Produktivitas, Pamer, Persetan

Suatu menit, setting tempatnya di kampus MIPA Selatan tercinta, aku yang lagi mondar-mandir di depan ruang Himakom tiba-tiba ditegur oleh seorang teman sekampus. “Joe, kamu itu kok nggak produktif banget, sih? Bikin apa gitu, kek, yang penting tunjukin kalo kamu itu produktif,” katanya. Continue Reading


Melestarikan Kebudayaan Itu Pemborosan

Beberapa jam yang lalu aku jalan-jalan sama Anis ke pameran buku di Gedung Wanitatama. Sempat juga keliling buat nyari “Ayat Ayat Cinta” titipannya Imuz yang alhamdulillahnya nggak ketemu sampai akhirnya aku beli buku “Babad Tanah Jawi”.

Lhaaa… Pas aku keliling-keliling nyari titipannya Imuz itu tiba-tiba aku tertahan di sebuah stand yang berjudul aku-lupa-namanya. Di stand itu aku ngeliat buku yang judulnya “Ensiklopedi Wayang Indonesia” terbitannya Sena Wangi sebanyak 6 jilid. Continue Reading


Dian Sastrowardoyo, Terus?

Ya, ya, ya… Oke, aku tau kalo Dian Sastrowardoyo, gadis yang selalu membayangi kehidupanku sejak jaman esema, sekarang sudah mulai ngeblog. Aku tau kalo baru dipublish beberapa hari, blognya Dian sudah banjir komentar. Aku juga tau kalo baru muncul beberapa hari, sudah ada sekian banyak komentator yang mengklaim diri bakal jadi pengunjung setia blognya Dian. Dan lagi-lagi aku tau kalo tukang komentar di blognya Dian kebanyakan berjenis kelamin pejantan (entah tangguh, entah tidak).

Lha, terus? Continue Reading


Rambo IV

Kemarin, sore-sore dari kantor ke 21 nonton “Rambo IV”, yang disutradarai sekaligus dilakoni sama Sylvester Stallone, rame-rame bareng si bos, Hobby, Naldo, sama Oom Udin. Sengaja nggak ngajak cewek sehubungan dengan aku sendiri lagi pengen untuk tidak dikerubuti wanita, konon katanya si Rambo versi yang sekarang ini filmnya jauh lebih brutal daripada yang kemarin-kemarin. Continue Reading


Mampus Zonder 7 Hari

Seharusnya, waktu aku nulis ini, Pak Harto, mantan presiden Endonesa yang kedua kita itu, sudah teruruk sama tanah di Astana Giri Bangun sana. Seharusnya juga dia nggak bakal sempat blogwalking lagi untuk membaca tulisan tentang kekecewaanku kepadanya, juga penghormatan berlebihan yang diterimanya.

Kecewa apa? Oho, iya, aku kecewa sama pernyataan pemerintah Endonesa yang bilang kalo bangsa kita harus berkabung selama 7 hari demi mengingat jasa-jasa simbah kakung kita tercinta tersebut. Continue Reading



Mereka Beruntung Punya Muka Mirip Mukaku

Sudah pernah nyoba situs MyHeritage? Di situs itu, kalo kita majang foto kita, nanti foto kita itu bakal di-generate buat dicocok-cocokkan muka kita itu mirip mukanya orang ngetop jenis mana, gitu. Nah, kapan hari itu aku sempat nyobain situs “ngasal” itu dan mendapatkan bahwa mukaku mirip dengan selebritis berikut: Continue Reading


KantinMilan.org

Itu logonya KantinMilan.org.

Yang buat bukan aku sendiri sebenernya. Lebih tepatnya itu hasil kerja berdua bareng si Punk. Jadi ceritanya, dulu si Punk pernah iseng nggambar logo itu. Cuma aja, sampai sekarang logo itu belum pernah kepakai secara resmi dan optimal. Gara-gara itu, aku minta ijin sama si Punk buat nyomot desainnya, kupoles-poles dikit sampai akhirnya jadi kayak yang di atas itu. Continue Reading


Maaf, Bisa Tawarkan Sesuatu yang Lebih?

Tanggal 16 kemarin ini ada komentar yang masuk di blogku yang lama. Sempat heran juga, kenapa Mbak Febby (nama si komentator) itu justru nulis komentar di blogku yang lama dan bukan langsung menuju ke link blog baruku yang ta’sertakan di postinganku yang dikomen sama dia, kemudian, kalo sudah, ngomen di blog ini.

Masih untung, lho, Mbak, bahwasanya aku masih rajin nengok-nengok blogku yang lama. Coba kalo misalnya aku ini bukan tipe cowo yang rajin, pastilah iklan yang disebarkan sama Mbak Febby nggak bakal ta’respon (makanya aku sekalian nyaranin, mending komentarnya diulang di sini lagi, Mbak. Blog yang lama jumlah pengunjungnya sudah menipis, huehe). Continue Reading