Browsing posts in: Daily Waton

Boros

Kemarin aku baru nyadar kalo bulan ini sudah boros banget. Beli buku macem-macem gara-gara kalap pas ke Gramedia waktu pulang ke Solo. Lha, bagemana mau ndak kalap? Tiap pulang ke Solo rasanya pasti minim hiburan. Jadinya kalo lupa bawa-bawa bacaan dari Jokja aku pasti ke Gramedia. Tapi yang kemarin itu rasanya aku bener-bener kalap. Siyal! Continue Reading



Atheis

Kemarin lusa, malam, aku nginep di kantor. Naldo juga. Dan kami sampai jam 3 pagi, bersama si bos yang punya kantor, terlibat obrolan sengit tentang agama-agama Ibrahim, Israel, dan atheisme.

Obrolannya sebenarnya nggak bermutu, sih. Nggak sehat buat kalo ada cewek di situ yang kebeneran ikutan ndengerin. Tapi ada 1 quote dari Naldo yang buat aku itu sangat inspiratif, meskipun mungkin agak menohok mereka-mereka yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan:

“Buat gue, kita ini lebih gentle daripada atheis. Ketika kita memutuskan untuk beragama, artinya kita siap untuk suatu saat mempertanyakan peran dan kebijakan-kebijakan Tuhan, kehendak bebas kita, sampai ke kenapa cuma Israel yang disebut sebagai bangsa terpilih – terus kita ini bangsa apaan? -, kenapa nabi-nabi itu cuma turun di Timur Tengah, kenapa juga yang namanya nabi selalu berada di garis keturunan antara Adam sampai Yesus atau Muhammad, dan kenapa nggak ada manusia yang di luar garis keturunan itu yang tercatat sebagai nabi?

“Atheis itu menurut gue cuma kepengen hidup yang gampang, yang nggak pengen diganggu dengan pertanyaan-pertanyaan kayak pertanyaan kita tadi. Mental kita ini lebih hebat daripada mereka,” kata Naldo.


Ealah… Gara-gara Ahmadiyah

Aku ini suka nyepam. Jadi biasanya kalo setiap selesai bikin postingan baru di blog ini, aku pasti langsung woro-woro ke semua yang tercatat di contact-list Y!M-ku. Aku kasih URL address postingan baruku itu.

Nah, gara-gara kemarin aku bikin postingan tentang Ahmadiyah dan nyepam lewat Y!M lagi, aku tiba-tiba langsung mendapat banyak respon – gara-gara pas nyepam aku nulis juga kalo aku mendukung Ahmadiyah – yang mempertanyakan kualitas keimananku. Nggak seru. Mereka nanya, aku ini Muslim bukan? Apa aku mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi? Aku jawab saja dengan pertanyaan balik, sudah baca postinganku itu belum? Dan selanjutnya, tidak ada balasan pertanyaan lagi dari mereka. Continue Reading


Ngayal

Kadang-kadang aku suka ngayal. Ngayal gara-gara kebanyakan mikir. Mikir kejadian-kejadian yang baru – atau bahkan lama – lewat, terus kemudian ngayal kalo pelajaran-pelajaran yang kuterima kemarin-kemarin itu bakal kuimplementasikan bagaimana. Continue Reading


Bukan Lulusan Ilkomp UGM

Tadi sore, sekitar jam 2-an, aku cabut dari kantor setelah 2 hari non-stop terperangkap di dalamnya (benar-benar terperangkap. 2 hari naas kemarin itu berarti aku melewati sesi mandi tanpa berganti cawet ataupun singlet. Jadinya, kalau seharusnya aku sudah bisa ganti 3 stel pakaian dalam, gara-gara terperangkap kemarin aku terpaksa bertahan dengan 1 dalaman aja). Kemudian aku langsung ngacir ke kampusku tercinta dan menemukan Septo, Gentho, Saber, juga Yang Terkasih(an) Madek Widodo, seorang perjaka malang asal Wonosobo, di dalam ruang Himakom. Continue Reading


Rise of the Silver Age

Kemarin, pagi-pagi tanggal 29 Mei, aku bangun (dengan tidak) kedandapan. Tumben-tumbennya aku bisa manut sama weker dari hapeku. Meskipun ngantuk, tapi tetap kupaksakan buat bangun dan bikin cappuccino anget terus kemudian langsung sruput-sruput, berlagak aku memang biasa bangun jam 6 pagi kayak pas waktu itu. Di rumah lagi ada simbokku, masalahnya. Jadi demi menjaga citra sebagai laki-laki yang bukan pemalas, akhirnya aku memaksakan diri nekat siuman meski sebenarnya mata masih ingin terpejam. Continue Reading


Bicara Tentang Usia yang Semakin Tua

Apa artinya tambah umur selain waktu yang mengutak-atik laku? Padahal waktu adalah gerakan seenaknya, tak kenal bahasa dan isyarat apalagi hitung-hitungan. Seakan terus jalan ke depan, padahal adakah yang berubah? Bukankah kita anak kecil yang berusaha terus-menerus tengadah?

Kalimat di atas itu aku ambil dari bukunya Bagus Takwin yang “Rhapsody Ingatan”. Aku suka. Rasanya betul aja. Sampai sekarang aku masihlah tetap anak kecil yang terus-menerus mencoba (sok) dewasa, meskipun, ah, kematian itu semakin mendekat. Continue Reading


Malapetaka Piala Thomas Ala Bintang Satu

Kapan hari itu aku ditemenin Saber jalan-jalan ke Jogja Phone Market. Ngapainkah aku ke situ, sodara-sodara? Oh, ternyata – tentu saja – aku ada keperluan pengen beli hape baru buat ngenet dan chatting-chatting-an di rumah. Hapenya mau kufungsikan jadi modem buat komputerku tersayang. Dan setelah keliling-keliling dari 1 toko ke toko lain tanpa bisa menemukan mbak-mbak penjual yang cantik, akhirnya aku membawa pulang Nokia 6016 CDMA baru. Celakanya, itu hape kayaknya cacat produk. Baterenya kampret! Di-charge sampe full, lha, belum nyampe 24 jam dianya sudah semaput lagi. Jadilah nanti-nanti hape semprul itu mau ta’bawa ke tukang jualannya. Mau komplain, masak iya hape baru yang belinya bukan 2nd itu cuma segitu performa baterenya? Beuh… ๐Ÿ™

Tapi sekarang aku bukan mau cerita tentang hape kucluk itu. Continue Reading


Beres Perkara!

Yak, sodara-sodara… Akhirnya pameran gemblung yang kuikutin kemarin berakhir sudah. Dengan happy ending, tentunya. Itu semua dikarenakan setelah penutupan seluruh panitia makan-makan di toko burger McDono (baca: McDonald, bego!). Tapi sedikit yang disayangkan, walaupun McDono itu sudah jamak dikenal sebagai toko yang berjualan burger, seluruh panitia cuma dijatah ayam goreng sebiji, nasi putih sebiji, telor dadar sebiji, dan soft drink sebiji. Sebiji pun tidak ada panitia yang makan burgernya McDono. Kasihan sekali, ya? Continue Reading


National IT eXpo 2008

Mohon mangap, aeh, maap, duhai para penggemar tulisan-tulisanku yang dimuliakan Allah, jikalau beberapa tempo terakhir ini beta tiada sempat menulis, menulis, dan menulis di blog yang kalian gemari ini (gyohohoho!). Continue Reading