Sudah lama ndak nulis yang nyerempet-nyerempet bab agama, kayaknya 
Ole!
Jadi mari kita mulai sahaja 😈
Jadi begini, John. Berawal dari tulisannya Kopral Bambang Soebiawak, yang nyentil tentang polemik – lagi-lagi – seputar khilafah, yeah, ingatanku kayak dikembalikan ke kenangan lama, saat di mana aku sering (kelihatan) menolak konsep khilafah, seperti penilaian yang diungkapkan sama para homo sapiens yang menilaiku demikian.
Dan kelanjutan dari tulisannya Kopral Bambang itu, aku pun meluncur ke tempat kejadian perkaranya: Politikana.com untuk mendapati tulisan-tulisan baik yang pro ataupun kontra terhadap khilafah.
Sikapku sendiri?
Masih tetap kayak kemarin-kemarin, sodara-sodara: aku tidak menganggap konsep khilafah ala Islam cocok untuk diterapkan di Endonesa, at least untuk 29 tahun ke depan. Kenapa 29? Simpel. Aku suka angka itu. Itu tanggal lahirku 
Kenapa?
Ini pertanyaan yang jawabannya gampang banget, kok. Jadi kenapa masih bertanya “kenapa”?
Tapi oke, manusia Endonesa adalah makhluk yang selalu pengen tahu urusan makhluk lainnya. Aku tahu tentang hal itu, kok. Aku sadar sepenuhnya. Liat aja di tipi-tipi, ada banyak acara infotainment, kan?
Jadi kenapa?
Simpel! Kalo sampeyan yang bertanya adalah orang Islam, bagaimana perasaan sampeyan sendiri kalo tiba-tiba di kampus sampeyan ada selebaran yang menyatakan bahwa sistem pemerintahan yang paling tepat untuk memimpin negara ini adalah sistem yang berasal dari ajaran agama XXX? Atau agama YYY? Atau agama ZZZ? Atau, yah pokoknya ajaran agama yang bukan agama Islam, dah!
Menolak statement macam gitu?
Wajar. Itu malah jawaban bagus, kok. Siapa juga yang mau kehidupan bermasyarakatnya diatur sama ajaran agama yang tidak dianutnya? Kita sudah memeluk agama yang paling mutlak kebenarannya dunia-akhirat, kok, ya masih disuruh-suruh buat njalanin ajaran agama lain? Memangnya apa agama kita sendiri itu ndak sempurna, po? Kok, masih ditambah-tambah segala? Gembel! Minta dibacok? 😈
Yeah, para juru kampanye dari agama XXX itu boleh aja m’bull-shit tentang paedah dan mangpa’at positif dari sistem pemerintahan ala agamanya. Tapi, prek su! Itu ajaran agama mereka, bukan ajaran agama kita. Berani betul, sih, merasa ajaran agamanya superior atas ajaran agama kita padahal agamanya adalah agama sesat kuadrat? Ndak percaya agama mereka sesat kuadrat (atau malah pangkat 3)? Kalo ndak percaya silakan buka kitab suci kita!
Jadi jelas, kan, pendapatku? Jangankan ketika sudah diimplementasikan, wong baru diwacanakan aja khilafah sudah banyak menuai protes, kok. Apa yang model kayak gitu masih tetep mau dilanjutkan? Masih tetep mau nyari-nyari masalah?
Makanya lain kali belajar dululah seputaran cara kampanye agama. Sadari dulu bagaimana reaksi umum dari makhluk yang disebut manusia (Endonesa) itu kalo untuk urusan macam begini. Kalo sudah paham betul barulah susun strateginya. Jangan ngeyel make model kampanye yang memposisikan ajaran agama lain keliatan inferior dibanding ajaran agama ente. Daripada terus-terusan melakukan kampanye khilafah yang bakal ditolak terus kayak sekarang ini, mending sampeyan mikir dulu gimana caranya supaya ketika mewacanakannya pun opini sampeyan nggak bakal ditolak dan terkesan nyari masalah. Caranya? Monggo dipikir sendiri. Soale sampai sekarang aku sendiri belum nemu metode yang efektif (makanya aku nggak hobi mewacanakan sistem khilafah ini kepada mereka yang kebetulan nggak seagama sama aku).
Masih mau nanya, aku ini Islam atau bukan? Kalo Islam kenapa malah mengendorkan semangat juang para pendukung sistem Islam itu sendiri, tho? Nggak sadar tuntunan agama, po?
Kolom agama di katepeku memang tertulis Islam, kok. Tapi yang kutulis di atas itu cuma supaya agamaku nggak terkesan nggak bisa membuat nyaman orang-orang di sekitarnya. Sampai sekarang aku masih hobi menggoblok-goblokkan orang yang hobi bikin kampanye khilafah dengan cara-cara bego itu 😈
Sampeyan boleh saja berkeyakinan bahwa Islam adalah agama yang paling benar. Tapi nggak perlu sampai harus menunjukkan ke orang-orang yang tidak seagama dengan sampeyan tentang hal itu, apalagi mengampanyekannya di forum yang majemuk, misalnya kampus. Yang model gitu cuma bikin eneg aja.
Jadi kesimpulannya, untuk saat ini wacana tentang khilafah masih belum bisa menjawab problem kemajemukan bangsa di Endonesa ini. Tapi aku nggak ngelarang sampeyan-sampeyan yang kepengen sistem khilafah tegak di Endonesa ini untuk bermimpi. Silakan saja. Dalam kasus egoku sebagai orang (yang ngaku) Islam, aku sendiri juga penasaran tentang hal itu, kok.
Perkaranya, khilafah secara riil cuma bisa berdiri kalo masalah kemajemukan bangsa ini sudah teratasi. Selama itu belum teratasi, ditambah model kampanye dan promosi yang buruk, ya itu sama aja dengan nyari penyakit. Dan tindakan apapun yang dilakukan sama oknum pemeluk agama Islam yang mengesankan kalo agama Islam ini adalah agama yang hobi nyari penyakit, ya sampai kapanpun – maap-maap sahaja – model kampanye ala kalian bakal kutolak habis-habisan. Amin!
