Browsing posts in: Daily Waton

Jangan Sombong

“Jangan Sombong!”

Sering dapat gerundelan macam begitu? Aku sering. Penyebabnya, sih, bisa bermacam-macam. Bisa jadi karena akunya memang sombong, tapi bisa jadi pula karena hal macam berikut ini: Continue Reading



Kewajiban Azasi Manusia

2 minggu yang lalu, saat mau sarapan sehabis menaruh tas di kubikelku, aku dipanggil sebuah orang dari arah belakangku. “Mas, mau ke mana? Sarapan? Gua ikut!”

Aku menoleh, menjawab dengan isyarat gerakan kepala yang kurang-lebih artinya adalah “come on”. Dan, orang yang memanggilku itu – sebut saja – Bobong Syaifullah, anak kuliahan yang lagi magang di kantorku, sebiji biro jasa detektif negeri sipil. Continue Reading


Tahun Baru Pake Kaos Baru, Dong! Horeee…

Hello, amigo, desperado, selamat tahun baru semuanya!

Maka dalam rangka memasuki tahun 2014 ini, Mas Joe nan tampan alias aku sendiri bertekad berbagi hadiah tahun baru. Karena apa? Karena aku ini memang baik hati.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa aku punya toko kaos di BukaLapak.com, maka dengan ini aku umumkan kalau hadiahnya adalah kaos. 3 biji. Yak, sekali lagi, kaos sejumlah 3 biji! Horeee… Continue Reading


Sombong yang Rendah Hati

Bagaimana caranya menjadi homo sapiens yang sombong tapi sekaligus rendah hati? Begini…

Cerita ini kudapat dari salah seorang oknum adik kelasku di kampus, tentang seseorang oknum mahasiswa yang lain lagi yang lumayan supel saban ketemu sama sejawat-sejawatnya. Jadi ceritanya – sekali lagi – begini:

X: “Wah, Y, ke mana aja kamu, kok nggak pernah keliatan di kampus? Skripsi gimana? Kapan mau dikumpul? Masak kalah sama saya? Saya aja minggu depan ini sudah mau pendadaran, lho…”

Y: “Saya sudah lulus dari semester lalu, Mas.”


Tiga Dekade dan Pagi Pertama

Yak! Pagi ini adalah pagi pertama di mana akhirnya beta resmi hidup selama 3 dekade (dalam hitungan manusia normal, soalnya ndak ada yang percaya kalo di Skotlandia aku ini dipanggil sebagai Duncan McLeod).

Lho, kenapa, kok, hari ini? Bukannya kemarin?

Bukan. Soalnya aku ini lahirnya kemarin sore, jam 17.00 WITA. Jadinya, ya pagi ini adalah pagi pertamaku.

Terus? Continue Reading


BBM Bersubsidi dan Masalah Sudut Pandang

Ribut-ribut kemarinan ini perkara harga BBM bakal naik lagi atau ndak bikin aku teringat sama si Josh, temenku yang gendut itu, yang saking gendutnya jadi sering dihina-dina sama temen-temennya sendiri sebagai seekor kuda dari Sungai Nil.

Suatu malam waktu kami sedang membahas performa motor 125 cc milik kami masing-masing (pengumuman! Si Josh sekarang sudah ganti motor. Astrea Star bututnya sudah jadi barang apkiran, diganti sama sebiji Supra X yang helmpun bisa masuk di bagasinya) tau-tau si Josh nyeletuk. “Pakai Pertamax cuma bikin sakit hati,” katanya. Continue Reading


2 Events, 2 Anxiety

Aku sama sekali nggak inget sejak kapan aku buka biro jasa konsultasi masalah pribadi. Seingetku, aku ini ndak pernah kuliah psikologi. Kuliahku, seingetku juga, adalah jurusan komputer-komputeran. Itu pun pada akhirnya lolos dari maut dengan ipeka pas-pasan. Maka dari itu aku suka heran, kenapa banyak makhluk Tuhan – terutama kaum hawa – yang hobi banget curhat sama aku? Apa dari casing-ku? Berkacamata, yang diidentikkan dengan kebiasaan suka mbaca, sih, iya (iya berkacamatanya, maksudku). Tapi selebihnya aku lebih suka berpenampilan yang nggak seharusnya: rambut jarang sisiran (biasanya sehari cuma 2 kali tiap habis mandi), kaos oblong gambar tokoh pilem kartun yang ndak diseterika, jaket gambar monyet yang jarang sowan sama mesin cuci, sepatu kets seadanya, dan celana jeans yang butut yang suwek-suwek di bagian lutut. Pokoknya jauhlah dari kesan mahasiswa psikologi dengan ipeka menjulang tinggi.

Cuma saja, kok, ya banyak yang percaya kalo aku bisa memberikan solusinya atas masalahnya tho ya? Beberapa malah curhat sambil nangis di depanku. Mau ta’puk-puk, eh, akunya yang takut kalo entar malah jadi nafsu (catatan: nafsu di sini cuma berlaku kalo klienku yang nangis adalah cewek. Kalo cowok, ya biasanya malah kumaki, “Lanang, kok, nangisan. Minggat!”). Continue Reading




Bandeng yang (Nyaris) Hilang

Hell come Welcome to Jakarta!

Sodara-sodara pembaca blog yang budiman, dikarenakan sesuatu dan lain hal, saat ini terpaksa aku memberi pengumuman kalau aku sekarang sedang berada di Jakarta. Tentu, tentu kedatanganku ke Jakarta tidaklah dikarenakan urusan sepele semacam kangen sama Ayu, sodara-sodara. Kedatanganku ke Jakarta ini – anggaplah – karena aku dipanggil negara demi tugas yang maha besar: mbantuin Pak Jokowi buat ngurusin permasalahan sosial di ibukota negara ini yang semakin pelik sahaja.

Sementara anggaplah begitu. Continue Reading


Pages:1234567...18