Mecucu dan Melotot

“Umpan lambung langsung dari tengah nggak bisa dipake. Dribel bolanya sampe ujung dulu, Joe. Pancing beknya biar deketin kamu, habis itu baru balikin lagi ke depan gawang.”

Ketut Gde Suastika, penyerang tengah kelas II.5

Dulu waktu esema, sekolahku rutin ngadain turnamen sepakbola antar kelas tiap menjelang ulang tahun sekolah. Judul turnamennya Liga Karmany. Dan 2 kali kelasku melenggang ke final untuk 2 kali pula kalah dari lawan yang sama – II.1 yang kemudian bermetamorfosa menjadi 3 IPA 1 – dengan skor kekalahan yang sama pula, 2-3. Continue Reading


Bertahan dengan Idealisme

Aku punya cita-cita. Cita-cita yang (sok) mulia. Aku kepengen jadi guru, yang tentunya jadi guru yang tidak didasari karena sebuah keterpaksaan. Aku kepengen jadi guru karena memang kepengen punya profesi sebagai seorang guru, dan bukan karena tidak ada profesi lain lagi yang bisa kugeluti.

Almarhum eyang kakungku dulu pernah berpesan, mau jadi apapun kamu, jangan pernah lakukan dengan setengah-setengah. Kasarannya, kalau aku kepengen jadi maling, aku harus jadi maling yang hebat supaya ndak bisa kepergok massa atau juga ditangkap sama bapak-bapak polisi kita, apalagi bapak polisi dari India. Continue Reading


Tetap Qana’ah, Joe

Gara-gara hujan deras yang turun tak kunjung berhenti kemarin lusa malam, aku terpaksa ngendon di (bekas) kampusku berlama-lama barengan Aphip, Nyepto, Ceper, dan juga Wiwid Tengik Tukang Tipu (gadis-gadis polos yang belum tau kadar kebejatan yang dimiliki oleh yang bersangkutan).

Hujannya ndak berhenti-berhenti, pembaca. Sampai akhirnya Wiwid memutuskan menerobos kerumunan air bersama Honda Supra FI-nya, sedangkan aku memilih untuk menanti redanya sang hujan di teras kampus bersama 3 makhluk butut yang tersisa. Continue Reading


Masih Tentang Yahudi (dan Konspirasinya)

Suka dengan teori konspirasi? Kalo suka, ta’sarankan baca teori konspirasinya Mas Kopral Geddoe, deh. Di situ konspirasi bakal dibahas dengan lebih komplit ketimbang konspirasi-konspirasian ala punya beta yang bakal ta’tulis di bawah ini.

Jadi ceritanya begini: berhubung keyword “Yahudi” lagi ngetren belakangan ini, aku jadi sering terlibat diskusi baik offline maupun online tentang perkara Yahudi-Yahudian ini. Pertamanya, sih, biasanya kami (maksudku ya aku sama lawan bicaraku itu) bicaranya dimulai dari konflik di Gaza akhir-akhir ini. Tapi ya namanya aja diskusi yang dimulai tanpa konsep dan batasan materi yang jelas, lama-kelamaan diskusinya jadi molor ke arah konspirasi-konspirasinya Yahudi yang berlaku di dunia ini. Continue Reading


Bayar Dulu, Tuan!

1 hal lagi, tolong dihapus blog ini karena saya orang/umat ISLAM, anda telah merendahkan dan menistakan diri anda sendiri dan UMAT ISLAM dan satu-satunya yang menilai kita/umat adalah ALLAH SWT.

Perkara apakah tulisanku menistakan agamaku sendiri atau tidak, wew, itu jelas masalah interpretasi masing-masing personal. Walaupun aku bilang kalo aku nggak punya maksud kayak gitu tapi kalo orangnya ngeyel nuduh aku seperti maunya dia, ya walaupun aku ini tampan, aku bisa bilang apalagi, coba? Continue Reading


