Otomatis Hepatitis

Aku sakit! Sakit beneran ini. Sakit lumayan serius untuk pertama kalinya sejak aku tinggal di Jokja 6 tahun yang lalu. Biasanya aku cuma meriang-meriang, batuk, umbel meler, atau pusing-pusing. Tapi yang sekarang ini aku bener-bener sakit. Sungguh.

Terjadi mutanisasi pada badanku. Badanku sekarang warnanya kuning, mataku juga. Malah aku sempat kuatir, kalo misalnya aku ngelepas kacamata takutnya dari mataku keluar sinar penghancur yang berwarna kuning juga. Jadilah aku sekarang menamai diriku sendiri sebagai Kunir-Man, alias Manusia Kunir yang Tampan mengingat walaupun badanku lagi menguning macam dibaluri kunir, aku tetap saja tampan. Continue Reading


Gadjah Mada Football Club dan Universitas Chelsea

Kapan hari kemarin itu adikku pulang dari kampus sambil misuh-misuh. Untuk pertama kali dalam karir hidupnya sebagai mahasiswa (eh, mahasiswi, ding. Dia, kan, cewek) dia dapet nilai C. Sebagai pengumuman, ta’beritahukan kalo adikku sekarang ini lagi menginjak tahun keduanya di Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Dulu dia nyelesaiin S-1 Hukum-nya di Universitas Islam Indonesia.

Adikku ini memang agak kampret. Kuliah pertamanya selesai dalam 3,5 tahun. Predikat waktu lulusnya cum laude (sedangkan aku kemarin cuma dapat cum shot), yang artinya sekalipun nggak ada nilai C di transkrip nilainya. Dan gara-gara itu dia sering membangga-banggakan diri di depanku. Akunya, sih, cuma bisa pasrah sambil kadang-kadang ngeles, “Kamu nggak tau kejamnya Gadjah Mada, sih.” Apa boleh buat, nilai C di transkripku jumlahnya lebih banyak dibandingkan jumlah nilai B dan A-ku meskipun sudah digabung. Continue Reading


Walau Tapak Kaki Penuh Darah, Penuh Nanah

Ibuku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah…

Kalau ditanya apa lagu tentang ibu yang paling bisa bikin aku terharu, ya jawabannya lagu “Ibu”-nya Iwan Fals yang di atas itu. Menurutku, syair di lagu itu adalah syair yang paling mengharu kalbu dibanding lagu-lagu dengan tema ibu yang lain. Kadang-kadang, kalau kebetulan pas lagi sendirian, aku seperti mau nangis aja kalau dengar lagu itu, apalagi pas masuk syair kayak yang aku quote di atas barusan. Continue Reading


Bal-balan

Sepertinya ada yang tidak terkomunikasikan
Pelatih memilih pemain cadangan
karena pemain inti tidak bisa diturunkan



Nasib Anak Kos

Buatku, bacaan semodel teenlit atau chicklit itu terlalu ringan. Nggak pernah berhasil memaksa otakku untuk berpikir.

Maka kalo ada buku yang isinya ringan yang rasanya pantas buat kurekomendasikan buat orang lain, selama di Jokja aku baru nemu kemarin itu (lagi-lagi) pas kebetulan ngeceng di Togamas. Judulnya “Anak Kos Dodol”, karangannya Mbak Dewi “Dedew” Rieka (nggak seru ini. Blognya di Multiply, alias nggak bakalan bisa ikutan ngasih komentar kalo kita bukan member Multiply juga), terbitannya Gradien Mediatama. Continue Reading


Tambah Dewasa, Katanya

Dengan mengendarai matic cap Mio punyanya Meli, temen esempeku, yang dititipin di rumah berhubung dia lagi mudik ke Denpasar, kemarin pagi aku jalan-jalan ke De Plonthos yang tempatnya di dekat prapatan Kentungan itu. Niatnya aku mau potong rambut di situ berhubung tempat itu memang tempat buat potong rambut. Iya, rambutku – yang bagian depannya di-bleach itu, yang kata Mbak Tikabanget, mirip jambul ayam – itu mau kupotong. Kenapa aku tiba-tiba memutuskan untuk potong di situ, padahal sebelumnya belum pernah, jawabannya simpel: aku nggak mungkin bisa cukur rambut di depan Bank Mandiri UGM, masalahnya. Soale di Mandiri UGM adanya cuma tukang tambal ban sama penjual bensin eceran. Jadi nggak mungkin, kan, aku cukur rambut di situ? Masak iya aku mau mempermak rambutku di tukang tambal ban? Yang bener aja, dong, ah, duhai sidang pembaca yang dirahmati Allah. Continue Reading


Moralmu, Sih, Ya Bukan Urusanku

Putri Raemawasti dan bikininya? Oho, aku lagi tertarik buat ikut-ikutan nyumbang-nyumbang suara tentang polemik yang 1 itu. Yah, sapa tau aja nanti ada produser yang tertarik dengan sumbangan suaraku, kemudian menyadari suaraku lumayan menjual, habis itu aku ditawari rekaman dan akhirnya aku benar-benar jadi rockstar. Lumayan, kan? Continue Reading


Silly Javascript

Pengumuman! Berbahaya buat yang nggak bisa Javascript. Bisa mengganggu pencernaan alias sulit dicerna.

Obrolan dengan Gentho hari Sabtu kemarin. Pertamanya aku ngajak dia ke Pasar Raya FKY tapi dia nggak mau, dan bergulirlah sebuah kisah…sah…sah…sah… Continue Reading


Sisa-sisa Pasar Raya FKY Kemarin

Kemarin lusa dan kemarinnya lagi – atau lebih gampangnya kita sebut kemarin Senin – aku jalan-jalan buat pertama kalinya ke Pasar Raya-nya Festival Kesenian Yogyakarta bareng Saber. Blusukan nonton barang-barang langka yang dijual di situ (barang yang nggak langka nggak aku tonton. Toh percuma, besok-besok juga bisa kutonton lagi, soale). Berangkat dari rumah selewat Isya’, Saber sempat manja dengan minta kubonceng di jok motorku yang bagian belakang. Lagi capek, ngakunya. Padahal tadinya aku sempat pengen ngasih opsi ke dia, “Berangkatnya pakai motormu atau nggak pakai motorku?” Cuma ya berhubung itung-itung balas jasa – karena biasanya kalo pergi sama dia selalu pake motornya dan aku yang dibonceng – akhirnya aku berbesar hati memboncengkan dia pake motor (adik)ku. Lihatlah, betapa aku ini pria tampan yang baik hati, kan? Continue Reading


Pages:1...30313233343536...41