*gelar tikar*
*bakar sate babi*
*gelar babi*
*bakar sate tikar*
*gelar permadani*
*jual kacang rebus*
hihihi… kalo udah nulis beginian bakal seru nih kayaknya…. 😀
saya pendukung khilafah, tapi ya nggak se-ekstrim mereka-mereka, karena menurut saya banyak syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan sebuah khilafah. Terutama pembenahan aqidah, saya aja aqidah-nya masih morat-marit gini, jadi ya belum berani untuk mengajak orang-orang mendirikan khilafah 😕
*balik ke pertapaan untuk membenahi aqidah*
Sistem federal FTW! 😈
*gelar artileri*
*isi peluru*
weleh2..saya nonton aja ah…
Apapun sistemnya asal jangan kapitalisme!!
yang penting rakyat indonesia sejahtera… 😀
lambrtz:::
sudah lama saya tiada makan sate babi 😀
Kopral Bambang:::
sudah lama juga saya tiada makan sate tikar 😀
KiMi:::
kalo kacang rebus, sih, saya sering makan 😀
masluqman:::
ah, biasa aja. ga ada rame2an, kok. sulit meruntuhkan argumen saya, mungkin…kakaka!
rukia^^:::
nah, itu! khilafah bakal muncul dengan sendirinya kalo aqidah orang2nya sudah bener
jensen99:::
maap, masnya di luar saja. jangan melakukan tindakan yang bisa membahayakan nyawa wanita dan anak2
Aday:::
bayar, day!
Afif Amrullah:::
yeah, itu isu yang lebih penting kayaknya 😉
Oh yes! All hail Republik Indonesia Serikat!
Go to hell NKRI! Go to hell Negara Islam Indonesia!
*ikutan duduk di tiker, nyomot sate babi*
Salam
hmm.. siapa tahu yang diolok-olok lebih baik dari yang mengolok-olok 🙂
Peace akh…
Nazieb:::
kalo buat saya, sih, konsep yang ada sekarang ini sebenernya juga sudah cukup. yang jadi masalah adalah di implementasinya
nenyok:::
oh, kemungkinan untuk hal itu tidak tertutup, kok. tapi sementara ini ya diliat aja faktanya di lapangan seperti apa 😀
hayo … hati-hati comment-nya … efek the secret .. ayo segera pake Aura Rezeki .. nikmati sorga dunia .. hehehe
marai ngelu mikir koyo ngono
*ngono yo ngono ning ojo ngono* 😀
kalo g beriman ya koyo ngunu
Hartadi:::
surga dunia ada di babarsari, oom 😛
bangsawan96:::
memang iya. tapi daripada ndak ta’salurkan malah jadi ngumpulin uneg2 aja di otak 😀
sadar:::
itu komentarnya ditujukan buat sapa? saya? hahaha, kalo gitu tunjukin dong yang beriman itu yang kayak gimana? yang bertindak sia2 dan nggak rasional, gitu?
menari, diatas, putaran ganngsing, (bakalan, jatuh), sampeyan, yang punya, blog, nggak, sadar, mayoritas, agama indonesia, 80%, islam, apa, sampeyan, buta tentang mayoritas, apa ngggak, pernah, baca sensus agama di indonesia,, gua, kaga, tau, agama, sampeyan, kafir, apa munafik, yg, pasti, FOUNDING FATHERS, INDONESIA, PERNAH HAMPIR, MENERAPKAN, BAHWASANNYA, (PRESIDEN INDONESIA, HARUSLAH,BERAGAMA ISLAM, SEBELUM DIREVISI, karena, takut agama minoritas menjadi presiden,)trus, pancasila, yang pertama, tuk puncak piramidanya, yang tulisannya, KETUHANAN YANG MAHA ESA, dan serta menjalankan syariat2 islam bagi pemeluknya,) hapalin tuh, yang pasti sistem khilafah, GUA NGEDUKUNG, karena, dengan prinsip, islam sebagai asas hukumnya, serta beberapa, ihtijad, hukum akan fleksibel, serta mampu bekerjasma dengan kemajuan jaman, ,,, nukilan sedikit, ayat quran( apa yang kaucari manusai, selain hukum allah)
kalau begitu, mas/mbak, berikan solusi atas permasalahan yang saya ajukan. kalo cuma “pokoknya”, itu sih omongan yang jadi makanan saya sejak jaman saya belum jadi sarjana
perkara mayoritas? oh well, karena umat islam di endonesa memang mayoritas (ya jumlahnya, ya bodohnya, ya arogannya) itulah makanya saya jadi khawatir terhadap citra islam sendiri di mata mereka-mereka yang tidak betul2 mengenali islam. silakan ganti kata “islam” di kalimat anda sendiri dan baca ulang tulisan anda setelah anda mengganti kata “islam”nya dengan “agama selain islam”. jangan lupa, tetap posisikan diri anda sebagai seorang muslim ketika membacanya 😉
lain kali baca tulisan saya sampai habis dulu, ya. justru pendapat dari orang-orang macam sampeyan itulah yang mendasari munculnya tulisan saya
KALIAN PERSETAN!!!!!KAFIRLAH KALIANNNN!!!!!!!APA KALIAN MAU HIDUP SEPERTI INI TERUS????????!!!!!!!KALAU GAK ADA KHILAFAH, AQIDAH GAK BAKAL BENER, TAHU????????!!!!!!!!!!!
sampeyan mengotori islam saja kalo begitu. ucapan sampeyan bikin islam makin terkesan sebagai agama yang egois dan pemaksa, apalagi dengan begitu banyak tanda baca yang sebenarnya nggak perlu. ati2, oom… bisa dimarahi sama js badudu lho nanti
Islam ketika pertama kali di boomingkan oleh Rasullullah SAW juga banyak orang menganggapnya aneh..n sesat gitu…tp realitasnya hakikat kebenaran bukanlah pada banyaknya orang yang menyuarakan or semacamnya lah kayak sistem usang demokrasi sekarang ini…tapi tentunya Allah Maha Mengetahui apa yang tidak diketahui hambaNya…Tiada Islam tanpa syariah…tiada syariah tanpa khilafah…kita belajar bareng aja tentang konsep dan faedah khilafah gimana bos…tapi dah banyak kok tulisan tentang itu…so tiada alasan untuk tidak belajar lebih lanjut…Mdah2n dimudahkan…cayo…cayo…punten ya bos n haturnuhun…
saya kembalikan, di sini saya nggak berbicara tentang konsep ideal. tapi saya mengingatkan bagaimana langkah dan metode yang akan diambil tanpa terkesan mensuperioritasi ajaran agama lain di luar islam.
