80’s

I was BORN in the 80’s.

  • We are the last generation who learned to play in the street, we are the 1st who’ve played video games, and were the last to record songs of the radio on cassettes and we are the pioneers of walkmans and chatrooms.
  • We learned how to program the VCR before anyone else, play with Atari, Super Nintendo, & Genesis.
  • We also believed that the Internet would be a free world.
  • We are the generation of the Thunder Cats, Power Rangers, Ninja Turtles, Transformers, Saved by the Bell, The Fresh Prince of Bel-Air, and Martin.
  • Traveled in cars without seat belts or air-bags -lived without cell phones.
  • We didn’t have 99+ television stations, flat screens, surround sound, mp3’s, iPods, Facebook, or Twitter, but nevertheless we had a GREAT Time!

Continue Reading


Resep Rahasia Sop Kambing Versi Mas Joe

Sebagai idola kawula muda, terutama remaja-remaja putri, sudah barangnya tentu kalo aku ini jadi idola bukan tanpa alasan yang valid dan bisa dipertanggung-jawabkan.

Misalnya sahaja, aku ini punya banyak talenta tersembunyi yang sungguh tiada bisa diduga oleh khalayak ramai apabila melihat keseharianku yang lebih banyak diisi dengan baca komik dan tidur-tiduran di kasur yang spreinya jarang diganti. Continue Reading


I’ll Be Home for Eid

Pulang ke rumah?

Tidak. Tidak. Itu bukan rumahku, kok. Sampe sekarang aku nganggap kalo rumah yang di Ciputat itu cuma rumah dinas Babahku. Dan memang begitulah adanya. Continue Reading


Belajar Forex di InstaFX

Belajar forex merupakan hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang yang ingin menjalani bisnis forex. Mengapa? Karena dengan belajar forex Anda bisa mengenal lebih jauh seluk-beluk forex sehingga dalam menjalani bisnisnya nanti tidak salah dalam mengambil keputusan dan bisa meraup keuntungan yang besar. Continue Reading


Can You Find?

Baiklah, berhubung aku ini pinter (maklumlah, namanya juga sudah sarjana…) dan jawabannya sudah ketemu, ini ta’reblog sesuai perintah Anda, Tante

can you find?
Continue Reading


Dan, Tambah Banyak Lagi Jumlah Muslim yang Makin Ngawur

Perkara bahwa masih banyak umat Muslim di Endonesa yang bahlul, itu kuakui. Dari beberapa komentator di tulisanku tentang ketololan yang dilakukan oleh oknum umat Muslim Endonesa, lebih dari separuhnya ternyata memang bertindak membenarkan tulisanku. Alih-alih pengen mendebat pernyataanku yang dalam sangkaan mereka menodai ajaran Islam, komentar mereka malah semakin menunjukkan kalo mereka – sungguh sayang sekali – memang tolol kuadrat. Eh, salah… Bukan tolol kuadrat lagi, dink. Kemungkinan besar malah sudah sampai level tolol pangkat 3 atau pangkat 4. Continue Reading


That’s Her

Kalyana Dhira Amaranggana

Huhuyyy…keponakan pertamaku akhirnya lahir, dan sekarang statusku dengan resmi sudah berubah. Berubah menjadi seekor, aeh, seorang pakdhe yang ganteng. Ganteng sekali. Continue Reading


Sepatunya Ganggas dan Rok Mini

Ini adalah sebuah kisah nyata. Kejadiannya hari Senin minggu kemarin. Cuma kenapa baru ta’ceritain sekarang, apalagi alasannya kalo bukan akunya lagi sibuk? Alasan klasik, ya? Yeah, memang. Tapi ya apa boleh buat, memang begitulah keadaannya. Nulis itu toh tergantung mood. Kalo akunya lagi nggak mood nulis, manalah bisa akunya dipaksa? Iya, kan? Iya, kan? Iya aja, deh. Continue Reading


Genosida dan Republik Ini

Dulu aku pernah bilang ke temanku, sekitar 3-4 tahun yang lalu, kalo pengen birokrasi pemerintahan republik ini bersih, genocide 2 generasi di atas kita. Sekarang akunya terpaksa bilang, kalo pengen birokrasi pemerintahan republik ini bersih, selain 2 generasi di atas kita, genocide juga generasi kita. Beleng! 👿 Continue Reading


Manten Muda

Setting: lagi mecah celengan gambar Transformers punyaku dan mendapatkan harta sebesar Rp. 1.316.100 sehabis Lebaran di rumah Babah di Jakarta coret alias Ciputat.

Pelakon: Mamakku, adikku, dan tentu saja aku. Continue Reading


Pledoi

Aku tetap susah mengubah kata-kataku bahwa aku bermain-main dengan cinta karena itu memang keluar dari keseluruhan diriku. Tapi yang kuharap kamu mengerti adalah keseluruhan hidupku main-main. Kalau aku bermain denganmu berarti keseluruhan hidupku bermain denganmu. Apa itu kurang serius?

Ja begitoelah. Analoginya, kalau sepakbola kamu anggap permainan juga, lihatlah betapa aku selalu serius di lapangan sampai megap-megap kehabisan nafas. Continue Reading


Pages:1...891011121314...40

SEO Powered By SEOPressor