Sudah Lama Tidak Tentang Cinta

Yak, ini playlist lagu yang ta’puter di komputer malam ini:

  • Pecundang Sejati – Dygta
  • Tak Sepantasnya Setia – Tiket
  • Tertipu Lagi – Gigi
  • I Miss U But I Hate U – Slank
  • Senandung Lirih – Iwan Fals
  • Lara Hati – Katon Bagaskara
  • Jika – Melly feat. Ari Lasso (atau Ari Lasso feat. Melly, ya?)
  • Semua Tentang Kita – Peterpan
  • Saat Kau Tak di Sini – Jikustik
  • Rahasia Hati – Element
  • Masihkah Ada Diriku – Kahitna
  • Terendap Laraku – Naff
  • Denganmu – Bunglon feat. Neri Per Caso
  • Ku Masih Mencintainya – Jackpot
  • Kekasih yang Lain – Ada Band
  • Tragedi Kisah Kasih – Club 80s
  • Waktu yang Tepat Untuk Berpisah – Sheila on 7

Read the rest of this entry »

Hamil

Oke, ini memang pagi-pagi buta dan aku sadar sepenuhnya tentang hal itu meskipun aku mengetik postingan ini sambil sedikit terngantuk-ngantuk. Namanya aja pagi-pagi buta, wajarlah kalo aku ngantuk. Aku sadar, kok. Cuma hapeku itu yang nggak sadar kalo ini pagi-pagi buta.

Aku sayang sama hapeku meskipun barusan ini dia bertingkah sedikit kampret. Aku sedang membenamkan separuh wajahku ke bantal waktu dia tiba-tiba bergetar secara kontinyu di samping kepalaku. Drrrrtttt…drrrrrtttt…drrrrrtttt…! Read the rest of this entry »

Tinju Besi

Aku barusan pulang. Pulang dari nonton di bioskop bareng 2 biji adik sepupuku, Ganggas sama Gagar. Dari paginya, sih, kami rencananya pengen nonton “Inception”. Maka setelah aku pulang kantor, nganterin kaos bikinanku yang dipesen sama Yoga ke kampus, dan minum-minum sebentar bareng anak-anak yang masih pada nongkrong di situ, sampai di rumah aku langsung nyuruh adik-adikku itu siap-siap buat berangkat nonton. Read the rest of this entry »

It’s Sherlock

It’s Sherlock! Iya, ini memang cerita tentang Sherlock Holmes teranyar sejauh yang aku tau.

Ceritanya kapan hari kemarin aku dolan ke kampus. Bukan buat ngeceng, tentu saja. Lha wong kampus lagi liburan semester, mana ada gadis manisnya di situ. Di situ cuma ada begundal-begundal kampus yang menganggap ruang sekretariat Himakom adalah kantornya sendiri, bosnya dia sendiri, pegawainya dia sendiri juga, dan teman-temannya yang kebetulan sama-sama nongkrong di situ adalah partner bisnisnya. Yeah, masing-masing orang di situ pada mikir kayak gitu, nampaknya. Jadinya ya suka pada sesukanya kalo sudah nongkrong di Himakom, nggak peduli ditegur satpam berkali-kali. Read the rest of this entry »

Tentang Otak Tengah

Belakangan, sejak medio semester awal tahun ini, di kantor, banyak yang nanyain tentang otak tengah. Pertanyaan mereka simpel: apakah produk yang dikeluarkan sama kantorku bisa dipakai buat mengaktifkan otak tengah?

Pertama kali dengar pertanyaan mereka aku sempat gelagapan juga. Baru kali itu aku denger tentang otak tengah. Bagian sebelah mana itu? Setauku – sejak esde – cuma ada otak kanan sama otak kiri, soale. Tapi Sergey Brin dan Larry Page sudah menciptakan Gugel. Jadi segera aja ta’gugling buat nyari info tentang otak tengah itu. Read the rest of this entry »

Hoka Hoka Bento Cap Jokja

1 kata buat delivery service-nya Hoka Hoka Bento di tempat domisili beta sekarang ini, Jokja tercinta:

Gembel!

hoka hoka bento

Liat sendiri… Itu (entah apa harus disebutnya, salad atau acar?) sayur wortelnya dikit banget, saosnya cuma dapat 1 jenis dan cuma 1 sachet. Terus, nasinya kayaknya bukan dari jenis beras yang bisa dimakan pake sumpit. Nampaknya itu jelas-jelas bukan beras Jepang. Itu lebih kayak beras lokal biasa (masih untung kalo bukan beras jatah ala PNS). Ostosmastis aku yang kepengen nggaya-nggaya makan pake sumpit jadi kerepotan. Tiap nasinya ta’sumpit, beliau berinisiatif mawut sendiri dari sumpitku. Repot, dah, pokoknya! Read the rest of this entry »

Alibaba dan 10 Penonton

Ini cerita malam final Piala Dunia kemarin!

