meletakkan 1 tokoh sebagai protagonis dan 1nya lagi kebagian peran jadi antagonis
ressay:::
sudah saya baca, juragan…
Kata hati:::
saya suka komentar di kalimat terakhirnya. nggak usah berlebih2anlah
Sheila Maye:::
yeah…yeah…i know it
Khalissa:::
sejujurnya, saya memang sudah lama sebel sama gaya pemberitaan eramuslim, kok. ya kayak yang saya bahas di bagian komen ini juga di atas: mengangkat 1 tokoh yang dinilainya baik ke atas, dan membenamkan pembandingnya habis2an. kenapa harus mengorbankan orang lain untuk dicacat2kan demi mengangkat respek terhadap yang 1nya?
dan lainnya, ah, it’s just sarcastic words. MJ memang rajin nongol di MTv sedangkan Fathi Yakan tidak. maka kalo kita mau bicara seputar personal branding, ya jangan bandingkan seorang raja MTv dengan seseorang yang bukan kalo mau mempermasalahkan tentang kepopuleran.
ah, kalimat yang terakhir ini boleh saya nilai ga relevan dengan tulisan saya kan? ini kalimat retoris kan? jangankan nabi saya sendiri, hitler dan mussolini aja saya tau kok, meskipun mereka juga nggak pernah diwawancara sama MTv
kaya nya ente gak nyambung dah sama maksud tulisan era muslim…
sori ye
saya sorikan…
eh, tapi jgn2 malah anda yang nggak nyambung sama tulisan saya?
ente cuma bisa fotokopi komen ane, gak ada komen yang lain apa, kreatif dong !
sori yee
lho, kalo kenyataannya kayak gitu kenapa saya harus sampai repot2 berpikir sendiri? ada jalur yang mudah kenapa pilih yang susah, walaupun sebenarnya dengan redaksional yang berbeda saya bisa saja bilang panjang lebar:
apa anda yakin kalo anda sudah klik dengan maksud tulisan saya di atas? apa anda juga sudah baca jawaban saya atas komen2 yang ada di sini sebelum anda memutuskan ikutan komen? di mana nggak nyambungnya saya ketika saya memprotes artikel eramuslim?
“ini kalimat retoris kan? jangankan nabi saya sendiri, hitler dan mussolini aja saya tau kok, meskipun mereka juga nggak pernah diwawancara sama MTv”
lalu kenapa mas satrianto mengucapkan sebuah kalimat yang begitu menyakitkan hati saudara muslim lainnya…
satu lagi mas, jangan sampai mas menjilat ludah sendiri, mas sendiri yang bilang kl mas gsuka era muslim karna mereka
“mengangkat 1 tokoh yang dinilainya baik ke atas, dan membenamkan pembandingnya habis2an. kenapa harus mengorbankan orang lain untuk dicacat2kan demi mengangkat respek terhadap yang 1nya?”
lalu kenapa mas habis2an mengeluarkan kalimat yg begitu kasar hanya untuk meyakinkan para pembaca kl itu semua masalah branding saja…
mas, kl mas memang benci era muslim, ya jangan sampai merembet ke tokoh yang mereka angkat, lagipula kl kita memang tidak suka sesuatu bukankah akan lebih baik kalo kita menggunakan kata2 yg santun, bijak, tapi tetap kritis??
maaf kalimat2 awalnya terpotong:
tapi saya juga lupa apa kalimat pembukanya
menyakitkan umat muslim atau menyakitkan buat penggemar era muslim? ini harus jangan jadi rancu lho
tokoh? tokoh siapa yang kata2i dengan kasar? hohoho, nggak ada kan?
atau mungkin maksudnya fathi yakan dan mtv itu ya?
ah, seandainya pembahasan ini disimak dari awal, maksud saya pasti bakal ketauan, kok:
1. era muslim membandingkan kematian fathi yakan dan jacko. menurut saya ini salah. parameternya terlalu jauh berbeda
2. kenapa salah? tentu saja…yang 1 king of pop dan yang satunya adalah ulama.
3. seorang entertainer jelas dekat dan – tentu saja – butuh dengan publisitas (mtv salah satunya) sedangkan ulama jelas tidak. seorang ulama sejati jelas tidak akan mengejar publisitas kan?
4. makanya saya bilang, sangat nggak relevan membandingkan antara 2 hal yang perbedaan dasarnya saja sudah terlalu jauh.