Ketika Penyakit Latahku Kambuh: Israel-Palestina

Kata temenku, yang (keliatan) alim, yang nggak ngerokok, yang nggak mbokepan (kayak Destian juga Bram), yang nggak pernah nggodain cewek lewat di depannya sambil ngomong, “Mbak, Mbak, es teh, Mbak?” (dan kalo ceweknya cuma mlengos, maka kata-katanya bakal disambung, “Wooo… Ayu-ayu ra gelem es teh. Es jeruk, wis. Piye, Mbak?”), yang nggak pernah nenggak Vodka dicampur Kratingdaeng plus Green Sands, kata dia, nih, nanti menjelang kiamat bakal ada perang besar antara Muslim versus Yahudi. Dan nggak kayak kejadian sekarang yang rudal-rudal Yahudi merajalela di permukiman sipil Palestina, Yahudi besok bakal kalah total. Gantian terbantai. Yang beruntung belum terbantai bakal lari terbirit-birit nyari tempat yang kira-kira aman buat sembunyi. Kata dia, bahkan pohon atau batu pun bakalan bisa ngomong ke orang Muslim, “Mas, Mas, ente Muslim, Mas? Ini, lho, ada orang Yahudi sembunyi di belakang saya. Ayo cepet disembelih aja daripada bikin rusuh terus di dunia.” Continue Reading


JanganDibuang.com-nya Si Jejula

Di kampus Milan (MIPA Selatan, maksude) UGM aku ini memang ngetop. Di situ aku kenal dan dikenal sama banyak manusia mulai dari mahasiswa angkatan 1999 sampe 2008. Bukan apa-apa, sih… Untuk angkatan 2001 dan sebelumnya, aku dikenal sama mereka gara-gara aku sering disuruh-suruh sewaktu masih anyar-anyarnya jadi pengurus hariannya Himakom pas aku masuk tahun 2002. Continue Reading


Selamat Tahun Baru (Judul Standar)

Selamat Tahun Baru Masehi, sodara-sodara semua! Selamat Natal, Selamat Tahun Baru Hijriyah juga. Mohon maaf kemarin aku ndak sempat ngucapin selamat-selamat itu lewat blog ini. Soale kemarin-kemarin ini blogku nggak bisa diakses gara-gara kehabisan benwit. Biasalah, namanya juga orang sibuk, jadinya blogku beberapa bulan terakhir selalu kehabisan benwit tiap lewat tengah bulan menjelang akhir bulan. Begitu, bisa dikopi? Ganti!

Ndak bisa? Bingung? Bingung korelasinya di mana? Continue Reading


Anak UGM yang Pinter-pinter

Kalo ada oknum manusia – terutama Endonesa – di dunia ini yang ngomong bahwasanya mahasiswa UGM itu pinter-pinter, aku terima. Terutama karena menurut survei dari Webometrics sendiri UGM itu pernah nangkring sebagai perguruan tinggi terbaik se-Endonesa.

Itu alasan pertama. Alasan kedua ya tentu saja karena aku sendiri adalah anggota KAGAMA, alias Keluarga Alumni GAdjah MAda. Jadilah aku bakal menolak mati-matian kalo saja ada manusia yang berani-beraninya melakukan generalisasi yang sebaliknya bahwa anak UGM itu goblok-goblok. Gengsi, Bol! Harga diri, Dab! Yeah, meskipun aku juga sadar kalo memang nggak semua mahasiswa UGM itu pinter-pinter. Misalnya aja, di kampusku sendiri ternyata masih hidup seorang anak manusia berstatus mahasiswa yang bernama Didit Komeng 😈 Continue Reading


Sedang Sibuk. Sungguh Mati!

Buat penggemar yang menuntut supaya blogku segera diapdet lagi, beta mohon maap. Sejauh ini daku lagi sibuk belajar membiasakan diri dengan panel admin-nya Joomla (yang njelimet itu) dan menyusun draft demi draft esai tentang Ramawijaya, lakon utama cerita Ramayana, dalam rangka mem-playmaker-i si Lutfi yang mau mendaftarkan dirinya buat ngikutan Lomba Penulisan Esai “Tokoh Rama dalam Budaya Jawa”-nya jurusan Sastra Nusantara FIB UGM. Sekali lagi, atas segala ketidak-nyamanan di kala tidak bisa menikmati tulisan-tulisan baru di blog ini, hamba mohon maap yang sebesar-besarnya. Terima kasih.



Pages:1...27282930313233...41