Cerita ini sesungguhnya tidaklah fiktif belaka. Nama pelakon dan setting tempat benar-benar nyata terdapat di Jokja. Jikalo ternyata terdapat kesamaan nama, sukurin, itu artinya nama panjenengan lumayan pasaran sehingga bisa mirip sama nama tokoh yang ada dalam ceritaku sebentar lagi ini. Dan jikalo terdapat kesamaan tempat dan lokasi, ya apa boleh buat… Namanya sahaja bukan cerita fiktif, tentulah bakal jadi fiktif kalo nama tempatnya ternyata cuma bohong-bohongan. Iya, kan? Iya tho? Iya aja, deh! Read the rest of this entry »

Hidup Menyenangkan Bersama Twitter

Demi melihat status-statusku di Twitter, seorang teman, dengan sedikit “ngiri”, bertanya – yang kurang-lebihnya – macam gini:

“Joe, hidupmu kok kayaknya enak banget, nggak pernah susah. Selalu aja untung terus. Apa resepnya?” Read the rest of this entry »

Bulan Empat Belas

bulan empat belas menyelinap
di kamarku yang kelam dan senyap
kilau peraknya menerpa potretmu
duh! masih engkaukah yang berkelebat?
bulan empat belas, tak mau tahu
kilau peraknya mengerjap dalam tatapanku
mengingatkanku pada gelisahmu
Read the rest of this entry »

God of Gambler Edisi Piala Dunia

Jikalau saudara-saudara sebangsa dan setanah air memperhatikan status Fesbuk atau Twitter-ku beberapa hari belakangan ini, niscaya saudara akan mendapati status layaknya seorang penjudi kelas teri. Apa penyebabnya? Penyebabnya tentu sahaja adalah Piala Dunia.

Yeah, namanya saja lagi Piala Dunia, tentunya tidak seru kalo aku nggak ikutan masang jagoan, kan? Cuma masalahnya – sebenarnya dan sesungguhnya – aku sudah nggak punya kesebelasan jagoan lagi sejak Piala Dunia di Prancis tahun 98 kemarin. Itu Piala Dunia terakhirnya Mas Baggio. Otomatis begitu ndak ada Baggio ya ndak ada tim yang ta’dukung lagi. Di Serie A jaman dulu aku ngetop sebagai kutu loncat, kok. Sempat jadi Juventini, terus juga Milanisti, habis itu jadi Bolognaise (eh, salah. Ini, sih, nama jenis spaghetti. Bukan panggilan buat pendukungnya Bologna), terus Interisti, dan terakhir mati-matian menyupport Brescia. Read the rest of this entry »

Palestina dan Piala Dunia

Dari sebuah orasi di sebuah mesjid ngetop di kawasan Jokja selatan:

“Ada yang bilang Palestina nggak perlu dibantu karena saudara-saudara kita di tanah air masih banyak yang butuh bantuan. Daripada membantu Palestina lebih baik membantu saudara-saudara kita sendiri di tanah air terlebih dahulu. Tapi mereka yang bilang begitu itu nggak konsisten. Buktinya, kalau Piala Dunia mereka malah sibuk ngobrolin Jerman, Italia, Belanda, Brazil, atau Argentina. Seharusnya kalau mereka memang tidak mau mengurusi masalah internasional, mereka juga jangan ngurusin Piala Dunia. Cukup yang lokal-lokal. Liga Indonesia aja.” Read the rest of this entry »

Berlangganan Wangsit

Masukkan alamat email sampeyan:

Ceriakan hari-hari sampeyan dengan rutin membaca wangsitnya Mas Joe

Si Sumber Wangsit
Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Laki-laki dahsyat (sumpah!). Pengangguran, pengkhayal, pemimpi, pembual, sekaligus pejuang (yang tidak) tangguh. Mantan aktivis Lab Omah TI, (masih jadi) penunggu sekretariat Himakom UGM, pengeceng gadis-gadis cantik berjilbab. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Almanak
Wangsit Bergambar




SEO Powered By SEOPressor