Jangkrik! Ono Kembarane, Lik

Gara-gara jadi pria iseng yang tumben-tumbennya kesambet buat jalan-jalan ke blognya Mbak Tikabanget dan nonton-nonton tulisannya, aku jadi kepelet buat ngeklik gambar yang ada di situ sampai akhirnya terkaget-kaget.

Jangkrik! Corporate identity-ku ada yang ngembari! Mana copyright website-nya udah sejak 1997 lagi… πŸ™

Ooo… Kampret. Disebut apakah fenomena ini dalam dunia desain grafis? Aku lupa (dulu ndak tau, sekarang lupa). Sudah cabut bertahun-tahun dari MSD Yogyakarta, soale.


(Rasanya) Seperti Manusia Tolol Aja

Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah (Ibnu Mas’ud)

Kalo aku lagi main-main ke blognya orang-orang salafy, terutama yang ekstrim, biasanya aku bakal nemuin banner dengan tulisan model di atas itu. Dan sebenarnya – di luar perkara Ibnu Mas’ud-nya – aku, kok, ya ngerasa kalo kalimat macam di atas itu bikin aku geli sendiri. Rasanya malah kayak jadi homo sapiens tolol aja jadinya. Lama-lama aku jadi nggak tahan juga kalo nggak menuliskan bab perasaan yang ada pada sanubari terdalamku tentang hal itu (ngomong apaan, sih?) Continue Reading


Boros

Kemarin aku baru nyadar kalo bulan ini sudah boros banget. Beli buku macem-macem gara-gara kalap pas ke Gramedia waktu pulang ke Solo. Lha, bagemana mau ndak kalap? Tiap pulang ke Solo rasanya pasti minim hiburan. Jadinya kalo lupa bawa-bawa bacaan dari Jokja aku pasti ke Gramedia. Tapi yang kemarin itu rasanya aku bener-bener kalap. Siyal! Continue Reading



Atheis

Kemarin lusa, malam, aku nginep di kantor. Naldo juga. Dan kami sampai jam 3 pagi, bersama si bos yang punya kantor, terlibat obrolan sengit tentang agama-agama Ibrahim, Israel, dan atheisme.

Obrolannya sebenarnya nggak bermutu, sih. Nggak sehat buat kalo ada cewek di situ yang kebeneran ikutan ndengerin. Tapi ada 1 quote dari Naldo yang buat aku itu sangat inspiratif, meskipun mungkin agak menohok mereka-mereka yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan:

“Buat gue, kita ini lebih gentle daripada atheis. Ketika kita memutuskan untuk beragama, artinya kita siap untuk suatu saat mempertanyakan peran dan kebijakan-kebijakan Tuhan, kehendak bebas kita, sampai ke kenapa cuma Israel yang disebut sebagai bangsa terpilih – terus kita ini bangsa apaan? -, kenapa nabi-nabi itu cuma turun di Timur Tengah, kenapa juga yang namanya nabi selalu berada di garis keturunan antara Adam sampai Yesus atau Muhammad, dan kenapa nggak ada manusia yang di luar garis keturunan itu yang tercatat sebagai nabi?

“Atheis itu menurut gue cuma kepengen hidup yang gampang, yang nggak pengen diganggu dengan pertanyaan-pertanyaan kayak pertanyaan kita tadi. Mental kita ini lebih hebat daripada mereka,” kata Naldo.


Ealah… Gara-gara Ahmadiyah

Aku ini suka nyepam. Jadi biasanya kalo setiap selesai bikin postingan baru di blog ini, aku pasti langsung woro-woro ke semua yang tercatat di contact-list Y!M-ku. Aku kasih URL address postingan baruku itu.

Nah, gara-gara kemarin aku bikin postingan tentang Ahmadiyah dan nyepam lewat Y!M lagi, aku tiba-tiba langsung mendapat banyak respon – gara-gara pas nyepam aku nulis juga kalo aku mendukung Ahmadiyah – yang mempertanyakan kualitas keimananku. Nggak seru. Mereka nanya, aku ini Muslim bukan? Apa aku mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi? Aku jawab saja dengan pertanyaan balik, sudah baca postinganku itu belum? Dan selanjutnya, tidak ada balasan pertanyaan lagi dari mereka. Continue Reading


Bajindal!

Beberapa menit yang lalu aku dapat foto kampret dari seorang teman dengan identitas Y!M wijil_skinhead07.

Aku baru liat kali ini. Bajindal pokoknya! 😈 Continue Reading


Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah…

Jadi aku lagi mau nanya kepada sidang pembaca yang terhormat, ada yang sudah baca isi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri terkait dengan Ahmadiyah (atau juga Ahmadiyya)? Kalo ada yang belum aku mau nyombong. Aku sudah baca, lho. Yang pertama aku baca di KOMPAS edisi kemarin, dan yang kedua aku baca versi online-nya di Detik.com, tentu saja.

Secara overall aku cuma bisa berlapang-dada sahaja dengan keputusan pemerintah kita itu. Setidaknya, itu adalah keputusan yang menurutku terbaik dari berbagai tuntutan yang ada saat ini, seperti tuntutan buat membubarkan Ahmadiyah dan mencapnya sebagai aliran sesat. Tapi ya tetap saja, yang namanya overall bukan berarti lantas aku setuju dengan semua poinnya. Continue Reading


Ketika Kutumpahkan Cat Air di Wajahmu

masih dendam ya ? koq foto experimentnya itu mlulu,,,, πŸ˜›

Temanku, si Kudzi, protes. Dia ngasi komentar dan protes kenapa model buat iseng-isengan Photoshop-ku selalu aja cewek yang sama. Jadi sekarang, demi memenuhi tuntutannya Kudzi, aku pake model yang lain aja buat utak-atik Photoshop-ku kemarin malam (toh sama-sama pernah kutaksir ini πŸ˜› ). Hasilnya ya kayak yang di atas itu, ngasih efek cat air ke foto. Nggak terlalu bagus, sih, sebenarnya. Masih – lagi-lagi – kalah jauh kalo harus dibanding-bandingin sama karyanya Photoshoper jagowan yang lain. Tapi ya lumayanlah kalo dibandingin cuma memanfaatkan efek filter “Watercolor” di Photoshop-nya sendiri secara mentah-mentah. Continue Reading


Sepakbola Eropa yang Bikin Nelangsa

Euro 2008 sudah mulai tadi malam. Dan gara-gara jadwal siaran tivi yang nggak valid, Saber sempat ngeluh ke aku via Y!M, kenapa opening ceremony-nya mulainya lama banget. Yang ada malah komentator-komentator yang ngobral cangkemnya. Sudah ndak sabar dia buat nonton partai pembukaan Swiss lawan Ceko. Continue Reading


Ngayal

Kadang-kadang aku suka ngayal. Ngayal gara-gara kebanyakan mikir. Mikir kejadian-kejadian yang baru – atau bahkan lama – lewat, terus kemudian ngayal kalo pelajaran-pelajaran yang kuterima kemarin-kemarin itu bakal kuimplementasikan bagaimana. Continue Reading