kalo cuma bicara perkara konsep ideal, yeah… saya pikir semua orang (islam) sudah tahu. lupakan itu. pembicaraan seputar konsep ideal itu sudah usang, sudah tutup buku. sekarang saatnya get real. hadapi fakta yang ada dan mulailah berpikir bagaimana “mengakali”nya. itu yang pengen saya tekankan 😀
sudahlah anda yg punya blog ini menyerah saja…
toh juga dari tahun ke tahun jumlah pendukung khilafah di seluruh dunia makin meningkat dan pada saatnya nanti khilafah berdiri, kalian akan merasakan manfaatnya (kalo mendukung) dan merasakan akibatnya (kalo menolak).
Islam sudah ditakdirkan untuk menang.
waow…hebat! kata2nya terdengar mengancam 😆
eh ya, bisa dijelaskan kenapa saya harus menyerah? dan dalam hal apa saya harus menyerah?
Wajar…klo orang antipati sama konsep khilafah… sebab blum ngerti. Tp ide khilafah adalah sebuah fenomena yg tlah menggegerkan perpolitikan internasional. Kehadirannya semakin trasa dekat, dan semakin byk orang yg percaya bahkan ikut mengopinikannya, apalagi kapitalisme-sekuler sdh sekarat. Khilafah untuk semua umat. peace
itu pe-ernya: membuat yang belum ngerti jadi mengerti tentang konsep “hebat” ini. cuma, bagaimana mereka yang tidak mengerti itu bisa mengerti kalo mendengarkan saja mereka sudah nggak mau?
artinya, ada yang harus diubah dalam proses penyampaian materinya!
Yah, t’serahlah ap yg U mw ktaKn..mnegakKn khilafah adl mimpi, org yg mpjuangknx org bego. Ejkan sprti i2 justru smkin mnambh populritas khilafah, tnggu aja tnggl mainx Wahai org munafik…
lho, apa memangnya saya lagi mencibir orang-orang yang sedang berjuang menegakkan khilafah, mbak put? 😛
Sekarang saya malah balik nanya..Klo bukan dgn sistem Khilafah yg terbukti eksis 1300 thn…Lalu sistem apa yg bs memperbaiki kondisi kt…? Kapitalisme-Sekuler,..Sosialisme-Komunis.. telah nyata-nyata GAGAL…! Untuk bs ngerti ttg Khilafah gak sulit…yg penting mau Ngaji/diskusi..
lho, memangnya saya lagi mbahas tentang kelemahan konsep khilafah? sepertinya ada yang nggak nyambung dengan tulisan saya di atas di sini
yang saya tulis di atas adalah tentang kelemahan proses edukasi konsep khilafah kepada masyarakat awam seperti yang terjadi selama ini. jadi, mbok ya kata “proses edukasi”-nya jangan dihilangkan begitu saja. maknanya jadi berbeda dan pertanyaan anda jadi nggak nyambung sama tema tulisan saya, soale 😆
Coba Anda pikir…mengatakan Khilafah tdk bs diterapkan krn kemajemukan..at least hrs nunggu 29 thn..apa ini bkn berarti Anda sdh mengira Khilafah itu (Lemah) krn ga bs mengakomodir kemajemukan? Ok..mgkn bkn itu maksud Anda.. mgkn begini..skrg Anda hrs berfikir bahwasanya Khilafah itu tdk memaksa orang untuk memeluk agama ttt (Islam), tp mengajak manusia semua trmsk orang islam sendiri utk menerapkan sistem Khilafah menggantikan sistem demokrasi, dll yg mrpkan turunan sistem kapitalisme dan sosialisme. Jd yg ditekankan di sini pd pergantian sistem (rules) bukan mengganti agama apalagi person, jd ga ada pemeluk agama manapun yg dirugikan. Ini semata2 dikarenakan bahwa Islam memiliki sistem yang paripurna dan perangkatnya termasuk sistem pemerintahan…Jd clear..di sini seruan Khilafah adalah ajakan ke sistem..bkn agama.. Klo memang agama lain punya sistem jg..ya monggo diwacanakan..dan dilihat mana yg terbaik..klo Khilafah sdh dibuktikan selama 13 abad eksis di dunia dan luar biasa positifnya bagi kehidupan manusia…Why Not.. Jd kembali ke “edukasi”..ya satu2nya cara dgn dialog, mengkaji and what ever to make you understand..OK..Peace
bukan. 29 itu ngawur2an, kok. saya suka angka itu karena itu tanggal lahir saya. simpel, kan?
heran juga, kenapa anda masih menanyakan hal itu lagi, padahal kan sudah saya bilang di atas apa alasannya sampai saya menggunakan angka 29? 😆
saya tau, kok. jangan khawatir… saya sudah makan kampanye tentang khilafah sejak lama. cuma, yang jadi masalah, apa mereka yang bukan islam mau2 aja “dipaksa” hidup di bawah aturan negara yang berdasarkan pada ajaran agama yang tidak dianutnya?
karena itu saya di atas bicara perkara ego individual tiap manusia yang beragama, oom…
dirugikan atau tidak, anda belum berhak memastikan tentang hal itu kalo anda belum pernah merasakan di dalam posisi mereka. seandainya aja dibalik, apa anda mau “dipaksa” hidup di bawah aturan negara yang berdasarkan ajaran agama yang tidak anda anut? saya, sih, jujur saja tidak. saya ini beragama islam, jadi saya bakal terang-terangan menolak sistem pemerintahan yang didasarkan pada ajaran agama di luar agama saya
ini subyektif. analogi kasarnya: tidak ada kecap yang nomor 2. semua pengusaha kecap pastilah berkata kalo kecap produksinya adalah yang nomor 1.