5. konsekuensinya sekarang…jangan ngeluh kalo ternyata lebih banyak orang yang berduka dengan kematian jacko ketimbang fathi yakan. itu lumrah…wong orang2 jauh lebih tau tentang dan berhubungan dengan jacko (lewat lagu2nya) ketimbang seputar fathi yakan, kok.
saya nggak bermaksud mengata2i fathi yakan ketika saya bilang kalo beliau tidak saya kenal karena memang – salah-satunya – tidak pernah muncul di mtv yang jadi tontonan saya jaman esempe. seumur hidup saya sampai kemarin itu, saya nggak pernah menikmati publikasi tentang fathi yakan? saya jelas lebih tau tentang biografi jacko ketimbang fathi yakan. lalu apakah hal ini salah?
kalimat saya seputar mtv dan fathi yakan itu hanya sebuah penekanan untuk mengingatkan orang-orang yang memprotes tulisan saya kalo fathi yakan – menurut saya – memang tidak mengejar kepopuleran dirinya selama hidupnya. jadi ya jangan bandingkan antara fathi yakan dan jacko; ya ketika hidupnya, ya ketika matinya
ini memang betul.
tapi demi mengingat kalo blog ini hanyalah sebuah blog pribadi tempat saya mencurahkan emosi saya secara subyektif, harus dimaklumi juga kalo saya memilih gaya menulis yang meledak2. gampangannya: suka2 saya
dengan sedikit berdalih, saya pengen bilang juga kalo ini saatnya belajar berpikir jernih dan mencari esensi dari sebuah tulisan, bukan serta-merta menghakimi maksud sebuah tulisan lewat gaya bahasa penulisnya saja. dari sini bisa keliatan kok siapa yang manajemen emosinya bagus dan siapa yang tidak
kadang2, yang nampak kasar belum tentu benar2 kasar lho. begitu pula sebaliknya. memang perlu kedewasaan berpikir kalo sudah bicara tentang hal 1 ini
Ikutan ya?!”..bagi aku gak masalah ada orang yang mengeluh*setiap manusia punya hak mengeluh*..selama mengeluhnya kreatif memancing orang lain untuk berfikir kreatif,karena ada perbedaan besar antara orang2 besar dan orang2 biasa,orang2 besar tidak mengeluhkan dirinya atau kehidupannya sendiri,kalau orang2 biasa..keluhannya ya tipikal sekali..hampir tiap hari ga pernah mikirin orang lain..semua demi kepentingan diri sendiri..maaf ..aku bukan muji2 yg punya tulisan itu,tapi kalau dipikirin waktu aku baca ada benernya jg ko’..sah-sah saja kalau mau buat perbandingan tergantung dari sudut mana kita melihat..perlu juga melihat kata2 penutupnya..yang merupakan ajakan untuk umat islam untuk mengenal para ulamanya..berarti juga mengenal karya2nya.dan mengkritisi sesuatu gak perlu emosional..karena,yg punxa diary jelas2 mengeluh terus dari awal sampe kata2 penghabisan,maaf kalo saya pakai kata “sampeyan..cool down ok!”sampeyan juga ga salah ko’..cuma memakai hak kebebasan berpendapat..menyalah-nyalahkan orang dengan kalimat yang menyudutkan bisa menyakitkan hati..sesama muslim kita bersaudara..mari pererat ukhuwwah..semoga sampeyan mau memaafkan aku yang maaf..ikut2an..dan bagi non muslim yang kebetulan baca..”kami hanya manusia biasa..mari kita saling menghormati perbedaan”..kita sesama manusia mari semangat menghargai kebaikan dan kelebihan serta memaakan kekurangan..semoga yang punya diary sudi tuk mengerti aku yang mencoba menulis kata2 apa adanya..
terima kasih sudah membantu menjawab
hanya yang Maha Kuasa lah yang mengetahui_NYA,kalau aq sih hanya bisa mendoakan para pejuang dakwah agar tabah dalam berjuang dan berdoa juga agar orang yang belum sadar akan hakikat penciptaan dirinya agar Ingat dan sadar…………….
“menyakitkan umat muslim atau menyakitkan buat penggemar era muslim?” waaah… kliatan bgt ya mas ini bencinya sama era muslim, sampai kata2 saya yg tadinya pengen bela ulama saya, jadi dibelokkan kesini…ck..ck.. yah sudahlah kalo itu yg mas tangkep, what else can I say??
