Browsing posts in: Daily Waton

5 Makhluk Tuhan Paling Kampret

Sodara-sodara, sebenernya aku ini orangnya nggak tegaan. Misalnya kalo ngeliat orang-orang minta di lampur merah – apalagi kalo yang minta masih anak-anak – biasanya aku selalu kepengen ngasih recehanku buat mereka, dan – tentu saja – aku berharap aku selalu punya recehan di kantongku, at least di dompetku. Tapi bagaimana mungkin, membaca saja aku sulit di dompetku jarang ada recehannya. Biasanya yang ada cuma lembaran 100 ribuan atau 50 ribuan. Yaaah, paling sial adalah lembaran 10 ribuan juga di situ 😈 Nha… Kalo misalnya aku maksain lembaran itu yang kusedekahkan, lak yo itu sama saja membuatku modar mangap sendiri, tho? Iya, kan? Iya, kan? Iya aja, deh :mrgreen: Continue Reading



Tragedi UGM BNI Jazz 2009

Habis jadi moderator seminar kemarin, tanpa mengenal lelah, malamnya aku langsung njemput Ridha di kosnya buat nonton UGM BNI Jazz 2009 di Grha Sabha Pramana, yang ketika nyampe di tempat kejadian perkara ternyata Ireng Maulana & Friends sudah main. Sempat salut juga sama panitianya. Acaranya jebule zonder ngaret-ngaretan. Continue Reading


Dari Seminar “E-commerce: The Solution for Your Business”

Bekas kampusku terkenal dengan cowoknya yang butut-butut. Dalam artian, cuma cowok bututlah yang – entah kenapa – bisa eksis dan aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa di kampus. Seumur-umur nongkrong di kampus, aku jarang banget ngeliat cowok tiada butut yang bisa eksis di Himakom UGM. Yah, 1-2 memang ada. Tapi entah kenapa oknum yang cuma segelintir itu biasanya cuma kebagian peran sebagai bolo dhapuk; pelengkap, penggembira, pemanis pemandangan sahaja. Sama sekali nggak pernah ada yang bisa mencatatkan dirinya untuk masuk di jajaran avant-garde-nya Himakom, dan masa depan mereka untuk bisa ngetop bin diakrabi lintas generasi pun sangatlah suram. Paling banter cuma bisa dikenal sama adik kelas yang angkatannya 1 tahun di bawahnya. Sumpah! Continue Reading


Reaching the Dream with Online Business

Aku ini orang baik. Saking baiknya, kadang-kadang aku masih suka dolan ke bekas kampusku buat merepotkan diri nulungin adik-adik kelasku kalo mereka lagi ngadain kegiatan ala mahasiswa. Ini sekalian counter-attack aja buat yang ngirain aku cuma bisa nyacat-nyacat birokrasi di bekas kampusku tanpa bisa memberikan kontribusi yang positif. Continue Reading


Brengsek!

Harga komik naik lagi. Tadi pas beli komik di Togamas ternyata harga komik sudah naik dari Rp. 13.800 jadi Rp. 15.000. Brengsek! Kalo macam gini terus, lama-lama aku bikin komik sendiri, kujual sendiri, kubeli sendiri, terus kubaca sendiri, dah!


Mengere Kembali

Aku ini boros. Tentunya dalam perkara finansial, sodara-sodara. Bagaimana tidak? Seharusnya dengan kehidupan sebagai seorang perjaka tong-tong yang berpendapatan pokok 2,1 juta rupiah per bulan dan hidup di kota Jokja, yang terkenal dengan biaya hidupnya yang murah, aku sejokjanya (baca: seyogyanya) bisa menyisihkan pendapatanku buat tidak berhura-hura untuk kemudian ditabung sahaja guna nyicil rumah. Continue Reading


Mereka yang Memaksa

Maaf. Bukannya aku nekat menantang fatwa ulama yang bilang kalau golput itu haram. Sungguh mati aku ini bukan orang yang berani sok-sokan membangkang perintah ulama. Ulama itu – konon – adalah pewaris Nabi, soale. Aku cukup cerdas untuk tidak membiarkan diriku terpanggang di neraka gara-gara kualat sama ulama. Tapi mau bagaimana lagi… Aku sudah pulang jauh-jauh ke kampung halamanku dengan niat menggunakan hak pilihku (bahasa kerennya: menjadi bagian dari sejarah, ikut menentukan masa depan bangsa). Cuma saja kalau ternyata namaku sampai – bisa-bisanya – tidak tercatat sebagai pemilih padahal masih memegang katepe di situ, salahkan saja mereka yang pada geblek itu. Jangan aku yang dimasukkan ke neraka. Mereka saja. Aku ini terpaksa dan nggak tau apa-apa. Mereka, kok, yang memaksa…


Bagaimanapun Juga…

Alhamdulillah… Bagaimanapun juga yang namanya rejeki wajib disyukuri (dengan cara tidak membagi-bagikannya kepada yang tidak terlalu berhak) 😈

Rejeki pertama dari KumpulBlogger ini. Yayyy! :mrgreen: