Atheis

Kemarin lusa, malam, aku nginep di kantor. Naldo juga. Dan kami sampai jam 3 pagi, bersama si bos yang punya kantor, terlibat obrolan sengit tentang agama-agama Ibrahim, Israel, dan atheisme.

Obrolannya sebenarnya nggak bermutu, sih. Nggak sehat buat kalo ada cewek di situ yang kebeneran ikutan ndengerin. Tapi ada 1 quote dari Naldo yang buat aku itu sangat inspiratif, meskipun mungkin agak menohok mereka-mereka yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan:

“Buat gue, kita ini lebih gentle daripada atheis. Ketika kita memutuskan untuk beragama, artinya kita siap untuk suatu saat mempertanyakan peran dan kebijakan-kebijakan Tuhan, kehendak bebas kita, sampai ke kenapa cuma Israel yang disebut sebagai bangsa terpilih – terus kita ini bangsa apaan? -, kenapa nabi-nabi itu cuma turun di Timur Tengah, kenapa juga yang namanya nabi selalu berada di garis keturunan antara Adam sampai Yesus atau Muhammad, dan kenapa nggak ada manusia yang di luar garis keturunan itu yang tercatat sebagai nabi?

“Atheis itu menurut gue cuma kepengen hidup yang gampang, yang nggak pengen diganggu dengan pertanyaan-pertanyaan kayak pertanyaan kita tadi. Mental kita ini lebih hebat daripada mereka,” kata Naldo.


Ealah… Gara-gara Ahmadiyah

Aku ini suka nyepam. Jadi biasanya kalo setiap selesai bikin postingan baru di blog ini, aku pasti langsung woro-woro ke semua yang tercatat di contact-list Y!M-ku. Aku kasih URL address postingan baruku itu.

Nah, gara-gara kemarin aku bikin postingan tentang Ahmadiyah dan nyepam lewat Y!M lagi, aku tiba-tiba langsung mendapat banyak respon – gara-gara pas nyepam aku nulis juga kalo aku mendukung Ahmadiyah – yang mempertanyakan kualitas keimananku. Nggak seru. Mereka nanya, aku ini Muslim bukan? Apa aku mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi? Aku jawab saja dengan pertanyaan balik, sudah baca postinganku itu belum? Dan selanjutnya, tidak ada balasan pertanyaan lagi dari mereka. Continue Reading


Bajindal!

Beberapa menit yang lalu aku dapat foto kampret dari seorang teman dengan identitas Y!M wijil_skinhead07.

Aku baru liat kali ini. Bajindal pokoknya! 😈 Continue Reading


Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah…

Jadi aku lagi mau nanya kepada sidang pembaca yang terhormat, ada yang sudah baca isi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri terkait dengan Ahmadiyah (atau juga Ahmadiyya)? Kalo ada yang belum aku mau nyombong. Aku sudah baca, lho. Yang pertama aku baca di KOMPAS edisi kemarin, dan yang kedua aku baca versi online-nya di Detik.com, tentu saja.

Secara overall aku cuma bisa berlapang-dada sahaja dengan keputusan pemerintah kita itu. Setidaknya, itu adalah keputusan yang menurutku terbaik dari berbagai tuntutan yang ada saat ini, seperti tuntutan buat membubarkan Ahmadiyah dan mencapnya sebagai aliran sesat. Tapi ya tetap saja, yang namanya overall bukan berarti lantas aku setuju dengan semua poinnya. Continue Reading


Ketika Kutumpahkan Cat Air di Wajahmu

masih dendam ya ? koq foto experimentnya itu mlulu,,,, πŸ˜›

Temanku, si Kudzi, protes. Dia ngasi komentar dan protes kenapa model buat iseng-isengan Photoshop-ku selalu aja cewek yang sama. Jadi sekarang, demi memenuhi tuntutannya Kudzi, aku pake model yang lain aja buat utak-atik Photoshop-ku kemarin malam (toh sama-sama pernah kutaksir ini πŸ˜› ). Hasilnya ya kayak yang di atas itu, ngasih efek cat air ke foto. Nggak terlalu bagus, sih, sebenarnya. Masih – lagi-lagi – kalah jauh kalo harus dibanding-bandingin sama karyanya Photoshoper jagowan yang lain. Tapi ya lumayanlah kalo dibandingin cuma memanfaatkan efek filter “Watercolor” di Photoshop-nya sendiri secara mentah-mentah. Continue Reading


Sepakbola Eropa yang Bikin Nelangsa

Euro 2008 sudah mulai tadi malam. Dan gara-gara jadwal siaran tivi yang nggak valid, Saber sempat ngeluh ke aku via Y!M, kenapa opening ceremony-nya mulainya lama banget. Yang ada malah komentator-komentator yang ngobral cangkemnya. Sudah ndak sabar dia buat nonton partai pembukaan Swiss lawan Ceko. Continue Reading


Ngayal

Kadang-kadang aku suka ngayal. Ngayal gara-gara kebanyakan mikir. Mikir kejadian-kejadian yang baru – atau bahkan lama – lewat, terus kemudian ngayal kalo pelajaran-pelajaran yang kuterima kemarin-kemarin itu bakal kuimplementasikan bagaimana. Continue Reading


Bukan Lulusan Ilkomp UGM

Tadi sore, sekitar jam 2-an, aku cabut dari kantor setelah 2 hari non-stop terperangkap di dalamnya (benar-benar terperangkap. 2 hari naas kemarin itu berarti aku melewati sesi mandi tanpa berganti cawet ataupun singlet. Jadinya, kalau seharusnya aku sudah bisa ganti 3 stel pakaian dalam, gara-gara terperangkap kemarin aku terpaksa bertahan dengan 1 dalaman aja). Kemudian aku langsung ngacir ke kampusku tercinta dan menemukan Septo, Gentho, Saber, juga Yang Terkasih(an) Madek Widodo, seorang perjaka malang asal Wonosobo, di dalam ruang Himakom. Continue Reading


Rise of the Silver Age

Kemarin, pagi-pagi tanggal 29 Mei, aku bangun (dengan tidak) kedandapan. Tumben-tumbennya aku bisa manut sama weker dari hapeku. Meskipun ngantuk, tapi tetap kupaksakan buat bangun dan bikin cappuccino anget terus kemudian langsung sruput-sruput, berlagak aku memang biasa bangun jam 6 pagi kayak pas waktu itu. Di rumah lagi ada simbokku, masalahnya. Jadi demi menjaga citra sebagai laki-laki yang bukan pemalas, akhirnya aku memaksakan diri nekat siuman meski sebenarnya mata masih ingin terpejam. Continue Reading


Bicara Tentang Usia yang Semakin Tua

Apa artinya tambah umur selain waktu yang mengutak-atik laku? Padahal waktu adalah gerakan seenaknya, tak kenal bahasa dan isyarat apalagi hitung-hitungan. Seakan terus jalan ke depan, padahal adakah yang berubah? Bukankah kita anak kecil yang berusaha terus-menerus tengadah?

Kalimat di atas itu aku ambil dari bukunya Bagus Takwin yang “Rhapsody Ingatan”. Aku suka. Rasanya betul aja. Sampai sekarang aku masihlah tetap anak kecil yang terus-menerus mencoba (sok) dewasa, meskipun, ah, kematian itu semakin mendekat. Continue Reading