tapi di tulisan saya di atas saya tidak melarang kalo ada pengusaha kecap yang mau woro-woro kalo kecapnya adalah yang nomor 1. silakan saja lakukan promosi itu.
tapi kalo misalnya promosi si pengusaha masih ditolak di mana-mana, ya itu artinya ada yang perlu dibenahi dari strategi marketingnya. ada yang perlu dikoreksi lagi, misalnya aja mungkin gara-gara promosinya dilakukan terlalu agresif dan arogan. bisa jadi, kan?
maka kalo anda ingin mengkampanyekan bahwa khilafah itu adalah sistem dan bukan pemaksaan agama, monggo… lakukan saja hal itu. dari situ nanti bisa diliat bagaimana reaksi para calon konsumen khilafah. cuma saja, dari yang dirasakan selama ini, anda sendiri sudah tau kan hasilnya sampai di mana? berhasilkah atau tidak gaya kampanye khilafah yang ada selama ini? sampai di mana progressnya?
menurut saya, sih: nggak ada hasilnya, selain buang-buang duit kayak waktu kemarin salah satu ormas islam sempat ngadain gathering akbar di senayan. seandainya duit gathering itu dipake buat kemaslahatan umat, seperti menyantuni kaum dhuafa, saya pikir justru malah lebih bermangpa’at
maka daripada buang-buang uang lebih banyak lagi, kenapa nggak melakukan riset pasar terlebih dahulu? koreksi apa yang nggak optimal selama ini, pelajari kembali apa ada yang salah pada aspek-aspek promosinya dan benahi hal itu. inilah yang saya maksud dengan “proses edukasi”. bukannya malah main waton-keliatan-punya-semangat kayak yang terjadi selama ini tapi zonder hasil dan perkembangan yang signifikan 😛
kalo boleh saya usul saran buat anda dan teman-teman anda, yang perlu anda lakukan pertama kali adalah menyampaikan bahwa khilafah adalah perbaikan sistem dan bukan pemaksaan agama kepada mereka-mereka yang tidak setuju dan kebetulan beragama di luar islam.
sampaikan hal ini dengan langkah yang matang, dengan strategi yang kemungkinan besar bakal bisa diterima oleh mereka, dan bukan dengan cara yang membuat posisi agama mereka terlihat lebih inferior dibanding islam, seperti yang justru terjadi di (bekas) kampus saya.
mana ada calon konsumen yang mau mengkonsumsi produk dari seorang produsen kalo si produsen sendiri belum apa-apa sudah nyalah-nyalahin calon konsumennya. iya, kan?
tentang hal ini, saya cuma mau ngasih ilustrasi apa yang terjadi pada diri saya sendiri:
saya ini beragama islam (at least di katepe saya tercantum demikian). maka kalo ada oknum manusia dari agama XXX yang ngecap tentang mutu dan faedah agamanya sendiri dalam konteks sistem pemerintahan, sebagus apapun dan senyata apapun bukti-bukti itu ditunjukkan sama dia pas sedang presentasi di depan saya, saya cuma bakal menjawab: “itu, kan, ajaran agamamu, bukan ajaran agamaku. ngapain kamu ngatur-ngatur tentang hidupku berdasarkan ajaran agama yang tidak aku anut?”
tambahannya lagi, kalo si oknum itu masih ngotot, saya bakal ngomong ke dia, “ngeyel banget! kamu minta disembelih?” 😈
dialog, mengkaji, or whatever, itu semua bukanlah satu-satunya cara karena itu semua masih bisa dijabarkan lagi bagaimana langkah-langkah konkretnya untuk tiap-tiap bagiannya.
jadi, silakan anda berpikir. itu pe-er buat anda semua, duhai pejuang khilafah, untuk membuat sebuah sistem hidup yang anda yakini itu menjadi bisa diterima oleh masyarakat secara keseluruhan. itu tugas anda untuk merancang sebuah strategi promosi yang bisa diterima semua pihak. yang jelas, sih, bukan kayak yang terjadi sekarang ini, yang nyata-nyata nggak menghasilkan perkembangan apapun yang signifikan.
kalo mau nekad menempuh cara seperti yang selama ini biasa dilakukan, wah, ya saya cuma bisa bilang kalo sampai 29 tahun ke depan pun metode macam ini nggak akan menghasilkan apa-apa.
dan kenapa saya menyebut angka 29? simpel. saya suka angka itu. itu tanggal lahir saya 😆
sampai di sini ada yang masih kurang jelas lagi?
” maka kalo anda ingin mengkampanyekan bahwa khilafah itu adalah sistem dan bukan pemaksaan agama, monggo… lakukan saja hal itu. dari situ nanti bisa diliat bagaimana reaksi para calon konsumen khilafah. cuma saja, dari yang dirasakan selama ini, anda sendiri sudah tau kan hasilnya sampai di mana? berhasilkah atau tidak gaya kampanye khilafah yang ada selama ini? sampai di mana progressnya?”
Answer ; Inikah yg msh meragukan Anda…InsyaAllah hasilnya ada dan sgt nyata..Dukungan semakin luas dr berbagai pihak dan elemen massa..Anda bs menyaksikan sendiri dr tahun ke tahun jumlahnya semakin besar..dan Kita tdk akan pernah lelah memahamkan dan mengajak orang lain seperti Anda..Krn kt yakin sekecil apapun usaha kt di sini akan mendapat balasan di akherat nanti.
“menurut saya, sih: nggak ada hasilnya, selain buang-buang duit kayak waktu kemarin salah satu ormas islam sempat ngadain gathering akbar di senayan. seandainya duit gathering itu dipake buat kemaslahatan umat, seperti menyantuni kaum dhuafa, saya pikir justru malah lebih bermangpa’at ”
Answer : Itu pendapat pribadi Anda.. dilihat dr sisi kepentingan Anda..tp tdk bg Kami..dan jutaan orang yg merindukan “Pemimpin Yang Amanah dan sesuai syariah”..bahkan Efeknya luar biasa sampai media internasional meliputnya hingga mengusik para penguasa Kapitalisme di AS dan Eropa…sampai2 Penulis Asing mengeluarkan artikel “AS tdk bs tidur krn hantu Khilafah”..
