Browsing posts in: Daily Waton


Dua Puluh Tujuh

27 tahun…

Artinya tinggal tersisa 3 tahun lagi buat mewujudkan sudah punya mobil sendiri, sudah punya rumah sendiri, sudah bisa maketin babah dan mamak ke Mekkah, dan jalan-jalan ke Timbuktu. Continue Reading




Gereja

gereja

Dan aku bingung harus menulis apa untuk membalas komentarnya…


Super Sabre

mini 4 wd super sabre

Pak Bos di kantor, suatu hari, entah kesambet jin model apa (iprit atau bukan beta tiada tau), tiba-tiba nanya ke aku, “Di Jokja tempat beli Tamiya di mana ya?” Continue Reading


Kaos Gratis dari Bandung

Seumur-umur hidup dengan ngaku-ngaku sebagai blogger ternyata banyak enaknya. Misalnya aja aku jadi punya banyak temen yang berasal dari ujung timur Endonesa sampe ujung barat Endonesa. Habis itu aku juga sering ketiban rejeki. Tidak tanggung-tanggung, rejeki yang ta’dapatin cukup memperkuat pencitraan diriku sebagai idola wanita muda! Aku sendiri juga heran, kok ya mereka mau-maunya berbaik-hati sama aku yang bejat ini. Mungkin saja semuanya gara-gara aku ini memang ganteng :mrgreen:

Ganteng memang membawa berkah, sodara-sodara! Continue Reading


00.00 to 00.00

Sudah berapa tahun ya aku ndak pulang ke Denpasar buat Nyepi?

Tahun depan pokoknya aku harus pulang! Romantisme ini sudah terlalu lama tidak dinikmati (nah, kan… Aku malah jadi sentimentil lagi).

Yeah, pokoknya selamat hari raya Nyepi tahun baru Caka 1932 aja. 00.00 ke 00.00, John. Selamat tidak menghidupkan api, tidak bekerja, tidak jalan-jalan, dan tidak mengakses segala jenis hiburan.

Jadi kalo ada yang mau ngomentarin postingan ini, buat yang lagi Nyepi, silakan ngomen besok aja :mrgreen:


Azab Pengacau Kahyangan

sebelum operasi bedah mulut

10 tahun yang lalu, waktu jaman esema, aku – manusia sakti tampan dari Gunung Huaguo Kapur nomor 16, Denpasar, Bali 80119 – pernah naik ke langit mengacau kahyangan. Tapi dasar sial, aku gagal! Apa pasal? Pasalnya adalah waktu pertapaanku ternyata belum cukup. Aku baru sempat bertapa selama 500 tahun (yeah, namanya aja eksekutif muda… Ya akunya lumayan sibuk juga, dan alhasil baru sempat bertapa selama jangka waktu segitu itu). Jadinya level kesaktianku baru bisa menyamai Siau Ching. Seandainya aja waktu pertapaanku ta’tambah 500 tahun lagi – alias totalnya jadi 1000 tahun – pastilah aku sudah setaraf dengan Pai Su Chen. Continue Reading



Pages:1...567891011...18