Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah…

Jadi aku lagi mau nanya kepada sidang pembaca yang terhormat, ada yang sudah baca isi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri terkait dengan Ahmadiyah (atau juga Ahmadiyya)? Kalo ada yang belum aku mau nyombong. Aku sudah baca, lho. Yang pertama aku baca di KOMPAS edisi kemarin, dan yang kedua aku baca versi online-nya di Detik.com, tentu saja.

Secara overall aku cuma bisa berlapang-dada sahaja dengan keputusan pemerintah kita itu. Setidaknya, itu adalah keputusan yang menurutku terbaik dari berbagai tuntutan yang ada saat ini, seperti tuntutan buat membubarkan Ahmadiyah dan mencapnya sebagai aliran sesat. Tapi ya tetap saja, yang namanya overall bukan berarti lantas aku setuju dengan semua poinnya. Continue Reading


Ketika Kutumpahkan Cat Air di Wajahmu

masih dendam ya ? koq foto experimentnya itu mlulu,,,, πŸ˜›

Temanku, si Kudzi, protes. Dia ngasi komentar dan protes kenapa model buat iseng-isengan Photoshop-ku selalu aja cewek yang sama. Jadi sekarang, demi memenuhi tuntutannya Kudzi, aku pake model yang lain aja buat utak-atik Photoshop-ku kemarin malam (toh sama-sama pernah kutaksir ini πŸ˜› ). Hasilnya ya kayak yang di atas itu, ngasih efek cat air ke foto. Nggak terlalu bagus, sih, sebenarnya. Masih – lagi-lagi – kalah jauh kalo harus dibanding-bandingin sama karyanya Photoshoper jagowan yang lain. Tapi ya lumayanlah kalo dibandingin cuma memanfaatkan efek filter “Watercolor” di Photoshop-nya sendiri secara mentah-mentah. Continue Reading


Sepakbola Eropa yang Bikin Nelangsa

Euro 2008 sudah mulai tadi malam. Dan gara-gara jadwal siaran tivi yang nggak valid, Saber sempat ngeluh ke aku via Y!M, kenapa opening ceremony-nya mulainya lama banget. Yang ada malah komentator-komentator yang ngobral cangkemnya. Sudah ndak sabar dia buat nonton partai pembukaan Swiss lawan Ceko. Continue Reading


Ngayal

Kadang-kadang aku suka ngayal. Ngayal gara-gara kebanyakan mikir. Mikir kejadian-kejadian yang baru – atau bahkan lama – lewat, terus kemudian ngayal kalo pelajaran-pelajaran yang kuterima kemarin-kemarin itu bakal kuimplementasikan bagaimana. Continue Reading


Bukan Lulusan Ilkomp UGM

Tadi sore, sekitar jam 2-an, aku cabut dari kantor setelah 2 hari non-stop terperangkap di dalamnya (benar-benar terperangkap. 2 hari naas kemarin itu berarti aku melewati sesi mandi tanpa berganti cawet ataupun singlet. Jadinya, kalau seharusnya aku sudah bisa ganti 3 stel pakaian dalam, gara-gara terperangkap kemarin aku terpaksa bertahan dengan 1 dalaman aja). Kemudian aku langsung ngacir ke kampusku tercinta dan menemukan Septo, Gentho, Saber, juga Yang Terkasih(an) Madek Widodo, seorang perjaka malang asal Wonosobo, di dalam ruang Himakom. Continue Reading


Rise of the Silver Age

Kemarin, pagi-pagi tanggal 29 Mei, aku bangun (dengan tidak) kedandapan. Tumben-tumbennya aku bisa manut sama weker dari hapeku. Meskipun ngantuk, tapi tetap kupaksakan buat bangun dan bikin cappuccino anget terus kemudian langsung sruput-sruput, berlagak aku memang biasa bangun jam 6 pagi kayak pas waktu itu. Di rumah lagi ada simbokku, masalahnya. Jadi demi menjaga citra sebagai laki-laki yang bukan pemalas, akhirnya aku memaksakan diri nekat siuman meski sebenarnya mata masih ingin terpejam. Continue Reading


Bicara Tentang Usia yang Semakin Tua

Apa artinya tambah umur selain waktu yang mengutak-atik laku? Padahal waktu adalah gerakan seenaknya, tak kenal bahasa dan isyarat apalagi hitung-hitungan. Seakan terus jalan ke depan, padahal adakah yang berubah? Bukankah kita anak kecil yang berusaha terus-menerus tengadah?

Kalimat di atas itu aku ambil dari bukunya Bagus Takwin yang “Rhapsody Ingatan”. Aku suka. Rasanya betul aja. Sampai sekarang aku masihlah tetap anak kecil yang terus-menerus mencoba (sok) dewasa, meskipun, ah, kematian itu semakin mendekat. Continue Reading


Kebodohan Atas Nama Ejaan

“Lebih baik saya disebut Joseph tapi berhati Yusuf, daripada dipanggil Yusuf tapi berhati Joseph.”

Hello, John, apa kabar? Sudah baca kalimat di atas? Aku sudah, lho. Setidaknya, walaupun dengan redaksional yang tidak sama persis, aku pernah baca kalimat kayak di atas itu, entah di blognya siapa aku lupa. Pokoknya blog dengan tema agama (Islam). Continue Reading



Malapetaka Piala Thomas Ala Bintang Satu

Kapan hari itu aku ditemenin Saber jalan-jalan ke Jogja Phone Market. Ngapainkah aku ke situ, sodara-sodara? Oh, ternyata – tentu saja – aku ada keperluan pengen beli hape baru buat ngenet dan chatting-chatting-an di rumah. Hapenya mau kufungsikan jadi modem buat komputerku tersayang. Dan setelah keliling-keliling dari 1 toko ke toko lain tanpa bisa menemukan mbak-mbak penjual yang cantik, akhirnya aku membawa pulang Nokia 6016 CDMA baru. Celakanya, itu hape kayaknya cacat produk. Baterenya kampret! Di-charge sampe full, lha, belum nyampe 24 jam dianya sudah semaput lagi. Jadilah nanti-nanti hape semprul itu mau ta’bawa ke tukang jualannya. Mau komplain, masak iya hape baru yang belinya bukan 2nd itu cuma segitu performa baterenya? Beuh… πŸ™

Tapi sekarang aku bukan mau cerita tentang hape kucluk itu. Continue Reading