“sampai di sini ada yang masih kurang jelas lagi?”
Answer : Jd semakin jelas dan mantap..bahwa tugas Kami msh byk utk menyadarkan orang2 (muslim sekalipun termasuk Anda)..tp Kami tdk akan pernah lelah…semoga Tuhan memberi kekuatan..toh Kami hanya mampu berusaha dan berupaya..Hasilnya Tuhan yg berikan sbg pertolongan pada hamba-Nya yg senantiasa berada dijalan-Nya.. mari kt instropeksi msg2…Sy dan jg Anda..Sudahkan kt berada di jalan-Nya..Semoga pintu Hidayah membuka hati Sy dan Anda..dan sy berandai-andai..sekiranya Tuhan msh memberikan umur pd kt hingga 29 thn yg akan dtg…Sy dan Anda akan menjadi saksi atas dialog kt ini…Dan tatkala Janji Allah terwujud dgn Tegaknya Khilafah..sy berdo’a semoga ada setetes keringat yg Kami usahakan atas Janji ini ..see you my friend..
😆
keliatannya ada yang semakin melenceng dari apa yang saya tulis di atas
saya nggak mempermasalahkan tentang dukungan dari umat islam sendiri. yang saya angkat dan saya jadikan problem, adakah dukungan dari mereka yang di luar islam, bisakah mereka menerima konsep khilafah dengan damai? endonesa ini negara yang majemuk. kalo khilafah tidak bisa diterima oleh kalangan di luar islam, artinya khilafah tidak bisa diterapkan di endonesa – setidaknya untuk saat ini. entah kalo 29 tahun ke depan besok 8)
kalo mau bicara tentang dukungan internal dari umat islam sendiri, wah, orang-orang yang bekerja dalam 1 pabrik kecap yang sama ya jelas aja bakal mengkonsumsi kecap buatan pabriknya sendiri. tapi bagaimana dengan calon konsumen yang bukan bagian dari manajemen pabrik kecap yang bersangkutan?
saya nggak jauh-jauh bicara tentang konsep langitan aka akhirat. saya tidak bicara tentang balasan di akhirat nanti seperti apa. biar itu jadi urusan pencipta saya. yang saya bicarakan di sini adalah aplikasinya di dunia. saya bicara tentang kondisi riil dan bukan kondisi ideal. itu batasan masalahnya, dan cukup sampai situ saja.
anda bisa baca ulang kalimat terakhir anda sendiri, kan?
“AS tdk bs tidur krn hantu Khilafah”, itu yang anda tulis.
artinya apa? artinya adalah khilafah masih ditolak.
lalu kaitannya dengan tulisan saya di atas apa? bolak-balik sudah saya jawab ke anda, tulisan saya adalah tentang proses edukasi; bagaimana supaya khilafah bisa diterima. kalo ada yang masih menganggap khilafah itu hantu, artinya khilafah masih belum bisa diterima dan masih dianggap sebagai ancaman.
bolak-balik juga saya bilang ke anda kalo tulisan saya di atas itu adalah tentang bagaimana mengajak mereka yang belum ngerti tentang khilafah supaya ngerti. konkretnya, saya mengkritisi metode kampanye dan promosi ala para pejuang khilafah itu sendiri.
intinya: kalo ada yang masih menganggap khilafah sebagai ancaman, itu artinya ada yang tidak becus dengan sistem promosinya.
saya sendiri belum bisa memberi solusi bagaimana promosi idealnya seharusnya berjalan. itu saya akui langsung di atas. tapi kalo boleh sedikit memberi insight, silakan belajar banyak-banyak tentang pemasaran.
cuma modal semangat tapi tanpa dilandasi ilmu yang menunjang, semuanya percuma 😈
tugas itu memang masih banyak. sangat banyak sekali, malahan. karena apa? karena yang fundamental sekalipun belum bisa dikerjakan dengan becus. karena itulah kenapa akhirnya saya menulis seperti di atas. jangan mimpi produk kalian bakal dikonsumsi kalo promosinya saja masih ngawur-ngawuran.
hanya saja, jangan cuma modal semangat nggak kenal lelah. harusnya kalo anda nggak cuma modal semangat melainkan didukung dengan metode promosi yang paten, anda tidak akan selelah ini. sangat mubazir sekali rasanya melihat tenaga yang terbuang habis-habisan cuma karena semangat yang ada tidaklah dibekali dengan ilmu yang menunjang.
istilahnya, kalo umpan lambung nggak bisa dipake, ya jangan nekad menerobos pertahanan lawan dengan cara yang sama, cara yang sudah jelas bakal nggak mempan. ganti strategi anda. coba mainkan umpan-umpan pendek dan tahan dulu bolanya di tengah lapangan.
mau insight lagi? silakan… mungkin tulisan saya yang ini bisa sedikit memberi pencerahan juga 😀
anggap saja saya ini pertolongan yang diberikan tuhan (yang anda harapkan sendiri di atas) untuk membuka wawasan anda supaya metode yang anda pake besok-besok bisa lebih yahud
“artinya apa? artinya adalah khilafah masih ditolak.
lalu kaitannya dengan tulisan saya di atas apa? bolak-balik sudah saya jawab ke anda, tulisan saya adalah tentang proses edukasi; bagaimana supaya khilafah bisa diterima. kalo ada yang masih menganggap khilafah itu hantu, artinya khilafah masih belum bisa diterima dan masih dianggap sebagai ancaman.”
Answer :
Ok…langsung to the point..
1. Saat Rasulullah berhasil mendirikan Khilafah (Daulah) apa semua penduduk arab menerimanya ? Toh Khilafah tetap berdiri dan orang2 yg tdk menerima dihadapi Beliau langsung di medan Jihad. Artinya saat blm berdiri spt saat ini adlh mengajak sbyk2 orang utk mendukung penegakan Khilafah. Bgmn caranya? mengkaji scr inten, adu argumen (perang pemikiran) spt yg sdg sy lakukan skrg.., membw wacana Khilafah mnjd opini Internasional…spt saat ini..(10-20 thn lalu orang ga ngeh ama Khilafah) dan perjuangan politik..agar ide khilafah bs diterapkan scr praktis…dan mencari pertolongan dr orang2 yg memiliki kekuatan utk mengaplikasikannya.
