Nanamia Pizzeria

Salah satu konsekuensi yang mau ndak mau harus diterima oleh seseorang yang baru saja melewati fase-fase pendadaran skripsi, seperti aku, adalah harus mengeluarkan harta-bendanya untuk dizakatkan diikhlaskan kepada kaum dhu’afa manusia-manusia beringas yang mengaku-aku sudah turut serta mendoakan kelancaran prosesi pendadaranku buat mentraktir mereka makan-makan. Tentu saja untuk seorang anak muda kere tapi ngganteng seperti aku ini hal tersebut bakal sangat memberatkan jika harus dilakoni dalam 1 kesempatan dan secara besar-besaran. Continue Reading


Menolak deviantART

Beberapa teman yang pernah berkomentar semacam, “Nek perkoro coding aku ra bakal percoyo karo conthonganmu, Joe. Tapi nek masalah grafis, kuakui kemampuanmu,” beberapa kali juga sempat bertanya, kenapa aku nggak bikin akun di deviantART dan majang karya-karyaku di situ? Kujawab, aku nggak akan pernah join di deviantART! Setidaknya sampai dengan detik aku bikin tulisan ini.

Kenapa? Continue Reading


Indie yang Nggak Indie

Ada yang suka belanja-belanja baju keluaran distro? Ada? Alhamdulillah kalo ada. Soale itu berarti yang suka belanja-belanja baju model gitu itu sudah ikut berpartisipasi mengentaskan jumlah pengangguran di Endonesa. Bagaimana tidak? Desainer-desainer kaos-kaos itu, kan, butuh pekerjaan juga. Dan kalo nggak ada yang mengkonsumsi hasil karya mereka, otomatis mereka pun jadi nggak punya kerjaan yang menghasilkan, yang bakal menjamin kosong atau tidaknya perut mereka. Continue Reading


Kembali Ngganteng

Seumur hidup aku punya rambut gondrong awut-awutan ya baru kemarin ini, gara-gara nazar ndak bakal cukur rambut kalo belum lulus pendadaran. Tapi sebenernya, itu cuma alasan aja buat ngeles aja dari bapak-simbokku yang memang sebelum-sebelumnya ndak pernah ridho kalo anaknya berambut gondrong ala John Taylor di masa jayanya. Mangkanya gara-gara alasan terlanjur nazar, aku diperbolehkan punya rambut gondrong selama hampir 2 semester. Lagian rasanya ndak seru juga kalo selama karirku sebagai anak muda, aku belum pernah merasakan punya rambut yang semrawut. Continue Reading


Look What I Have Done

Gyahahahahahahaha! Aku sudah jadi Sarjana Komedi Komputer, meskipun ritual pengesahan resminya masih beberapa tempo lagi. Aku lulus!

Lulus setelah hampir 6 tahun sejak pertama kali ikutan ospek kampus. Lulus setelah menunggu dosen pengujinya dateng selama lebih dari setengah jam dari jadwal yang seharusnya. Lulus setelah dibantai mati-matian tanpa sanggup membantah gara-gara literatur yang dinilai kedaluarsa dan diberi persyaratan berupa segunung revisi. Lulus setelah ruang sidangnya penuh sesak oleh penonton yang membludak (aku terharu, teman-teman. Kalian sampai harus diusir sama dosennya gara-gara menuh-menuhin ruang sidang). Lulus setelah kembali dipayungi sama Dewi Fortuna: wi-fi di kampus mati! Jadinya aku nggak perlu demoin skripsiku yang notabene sebenernya error di saat-saat terakhir gara-gara server tempat hostingnya down beberapa hari terakhir ini.

Oh, Tuhan… Baru kali ini aku bersyukur kalo wi-fi di kampusku sering mati. Mati membawa barokah. Mungkin ini dia yang dinamakan sebagai mati syahid, kakaka!

Halah… Ya sudahlah. Yang penting aku sudah ngisi dan nanda-tanganin data alumni.

Mbok, Simbok, setelah menaklukkan Gadjah Mada, anakmu lanang ini akan menantang dunia!

