Lupus, yang Dulu Pernah Kukenal

Setiap habis Ramadhan, aeh, itu, sih, lagunya Bimbo. Maksudku, setiap habis gajian, ritual bulanan yang selalu kulakukan adalah menyambangi Togamas, sebuah toko buku ngetop di Jokja yang selalu memejeng harga lebih murah daripada kalo aku harus beli buku di Gramedia. Dan untuk kesempatan bulan Juli ini aku kembali menyambangi Togamas buat beli buku. Continue Reading


3477

Baru lewat beberapa detik (sumpah! Beberapa detik!) ketika aku memutuskan buat bikin postingan ini.

Ceritanya aku baru dapat SMS dari 3477 di hapeku. Isinya demikian kucantumkan di bawah ini: Continue Reading


Akibat Terlalu Fokus

2 minggu yang melelahkan, sodara-sodara!

2 minggu yang bikin aku bolak-balik flu – sehari ngerasa sembuh, besoknya umbelku meler lagi – dan rasa nggak enak badan lainnya, nginep di kantor berkali-kali, mandi sekali sehari, sampe nggak sempat ketemuan sama Mas Anton Muhajir, dedengkotnya blogger Bali, yang lagi liburan di Jokja dan ngajakin ketemuan, gara-gara (selalu) baru bisa pulang kantor selewat jam 10 malam. Sorry, Mas! Bener-bener sorry… Continue Reading


Mbak, Boleh Bagi Rokoknya?

Yihaaa!

Akhirnya aku dapat juga. Dapat fotonya Zaskia Adya Mecca pas lagi ngerokok atas kebaikan seorang penggemar yang ngirimin fotonya ke emailku 😈

Padahal, sumprit, tadinya ta’kira gosip, lho. Eee…lhadalah, ndak taunya kok beneran. Continue Reading


Jangkrik! Ono Kembarane, Lik

Gara-gara jadi pria iseng yang tumben-tumbennya kesambet buat jalan-jalan ke blognya Mbak Tikabanget dan nonton-nonton tulisannya, aku jadi kepelet buat ngeklik gambar yang ada di situ sampai akhirnya terkaget-kaget.

Jangkrik! Corporate identity-ku ada yang ngembari! Mana copyright website-nya udah sejak 1997 lagi… πŸ™

Ooo… Kampret. Disebut apakah fenomena ini dalam dunia desain grafis? Aku lupa (dulu ndak tau, sekarang lupa). Sudah cabut bertahun-tahun dari MSD Yogyakarta, soale.


(Rasanya) Seperti Manusia Tolol Aja

Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah (Ibnu Mas’ud)

Kalo aku lagi main-main ke blognya orang-orang salafy, terutama yang ekstrim, biasanya aku bakal nemuin banner dengan tulisan model di atas itu. Dan sebenarnya – di luar perkara Ibnu Mas’ud-nya – aku, kok, ya ngerasa kalo kalimat macam di atas itu bikin aku geli sendiri. Rasanya malah kayak jadi homo sapiens tolol aja jadinya. Lama-lama aku jadi nggak tahan juga kalo nggak menuliskan bab perasaan yang ada pada sanubari terdalamku tentang hal itu (ngomong apaan, sih?) Continue Reading


Boros

Kemarin aku baru nyadar kalo bulan ini sudah boros banget. Beli buku macem-macem gara-gara kalap pas ke Gramedia waktu pulang ke Solo. Lha, bagemana mau ndak kalap? Tiap pulang ke Solo rasanya pasti minim hiburan. Jadinya kalo lupa bawa-bawa bacaan dari Jokja aku pasti ke Gramedia. Tapi yang kemarin itu rasanya aku bener-bener kalap. Siyal! Continue Reading



Atheis

Kemarin lusa, malam, aku nginep di kantor. Naldo juga. Dan kami sampai jam 3 pagi, bersama si bos yang punya kantor, terlibat obrolan sengit tentang agama-agama Ibrahim, Israel, dan atheisme.

Obrolannya sebenarnya nggak bermutu, sih. Nggak sehat buat kalo ada cewek di situ yang kebeneran ikutan ndengerin. Tapi ada 1 quote dari Naldo yang buat aku itu sangat inspiratif, meskipun mungkin agak menohok mereka-mereka yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan:

“Buat gue, kita ini lebih gentle daripada atheis. Ketika kita memutuskan untuk beragama, artinya kita siap untuk suatu saat mempertanyakan peran dan kebijakan-kebijakan Tuhan, kehendak bebas kita, sampai ke kenapa cuma Israel yang disebut sebagai bangsa terpilih – terus kita ini bangsa apaan? -, kenapa nabi-nabi itu cuma turun di Timur Tengah, kenapa juga yang namanya nabi selalu berada di garis keturunan antara Adam sampai Yesus atau Muhammad, dan kenapa nggak ada manusia yang di luar garis keturunan itu yang tercatat sebagai nabi?

“Atheis itu menurut gue cuma kepengen hidup yang gampang, yang nggak pengen diganggu dengan pertanyaan-pertanyaan kayak pertanyaan kita tadi. Mental kita ini lebih hebat daripada mereka,” kata Naldo.


Ealah… Gara-gara Ahmadiyah

Aku ini suka nyepam. Jadi biasanya kalo setiap selesai bikin postingan baru di blog ini, aku pasti langsung woro-woro ke semua yang tercatat di contact-list Y!M-ku. Aku kasih URL address postingan baruku itu.

Nah, gara-gara kemarin aku bikin postingan tentang Ahmadiyah dan nyepam lewat Y!M lagi, aku tiba-tiba langsung mendapat banyak respon – gara-gara pas nyepam aku nulis juga kalo aku mendukung Ahmadiyah – yang mempertanyakan kualitas keimananku. Nggak seru. Mereka nanya, aku ini Muslim bukan? Apa aku mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi? Aku jawab saja dengan pertanyaan balik, sudah baca postinganku itu belum? Dan selanjutnya, tidak ada balasan pertanyaan lagi dari mereka. Continue Reading


Bajindal!

Beberapa menit yang lalu aku dapat foto kampret dari seorang teman dengan identitas Y!M wijil_skinhead07.

Aku baru liat kali ini. Bajindal pokoknya! 😈 Continue Reading