2. Saat ini sistem demokrasi, kapitalisme, sosialisme pun dterapkan, apa semua orang setuju dgn konsep demokrasi, kapitalisme, sosialisme? toh tetap dijalankan di bbrp negara di belahan dunia ini.
Bahkan sederhananya apa wkt pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati, Kepala Desa, dll semua (100%) org setuju dgn orang yg akhirnya diangkat jg..toh mereka bs berkuasa. Jd ga perlu nunggu semua org setuju utk menjalankan sebuah sistem…yg penting didukung oleh mayoritas..itulah yg sdg kt upayakan dan sdg melangkah kesana..simpel kan?
3. “intinya: kalo ada yang masih menganggap khilafah sebagai ancaman, itu artinya ada yang tidak becus dengan sistem promosinya.”
Answer : Itulah tantangannya, dan siapapun dgn ide apapun pasti akan mengalaminya…artinya ketika msh ada penolakan bkn berarti sistem promosinya yg ga “becus”, tp bs jd orang yg nolak itu punya sikap apriori dan anti thd sistem yg ditawarkan. Dlm hal ini, Rasulullah saw sj yg merupakan orang pilihan Tuhan msh byk yg ga terima dakwahnya..bahkan ngatain Rasulullah dgn ungkapan yg ga pantas…tp Rasulullah tetap bersabar..dan ga berhenti utk berdakwah..sampai akhirnya Beliau mendpt pertolongan Allah.
Jd mental spt Abu Lahab, Abu Jahal, yg nolak dakwah Rasulullah saw jg pasti ada saat ini..Mdh2an kt tdk spt mereka..
4. Jd kt tdk hanya modal semangat…tp modal terbesar adalah keyakinan..bahwa ini yg benar..shg Kami sadar selama keyakinan (aqidah) dan pemikiran blm bs menerimanya pasti orangpun blm bs mengikutinya..tp dengan usaha yg kontinu dan konsisten..dan ada Hidayah PASTI BISA. Jg kt senantiasa mencari cara (metode) yg terbaik berdasarkan ilmu dan tentu tdk menyimpang dr jalan-Nya agar orang2 sadar dan ikut dlm barisan kami..dlm hal ini guru Kami dlm “pemasaran” yaitu Rasulullah..Dialah Marketing yg sukses mewujudkan Khilafah.
Jd ini Realitis Kawan, bkn Mimpi…Idealisme yg bs jd kenyataan..Seandainya mimpi, AS tdk mungkin ketar-ketir dibuatnya (kenapa AS, krn mereka adlh gembong Kapitalisme..yg mana Kapitalisme tdk akan pernah menerima ide Khilafah..)
Wahai, kawan, Bgmn dgn Anda? Anda jg pasti punya idealisme kan? Apa idealisme Anda? Bgmn mewujudkannya? Yakinkah idealisme Anda benar dan bs dipertanggungjawabkan? Jika Ya…Wujudkan idealisme Anda, krn Kami sdg berupaya mewujudkan Idealisme Kami yg Kami yakini kebenarannya..
anda mau menyamakan keadaan sekarang dengan jaman rasul? oh, get real…
perang pemikiran? perang pemikiran dengan saya, gitu? apa gunanya, wong saya juga tidak nggak setuju dengan khilafah, kok. saya juga penasaran malahan. cuma, yang saya kritik adalah proses edukasinya.
saya bilang, kalo mau mengedukasikan khilafah, ya lakukan itu dengan elegan. bukan dengan cara seperti yang saya lihat selama ini, yaitu memposisikan ajaran agama lain lebih inferior dibanding islam; itu semua sudah saya tulis di atas beserta contoh-contohnya.
nggak perlu nunggu semua orang setuju? 😆
memang enggak. dan yang saya tulis di atas adalah bagaimana upaya untuk mencapai jumlah mayoritas itu – dengan damai, tentunya. kalo jumlah mayoritas tercapai tapi bali atau papua atau daerah lain di mana islam adalah minoritas tetap menolak dan memilih merdeka, well, saya, sih, bakal memikirkan ulang untuk memaksakan kemenangan itu. saya bakal memilih jalan yang kompromis.
makanya bolak-balik saya bilang ke anda, bikin dulu supaya konsep khilafah ini bisa diterima semua pihak. tapi ya kalo anda memang tipe pemaksa yang nggak peduli dengan keadaan yang saya ilustrasikan di atas barusan, wah, ya saya bisa bilang apalagi?
sepertinya anda memang perlu belajar pemasaran
anda tau fungsi iklan? iklan bukan sekedar woro-woro supaya orang mengetahui kalo anda punya produk tertentu. tapi iklan juga berfungsi untuk mengajak orang mengkonsumsi produk anda.
jika ada calon konsumen yang apriori, justru di situlah tugas dari iklan: bagaimana mengajak orang yang tadinya tak tertarik menjadi tertarik.
maka gini aja… saya sarankan anda supaya membaca buku “hypnotic writing” karangannya joe vitale, deh 😀
tapi saya mencoba mengerti landasan berpikir anda. okelah, kita nggak usah bicara tentang konsep promosi yang muluk-muluk yang bisa membuat orang terpikat dengan sekali lihat. kita bicara fakta yang saya kemukakan di tulisan saya:
kalo cara berkampanye dan berpromosi para pejuang khilafah itu arogan dan agresif seperti yang saya tulis di postingan saya di atas, maka mana ada orang di luar islam yang bakal simpatik? that’s it!
cukup ubah itu dulu. nggak usah bicara konsep promosi yang muluk, deh. asal bisa memperbaiki cara promosi yang selama ini cenderung arogan dan cenderung menyalahkan konsep keimanan umat lain, setidaknya cara kampanye kalian sudah selangkah lebih maju.