Mboook… Aku wis dadi sarjana, Mboooook!!! :mrgreen:


Que Sera, Sera

Hari Selasa besok, tanggal 8 april 2008, jam 1 siang, akhirnya aku bakal sidang skripsi. Pengujinya 2 orang, Pak Nur Rokhman sama Pak Medi.

Tegang, sih, nggak. Cuma, kok, ya tetap aja ada perasaan agak gimana gitu. Entah. Sukar dijelaskan. Aku juga bingung mendefinisikannya. Ashhh… Mbuhlah. Sidang ya tinggal sidang aja. Apa pun yang akan terjadi, terjadilah.

Que Sera, Sera
Whatever will be, will be
The future’s not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.


Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok

Pengumuman! Aku lagi latah.

Ada yang sudah ngintip film “Fitna“? Aku belum. Ndak sempat, soale. Biasalah, eksekutip muda. Jadinya agak suwibuk. Suwibuk sesuwibuk-suwibuknya. Waktuku habis buat ngetes kinerja UU ITE yang menghebohkan itu, yang katanya akses buat mbuka situs-situs porno dari Indonesia ditelikung di tengah jalan. Harapannya, sih, nggak bakal ada anak-anak bangsa ini yang berhasil mbuka situs porno. Maka, dengan semangat ala mahasiswa 98, hal tersebut kutes, dan hasilnya ternyata aku tetap aja bisa berselancar dengan tenang mbuka situs-situs terlarang itu via proxy, semacam NinjaProxy atau HideMyAss. Komik-komik saru pun pada akhirnya tetap bisa didonlot sama siapa pun yang kepengen ndonlot. Cuma gara-gara kayaknya Allah masih sayang sama aku sehingga aku dijauhkan sama hal-hal model begitu, aku selalu gagal ndonlot komik-komik tersebut gara-gara koneksi internet yang mendadak putus di tengah jalan (jindal!). Continue Reading


Ayat-ayatnya Pengejar Cinta

Jujur, aku memang rodo ndeso. Sampai sekarang aku belum nonton film “Ayat-ayat Cinta” yang katanya fenomenal itu. Kemarin-kemarin di bioskop masih ngantri terus. Tiap sowan ke 21 tiketnya pasti udah habis. Jadilah aku terpaksa nonton film lainnya daripada rugi sudah jauh-jauh ke Ambarukmo Plaza. Continue Reading


Tegang Menjelang Sidang

Buat beberapa manusia, saat-saat menjelang sidang skripsi yang menentukan bakal diraihnya gelar sarjana atau tidak tentunya sangat menegangkan (apalagi buat yang skripsinya dibikinin sama makhluk lain). Begitu juga dengan yang akhir-akhir ini terjadi padaku. Aku diliputi perasaan cemas dan khawatir yang tak berkesudahan.

Iya, sobat. Aku yang hebat ini bahkan sampai berkeringat. Beginilah dahsyatnya efek skripsi. Continue Reading


Skripsi Sejauh Ini

Dengan hormat,

Kepada seluruh sidang pembaca yang terhormat, bersama ini ta’umumkan bahwa:

SKRIPSI

PEMANFAATAN METODE SEARCH ENGINE OPTIMIZATION UNTUK PENINGKATAN PROMOSI DAN PEMASARAN ONLINE

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat sarjana Strata-1
Program Studi Ilmu Komputer pada Jurusan Matematika

dengan resmi telah direstui oleh Moh. Edi Wibowo, S.Kom., M.Kom., untuk selanjutnya ta’pertahankan mati-matian di hadapan dosen-dosen pembantai pada saat sidang skripsi. Continue Reading


Hup! Dan Sedikit Lagi…

“Kalo menurut saya, sih, mungkin masih bakal perlu sedikit revisi lagi. Tapi kalo memang sudah mau maju, ya sudah, maju aja.”

Begitulah kata Pak Edi Wibowo, dosen pembimbing Tugas Akhirku. Maka, kayaknya aku bakal nekat ajalah. Masalah dibantai waktu sidang besok, ya biar jadi problematika besok aja. Pukul dulu, urusan belakangan. Soale, kalo mau terus-terusan mikir skripsiku ini masih kurang sempurna, sampai kapan pun aku juga bakal ngerasa kurang terus.

Jadi? Continue Reading