Ancaman Rasionalitas di Balik Pertanyaan “Kapan Kawin?”

Pertama-tama walaupun Lebaran sudah lewat semingguan, izinkanlah beta mengucapkan mohon maaf lahir dan batin karena beta sendiri barulah mulai cuti hari ini buat mudik ke kampung. Maka karena apa, sih, esensi dari Lebaran di Endonesa selain mudik ke kampung, ya beta pikir tiada mengapa jikalau beta baru minta maafnya hari ini. Iya tho? Iya kan? Mbok wis iya aja, deh.

Dan sebagaimana biasanya ritual tahunan di kampung, pertanyaan yang paling sering jadi pembahasan di media-media sosial seputar Lebaran adalah pertanyaan “kapan kawin?”. Maka daripada itu, mumpung masih di jalan, mumpung belum nyampe ke kampung, aku mau cerita seputar problem kawin-kawinan. Continue Reading


Benci Itu Ya Benci

Suatu kapan malam kemarin, sambil nunggu sahur, Josephine pernah bilang kalau sabar itu aslinya nggak ada batasnya. Iya, sabar sebagai sebuah kata sifat memang nggak ada batasnya. Batas itu jadi kelihatan ketika sampai pada level implementasi dari manusianya. Misalnya, level sabarku, level sabarnya Pak Gendut, atau level sabarnya Saripah ternyata bisa berbeda-beda ketika menghadapi kasus yang sama. Jadi jelas, sabar itu bisa kelihatan serba terbatas ya ketika sudah diterapkan sama manusianya.

Begitu juga dengan benci. Continue Reading


Menghadapi Jejakmu

Perkara hapus-hapusan jejak, pada dasarnya hal ini harusnya bisa dimaklumi. Memang ada beberapa orang yang berani menghadapi masa lalunya dengan gagah, sementara beberapa manusia yang lainnya justru pengen menguburnya, menghilangkan jejaknya. Membuka lembaran baru, kayaknya itu istilahnya. Continue Reading



Nyanyian Kode

Bicara tentang kode-mengkode, harusnya, sih, hal macam begituan itu sudah jadi kerjaanku sehari-hari. Sudah sejak lebih dari 10 tahun yang lalu aku didapuk sebagai manusia yang kudu paham masalah kode-kodean. Namanya saja sarjana komputer, alangkah malunya kalau aku ternyata tidak bisa merangkai kode. Jadi jelas sudah, seharusnya kode adalah bagian dari hidupku.

Tapi namanya saja hidup…kadang ada sahaja hal-hal yang berjalan dengan tidak sesuai dari yang seharusnya, misalnya ya masalah kode-kodean ini. Aku dan beberapa temanku yang seharusnya fasih sekali dalam urusan beginian seringnya malah mati-matian menghindari perkara jenis yang 1 ini. Continue Reading


Semesta Tanpa Tuhan

Perihal cap sebagai tukang cari gara-gara yang dialamatkan sama sejawat-sejawatku ke aku, aku sudah memakluminya. Soalnya mungkin ya memang begitulah kerjaanku. Ta’akui kalo aku ini suka iseng. Kadang aku sengaja mencari respon yang kontra dengan pendapat lawan bicaraku ya cuma gara-gara hal itu: iseng. Saking isengnya, beberapa oknum akhirnya tidak tahan untuk mengungkapkannya kejengkelannya langsung dihadapanku. Tapi celaka, walaupun mereka sudah mangkel-mangkel seprapat mati, aku biasanya malah jadi tambah ngekek-ngekek tanpa merasa berdosa sedikit pun jua. Continue Reading


AC Milan, Internazionale, dan Quraish Shihab

syiah

Seandainya saja ente adalah seorang milanisti, akan sangat mudah dimaklumi kenapa ente membenci Internazionale dan menganggap interisti adalah orang-orang yang tersesat. Begitu pula sebaliknya. Aku aja bisa paham apalagi Anda semua, duhai pembaca nan budiman. Tingkat kefanatikan seseorang terhadap golongannya jika sudah mencapai taraf ekstrim seringnya memang tidak nalar. Apapun yang dilakukan pihak seberang akan dianggapnya sebagai sebuah kebejatan. Jika pun mereka yang di seberang itu aslinya tidaklah sebejat cap yang mereka berikan, mereka akan bersikeras, pihak seberang kebetulan sedang berpura-pura tidak bejat sahaja. Continue Reading