keyakinan juga harus dijalankan dengan keterampilan, sobat. anda yakin timnas endonesa bisa juara piala dunia tapi kalo pembinaan sepakbola usia mudanya masih semrawut, ya apa keyakinan anda itu bisa terjadi? realistis aja, donk.
saya tidak menyalahkan keyakinan anda. anda boleh yakin, tapi tambahilah itu dengan ilmu-ilmu yang relevan.
anda mengambil contoh ke rasul juga nggak salah. tapi ya tolong diingat kalo keadaan sekarang ini sudah jauh berubah dibanding masa itu. cara orang berpikir pun sudah pasti berbeda dengan cara berpikir abu jahal dan abu lahab.
mengharapkan hidayah tentunya juga benar. tapi – kalo mau ngomongin agama – tuhan juga tidak bakal mengubah nasib kaumnya jika kaum itu sendiri tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri, kan?
maka penafsiran saya, kalo metode promosi dan kampanyenya cuma gitu-gitu terus ya boleh jadi hasilnya juga bakal gini-gini terus 😆
kalo saya jadi AS, saya nggak bakal kuatir. sumpah!
AS mungkin khawatir karena dipikirnya cara pejuang khilafah berkampanye bakal cerdas dan sanggup mempengaruhi pemikiran orang-orang di seluruh dunia ini. tapi kalo saya jadi AS yang mengetahui bagaimana cara promosi para pejuang khilafah lewat apa yang saya alami selama ini, sungguh mati saya sama sekali nggak akan khawatir.
kekhawatiran saya ya saya tunda nanti aja kalo sudah ada orang yang bener-bener pinter di barisan pejuang khilafah. sejauh ini, sih, saya bakal nyante-nyante aja kalo jadi AS.
yeah, kecuali kalo AS khawatirnya gara-gara pejuang khilafah ditakutkan bakal melakukan aksi anarkis dan ekstrimis, misalnya pemusnahan manusia secara massal lewat teror bom di kedubes-kedubes mereka 😆
saya simpel. saya cuma mau damai. saya mau semua orang di dunia ini bisa hidup tenang tanpa ada rasa kebencian dan permusuhan, tanpa ada oknum-oknum manusia yang katanya membela agamanya tapi malah membuat agamanya sendiri makin dimusuhi pemeluk agama lain.
kalo sudah damai macam gitu, keadaan jadi tenang dan saya pun bisa beribadah dengan nyaman tanpa gangguan. sudah. itu aja
mau tau arti khilafah?
liat saja om tony.
om tony paham betul apa yang ia maksud.
om tony paham ga apa yg kita maksud?
om tony mengajak kita untuk masuk.
om tony tidak peduli kita mau berpikir apa, pendapat kita apa, yang penting kita masuk.
itulah khilafah.
1 kali dibilang proses edukasi-nya. masih ga ngerti… wajar.
2 kali diberi pemahaman bahwa proses edukasi yg dibahas. gpp santai… semua org bodoh kok (saya jg).
3 kali dijejali pemahaman proses edukasinya harus dirubah ke arah lebih baik, masih ga ngerti juga.. sabar.
4 kali, 5 kali, 99 kali… ga bakal ada yg brubah. slama dia belum mulai mencoba untuk melihat dr sisi kita ini.
itulah kenapa khilafah bisa mengikat kental org spt om tony.
apa arti khilafah? ya mreka yg tau. wong kita ga tau.
bisa jd gw taunya cuma setengah”…
spt khilaf… dr khilafah.
sepertinya seru banget ni.maaf boleh kita berbeda pendapat tentang khilafah yang terpenting kita sesama muslim jangan saling mencaci maki,serang apalagi saling mengkafirkan satu sama lain .toh hasilnya ketahuan mana yang benar dan mana yang salah.
Semakin seru tampaknya 😀
Jadi, sepenangkapan saya, Mas Joe hanya membahas cara yang dipakai para penegak khilafah untuk menggalang dukungan dari masyarakat. Itu saja, meskipun penuh kritikan bahwa cara “berdagang” khilafah-ers tersebut kurang nyaman bagi orang yang berbeda pendapat dan terkesan sangat memaksa. Saya kira dari tulisan dan komen Mas Joe di atas, beliau sama sekali tidak menentang khilafah.
Mungkin Oom Tomy perlu membaca lagi, memahami dengan betul kata-kata di atas. Pun begitu dengan para pendukung khilafah yang kalap dengan tulisan Mas Joe di atas :))
Saya sama sekali tidak menentang para pendukung khilafah 😀
Kalau membaca tulisan kritikan seperti di atas saja masih panas-dingin dan menanggapinya dengan mengeluarkan argumen-argumen tak nyambung, bahkan sampai mengatai orang lain munafik, bagaimana Anda bisa mengharapkan massa yang akan Anda ajak dengan senang hati bergabung?
Asslm,
Mas joe, sorry sblm sy msk ke tulisan yg Anda buat yg terkesan “buatku”, dan biar tdk ada upaya mengalihkan, sy msh ingin komentar ttg idealisme Anda.
Inikah idealisme Anda…
“saya simpel. saya cuma mau damai. saya mau semua orang di dunia ini bisa hidup tenang tanpa ada rasa kebencian dan permusuhan, tanpa ada oknum-oknum manusia yang katanya membela agamanya tapi malah membuat agamanya sendiri makin dimusuhi pemeluk agama lain.
kalo sudah damai macam gitu, keadaan jadi tenang dan saya pun bisa beribadah dengan nyaman tanpa gangguan. sudah. itu aja”
Anda ga spesifik dan blm bs menjelaskan bgmn metode/edukasi utk mewujudkan idealisme ini versi Anda, padahal Anda paling hobi “nagih” cara promosi dan edukasi…jd jgn terkesan cuma br berbicara tp blm bertindak (sprt komentator/penonton bola), shg Anda blm bs melihat apa cara promosi/iklan/edukasi Anda itu diterima atau ditolak….itu mgkn yg membedakan sy dan Anda…Anyway thank for your critict..
