Mas Mat dan Problem Hidupnya

Lantai di unitku ngendon di kantor sejak kapan hari kemarin kedatangan agen cabutan baru. Sebenarnya nggak baru-baru banget, sih. Sudah lama juga agen ini ada di kantorku. Hanya saja dia didinaskan di unit lain, di gedung sebelah, dan tentunya di lantai yang bukan lantai unitku. Jadinya mungkin lebih tepat kalau agen yang baru masuk di tempatku ini disebut agen baru tapi lama. Lebih tepat lagi kalau kita mau menyebutnya dengan panggilan “Mas Mat”, karena memang itulah namanya.

Mas Mat ini bukan agen lapangan seperti aku. Maka bisa ditebak kalau Mas Mat tidaklah menyandang lisensi untuk membunuh sepertiku, lisensi dengan kode 00 di depan nomor urut identitas keagenan sebagaimana yang lazimnya kita kenal. Adapun dengan tambahan 00 di depan nomor urutku, identitas keagenanku sendiri adalah 007 3/4. Continue Reading


Pengumuman Pemenang Kuis Buku “Bandar Lonte”

Pertama-tama izinkanlah beta memohon beribu-ribu ampun sebesar-besarnya. Dikarenakan cuaca buruk, tiba-tiba Pak Komandan di kantor memerintahkanku buat mengurai kasus di Pulau Dewata (dan sekarang sedang dilanjut ke Kendari), ketambahan si mamak nitip buat dibeliin sosis Soejasch khas Denpasar, cari oleh-oleh buat si mbak cantiq supaya dia nggak ngambek bahwa partner-nya mikirin negara melulu, koneksi internet yang ndilalahnya, kok, ya pas brengkes (baca: brengsek, John!) terus, dan juga sebatalyon hal yang harus buru-buru diurus lainnya, aku terpaksa telat mengumumkan pemenang kuis berhadiah buku karanganku yang berjudul “Bandar Lonte” itu. Continue Reading


Weekend di Amaroossa Bogor

Jaman dulu, waktu masih nak-kanak – kalau mengacu pada istilahnya Bu Bariyah – aku pernah ngayal kepengen jadi detektif atau agen rahasia. Keliatannya enak, soalnya. Bisa lompat dari 1 negara ke negara lain, bisa gonta-ganti hotel dan segala fasilitas tambahan di dalamnya dengan dibiayai negara, sama tentu saja kalau ada gadis khilafnya ya bisa ta’cangking ke kamar juga.

Entah ini yang disebut sebagai hasil dari konsep law of attraction ataupun mestakung, alias semesta mendukung, 2 dari 4 hal yang kucita-citakan waktu kecil di atas sekarang sudah kesampean. Sekarang aku sudah jadi detektif. Bukan detektif swasta, tapi detektif negeri sipil. Dan justru karena detektif negeri sipil itulah akhirnya aku jadi sering keluar-masuk hotel dengan dibiayai negara, ya tidurnya, ya makannya, tapi tidak untuk pijet dan spanya, apalagi yang pakai kategori plus-plus di dalamnya. Continue Reading



Bagi-bagi Buku “Bandar Lonte” Bersama Beta

buku

Hello, amigo, desperado, apa kabar semuanya?

Jikalau kabar kalian baik-baik sahaja, mari sini, eike berikan kabar yang lebih baik lagi.

Dalam rangka menyambut perjalanan dinasku yang sekaligus pulang kampung ke Denpasar besok awal September ini, sekaligus ultahnya adik iparku yang disambung sama ultah adikku sendiri yang jatuh pas September juga, maka dengan ini aku umumkan kalau aku mau bagi-bagi hadiah lagi. Karena apa? Karena – masih dengan alasan yang sama kayak kemarin-kemarin – aku ini baik hati. Continue Reading



Hei, Nan

Suatu Jumat sore, awal-awal semester pertama di Gadjah Mada, aku datang ke lobi Fakultas MIPA Utara dengan menenteng ransel berisi cawet, kutang, kaos, dan celana, juga seperangkat alat mandi yang sudah dibayar tunai. Sore itu rencananya aku bakal naik ke Kaliurang buat ikutan Computer Science Day 2002, acara malam keakrabannya anak-anak komputer Gadjah Mada angkatan baru. Dan di situlah aku kenal Hanan, orang yang bertahun-tahun berikutnya – mungkin – menganggapku sebagai teman baiknya. Continue Reading


Derajat Batal Puasa

Nguping.

X: “Iya, Mas, tahun kemarin saya batal puasa 3 kali. Susah kalau pengen puasanya full sebulan.”

Y: “Lho, kenapa?”

X: “Kampus saya, kan, di Unpar. Jadi ya teman-teman saya tetap makan. Itu yang bikin saya nggak tahan. Akhirnya kalau udah nggak kuat, udah aja saya ikutan makan.”

Y: “Yaaah…cuma gara-gara liat orang makan aja sampai batal. Payah, ah. Seenggaknya kalau mau batal puasa itu batalnya yang elit dikitlah, jangan yang pasaran.” Continue Reading


Nook, Akhirnya

Hello, teman-teman… Masih lapar puasanya? Tentu saja. Tentu saja yang namanya sedang puasa itu pasti lapar. Maka jikalau ada sejawat teman-teman yang ngaku puasa tapi bilangnya nggak lapar, mesti saja dia itu lagi ngibul. Di mana-mana yang namanya menahan lapar dan dahaga itu pastilah dalam kondisi lapar dan dahaga. Lain itu, bualan belaka!

Baiklah, sembari selamat meneruskan ibadah puasanya, dan sembari menunggu beduk maghrib pula, izinkanlah aku yang lagi kepengen cerita ini untuk sedikit cerita-cerita… Continue Reading


Dolly yang Bukan Temanku

Di udik dulu aku pernah punya teman, teman sepermainan. Namanya Dolly. Tapi walaupun namanya “Dolly”, sungguh mati, anak ini jenis kelaminnya cowok. Apa boleh buat…waktu itu aku ini masih jadi pria pemalu. Aku jarang main cewek, aeh…main sama cewek, soalnya aku takut diejek-ejek, “Pacaran…pacaran…” Maka oleh sebab itulah teman mainku jaman esde sampai esempe itu kebanyakan berjenis kelamin cowok. Dolly ini adalah salah satunya.

Dolly ini rumahnya cuma beda gang sama rumahku. Tapi ini bukan cerita tentang Dolly yang temanku itu. Continue Reading


Cerita Robbie Fowler di Balik Football Legends

19 Mei kemarin aku dapat pesan via Whatsapp dari Fachry. Isinya tawaran. Tawaran syuting, aeh…tawaran buat ikutan terlibat di tim medianya acara Football Legends Tour 2014. Ditambah dengan iming-iming 1 slot khusus buatku untuk wawancara sama Robert Bernard Fowler, tentu saja tawaran itu sulit untuk kutolak. Ancaman kalau harus terpaksa meninggalkan biro detektifku selama 2 hari, plus 2 hari pas weekend kepakai untuk disibukkan sama acara yang bersangkutan, sama sekali tidak membuatku gentar. Ini Robbie Fowler, Bung! Bekas dewanya Stadion Anfield, mesin gol sekaligus wakilnya Kapten Jamie Redknapp dari pasukan treble winnersnya Liverpool untuk Piala FA, Piala Liga, dan Piala UEFA tahun 2001, yang kemudian berlanjut sebagai jawara Piala Super Eropa. Continue Reading


Pages:12345678...40

SEO Powered By SEOPressor