Browsing posts in: Njajal-njajal

“Tanda Tanya”, Pluralisme, dan Kontroversinya

Akhirnya aku nulis juga tentang film ini, film yang menurut beberapa orang kontroversial. Dan karena sebutan sebagai film yang kontroversial itulah akhirnya aku memutuskan buat nonton ini film. Dan lagi, sayang sekali, sodara-sodara…kata “beberapa” di atas itu akhirnya memang cuma benar-benar beberapa. Aku sendiri menolak menyebut film ini kontroversial. Karena apa? Karena sesuatu yang kontroversial itu – menurutku – seharusnya bisa meninggalkan kesan yang – entah iti positif atau negatif sekalian – yang mendalam buat mayoritas penontonnya. Film ini justru sebaliknya, kataku. Jelek, sih, bukan. Hanya saja, yah…biasa-biasa ajalah. Continue Reading


Ikutan Latah: Edisi YearBookYourself.com

Anak-anak di kampus punya hobi baru!

Jadi, langsung saja ta’kasih tau, anak-anak di kampus sekarang lagi pada hobi bikin foto-foto jadul via YearBookYourself.com. Di situ kita bisa bikin foto dan mejeng dengan gaya-gaya jaman dulu. Caranya, cukup aplot foto muka kita, pilih gaya edisi tahun berapa, atur komposisi warnanya, dan…jadi, maka jadilah dia!

Dan tentu saja mainan macam begini layak buat kujajal. Maka lihatlah wajah tampanku di bawah ini, duhai sodara-sodaraku sekalian… Continue Reading


myWebFace.com

Hasil njajal-njajal:

aku memang ganteng

Kalo mau bikin juga, silakan langsung ke tekapenya sendiri. Ndak usah ta’anterin, kan? Toh udah pada gede ini.


Raja Para Petarung

Kalo kemarin aku sempat bilang “Tekken” plus “Darah Garuda” itu butut, barusan aku nonton film yang lebih butut dari 2 film itu.

Kuperkenalkan kepada kalian semua… Inilah diaaaaa… “The King of Fighters”, 1 film (lagi) yang diangkat dari sebuah game, yang kapan hari kemarin dapet kukopi dari leptopnya Yosepin.

Continue Reading



Ahmad Dahlan Kurang Jokja

Sodara-sodara ada yang tau apa itu thin-slicing? Jika sodara-sodara ada yang pernah mbaca buku berjudul “Blink” karangannya Malcolm Gladwell, sudah pasti sodara-sodara ndak asing dengan istilah “thin-slicing”. Tapi jika sodara-sodara belum pernah nyentuh itu buku, ya okelah, berikut aku jelaskan secara singkat (berhubung malas menerjemahkan) kalo thin-slicing itu dapat didefinisikan sebagai berikut:

Thin-slicing is a term used in psychology and philosophy to describe the ability to find patterns in events based only on “thin slices,” or narrow windows, of experience. The term seems to have been coined in 1992 by Nalini Ambady and Robert Rosenthal in a paper in the Psychological Bulletin.

Continue Reading


Blood of Eagles(?)

Hari ini libur Lebaran hari kedua (waktu aku mulai ngetik postingan ini). Aku yang lagi-lagi harus Lebaran di ibukota Endonesa, sore tadi menyempatkan diri jalan-jalan bareng sepupu-sepupuku di sini buat nonton bioskop. Maka berhubung tadi sore ini aku nonton bioskop, sudah barang tentu bisa ditebak kalo postinganku yang sekarang ini bakal me-review film yang tadi terpaksa kutonton, gara-gara nggak kebagian film (yang kayaknya) bermutu lainnya. Continue Reading


Tinju Besi

Aku barusan pulang. Pulang dari nonton di bioskop bareng 2 biji adik sepupuku, Ganggas sama Gagar. Dari paginya, sih, kami rencananya pengen nonton “Inception”. Maka setelah aku pulang kantor, nganterin kaos bikinanku yang dipesen sama Yoga ke kampus, dan minum-minum sebentar bareng anak-anak yang masih pada nongkrong di situ, sampai di rumah aku langsung nyuruh adik-adikku itu siap-siap buat berangkat nonton. Continue Reading


It’s Sherlock

It’s Sherlock! Iya, ini memang cerita tentang Sherlock Holmes teranyar sejauh yang aku tau.

Ceritanya kapan hari kemarin aku dolan ke kampus. Bukan buat ngeceng, tentu saja. Lha wong kampus lagi liburan semester, mana ada gadis manisnya di situ. Di situ cuma ada begundal-begundal kampus yang menganggap ruang sekretariat Himakom adalah kantornya sendiri, bosnya dia sendiri, pegawainya dia sendiri juga, dan teman-temannya yang kebetulan sama-sama nongkrong di situ adalah partner bisnisnya. Yeah, masing-masing orang di situ pada mikir kayak gitu, nampaknya. Jadinya ya suka pada sesukanya kalo sudah nongkrong di Himakom, nggak peduli ditegur satpam berkali-kali. Continue Reading


Hoka Hoka Bento Cap Jokja

1 kata buat delivery service-nya Hoka Hoka Bento di tempat domisili beta sekarang ini, Jokja tercinta:

Gembel!

hoka hoka bento

Liat sendiri… Itu (entah apa harus disebutnya, salad atau acar?) sayur wortelnya dikit banget, saosnya cuma dapat 1 jenis dan cuma 1 sachet. Terus, nasinya kayaknya bukan dari jenis beras yang bisa dimakan pake sumpit. Nampaknya itu jelas-jelas bukan beras Jepang. Itu lebih kayak beras lokal biasa (masih untung kalo bukan beras jatah ala PNS). Ostosmastis aku yang kepengen nggaya-nggaya makan pake sumpit jadi kerepotan. Tiap nasinya ta’sumpit, beliau berinisiatif mawut sendiri dari sumpitku. Repot, dah, pokoknya! Continue Reading


Alibaba dan 10 Penonton

Ini cerita malam final Piala Dunia kemarin!

Cerita ini sesungguhnya tidaklah fiktif belaka. Nama pelakon dan setting tempat benar-benar nyata terdapat di Jokja. Jikalo ternyata terdapat kesamaan nama, sukurin, itu artinya nama panjenengan lumayan pasaran sehingga bisa mirip sama nama tokoh yang ada dalam ceritaku sebentar lagi ini. Dan jikalo terdapat kesamaan tempat dan lokasi, ya apa boleh buat… Namanya sahaja bukan cerita fiktif, tentulah bakal jadi fiktif kalo nama tempatnya ternyata cuma bohong-bohongan. Iya, kan? Iya tho? Iya aja, deh! Continue Reading