Tahun Baru Pake Kaos Baru, Dong! Horeee…

Hello, amigo, desperado, selamat tahun baru semuanya!

Maka dalam rangka memasuki tahun 2014 ini, Mas Joe nan tampan alias aku sendiri bertekad berbagi hadiah tahun baru. Karena apa? Karena aku ini memang baik hati.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa aku punya toko kaos di BukaLapak.com, maka dengan ini aku umumkan kalau hadiahnya adalah kaos. 3 biji. Yak, sekali lagi, kaos sejumlah 3 biji! Horeee… Continue Reading


Oom Gita Wirjawan dan Iklan-iklannya

Suka Fesbuk-an? Peke hape atau pake komputer? Kalo pake komputer, pernah merhatiin panel di pojok kanan atas halaman Fesbuk sampeyan? Okelah, sebelum sampeyan menjawab pertanyaan-pertanyaanku, kayaknya ada baiknya kalo aku yang duluan njawab pertanyaan-pertanyaan itu, daripada nanti aku dituduh sebagai makhluk yang pengen tau urusan makhluk lain tanpa mau memberi contoh dan teladan terlebih dahulu.

Jadi begini, aku memang lumayan suka Fesbukan. Buatku Fesbuk itu media sosial yang paling mengakomodir kepentingan sosialku di dunia maya ketimbang Tuiter atau – yang lagi hobi dipake sama temen-temenku – Peth. Alasannya simpel. Di Tuiter aku nggak bisa berdiskusi dengan enak, tidak ada fitur buat urun komen di bawah apdetan status yang kutulis atau juga ditulis sejawat-sejawatku. Aku harus sedikit begini sedikit begitu kalo kepengen tau sejarah percakapan temen-temenku itu. Pendek kata: repot! Continue Reading


Kamu dan Teman-teman Kita

Nduk, cah Ayu, sungguh, sungguh kuapresiasi caramu berjuang melupakanku. Semua aksesku menujumu – Fesbuk, Twitter, Y!M, Instagram, Line, Whatsapp, Path, sampai dengan nomer teleponku – yang kamu blok itu, sumpah mati, itu bukan masalah buatku. Kuhargai perjuangan mati-matianmu.

Tentu aku bisa bilang itu bukan problem buatku karena aku lumayan sadar betul tentang kapasitas diriku; wanita mana yang pernah bermain-main denganku yang kemudian sanggup melupakanku? Bukan problem karena aku tahu, aku pernah memainkan peran krusial yang menentukan arah hidupmu saat ini. Maka ini bukan sekedar tentang sun terakhir di sudut gelap salah satu tempat yang tak jauh dari Bundaran HI waktu itu. Continue Reading


Garuda Muda dan Emprit Tua

Salah satu keuntungan jadi orang baik itu adalah dikelilingi dengan orang-orang baik juga. Misalnya saja kemarin ini, dengan selamat sentausa akhirnya aku ketiban rejeki buat nonton partainya tim nasional Endonesa U-19 lawan Korea Selatan langsung di Gelora Bung Karno, Senayan.

Ceritanya sehabis partai lawan Filipina yang kutonton di depan tivi itu, aku Whatsapp-an sama si Bram, perjaka butut yang sejak putus sama ceweknya lebih dari separo dekade yang lalu sampai sekarang belum juga punya partner tetap buat malam Mingguan. Isi pesanku ke dia sebenarnya sederhana saja. Mengingat si gendut ini adalah penggila timnas Endonesa, selepas pertandingan berat sebelah di mana Endonesa mengurung kotak penalti Filipina hampir sepanjang pertandingan itu, aku mengirim pesan yang menyebutkan, kalo begini caranya lawan Korea besok bakalan rame. Continue Reading


Sombong yang Rendah Hati

Bagaimana caranya menjadi homo sapiens yang sombong tapi sekaligus rendah hati? Begini…

Cerita ini kudapat dari salah seorang oknum adik kelasku di kampus, tentang seseorang oknum mahasiswa yang lain lagi yang lumayan supel saban ketemu sama sejawat-sejawatnya. Jadi ceritanya – sekali lagi – begini:

X: “Wah, Y, ke mana aja kamu, kok nggak pernah keliatan di kampus? Skripsi gimana? Kapan mau dikumpul? Masak kalah sama saya? Saya aja minggu depan ini sudah mau pendadaran, lho…”

Y: “Saya sudah lulus dari semester lalu, Mas.”