BTW, meskipun saya termasuk orang yg baru mengenal site yg sangat mas benci ini (bahkan saya jauh lebih rajin mampir ke site era muslim setelah baca blog ini lho, hoho..)saya justru berpendapat lain, kritik era muslim jauh lebih membangun daripada “curhatan”nya mas lho… khususnya ttg artikel jacko ini..hmmm…yah bolehlah mas bilang ini curhatan subyektif, tp jgn ngedumel segitunya toh, nanti diperkarakan lho, skrg kan lagi musim.. hahaha…
satu lagi yg saya tangkep dari tulisan ini (mungkin sekali lagi mas berpikir ini hanya yg saya tangkap dari “gaya menulis yg meledak2″ itu, tapi boleh dong ikut nebeng curhatan saya yg boleh dibilang subyektif juga
…)bahwa beinilah keadaan umat muslim jaman sekarang:
)
“jangan ngeluh kalo ternyata lebih banyak orang yang berduka dengan kematian jacko ketimbang fathi yakan. itu lumrah…wong orang2 jauh lebih tau tentang dan berhubungan dengan jacko (lewat lagu2nya) ketimbang seputar fathi yakan, kok.”
“saya nggak bermaksud mengata2i fathi yakan ketika saya bilang kalo beliau tidak saya kenal karena memang – salah-satunya – tidak pernah muncul di mtv yang jadi tontonan saya jaman esempe. seumur hidup saya sampai kemarin itu, saya nggak pernah menikmati publikasi tentang fathi yakan? saya jelas lebih tau tentang biografi jacko ketimbang fathi yakan. lalu apakah hal ini salah?”
dari tulisan ini terbukti bahwa banyak dari kita yang tidak tau siapa ulama nya dan bukannya berusaha untuk mencari tahu tapi kita malah merasa bangga dan merasa “yah sudah lah tidak apa2″ kinda thing… hhhh…
baiklah, mungkin itu yang harus kita perbaiki sekarang ya mas sat… mulailah menulis hal yg membangun dan berguna, biar pembaca tergugah.. OK mas sat?? SEMANGAT!!!
jojo:::
jadi, korelasinya dengan tulisan saya?
Khalissa:::
oh, lho?
saya nggak ngerasa membelokkan lho…yang saya lakukan sejak awal kan memang “menyakiti” eramuslim, bukan “menyakiti” sesama muslim. jadi kalo saya diprotes bahwa saya sudah bikin sakit hati sesama umat muslim seperti yang dibilang sebelumnya, wah, ya saya berhak menolak anggapan itu, donk?
btw, kata2 saya sebelum ini kan cuma menanggapi protes keras anda, mbak/mas
saya akui kok kalo artikel eramuslim gaya bahasanya jauh lebih santun dari saya meskipun nggak sedikit juga yang pembahasannya nggak relevan. ketidak-relevanan yang jadi semacam hobi eramuslim – dan situs2 islam sejenis (pernah denger kasus hidayatullah dan harun yahya?) – ketika menulis itulah yang saya protes.
jujur, saya prihatin dengan kondisi seperti ini. ini seperti ingin membangun citra islam di atas sebuah ketidak-relevanan. kalo sampai ketahuan sama orang-orang pintar yang anti-islam, yang didapat bukanlah sebuah wacana baru tentang islam, tapi yang ada malah justru islam semakin ditertawakan
ah, anda semakin menguatkan statement saya di tulisan saya di atas itu, mbak/mas; terutama 2 paragraf terakhir
memang itulah faktanya. tapi tentunya dalam kaitannya dengan usaha mengenalkan, kita tidak perlu membenamkan orang lain untuk mengangkat derajat kita sendiri, kan? saya, sih, nggak bangga kalo jadi juara motogp dengan cara menyerempet lawan saya yang berada di depan.
rasa-rasanya saya selalu berusaha untuk melakukan hal itu, kok. cuma kadang2 aja ada yang salah menangkap maksud tulisan saya. biasanya mereka sudah terbius dengan gaya bahasa yang saya gunakan alih2 mencoba merenungkan esensinya. itu terjadi sudah sejak jaman saya awal2 ngeblog dulu kok
Innalillahi wa Innaillaihi Rojiun…
saya malah baru tau klo Ustadz Fathi Yakan selama ini masih hidup, dan baru meninggal tahun2 ini…
Makasih yach, dengan membaca situs ini saya jadi tau…
saya pernah baca buku karangan beliau,
klo gak salah “Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah”,
buat saya yang waktu itu masih SMA, buku itu sangat tidak menarik, tapi tetap saya baca sampai tuntas, alhamdulillah ada gunanya.
oia, saya juga pernah nih ngalamin hal ketidaktahuan kayak gini sebelumnya,
tapi jangan bilang2 yach…
saya baru tahu beberapa tahun belakangan klo Pak Taufik Ismail tuh masih hidup…
hehehe….
Maaf yach Pak Taufik Ismail,
saya akan lebih sering baca2 deh, biar lebih banyak tau…