-D-:::
ah ya… mau bagemana lagi, ya?
ashabusamura:::
yayaya, kita nunggu pas hari penghisaban saja buat tau siapa yang bener dan siapa yang salah 😀
tiyok:::
terima kasih atas pembelaannya, hohoho…
Tomy:::
hahaha…
apa sejauh ini nggak keliatan? apa setelah pembicaraan kita berhari-hari ini anda masih nggak ngerasa juga?
sekali lagi saya mau nanya: dalam rangka saya mempraktekkan dan mengedukasikan metode saya demi idealisme yang saya cita-citakan, apa semuanya itu nggak kerasa? yakin anda tidak merasakan kalo saya sedang berusaha memasukkan pemikiran-pemikiran saya ke kepala anda dan semua pembaca tulisan saya?
yep! that’s it! itu dia… saya tidak cuma bicara tentang metode, lho. saya bahkan sudah menjalankan langkah demi langkahnya. di sini, di blog saya, saya sudah bertindak. inilah cara saya; cara yang bahkan tidak anda sadari. ini sebuah kampanye yang bisa membuat anda sampai bertanya semacam, “mana kampanyenya?”
sungguh mati saya jadi benar-benar tersanjung dengan pertanyaan anda. soale setau saya iklan yang paling hebat adalah iklan yang tidak terasa seperti sebuah iklan, huehe…
saya juga punya banyak sekali cita-cita soal kehidupan di dunia ini. itu semua bisa anda baca bagaimana cara saya mengopinikannya, menyebarkan ide-ide saya, lewat tulisan-tulisan saya di seluruh postingan yang berlabel “Ngopi Neeh”
dan perkara diterima atau ditolaknya, anda juga bisa menilainya dari komentar-komentar yang ada 8)
Ok, jd clear…
Akhirnya Anda sadar..
Saya jg ingin anda memahami kearah sana..begitulah kira2 cara kami menyampaikan…”tdk ada tindakan bego dan cari penyakit dlm kampaye Khilafah”..sejujurnya..inilah kata2 yg menyebabkan sy login ke blog Anda…
Jd tetaplah Kritis…tp sampeikan dgn bahasa yg Santun..dan Berbobot
Anda mungkin tidak. Tapi bagaimana dengan contoh-contoh yang saya paparkan dalam tulisan saya di atas? Bagaimana tentang poster yang kata-katanya terkesan cari musuh itu?
Tulisan saya memang boleh dinilai tidak santun dan cenderung kasar. Well, at least saya hanya menyuarakan opini pribadi saya, tidak terang-terangan mengklaim bahwa pendapat saya mewakili pendapat suatu kaum atau golongan; beda dengan apa yang saya bahas di tulisan saya di atas itu. Resikonya tentulah bakal saya tanggung sendiri karena saya tidak menyeret-nyeret siapapun di tulisan saya untuk saya wakili.
Memang beginilah disclaimer di blog saya ini. Saya hanya berusaha meneriakkan apa yang membuat saya kesal di dunia nyata tapi tidak etis kalo saya berteriak langsung di sana. Maka pelariannya tentu saja jaringan world wide web. Tulisan saya ini sifatnya adalah opini pribadi yang sangat tidak layak untuk dijadikan rujukan dalam rangka penulisan skripsi, tesis, ataupun disertasi
Pun tulisan saya bukan khusus tentang Anda, lho. Tulisan saya ini tentang mereka-mereka yang katanya mau membela agamanya tapi malah membuatnya semakin dimusuhi banyak pihak. Ini kritik untuk mereka, dan bukan untuk Anda pribadi.
Anda sendiri boleh menyangkal. Anda boleh berkata kalo Anda tidak melakukan tindakan bego bin cari penyakit. Saya juga tidak menuduh Anda secara personal tentang hal itu. Tapi sekali lagi, tulisan saya tidaklah saya khususkan untuk Anda 😉
aduh makin capek baca komen nya om tony…
orang bijak pernah bilang:
orang yang baik pasti akan melakukan kegiatan” yg baik
orang yang jahat pasti akan melakukan kegiatan” yg jahat
orang yang baik melakukan kegiatan” yg jahat… hanya ‘agama’ yang bisa membuatnya bgitu.
asalamuallaikum wr wb
wah… diskusinya seru nih…
ikutan dong.. he.he..
terus terang dan terang terus dulu ana punya pengalaman tersendiri tentang konsep khilafah yang untuk pertama kalinya hinggap di kepala gue. dulu ana g ngerti apa itu khilafah, yang biasa kudengar sih.. syariah dan syariah. bahkan ampe gue pikir khilafah itu mungkin berasal dari kata “khilaf” yang artinya tobat(dulu wkt masih awam) karena penasaran ana cari lewat informasi di media dan para ustad, eh.. tau-taunya tambah pusing karena ada yang pro n kontra, maka itu langsung aja ana urungkan niat untuk tanya langsung ama pakarnya.. he..he..
lama-lama setelah itu ana baru ngerti n paham apa itu
1. khilafah,
2. sejarah khilafah(pemerintahan islam)
3. konsep khilafah
4. struktur negara khilafah+panji-panjinya
5. politik islam
6. ekonomi islam
7. peradilan islam
8. sosial budaya islam
9. pergaulan islam
10. masyarakat islami
weh… pokoknya banyak deh….
yang penting serius mengkaji lebih dalam, insya Allah Allah SWT akan membukakan pintu hidayah bagi yang mau mencari kebenarannya. oke
wassalam..
-D-:::
errr…ya sudah, mau bagemana lagi coba?
eh, sampeyan punya hubungan sama ernes ya?
sirhan fathul:::
lha, komennya kok agak nggak nyambung sama permasalahan yang saya ajukan? 😈
bisa dibilang gw prototype nya doi.
hahahaha! sebut merek lg, takut ah kena uu ite. saatnya kabur hahaha
Assalamu’alaikum…
To the point, khilafah di dalam Islam sudah ditentukan Allah dan Rasul-Nya didalam Al-Qur’an dan As Sunnah. Jadi umat Islam tidak perlu mencarinya lagi. Sekarang kita sebagai kaum Muslimin hanya diwajibkan untuk menggalang persatuan dan kesatuan Umat diantara mazhab-mazhab Islam.
Wassalamu’alaikum…