Oh, Pacarku Sayang

Gara-gara ulah si Diwan Sastro di kantor yang memperkenalkan reputasiku dulu sebagai Don Juan MIPA Selatan, sekarang anak-anak baru di kantorku pada rajin ngangsu kaweruh ke aku seputar dunia percintaan. Perihal sudah kuklarifikasi bahwasanya Diwan kampret itu sedang ngibul, mereka nggak mau tahu. Bahkan ada pula yang sempat-sempatnya ngecek akun Fesbuk atau Instagram-ku demi melihat akun-akun cewek di situ yang terdaftar sebagai temanku, untuk kemudian di-list yang cantik-cantik terus minta dikenalin.

“Kamu mau dikenalin sama yang ini, Tot?” tanyaku ke Gatot yang disambut dengan anggukan kepalanya. “Mau? Mau ta’slantap?” lanjutku kemudian. “Yang ini pacarku, gembus!” makiku pada akhirnya. Demikianlah salah 1 contoh responku terhadap permintaan dari seorang klienku. Continue Reading


Kamu Itu Beruntung

“Saya cuma beruntung, kok.”

Biasanya waktu aku ngobrol, dan aku memuji kehebatan lawan bicaraku gara-gara prestasi yang baru aja dia buat, lalu dia mengucapkan kalimat macam di atas, respekku terhadap beliau normalnya jadi naik. Betapa tidak, soalnya ucapan seperti itu akan membuatku menilai bahwa lawan ngomongku itu adalah seorang yang rendah hati. Bahkan kalau orang yang kuajak bicara itu sudah lebih dulu kukenal sebagai orang yang jujur bin tidak pecicilan, aku malah akan menilainya sebagai orang yang rendah hati sehati-hatinya. Continue Reading


Kepanikan dan Nalar Kekalahan

Di hape Android-ku aku masang aplikasi Wasap. Di aplikasi Wasap-ku itu aku tergabung dengan sebuah grup yang betul-betul bahengan (baca: bajingan, su!). Saking bahengannya, suatu waktu di Eat & Eat, Gandaria City, Aswin, seorang analis resiko dari bank plat merah negeri ini, pernah bersabda, “Wong nek atine ora jembar ora bakal iso bertahan neng grupe awak’e dewe,” yang terjemahan nyaris-bebasnya kira-kira begini: “Orang yang tidak lapang dada tiadalah mungkin bertahan di grup kita.”

Tapi pancen itu memang…memang demikianlah keadaannya. Orang-orang di grup Wasap tersebut tercatat sudah sering membuat homo sapiens di grup Wasap lain yang juga dihuninya memilih left group lantaran tidak tahan dengan ketajaman budi-bahasanya. Kadang memang beberapa oknum dalam grup Wasap kami tersebut suka lupa keadaan bahwasanya mereka sedang tidak ngobrol dengan sesama kami. Mereka lupa bahwa tidak semua orang punya hati baja macam manusia di grup kami. Maka ketika kebiasaan di grup Wasap kami kebawa ke grup Wasap lainnya, ketika ada anggota yang kemudian memilih ciao, hal itu bisa menjadi sebuah perkara yang layak dimaklumi. Continue Reading


Hati Garuda

Awas spoiler! Antum sudah ana feringatkan.

posternya garuda 19

Sebagai mantan calon pemain timnas bal-balan Endonesa, kapan hari kemarin aku dapat undangan kehormatan buat nonton pertunjukan perdananya “Garuda 19” di bioskop. Tapi supaya kalian, duhai pembaca nan budiman, tiada iri dan heran, bagaimana ceritanya, kok, aku sampai bisa dapat undangan kehormatan, baiklah…aku ceritakan sahaja kalau aku dapat undangannya dari Oelpha, yang Minggu besok ini mau kawin itu, yang kebetulan kenal sama penulis skenarionya film terbesut, aeh, tersebut. Continue Reading


Pages:1234567...40

SEO Powered By SEOPressor