Archive for the ‘Daily Waton’ Category

Pak Gendut, Orang Tengah, dan Penjajah Ide

Monday, May 23rd, 2016

Pak Gendut sedang dalam gejala stress. Tugas Akhir program magisternya nggak selesai-selesai, sementara di kantornya banyak tenaga - yang menurutnya - handal yang resign karena tawaran gaji dan fasilitas yang lebih menggiurkan dari kantor sebelah. Alhasil kalau biasanya kerjaan dari kantornya bisa di-handle sama Pak Gendut cukup di-remote dari rumah, ...

Nggak Percaya

Thursday, April 21st, 2016

Kita bisa nggak percaya sama sesuatu biasanya karena 2 hal: kita tidak mengalaminya atau kita pernah mencoba buat mengalaminya tapi gagal. Biasanya, sih, gitu.

Tidak Mau Tapi Tidak Mau

Sunday, April 3rd, 2016

Kalau nggak sedang dalam setelan nyebahi, Septri sebenarnya adalah lawan ngobrol yang asyik. Ditambah pengetahuan serta pengalamannya dalam bidang klenik dan kejawen, Septri seaslinya adalah narasumber yang pas untuk bicara persoalan gho'ib, proyeksi astral, spektrum cahaya, neuroscience, sampai dengan fisika kuantum. Pernah suatu kali dia nunjukin notes berisi coret-coretan tangannya ...

Delusi Mantan Pacar

Monday, March 28th, 2016

Temenku dari jaman esempe, Ngurah Bikul, pernah berteori. Katanya, selain kampung halamannya, orang biasanya bakal betah sama tempat di mana dia menghabiskan masa remajanya. Maka walaupun belum di-peer review, teori van Bikul tersebut akhirnya menjawab keherananku, kenapa kok ada orang yang bukan asli Jakarta tapi betah sama Jakarta. Rupa-rupanya itu ...

Silvi dan Sombong

Tuesday, March 22nd, 2016

Silvi, temen seangkatanku di kampus dulu tapi beda program studi meskipun 1 jurusan, dalam sebuah kesempatan makan-makan pernah bilang kalau sombong adalah kesan-kesan awalnya terhadapku pas jaman dulu itu. Makanya waktu awal-awal kuliah kami nggak akrab. Sombongku luar biasa, begitu sungutnya, apalagi untuk ukuran pria kecil tapi dengan gestur tubuh ...

5 Mahasiswi Cantik Ilmu Komputer UGM

Sunday, March 20th, 2016

Kadang buru-buru selesai kuliah bikin daku menyesal juga. Betapa tidak, soalnya perkembangan jaman dan teknologi sekarang ini sering membuat daku berpikir, sentul kenyut, jadi mahasiswa jaman sekarang ternyata enak belaka! Aku kuliah di era teknologi informasi, dan sekarang ternyata sudah era big data, di mana apa-apa rasanya gampang, segampang jempol neken-neken ...

Memetakan Marah

Sunday, December 13th, 2015

"Fear the fury of a patient man." - Nicholas Mario Wardhana, kandidat Ph.D. dari NTU Kapan hari kemarin mendadak aku dapat wangsit. Ya, namanya aja manusia linuwih...orang-orang kayak aku ini kadang-kadang memang suka dapat pencerahan di waktu dan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Kampretnya si pencerahan ini memang agak nggak tau ...

Remaja Masa Kini

Sunday, November 22nd, 2015

Urusan sesuk yo dipikir sesuk. Si Mbak di Jokja punya kebiasaan: Setiap kali aku pulang ke Jokja, yang biasanya berlangsung kalau weekend aja, sesaat setelah ketawa-tawa beliau mesti habis itu jadi sendu. "Tapi besok kamu sudah balik lagi ke Jakarta ya?" keluhnya sambil bertanya dengan penuh retorika. Kalau sudah begitu ya yang ...

Ikhlas

Monday, August 10th, 2015

Nek aku ra ngomong nek aku ikhlas, piye carane kowe-kowe ngerti nek aku ikhlas? Konon diomongkan oleh si Ceper. Lengkapnya Ceperus Snape, manusia paling...paling...paling...paling apa ya? Paling sompret yang pernah kutemui di kampusku, dah! Alhamdulillah orangnya sampai sekarang belum wisuda-wisuda juga. Terjemahannya kira-kira begini: Kalau aku nggak ngomong kalau aku ikhlas, gimana ...

Ancaman Rasionalitas di Balik Pertanyaan “Kapan Kawin?”

Saturday, July 25th, 2015

Pertama-tama walaupun Lebaran sudah lewat semingguan, izinkanlah beta mengucapkan mohon maaf lahir dan batin karena beta sendiri barulah mulai cuti hari ini buat mudik ke kampung. Maka karena apa, sih, esensi dari Lebaran di Endonesa selain mudik ke kampung, ya beta pikir tiada mengapa jikalau beta baru minta maafnya hari ...

Menghadapi Jejakmu

Sunday, June 7th, 2015

Perkara hapus-hapusan jejak, pada dasarnya hal ini harusnya bisa dimaklumi. Memang ada beberapa orang yang berani menghadapi masa lalunya dengan gagah, sementara beberapa manusia yang lainnya justru pengen menguburnya, menghilangkan jejaknya. Membuka lembaran baru, kayaknya itu istilahnya.