Manusia yang Tak Pernah Gagal

Kapan hari kemarin aku ngobrol-ngobrol sama Rian, adik sepupuku. Doi lagi nginep di rumah sehubungan dengan acara ospek di kampus barunya. Yeah, gara-gara dia akhirnya resmi jadi mahasiswa dan kampus barunya letaknya lebih deket dari rumahku ketimbang dari rumahnya yang harus nyebrang propinsi itu, akhirnya untuk kebutuhan ospeknya dia memilih buat nginep di rumahku sahaja.

Kami ngobrol banyak hal, mulai dari gagalnya dia keterima di universitas negeri sampai dengan teman-temannya yang, ealah…jebulnya pada bernasib sama. Sama-sama gagal tembus SNMPTN, maksudnya. Continue Reading


Badges of Fury: Ke Mana Arahmu, Jet?

jet

Seperti yang sudah ta’bilang-bilang selalu, aku ini ngefans sama Jet Li. Setiap ada filmnya yang baru selalu wajib hukumnya buat kutonton (entah ditonton secara legal di bisokop, maupun secara ilegal via file donlotan atau juga DVD bajakan) , begitu juga dengan “Badges of Fury” ini. Continue Reading


Tiga Dekade dan Pagi Pertama

Yak! Pagi ini adalah pagi pertama di mana akhirnya beta resmi hidup selama 3 dekade (dalam hitungan manusia normal, soalnya ndak ada yang percaya kalo di Skotlandia aku ini dipanggil sebagai Duncan McLeod).

Lho, kenapa, kok, hari ini? Bukannya kemarin?

Bukan. Soalnya aku ini lahirnya kemarin sore, jam 17.00 WITA. Jadinya, ya pagi ini adalah pagi pertamaku.

Terus? Continue Reading


Urip Kuwi Ra Segampang Cocote Mario Teguh…dan Yusuf Mansyur

Suatu malam dengan gerimisnya, di daerah Maguwo, Jokja, berkumpullah 3 orang pria butut plus 1 bujangan tampan. Bujangan tampannya sudah jelas itu aku, sementara 3 begundal lainnya cukuplah kita kenal sebagai Saber, Joseph, dan Ucup (bukan nama sebenarnya, karena di akte kelahiran mereka tidak pernah terketik nama-nama tersebut. Nama-nama yang barusan itu hanyalah panggilan mesra dari lingkungan di sekitarnya).

Berbicara tentang Joseph dan Ucup, aku sempat heran… Heran betapa diskriminasi sosial atas sebuah nama bisa sebegitu kuat melekat imejnya. Bayangkan tentang Joseph. Ketika membaca nama yang seperti itu, apa yang terlintas di benak sampeyan? Lalu bayangkan pula tentang Ucup. Sekarang apa yang ente pikirkan? Continue Reading


BBM Bersubsidi dan Masalah Sudut Pandang

Ribut-ribut kemarinan ini perkara harga BBM bakal naik lagi atau ndak bikin aku teringat sama si Josh, temenku yang gendut itu, yang saking gendutnya jadi sering dihina-dina sama temen-temennya sendiri sebagai seekor kuda dari Sungai Nil.

Suatu malam waktu kami sedang membahas performa motor 125 cc milik kami masing-masing (pengumuman! Si Josh sekarang sudah ganti motor. Astrea Star bututnya sudah jadi barang apkiran, diganti sama sebiji Supra X yang helmpun bisa masuk di bagasinya) tau-tau si Josh nyeletuk. “Pakai Pertamax cuma bikin sakit hati,” katanya. Continue Reading


Tarik-tarik, Ulur-ulur, Mbak

Begini, Mbak

Aku ini ndak suka disalah-salahkan, dicap kurang gigih berusaha memperjuangkan hati sampeyan ketika aku sendiri sudah merasa cukup berusaha.

Hidupku bukan s(h)i(t)netron, Mbak. Pun bukan eftivi, bukan juga drama Kroya Korea, di mana sang tokoh utama rela membuang-buang waktunya demi setia menanti pujaan hatinya. Continue Reading



SEO Powered By SEOPressor